Sunday, June 5, 2011

191. Melayani Kristus - Markus 3:13-19

Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, saya percaya bahwa kita diselamatkan dari hamba dosa untuk menjadi hamba kebenaran. Kita diselamatkan, bukan hanya untuk duduk-duduk dan menerima berkat, serta menantikan pertolongan dari Tuhan, tetapi kita diselamatkan untuk buat sesuatu. Karena ketika kita melayani Kristus, kita akan menjadi berkat buat orang lain. Dengan melayani Kristus, kita akan membawa orang lain menuju pada keselamatan di dalam kasih Allah, haleluya! Di dalam Markus 3:

13Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. 14Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil 15dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. 16Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, 17Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberiNya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, 18selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, 19dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

Nah, berdasarkan ayat di atas, Yesus memanggil ke dua belas murid. Dengan lain kata, Yesus mempercayakan tugas pelayanan kepada mereka yg telah dipilihNYA. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kita lihat bacaan di atas, sebelum Yesus memilih langsung, ada beberapa tahapan untuk kita, agar kita dapat melayani Tuhan:

1. Kita perlu dipanggil dan datang kepada Yesus
Pada ayat yg ke-13Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. Artinya bahwa panggilan Tuhan sebagai dasar untuk melayani Tuhan. Kita melayani Tuhan bukan karena suara kita bagus. Kita melayani Tuhan, bukan karena kita memiliki talenta yg banyak, bukan karena kita punya kemampuan, atau kita punya uang. Tetapi tahukah saudara bahwa kita melayani Tuhan ketika kita dipanggil oleh Tuhan.

Setelah Allah panggil kita, Allah pilih kita, Allah tetapkan kita. Karena, kalau kita mau jujur, begitu banyak orang yg lebih baik dan layak dari kita. Kalau kita mau jujur, pasti kita melihat bahwa banyak dari diri kita yg penuh dengan kekurangan. Kenapa Allah panggil kita? Karena, Allah engga tahan hidup kita terjajah oleh kegelapan. Allah panggil kita, karena Allah engga tahan melihat setan rampas berkat Tuhan.

Setan merampas damai sejahtera dan Kemuliaan Tuhan dalam diri kita, sehingga kita hidup dalam tekanan, sehingga kita hidup dalam kebinasaan dan kehancuran. Tuhan panggil kita, Tuhan pilih kita. Tapi persoalannya, apakah kita mau atau tidak mau datang? Kita mau meresponi atau mengeraskan hati? Jadi, itu sebabnya bukan kita yg memilih Tuhan, tetapi Tuhan yg memilih kita. Jadi, orang yg melakukan pelayanan adalah bukan seorang yg hanya bisa nyanyi, lalu melayani Tuhan. Saya bisa main musik, lalu melayani Tuhan. Saya punya karunia, talenta, lalu saya melayani Tuhan.

Karena, orang yg memiliki suara bagus, lalu ia berniat melayani Tuhan, maka orang yg seperti ini biasanya akan menjadi orang yg sombong. Orang yg seperti ini akan bilang, oh..kalau bukan karena saya, orang-orang seperti ini semuanya tidak bisa diberkati! Orang-orang seperti ini akan berpikir bahwa IA menolong pekerjaan Tuhan. Tetapi, pelayanan yg benar dimulai dengan: Saya adalah orang terhilang, saya dulunya berada di dalam kegelapan, saya tidak ada apa-apanya, saya dijajah oleh kegelapan.

Allah memilih dan memanggil saya. Satu-satunya hal yg dapat saya buat adalah meresponi dan berkata," Tuhan, saya mau!" Orang-orang yg menyadari panggilan Tuhan, menjadi orang yg tidak gampang kecewa dan cepat putus asa. Mereka menjadi orang yg tidak mencari penghargaan untuk diri sendiri. Karena dia sadar, kalaupun dia punya karunia, talenta, semata-mata itu hanyalah anugrah Tuhan. Berarti Allah yg telah memilih dan memanggil saya, adalah Allah yg senantiasa menyertai saya.

Selalu berpikir,"bahwa kalau saya bisa berbuat sesuatu untuk Tuhan, itu adalah sebuah anugrah. Orang yg menyadari bahwa saya dipilih adalah anugrah, maka orang ini akan bekerja keras untuk Tuhan, menjadi orang yg tidak gampang kecewa, tidak gampang menyerah, dan tetap setia di tengah-tengah kesulitan dan tantangan yg berat sekalipun. Jadi, kita dipilih, dipanggil, dan kita harus meresponi panggilan Tuhan.

2. Kita mau menyertai Yesus dan perlu belajar langsung dari Yesus
14Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil. Nah, setelah dipanggil, diutus, disuruhNYA ke dua belas murid menyertai Yesus. Setelah kita dipilih dan dipanggil, kita harus belajar langsung dari Yesus. Karena, Yesus bukan hanya guru yg belajar dengan kata-kata. Tetapi, murid-murid harus menyertai Yesus. Karena, Yesus mengajar bukan dengan kata-kata, tetapi Yesus melakukanNYA dengan Kuasa sesuai dengan kehidupanNYA sehari-hari. Sehingga dengan lain kata, Yesus mau bilang sama mereka,"Contohlah hidupKU, lihatlah teladanKU, lihatlah apa itu sebenarnya melakukan kehendak Allah!"

Jadi, murid-murid harus belajar. Karena, kadang kala kita hanya datang pada Yesus dan langsung berbuat sesuatu. SaudaraKU yg kekasih dalam Tuhan, kegagalan dalam pelayanan adalah seringkali orang-orang lupa untuk belajar kepada Yesus, tetapi langsung ingin mengajar orang lain. Hanya baca beberapa buku, atau ia pikir bahwa ia telah belajar di sekolah pelayanan, dia tidak punya pengalaman pribadi dengan Yesus, tidak pernah menyertai Yesus secara khusus dan tidak pernah belajar dari Yesus. Bukan berarti bahwa sekolah Teologi/Alkitab tidak bagus. Tetapi yg paling penting adalah: setelah saya belajar teologi, setelah saya belajar dari sekolah pelayanan, saya harus belajar dari Yesus, bersama Yesus.

Sementara saya belajar teologi, saya belajar bersama Yesus. Ada banyak orang yg belajar teologi, tetapi tidak mengenal Yesus. Itulah yg berbahaya. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kehancuran gereja hari-hari ini, adalah: bukan karena kekurangan lulusan teologia/kekurangan doktor teologia. Dimana-mana kita jumpai Master Teologia, Dokter Teologia, semuanya itu baik, tetapi yg saya mau tegaskan adalah, seringkali kita tidak belajar langsung sama Yesus.

Sebaliknya, ada orang yg mengakui dirinya belajar langsung dari Yesus, tetapi ia tidak memperlengkapi dirinya dengan pelajaran-pelajaran yg benar. Saya percaya, ke-duanya harus berjalan seimbang. Yesus memilih, memanggil, Yesus mengajar mereka dengan kata-kata. Tetapi di sisi lain, Yesus mengajar dengan perbuatan. Itulah yg saya bilang harus seimbang,"Sekolah Teologi, tanpa pengenalan Firman yg dalam serta mengenal Yesus secara pribadi, saya sebut: semuanya teori belaka. Tetapi, mengenal Yesus tanpa mempelajari pelajaran yg benar, bagi saya adalah ketimpangan. Berarti setelah saya dipanggil, menyertai Yesus, saya harus belajar dan mengerti kehendakNYA.

3. Siap untuk diutus dan bersedia memikul tanggung jawab
Dikatakan pada ayat yg ke-14 "....dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil." Ketika Yesus berkata,"pergi!" Artinya mereka bertanggung jawab atas diri mereka sendiri. Orang-orang benar adalah orang-orang yg siap memikul tanggung jawab, saya harus berani berkorban buat Tuhan, berani untuk setia dengan Tuhan dan siap menghadapi tantangan. Janganlah cepat menyerah dan putus asa serta mundur. Tetapi, kita adalah orang-orang yg diutus dan diberi Kuasa oleh Tuhan untuk maju.

4. Kita dipercaya oleh Tuhan dan diberi Kuasa
Pada ayat yg ke-15 "dan diberiNya kuasa untuk mengusir setan." Bila kita diberi Kuasa tanpa belajar akrab dengan Tuhan, dan melekat erat dengan Tuhan adalah sesuatu yg berbahaya. Karena, akhirnya kita pake kuasa tanpa pengenalan yg benar dengan Tuhan. Tetapi, Tuhan engga pernah bekerja dengan cara yg seperti itu. Lalu apa yg Tuhan buat? Ketika kita dipilih dan dipanggil, kita diajar oleh Tuhan, kita dilatih untuk bertanggung jawab, lalu kita dipercayakan Kuasa.

Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kuasa adalah bagian terakhir dari pelayanan kita. Sehingga kita dapat berfokus pada Tuhan saja. Karena, kalau kita pakai Kuasa untuk diri kita sendiri, maka kita curi kemuliaan Tuhan. Tetapi saat kita diberi Kuasa, kita hancurkan Kerajaan setan, kita perluas Kerajaan Tuhan, Muliakan Nama Tuhan di situ, sehingga kita melihat orang diberkati dan kita berjalan di dalam kemenangan dan kuasa Allah yg luar biasa.

Doa:
Bapa, di dalam Nama Yesus, hamba berdoa untuk setiap dari kami sekalian, mereka yg sakit, mereka yg berbeban berat dan yg menghadapi masalah, dan tantangan yg berat, hamba berdoa di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, sehingga kami semua bisa melihat mujijat, kesembuhan dan kemenangan yg luar biasa. Di dalam Nama Yesus kami berdoa dan bersyukur, amin!

1 comment:

PLK said...

Amazing.
Terimakasih ya... Untuk Artikel ini, Sngguh Membuat sya Terpnggil lebih dalam lgi Dari Tuhan.
Amin.
Gbu.
Shalom.