Sunday, June 19, 2011

193. Keluarga Yesus - Markus 3:31-35

Hari ini kita akan belajar mengenai pandangan Yesus mengenai keluarga, bagaimana Yesus berkomunikasi dan berinteraksi dengan keluargaNya sendiri. Hal ini menarik sekali untuk kita pelajari. Kita lihat di Markus 3:31-35:
31Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. 32Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." 33Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" 34Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibuKu dan saudara-saudara-Ku! 35Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-KU laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Perikop di atas tidak dapat dipisahkan dengan perikop sebelumnya, dimana orang-orang menganggap Yesus tidak waras, dan dituduh kerasukan Roh Beelzebul. Sehingga keluarga Yesus panik, mungkin jengkel, marah. Karena anaknya dibilang gila/tidak waras. Dan ketika mereka datang sendiri, mereka melihat Yesus sedang mengajar, mereka pasti ingin ketemu dengan Yesus langsung pada saat itu.

Yesus saat itu sedang mengajar, IA hanya ingin menyampaikan pesan kepada IbuNya dan saudara-saudaraNya, tidak perlu mereka membela Yesus meskipun ia dituduh tidak waras/kerasukan setan. Karena Yesus tahu bahwa pelayananNYA jauh lebih penting daripada pembelaan. Banyak orang yg terus ribut untuk membela diriNya sendiri/menjaga martabatNya sendiri, sampai akhirnya ia sendiri jauh dari pelayanan. Karena Yesus tahu bahwa menyelesaikan tugas-tugas dari Tuhan jauh lebih penting daripada membela diri. Perdebatan-perdebatan tidak perlu kita lakukan, karena pembelaan kita sepenuhnya datang dari Allah sendiri.

Beberapa hal yg dapat kita pelajari dari ayat-ayat di atas:

1. Yesus menghargai keluargaNya
Dengan lain kata, Yesus tidak mau keluargaNya menjadi repot, panik dan bingung karena semua masalah yg terjadi. Yesus menghargai keluargaNya, dan Yesus mau keluargaNya tetap akrab dan tenang menghadapi semua perkara. Nah, saudaraKu yg kekasih dalam Tuhan, apa yg Yesus lakukan untuk keluargaNya adalah contoh yg amat sangat baik untuk kehidupan kita. Kita harus kembali menghargai keluarga. Karena, ada banyak orang yg lebih menghargai harta daripada keluarga. Ada banyak orang yg lebih menghargai uang daripada anaknya, sehingga demi uang, ia tinggalkan tanggung jawabnya sebagai papa.

Sehingga seringkali sebagai papa, ia pergi pagi-pagi sekali ketika anaknya tidur, dan kembali pulang malam ketika anaknya sudah tidur kembali. Sehingga tidak ada waktu untuk anaknya. Walaupun itu ada waktu, hanya diisi dengan keributan dan amarah. Misal: anaknya minta tolong untuk menalikan sepatunya, lalu ia bentak,"masa pasang tali sepatu saja engga bisa, betulin sendiri, papa engga ada waktu!" Kadang kala anak saudara hanya butuh kasih, perhatian dan kehangatan seorang papa, ia hanya membutuhkan pelukan hangat dan kata-kata pujian.

Ketika anak saudara menunjukkan sebuah gambar, saat ia kelas 1 sd. Itulah saatnya sebagai seorang papa menunjukkan kasih sayang dan berkata,"ini anak papa yg pinter, bagus!" Tetapi, ada sebagian orang tua yg berkata,"ah...cuman gambar ini saja, koq...bikin sibuk papa!" Kadang kala suami tidak menghargai keluarga, istri tidak menghargai suaminya. Ada orang tua yg tidak menghargai anaknya. Anak tidak menghargai orang tuanya. Tetapi Yesus menghargai keluargaNYA. Di tengah kesibukannya, Yesus mau beritahu,"hei...jangan panik, orang mau ngomong apapun, Aku tetap ada di sini, karena pelayanan bagiKU jauh lebih penting, daripada mencari perdebatan dan pertentangan yg sia-sia!

2. Yesus menempatkan kita sebagai bagian dari keluargaNYA
Kita lihat pada ayat yg ke-33 Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" Dengan lain kata, siapa yg menjadi bagian dari Keluarga Yesus, lihat pada ayat yg ke-34Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibuKu dan saudara-saudara-Ku! 35Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-KU laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Jadi, Yesus menempatkan kita semua orang percaya sebagai bagian dari keluargaNya. Bukankah itu sebuah berita yg sangat menarik. Dengan lain kata, kalau saya melakukan kehendak Allah, kalau saya mengerjakan Firman Allah, maka saya adalah bagian dari keluarga Kristus. Di kitab Roma dikatakan bahwa Kristus adalah menjadi yg sulung di antara kita. Sehingga Kristus bukan hanya menjadi sahabat buat kita. Tetapi Kristus menjadi kakak sulung kita yg selalu menolong kita, yg memahami kita, sekaligus menjaga dan membela kita. Saudaraku yg kekasih dalamTuhan, hidup Kristen adalah hidup yg akrab dan melekat dengan Tuhan.

3. Menjadi keluarga Yesus ditentukan dari ketaatan kita melakukan kehendak Allah
Bukan persoalan berapa tahun saudara berada di gereja, bukanlah persoalan saudara lahir sebagai orang Kristen/bukan Kristen. Bukan persoalan saudara jadi majelis gereja/penatua. Tetapi ayat di atas dikatakan "Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-KU laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Artinya, menjadi Keluarga Kristus ditentukan dari ketaatan kita melakukan kehendak Allah dan perintah-perintahNya. Bisa saja kita menjadi keluarga Kristen bertahun-tahun, tetapi kita tidak taat pada kehendak Allah dan hidup dalam dosa, penuh dengan kemunafikan dan keserakahan. Kita sering kali hidup dalam keegoisan, selalu ingin menang sendiri, dan merasa benar sendiri. Tetapi saudaraku yg kekasih, Yesus mengajarkan pada kita, kembali pada kelurga. Para suami yg tidak setia dengan perkawinan, anak-anak yg mulai lari dari Tuhan, para istri yg sudah engga tahan dengan sikap suami yg kasar. Kembali saya mau ingatkan, hargai keluarga.

Jangan pernah ada kata cerai dalam keluarga, jangan pernah ada bentakan, caci maki, dan kata-kata kotor dalam keluarga. Berilah waktu dan kasih sayang untuk Keluargamu. Ada waktu-waktu bersama dengan keluarga, menyatakan Kasih Tuhan, menyatakan cinta. Ada saatnya di mana engkau memeluk anak-anakmu dengan hangat, berbicara tentang Tuhan bagi mereka. Sediakanlah waktu yg khusus bagi anak-anakmu, bagi istrimu. Istri juga menyediakan waktu khusus bagi suamimu. Ingatlah, bahwa Yesus juga menghargai keluargaNya!

Ingat, bahwa Yesus menempatkan kita sebagai bagian dari keluargaNya! Kalaulah kita keluarga-keluarga Kristus, tidak ada alasan bagi kita untuk kecewa dan putus asa, tetapi kita bangkitkan iman kita dan berkata,"Sebagai Keluarga Kristus, Yesus bertanggung jawab buat hidup saya." Mungkin saat ini saudara sedang menghadapi tantangan dan persoalan. Tetapi, janganlah engkau kecil hati. Engkau berkata," Tuhan, saya engga tahan lagi!" Tetapi ingat, saat Yesus menghadapi tantangan yg berat sekalipun, Yesus tetap melaksanakan tugasNya, Yesus tetap melayani dan melakukan yg terbaik dan melakukan kehendak Allah.

Biarlah hari ini kita berkata,"Tuhan, masalah tidak dapat dipisahkan dari hidupku, tetapi saya tetap akan berjalan maju dan meraih janji Allah. Saya tahu bahwa Allah akan berjalan bersama saya dan saya akan meraih kemenangan bersama Yesus, haleluya!

Doa:
Bapa di dalam Nama Yesus, hamba berdoa untuk setiap dari kami sekalian, kami yg sakit, yg berbeban berat, dan yg rumah tangganya goncang, mereka yg keuangannya sedang diambang kehancuran, maupun yg usaha dan pekerjaannya sedang dalam kesulitan. Maupun mereka yg disakiti oleh keluarganya, ataupun mereka yg tidak menghargai keluarganya. Istri yg jauh dari suaminya, maupun suami yg jauh dari istrinya, orang tua yg jauh dari anak-anak. Apapun masalahnya, dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, sehingga hari ini kita belajar dari Tuhan Yesus Kristus dan taat pada kehendak Allah. Sehingga kami semua dapat melihat Kemuliaan Tuhan dinyatakan, terima kasih Bapa, di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!

2 comments:

thonnych said...

Thanks buat renungannya. Saya sharingkan dalam ibadah keluarga.

Imanuel Amoni Waruwu said...

INDAHNYA HIDUP DALAM SATU KELUARGA KRISTUS