Sunday, June 8, 2008

Hal Berdoa (Matius 6:5-15; 7:7-11)

5 Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamuyg ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yg melihat yg tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yg tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaklah kata-kata doanya akan dikabulkan.
8 Jadi janganlah kamu seperti mereka karena Bapamu mengetahui apa yg kamu perlukan, sebelum kamu minta kepadaNYA. 9 Karena itu berdoalah demikian:
Bapa kami yg di sorga, dikuduskanlah namaMU, 10 datanglah kerajaanMU jadilah kehendakMU di bumi seperti di sorga. 11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yg secukupnya 12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yg bersalah kepada kami; 13 dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yg jahat. (Karena Engkaulah yg empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin)
14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yg di sorga akan mengampuni kamu juga.
15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.
Matius 7:7-11
7 Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. 8 Karena setiap orang yg meminta, menerima dan setiap orang yg mencari, mendapat dan setiap orang yg mengetok, baginya pintu dibukakan. 9 Adakah seorang dari padamu yg memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti. 10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan? 11 Jadi jika kamu yg jahat tahu memberi pemberian yg baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yg di sorga! Ia akan memberikan yg baik kepada mereka yg meminta kepadaNYA.

Ada 3 kewajiban agama, yaitu sedekah, berdoa dan berpuasa.
A. Mengapa berdoa? Dan di manakah kita berdoa?
Orang Yahudi terbiasa untuk berdoa di tempat2 tertentu dan pada jam2 tertentu. Doa merupakan suatu tradisi yg memang seharusnya dijalankan. Sehingga tidak jarang mereka berdoa secara tergesa-gesa sehingga mereka tidak menikmati arti doa dan arti doa menjadi melenceng dari maksud asalnya. Sehingga tidak heran ada orang yg berdoa di tempat-tempat tertentu supaya dilihat orang dan dipuji sebagai orang yg saleh!
Ayat 6 merupakan jawaban dari ayat yg ke lima. Ayat ini merupakan teguran terhadap kebiasaan doa yg dilakukan oleh orang2 munafik. Ayat 6 mengajarkan kita bahwa doa bukanlah suatu demonstrasi rohani melainkan suatu hubungan pribadi antara Allah dengan kita.
Ayat 7 & 8 mengajarkan kita bahwa kalau berdoa janganlah bertele-tele. Sejujurnya dengan menaikkan kata-kata indah dalam berdoa seperti berpuisi apakah sebenarnya kita ingin menyenangkan hati Allah atau ingin mendapat pujian dari manusia tentang keindahan doa kita?
Kebanyakan dari kita berdoa ketika kita sadar kita tidak sanggup untuk mengatasi masalah-masalah yg kita hadapi, kita perlu bantuan dari Tuhan yg Maha Kuasa.
Sebaliknya ada juga yg dari kita berdoa karena mendapat ketenangan, hikmat, dan kekuatan untuk menghadapi segala sesuatu.

Ada beberapa hal yg dapat kita simpulkan di sini:
1. Doa seharusnya berasal dari hati kita, baik apakah karena kebutuhan kita atau karena memang kita memiliki suatu relasi dengan Allah.
2. Kita dapat berdoa di mana saja karena Allah memang hadir (Omnipresence)
3. Doa yg benar seharusnya merupakan suatu hubungan pribadi dengan Allah bukan tradisi.
4. Karena doa berasal dari hati, hendaklah kita mengatakan isi hati kita apa adanya kepada Tuhan. (Bandingkan 1 Tes 5:17 dengan Mat 6:7-8). Contoh doa tanpa henti: "terima kasih Tuhan", "Tuhan tolong", "mohon Tuhan pimpin, dsb merupakan contoh doa singkat yg dapat kita lakukan setiap jam dan waktu.

B. Bagaimana kita seharusnya berdoa?
Mari kita melihat struktur dari doa Bapa kami dalam ayat 9-13:
1. Doa dibuka dan ditutup oleh suatu pernyataan iman (Bandingkan Yak 1:5-8). Ayat 5 mengatakan: "Bapa kami di sorga". Ini merupkan suatu pernyataan iman bahwa kita percaya kepada siapa kita berdoa, yaitu Bapa yg di sorga, Allah yg maha kuasa, Allah yg maha suci. Ayat 13b mengatakan: "karena Engkaulah yg empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin". Pernyataan ini merupakan iman yg mengatakan bahwa doa yg kita katakan di alamatkan kepada Allah yg Maha Kuasa, yg Maha Mulia, penguasa dan pemilik kekal atas segala sesuatu di jagat raya ini! Pernyataan iman sangatlah penting dalam berdoa karena tanpa iman, mustahil kita menerima jawaban doa dari Allah (Yak 1:5-8).
2. Doa dimulai oleh puji-pujian dan ditutup oleh puji-pujian sebagai keyakinan dari iman kita (ayat 9 & 13b).
3. Doa merupakan suatu penyerahan diri, suatu komitmen kepada kehendak Allah (ay 10). Selama kita masih berontak, sulit bagi kita untuk berdoa dengan sungguh dan menerima jawaban doa. Buat banyak dari kita sulit untuk menyerahkan diri kepada Allah, karena kita terbiasa menjadi tuan atas kehidupan kita. Bahkan kita sendiri sering mempertanyakan keadilan Tuhan atau tawar-menawar dengan Allah mengenai kehendakNYA. Sulit bagi kita berdoa supaya kerajaan Allah datang tanpa melepaskan kerajaan kita pribadi.
4. Doa merupakan suatu permohonan untuk memenuhi kebutuhan fisik kita setiap hari.
5. Doa merupakan suatu permohonan untuk memenuhi kebutuhan jiwa kita supaya kita mendapat ketenangan batin.
6. Kata "kami" dalam doa Bapa kami mengingatkan kita supaya selalu mendoakan kebutuhan orang lain juga. Menaikkan doa syafaat dalam setiap doa kita.

c. Isi dari doa Bapa Kami:
1. Ayat 9, memanggil bapa kepada Allah menunjukkan kepada kita bahwa kita berdoa selayaknya seorang anak kepada bapanya. Sekali lagi doa merupakan suatu relasi, yaitu antara seorang anak dengan bapanya. Seharusnya kita tahu dan percaya bahwa kita itu anak Tuhan. Kita memiliki akses kepada Tuhan sama seperti seorang anak kepada bapanya. Matius 7:7-11 mengajarkan bahwa Allah peduli dan mengerti apa yg baik bagi anak-anakNYA. Kata "dikuduskanlah namaMU" mengajarkan kita sebagai anak Tuhan hendaklah kita menjaga nama baik Tuhan, jangan bikin malu Tuhan dengan hidup kita. Pribahasa Cina mengatakan harimau tidak memperanakkan anjing. Tuhan tidak memperanankkan anak-anak sembarangan melainkan anak-anak Tuhan yg seharusnya memuliakan namaNYA, menjaga kekudusan namaNYA. Jadi ayat 9 mengandung arti pujian dan komitmen kita kepada Tuhan.

2. Ayat 10, "datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga". Dengan sadar kita melepaskan kerajaan kita dan menyerahkan hidup kita untuk turut dengan kehendak Tuhan. Kita harus belajar mencari tahu apa yg menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita dan melaksanakannya untuk mencapai tujuan hidup yg sesungguhnya. Kehendak Allah adalah yg terbaik bagi hidup kita. Dengan berdoa datanglah kerajaanMU, ini mengingatkan kita bahwa dunia membutuhkan Tuhan. Adalah tugas kita untuk merealisasikan kerajaan Allah untuk dinyatakan di muka bumi secara luas.

3. Ayat 11 merupakan permohonan supaya Tuhan mencukupkan kebutuhan fisik kita sehari demi sehari. Selain merupakan suatu permohonan, ini juga merupakan suatu pernyataan iman bahwa kita hidup sehari demi sehari berdasarkan kemurahan Allah. Hidup kita adalah suatu kepercayaan yg diberikan Allah atas kita. Sehari demi sehari mengajarkan kita untuk belajar untuk puas, mengerti apa artinya kecukupan. Kalau kita mengerti bahwa hidup adalah suatu kepercayaan yg diberikan Allah setiap hari, kita juga tidak pelit untuk menjadi berkat bagi orang lain juga.

4. Ayat 12, adalah suatu permohonan supaya kita mendapatkan ketenangan batin. Kita sering merasa gelisah sebagai akibat dari hati nurani kita yg terusik oleh dosa yg kita lakukan atau karena perasaan bersalah yg kita rasakan. Karena itu kita memerlukan pengampunan dari Allah untuk mendapatkan ketenangan batin. Pengampunan memiliki 2 aspek. Pertama yaitu menerima, yg melegakan jiwa kita. Kedua adalah suatu pelepasan dengan membuang segala kemarahan, kepahitan dan kebencian kita. Ayat 14 dan 15 menjelaskan adalah sulit untuk menerima pengampunan Allah selama masih ada kebencian, kemarahan dan kepahitan yg mengganjal hati kita. Untuk mendapatkan ketenangan batin hendaklah kita hidup berdamai satu sama lain.

5. Ayat 13, "Janganlah membawa kami ke dalam percobaan..., apakah Allah mecobai manusia? (Lihat Yak 1:13-15). Dalam pikiran orang Yahudi, Tuhan maha tahu. Segala sesuatu terjadi di dalam sepengetahuan Allah, termasuk percobaan. Karena Tuhan tahu apa yg akan kita alami dan percobaan itu terjadi seiijin Allah sehingga orang Yahudi mengatakan bahwa percobaan itu terjadi dari Tuhan juga. Ayat 13 bukanlah suatu permohonan bahwa kita akan dihindari dari segala percobaan. Karena Alkitab mengajarkan bahwa hidup itu adalah ujian. Dari kecil sampai dewasa, sampai tua dan meninggal kita tidak pernah terlepas dari segala macam ujian. Alkitab mengatakan: berbahagialah orang yg bertahan dalam percobaan karena lewat percobaan kita akan mendapatkan mahkota kehidupan (Yak 1:12). Mazmur 119:71 mengatakan bahwa percobaan itu baik bagi kita supaya kita belajar tentang ketetapan-ketetapan Tuhan. Alkitab mengatakan bahwa percobaan itu tidak datang dari Tuhan tetapi dari diri sendiri (Yak 1:13-15). Percobaan itu datang dari setan (Ayub 1:6-12; Mat 6:13b). Percobaan itu diizinkan Tuhan atas kita supaya kita dewasa di dalam hidup dan semakin dekat dengan Tuhan (Yak 1:12; Mazmur 119:71). Jadi ayat ke 13 ini semestimnya dapat kita mengertikan "Janganlah biarkan kami jatuh, tetapi lepaskanlah kami dari si jahat". Yaitu supaya permohonan kepada Tuhan untuk meminta pertolongan dari Tuhan supaya kita dapat mengatasi percobaan-percobaan yg kita alami di dalam hidup. Lewat doa, kita ingin mengatakan bahwa kita ingin bergantung kepada Tuhan, mendekat kepada Tuhan. Hidup ini adalah ujian. Dengan Tuhan kita akan mampu melewati ujian-ujian ini.

6. Ayat 13b merupakan penutup bagi suatu doa, yaitu pernyataan iman dan pujian kepada Tuhan. Di akhir doa kita percaya bahwa doa yg kita katakan adalah doa kepada Allah yg maha kuasa, Allah yg maha mampu. Kata amin mengingatkan kita bahwa kita setuju dan percaya akan siapa yg kita percayai.

D. Doa sebagai suatu hubungan pribadi dengan Allah.
Sebagai anak Tuhan kita terkadang sulit untuk berdoa, malas dan tidak dapat menikmati doa. Salah satu sebabnya adalah kita tidak mengerti tentang doa. Doa merupakan komunikasi 2 arah. Di dalam doa bukan hanya kita yg berbicara, tetapi kita juga mendengar Allah berbicara. Jadi masalahnya sekarang bagaimana caranya kita mendengar suara Allah?

1. Mendisiplinkan diri kita untuk bersekutu dengan Allah secara pribadi. Tenangkan hati kita, fokuskan hati dan pikiran kita kepada Tuhan ketika berdoa.
2. Mempelajari Firman Tuhan dengan seksama. Lewat FirmanNYA kita bisa mengerti apa yg Allah kehendaki bagi kita.
3. Roh Kudus akan memberikan kita hikmat akan apa yg harus dilakukan, mengambil keputusan-keputusan dan kemana kita harus pergi, dsb. Roh Kudus akan mengajarkan kita segala sesuatu (Yoh 14:26), menginsafkan kita akan dosa, kebenaran dan penghakiman serta memimpin kita kepada kebenaran (Yoh 14:8,13). Apa-apa yg dikatakan oleh Roh Kudus tidak pernah bertentangan dengan Firman Tuhan. Bisikan Roh Kudus selalu memuliakan Tuhan.
4. Lewat orang-orang di sekitar kita, lewat berbagai peristiwa dari situasi Allah berbicara kepada kita.
5. Adakalanya kita merasakan seolah-olah Allah itu sedang berdiam diri. Allah bukanlah mesin penjawab telpon otomatis. Pada saat-saat tertentu Allah berdiam diri, tetapi ini tidak berarti Dia meninggalkan kita karena Dia berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita (Mat 28:20; Yes 49:14-16). Pada saat-saat inilah iman kita diuji dan dilatih untuk semakin dewasa di dalam hidup dan semakin dekat kepadaNYA. Iman bukanlah emosi sesaat, tetapi juga pengertian dan percaya (trust) kepada Tuhan.

No comments: