Monday, February 13, 2012

199. Biji sesawi - Markus 4:30-34

Tahukah saudara bahwa biji sesawi itu lebih kecil daripada pasir! Maka, apapun yg kamu katakan, asalkan tidak bimbang, maka apapun yg kita percayai itu bisa terjadi. Tetapi, seringkali, iman kita di hadapan Kristus itu lebih kecil daripada biji sesawi. Dan, biji yg sekecil itu bila ia tertanam, maka ia akan tumbuh menjadi sesuatu yg besar.

Yesus mau menggambarkan bahwa iman adalah sebuah potensi. Yang kalau dibiarkan itu tidak memiliki potensi. Tetapi, kalau ditanam, dan disirami dengan Firman Tuhan, dia ditumbuhi dengan kebenaran, maka apa yg terjadi? Dia akan menjadi sebuah kekuatan yang membawa kita pada kemenangan lepas kemenangan menuju KemuliaanNYA yg kekal, haleluya!

30Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 32Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." 33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu IA memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, 34dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Ada beberapa hal yg dapat kita bicarakan mengenai biji sesawi:
1. Biji sesawi melambangkan ketidakmampuan
Yesus berkata,"Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi." Kecilnya sesawi itu sebenarnya melambangkan ketidakmampuan, ketidakbisaan kita. Sebagai manusia, kita adalah manusia yg tidak mampu. Dan dalam bahasa Yunani disebut Mikro, artinya: kecil sekali. Makanya ada kata mikroskop. Yaitu, sesuatu yg harus dilihat dengan pembesar.

Kalau kita lihat di 2 Korintus 3:5-6.."5Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. 6Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

Jadi, Paulus di sini menjelaskan bahwa kami tidak sanggup, seolah-olah itu pekerjaan kami sendiri. Semua itu adalah pekerjaan Allah, dan semuanya itu adalah pengorbanan Kristus. Karena, apa yg Yesus kerjakan di atas kayu salib, itulah yg memampukan kita. Jadi, kalau kita bicara mengenai iman, kita tidak bisa bicara mengenai kesombongan. Karena ini adalah 2 hal yg berbeda. Ada yg berkata,"saya ini orang beriman." Tetapi, hidupnya sombong. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, iman adalah sebuah pengertian bahwa saya tidak mampu, bahwa saya tidak bisa berbuat apa-apa/tidak sanggup berbuat apa saja, tetapi Kristus yg buat kekuatan buat saya. Anugrah memberikan keberanian buat saya, kuasa Roh Kudus yg menciptakan keberhasilan buat kita.

Jelas di sini untuk kita bahwa biji sesawi adalah lambang dari ketidakmampuan. Makanya Yesus berkali-kali bilang, bahwa kesombongan, tinggi hati, keangkuhan, ditentang oleh Allah, bahkan di dalam perjanjian lama dijelaskan..."Aku tidak suka mereka yg melakukan keangkuhan. Alkitab dengan jelas berkata,"orang sombong, aku benci."

Oleh sebab itu di dalam doa Musa di Mazmur 90.."Manusia hari-harinya seperti rumput, tidak berdaya, pagi dia bertumbuh, tetapi pada waktu petang ia lisut dan layu." Kami semua hilang karena gemasmu. Tetapi, ajar kami menghitung hari-hari sedemikian, agar kami beroleh hati bijaksana. Dengan lain kata, sejauh kami dekat pada Tuhan, sejauh kami menyadari berkat-berkat dan anugrah-anugrah Tuhan yg telah IA sediakan buat kami, maka hidup kami akan memandang pada Kemuliaan Allah yg luar biasa.

2. Biji sesawi melambangkan pertumbuhan
Yesus bilang Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 32Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." Walaupun yg paling kecil, tetapi ia tumbuh menjadi yg paling besar.

Jadi, Yesus mau gambarkan bahwa hidup Kristen yg tidak bertumbuh adalah hidup Kristen yg menjadi batu sandungan. Kalau kita mengaku Kristen, tetapi tetap berzinah/judi, kita tetap memaki orang, egois dan inginnya menang sendiri, serakah dan munafik, itu bukanlah kehidupan yg Allah hendaki. Jadi, bila hidup Kristen kita tidak bertumbuh, kita bukanlah orang Kristen yg sebenarnya. Tetapi orang Kristen yg sejati adalah orang menjadikan Yesus Kristus sebagai dasar utama kehidupannya.

Sama seperti bayi, tadinya tidak mengerti apa-apa, tadinya hanya menuntut. Kalau lapar menangis, kalau popoknya basah menangis. Dia hanya meminta perhatian dan menuntut haknya, ia hanya minta pertolongan, dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi, semakin dia besar, semakin dia bisa menolong, semakin dia bisa bertanggung jawab, mulai melakukan tugasnya sampai akhirnya ia menjadi dewasa. Setelah dewasa, ia tidak perlu lagi menuntut haknya, tetapi mengerjakan tanggung jawabnya. Jadi, setelah ia bertumbuh, ia selalu berfokus bahwa saya mau buat ini untuk Tuhan. Semakin dewasa, semakin ia memiliki kerinduan untuk menyenangkan hati Tuhan. Kita yg sebagai orang percaya, biarlah mau menjadi berkat bagi banyak orang.

3. Biji sesawi melambangkan pertumbuhan iman kita
Matius 17:20 "Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Pertumbuhan kita dan kemampuan kita sangat bergantung dengan iman kita. Itulah sebabnya Yesus berkata,"Jika anak Manusia datang kembali, masihkah dijumpai iman!" Walaupun iman kita kecil, tetapi kita tabur firman, kita praktekan dalam kehidupan kita sehari-hari, maka iman kita akan terus bertumbuh, kita maju dalam kemenangan, sehingga menjadi berkat bagi banyak orang, haleluya!

Doa:
Bapa, terima kasih buat saat ini, saya berdoa untuk kami semua yg berbeban dan bermasalah dengan kehidupan kami, kami berdoa, di dalam Nama Yesus, Tuhan kerjakan mujijat, sehingga saat ini kami dapat berkata, Inilah hari yg Tuhan jadikan buat kami, dan kami mengalami kemenangan serta mujijat yg Tuhan sediakan, haleluya, amin!

No comments: