Wednesday, March 24, 2010

134. Kerajaan Sorga seumpama perjamuan kawin -Matius 22:1-14

Di jaman itu, orang menganggap Kerajaan Sorga sebagai sesuatu yg menakutkan, karena mereka mengira hanya orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yg dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sementara ini kita yg penuh dengan dosa dan kesalahan, kita akan dilemparkan ke neraka. Jadi, pada waktu mereka berbicara tentang akhir jaman dan Kerajaan Sorga, mereka merasa bahwa mereka engga bisa masuk, mereka akan tertolak dan dibuang ke neraka. Jadi kata "sorga" buat sebagian orang itu adalah suatu kata yg menakutkan. Tetapi Yesuslah yg menetralisir keadaan, karena yg tadinya mereka pikir sangat menakutkan, ternyata bagi Yesus sangat berbeda. Karena Yesus memperupamakannya sebagai perjamuan kawin. Kita lihat di Matius 22:

1Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:2Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.3Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. 4Ia menyuruh pula hamba-hamba lain pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. 5Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya, ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, 6dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.7Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakn pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. 8Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. 9Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. 10Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. 11Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. 12Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta?Tetapi orang itu diam saja. 13Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. 14Sebab banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih."

Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, cerita ini kalau kita perhatikan merupakan cerita yg sangat menarik sekali. Karena Yesus memperupamakan Kerajaan Sorga itu sebagai perjamuan kawin. Karena, seringkali kita dengar kata kiamat, seringkali kita dengar kata sorga, pasti ada neraka. Sehingga membuat orang-orang menjadi takut dan gentar. Tetapi, Yesus menyederhanakannya dan berkata,"tahu engga, bahwa Kerajaan Sorga itu seumpama perjamuan kawin." Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, apa yg timbul dalam pikiran kita apabila kita mendengar kata"Perjamuan kawin?"

Kita akan melihat suasana pesta yg menyenangkan, meriah, penuh dengan semangat, tidak ada air mata, yg ada hanyalah sorak sorai, gemerlapan baju-baju yg menarik perhatian orang demi menghormati pesta tersebut. Nah, saudarku yg kekasih dalam Tuhan, Yesus sedang mengumpamakan bahwa bagi kita, bagi orang yg percaya kepada Tuhan, kita yg mau buka hati. Tuhan mau tunjukkan, "Inilah kerajaan sorga ini, seumpama pesta perjamuan kawin." Nah, pelajaran apa yg bisa kita terima di sini:

1.Mempersiapkan diri sebelum tiba di Sorga adalah sesuatu yg menyenangkan&menggairahkan
Ada banyak orang yg berkata,"biarlah kita miskin di sini, asal kita kaya di sorga!" Jadi, memang pa pendeta, selama kita di bumi, kita akan menderita, sengsara, tetapi nanti saat kita di sorga, kita akan melihat kemenangan itu!" Tetapi Yesus berkata,"kerajaan sorga itu seumpama perjamuan kawin." Oleh karena itu, di Korintus 2, 11:2, Paulus berkata,"Aku telah mempertunangkan kamu dengan laki-laki suci." Berarti dalam perjalanan kita bersama dengan Yesus adalah seperti masa pacaran, kenapa?

Karena, perkawinannya akan terjadi di sorga nanti. Kristus sebagai mempelai laki-laki, dan kita sebagai gerejaNYA, tahukah saudara bahwa masa yg paling menyenangkan adalah masa pacaran. Karena, pada masa pacaran pun kita akan melihat masalah, misalnya: orang tua engga setuju, kadang kala pada masa itu kita kejar-kejar dan naik bis sama-sama. Pada masa itu, meski kita masih pelajar, punya uang pas-pasan, beli baso misalnya cuman 1 piring berdua, karena pengen ngirit! Meskipun masa pacaran ada masalah tapi masa-masa itu adalah masa yg indah, karena dijalani secara bersama-sama semuanya serba menarik, menyenangkan dan menggairahkan.

Sehingga, meskipun ada masalah, tetapi merasa tidak ada masalah. Nah, ini yg saya bilang,"bahwa jika cinta kita teguh dan kuat terhadap Tuhan!" Kita tahu bahwa perjalanan yg panjang ini, adalah masa-masa yg akrab dengan Tuhan." Makanya di kitab Wahyu dikatakan,"bahwa Aku mencela engkau, jika engkau meninggalkan kasihmu yg mula-mula itu, kasih pada masa pacaran itu, kehangatan cinta mesra, walaupun di tengah masalah, di tengah tantangan, dan persoalan, tetap tidak putus asa. Karena, masa inilah masa yg paling enak bersama dengan Yesus. Mempersiapkan diri sebelum tiba di Sorga adalah sesuatu yg menyenangkan & menggairahkan. Kita akan menghadapi setiap tantangan, setiap pergumulan di depan kita. Karena kita tahu, Tuhan saya sedang menuju ke Surga dan saya sedang mempersiapkannya.

Pertanyaannya? Sudahkah saudara memiliki kepastian itu? Sudahkah saudara yakin bahwa saudara akan masuk ke Sorga. Ingat! Kita masuk ke sorga, bukan karena perbuatan kita. Alkitab jelas berkata bahwa kita diselamatkan oleh karena anugrah, karena kasihNYA, karena berkatNYA. Nah, kalau kita tahu bahwa kita sudah buka hati dan menerima Yesus sebagai Raja dan Juru Selamat. Berarti saya sudah memiliki kepastian Sorga. Sehingga saya harus hidup benar, saya harus hidup takut akan Tuhan, saya harus setia dan mendahulukan Tuhan lebih dari segalanya.

Dan, bukan berarti bahwa kita hidup dalam ketakutan, "ah..gimana kalau nanti Tuhan kutuk saya, gimana kalau nanti Tuhan pukul saya!" Tetapi, bila kita lakukan segalanya dengan suka cita. Dan, penuh keyakinan bahwa suatu saat nanti kita akan bertemu dengan mempelai laki-laki itu. Kristus yg mengasihi saya, Kristus yg bertanggung jawab atas hidup saya, Tuhanlah yg merancangkan hal yg indah dalam hidup saya.

2.Setiap orang yg diundang rela mengorbankan kepentingannya untuk datang ke perjamuan kawin.
Setiap mereka yg sedang menuju perjalanannya ke sorga itu, harus berani mengorbankan kepentingannya sendiri untuk dapat datang ke perjamuan kawin. Jadi, di sini kita melihat, kenapa mereka tidak dapat datang? Ayat yg ke-4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. 5Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya, ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, 6dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.

Jadi, kita lihat di sini bahwa mereka sedang sibuk dengan kepentingan mereka masing-masing. Mereka sedang sibuk dengan keperluan dan dengan segalanya yg menyenangkan buat mereka. Mereka lupa, bahwa sebenarnya kehidupan ini hanyalah sementara, kesenangan dunia sifatnya hanyalah sementara. Tetapi sesuatu yg kekal, adalah pesta yg besar yg dirancangkan Tuhan, ada kemenangan yg luar biasa, dan itulah yg sebenarnya Tuhan sedang rencanakan buat kehidupan kita. Kadang kala, kita hanyalah terlalu sombong dan engga mau mengalah, kita terlalu egois dan terlalu bertahan pada prinsip bahwa,"bahwa sayalah yg benar, saya engga bisa dikoreksi." Dan apa yg terjadi? Karena kepentingan kita sendiri, itulah yg menghambat kita untuk menerima berkat Tuhan yg lebih besar.

Bila saja engkau mau lebih rendah hati, saya percaya bahwa rumah tangga saudara bisa selesai masalahnya. Bila saja engkau mau lebih menunduk dan mengalah, saya percaya bahwa akan lebih banyak mujijat yg terjadi dalam hidup saudara. Bila saja engkau berani mengorbankan kepentingan-kepentingan dalam hidup saudara, saya percaya masa muda saudara akan penuh dengan berkat yg melimpah. Dan bila saja saudara berani untuk mengorbankan sesuatu, saya percaya bahwa usahamu/kepentingan dagangmu akan mendapat berkat kuasa Tuhan.

3. Setiap orang yg datang ke perjamuan kawin harus mengenakan pakaian pesta
Pada ayat yg ke-12 dikatakan"Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta?Tetapi orang itu diam saja. 13Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

Apa artinya berpakaian pesta? Artinya hidup kita berkenan kepadaNYA. Artinya hidup kita menyenangkan Dia, seluruh dan segenap hidup kita, kita persembahkan buat Tuhan. Jadi, walaupun Tuhan mengundang semua orang, tetaplah kita harus mengenakan baju pesta. Baju pesta adalah: percaya bahwa Tuhan telah menebus kita dengan darahnya di kayu salib, punya sikap yg berani berkorban, dan hidup suci dalam kemuliaan namaNYA.

Doa:
Bapa, di dalam Nama Yesus, terima kasih untuk hari ini, dimana kami dapat membaca Firmanmu, biarlah Tuhan jamah kami semua yg sakit, berbeban berat dan semua yg memiliki masalah dalam hidup. Sehingga hari ini menjadi hari berkat, hari ini menjadi hari mujijat, lawatlah kami semua Tuhan, amin!

1 comment:

Hendri Yunus Pinem said...

Jadikan Yesus Kristus Prioritas utama didalam hidup .....Terima kasih atas tulisannya salam Soli Deo Gloria.