Saturday, July 18, 2009

99.Bagaimana kita bisa menerima mujizat –Matius 14:34-36

34Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. 35Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepadaNya. 36Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubahNya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Yesus Tuhan kita adalah Allah yg tidak pernah bisa dipisahkan dari mujizat. Mengapa? Karena Dia adalah Allah yg merupakan sumber dari segala mujizat. Bagi Allah tidak ada peristiwa yg mustahil. Alkitab berkata “Orang datang kepada Yesus dan disembuhkan.” Alkitab berbicara “Orang kusta datang kepada Yesus dan disembuhkan.” Dan cerita dahsyat di dalam Alkitab “Perempuan Naim itu sedang keluar menangis, karena anak lelaki yg satu-satunya itu mati dan Yesus datang dan membangkitkannya.” Itu sebabnya, saudarku. Kita harus meyakini bahwa Yesus yg kita sembah adalah Allah yg tidak pernah mempermalukan kita.

Yesus tidak pernah dapat dipisahkan dari mujizat, karena Yesus adalah sumber dari segala mujizat. Itu bukan berarti bahwa kita ikut Yesus karena mujizat. Tetapi kita ikut Yesus, karena Dia adalah Tuhan. Sebab Alkitab berkata”Di bawah kolong langit ini tidak ada Nama lain yg olehNya manusia bisa selamat, kecuali di dalam Nama Yesus Kristus Tuhan. Itu adalah suatu kepastian, yg tidak ada nama lain yg olehNya manusia bisa selamat, kecuali di dalam Nama Yesus. Kita iring Yesus, bukan berarti karena mujizat, tetapi kita iring Yesus karena Dia adalah Tuhan. Tetapi sementara kita iring Yesus, berarti mujizat demi mujizat akan terjadi dalam hidup kita.
Setan akan berbisik kepada kita dan berkata”bahwa mujizat tidak berlaku lagi.” Setan akan berkata”Kalau mau melihat mujizat, kamu mesti pergi ke dukun, kamu mesti pergi ke orang pinter/paranormal, atau kamu mesti pake-pake. Tetapi, saya mau beritahu kepada saudara bahwa mujizat ada di dalam Yesus Kristus Tuhan. Kalau saudara sudah berdoa dan mujizat belum terjadi, berarti Allah punya rencana lain di dalam hidup saudara. Alkitab berkata”Orang yang bertahan sampai kesudahanNya , ia akan memperoleh selamatNya. Itulah kuncinya, saudara tetap bertahan sabar menantikan waktu Tuhan, maka kemenangan akan terjadi. Mungkin saudara berkata”Bagaimana saya menerima mujizat daripada Allah?”

Kita dapat mempelajarinya dari ayat-ayat bacaan di atas:

1. Orang-orang menerima mujizat daripada Tuhan.
Bagaimana dapat memperoleh mujizat? Yang pertama Kita harus mengenal Yesus secara pribadi dan mengerti kuasaNya yang ajaib dan tak pernah berubah. Waktu Yesus melewati Bartemeous, orang berkata”Yesus anak Daud, kasihanilah kami.” Bukan berarti dia tidak melewati tantangan, bukan berarti dia tidak melewati masalah, tetapi karena dia kenal Yesus, maka ketika orang banyak suruh mereka diam, Alkitab berkata”dia tidak diam, dia tidak kecil hati karena dimarahi, dia tidak kecewa karena perasaannya dilukai. Tetapi, Alkitab berkata “Dia berteriak lebih keras lagi, Yesus anak Daud, kasihanilah Aku.” Paulus berkata”Aku kenal kepada siapa Aku percaya, dan aku yakin akan kuasaNya.

Itu sebabnya orang kusta berkata”Tuhan, jika Engkau mau, Tuhan dapat mentahirkan aku.” Itu sebabnya Perwira di Kapernaum datang kepada Yesus dan berkata “Guru, Engkau tidak perlu datang ke rumahKu, cukup katakan sepatah kata saja.” Orang-orang seperti di atas adalah orang-orang yg mengerti akan KuasaNya. Dan pada waktu kita datang kepada Yesus dan kita mengerti KuasaNya, asalkan kita tidak menjadi bimbang. Alkitab berkata, orang bimbang jangan berharap dapat apa-apa. Bila kita mengerti kuasaNya, maka iman kita akan bangkit, kita tidak akan takut. Kita hanya perlu menunggu mujizat dan kuasaNya. Apa artinya mengenal Yesus? Mengenal Yesus berarti mengenal kehendakNya. Kadang-kadang, kita betul mengerti KuasaNya, tetapi kadang kala Allah belum berkehendak, karena Allah punya rencana lain, karena Allah ingin bentuk karakter kita terlebih dahulu.

Kadang kala saudara bilang “Tuhan, jamah suami saya supaya ia mau bertobat. Tetapi, Tuhan berkata “Untuk mengubah hati suamimu itu pekerjaan mudah. Tetapi sekarang Aku mau bentuk hidup dan karaktermu dulu, Aku mau bentuk kebahagiaan rumah tanggamu dulu. Mungkin juga Aku mau bentuk cara berpikirmu dulu, Aku mau bentuk imanmu terlebih dahulu. Bila Allah sudah selesai dengan kita, maka dengan sangat mudahnya Allah mengadakan mujizat untuk kita. Jadi, sekali lagi kita perlu untuk mengenal Yesus dan mengenal kehendakNya. Mengenal kehendakNya adalah mungkin meninggalkan kebiasaan lama kita/kebisaan buruk dan cara hidup kita yg tidak berkenan. Maka saat itu Allah akan menyatakan kuasaNya.

2. Adanya kesungguhan usaha
Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa mujizat terjadi, saat kita hanya bilang”Ya Tuhan, bila engkau mau buat mujizat, ya kerjakan sekarang, kalau tidak ya apa boleh buat?” Tetapi, mujizat selalu disertai oleh usaha yg sungguh, kenapa? Kalau kita percaya, maka akan ada usaha untuk berbuat sesuatu. Mereka waktu dengar, apa yg terjadi? Mereka mulai tebarkan, mereka mulai ajak. Paulus beritakan kepada Timotius”Apa yg telah engkau dengar, beritakan kepada orang lain yg cakap mengajar.” Berarti, ada suatu tanggung jawab yg diberikan, ada suatu usaha yg sungguh-sungguh/tindakan untuk mengenal kehendak Tuhan lebih jauh lagi. Kita mulai mengabarkan, kita akan dibangunkan, kita mulai bersaksi, kita mulai membawa dan berjalan di dalam jalanNYA.

Setelah kita mulai mengenal Yesus, harus ada usaha yg sungguh-sungguh. Kita seringkali begitu gampangnya, ah ....saya sudah berdoa dan berusaha dengan sungguh-sungguh. Adakah saudara sudah berusaha dengan sungguh untuk semakin dekat dengan Tuhan dan berkata tidak terhadap tawaran dunia? Bila saudara semakin dekat dengan Tuhan, maka apa yg terjadi? Saudara akan menerima kekuatan baru, dan sukacita. Karena, mujizat itu adalah adanya suatu usaha yg keras di dalam Kristus. Paulus berkata “Tidak ada apapun yg dapat memisahkan aku dari kasih Kristus. Mujizat sering terjadi, karena kita dipisahkan dari Kristus, sehingga hati kita kosong, sehingga hati kita menjadi lemah dan hanya penuh dengan angan-angan untuk meraih mujizat. Jadi, diperlukan iman kepada Yesus untuk meraih mujizat.

3. Mengambil tindakan iman
Ayat ke-36 dikatakan “Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubahNya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.” Alkitab berkata “Iman tanpa perbuatan, pada hakekatnya mati.” Iman tanpa perbuatan hanyalah merupakan mimpi-mimpi kosong. Tetapi, iman yg sejati adalah iman yg bertindak/berbuat. Pada saat Daud menghadapi Goliath, Daud berkata “Engkau boleh datangi aku dengan tombak dan lembing, tetapi aku datangi engkau dalam Nama Tuhan Semesta Alam. Iman adalah tindakan aktif untuk melakukan janji-janji Allah , dan percaya dalam hati bahwa janji-janji Allah itu akan terjadi secara luar biasa. Itu sebabnya, mereka mohon supaya mereka dapat menjamah jumbai jubahNya, Alkitab berkata “mereka menjamahNya dan mereka menjadi sembuh.” Saudaraku, kenapa kita belum lihat mujizat? Karena mungkin pada saat kita terbaring di tempat tidur dan sakit sambil berkata”Wah, saya mungkin sudah tua, wah...saya mungkin sudah tidak bisa tertolong lagi. Tanpa kita sadari, bahwa kalimat-kalimat seperti itu akan menjadi kutuk di dalam hidup kita. Kadang kita berpikir”wah...suami saya terlalu keras, engga mungkin ia berubah lagi.” Anak-anak saya sudah terlalu nakal, tunggulah mungkin bila kena tabrakan, tunggu dia di ICu dulu, baru dia kapok.

Tanpa kita sadari, kalimat-kalimat seperti itu dapat menjadi kutuk di dalam hidup kita. Kita bukannya melihat mujizat, tetapi kita melihat kesengsaraan, penderitaan dan tekanan di dalam hidup ini. Tetapi, bila kita mengucapkan berkat dan berkata”Suatu saat, suami saya akan bertobat, tetap percaya bahwa suatu saat rumah tangga saya akan dipulihkan, berani mengambil tindakan iman dan melangkah di atasnya. Saudaraku, Tuhan Yesus kita tidak pernah gagal. Daud berkata”Dulu aku muda, sekarang aku telah menjadi tua, tidak pernah aku melihat anak cucu orang benar meminta-minta roti.“
Berarti, mujizat telah Tuhan sediakan bagi orang benar. Persoalannya kadang kala kita belum mengenal Yesus secara pribadi, kita hanya terlalu focus dan bergumul dengan persoalan dan masalah kita. Karena bagi Yesus, tidak ada perkara yg mustahil.

Doa:
Tuhan Yesus, aku percaya bagiMU tidak ada perkara yg mustahil. Dan aku percaya, Engkau akan kembali melihat mujizat dalam hidupku. Di dalam nama Yesus, aku mau buka hati bagi Engkau. Dan mengakui Engkau yang adalah Tuhan dan Juru Selamat dalam hidup kami. Bebaskan kami dari segala belenggu dosa dan semua kutuknya, biarlah mujizatMU bekerja di dalam hidup kami. Karena Engkaulah sumber kekuatan kami, di dalam nama Yesus kami berdoa, Amin!

No comments: