Hari ini kita akan belajar mengenai pandangan Yesus mengenai keluarga, bagaimana Yesus berkomunikasi dan berinteraksi dengan keluargaNya sendiri. Hal ini menarik sekali untuk kita pelajari. Kita lihat di Markus 3:31-35:
31Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. 32Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." 33Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" 34Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibuKu dan saudara-saudara-Ku! 35Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-KU laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
Perikop di atas tidak dapat dipisahkan dengan perikop sebelumnya, dimana orang-orang menganggap Yesus tidak waras, dan dituduh kerasukan Roh Beelzebul. Sehingga keluarga Yesus panik, mungkin jengkel, marah. Karena anaknya dibilang gila/tidak waras. Dan ketika mereka datang sendiri, mereka melihat Yesus sedang mengajar, mereka pasti ingin ketemu dengan Yesus langsung pada saat itu.
Yesus saat itu sedang mengajar, IA hanya ingin menyampaikan pesan kepada IbuNya dan saudara-saudaraNya, tidak perlu mereka membela Yesus meskipun ia dituduh tidak waras/kerasukan setan. Karena Yesus tahu bahwa pelayananNYA jauh lebih penting daripada pembelaan. Banyak orang yg terus ribut untuk membela diriNya sendiri/menjaga martabatNya sendiri, sampai akhirnya ia sendiri jauh dari pelayanan. Karena Yesus tahu bahwa menyelesaikan tugas-tugas dari Tuhan jauh lebih penting daripada membela diri. Perdebatan-perdebatan tidak perlu kita lakukan, karena pembelaan kita sepenuhnya datang dari Allah sendiri.
Beberapa hal yg dapat kita pelajari dari ayat-ayat di atas:
1. Yesus menghargai keluargaNya
Dengan lain kata, Yesus tidak mau keluargaNya menjadi repot, panik dan bingung karena semua masalah yg terjadi. Yesus menghargai keluargaNya, dan Yesus mau keluargaNya tetap akrab dan tenang menghadapi semua perkara. Nah, saudaraKu yg kekasih dalam Tuhan, apa yg Yesus lakukan untuk keluargaNya adalah contoh yg amat sangat baik untuk kehidupan kita. Kita harus kembali menghargai keluarga. Karena, ada banyak orang yg lebih menghargai harta daripada keluarga. Ada banyak orang yg lebih menghargai uang daripada anaknya, sehingga demi uang, ia tinggalkan tanggung jawabnya sebagai papa.
Sehingga seringkali sebagai papa, ia pergi pagi-pagi sekali ketika anaknya tidur, dan kembali pulang malam ketika anaknya sudah tidur kembali. Sehingga tidak ada waktu untuk anaknya. Walaupun itu ada waktu, hanya diisi dengan keributan dan amarah. Misal: anaknya minta tolong untuk menalikan sepatunya, lalu ia bentak,"masa pasang tali sepatu saja engga bisa, betulin sendiri, papa engga ada waktu!" Kadang kala anak saudara hanya butuh kasih, perhatian dan kehangatan seorang papa, ia hanya membutuhkan pelukan hangat dan kata-kata pujian.
Ketika anak saudara menunjukkan sebuah gambar, saat ia kelas 1 sd. Itulah saatnya sebagai seorang papa menunjukkan kasih sayang dan berkata,"ini anak papa yg pinter, bagus!" Tetapi, ada sebagian orang tua yg berkata,"ah...cuman gambar ini saja, koq...bikin sibuk papa!" Kadang kala suami tidak menghargai keluarga, istri tidak menghargai suaminya. Ada orang tua yg tidak menghargai anaknya. Anak tidak menghargai orang tuanya. Tetapi Yesus menghargai keluargaNYA. Di tengah kesibukannya, Yesus mau beritahu,"hei...jangan panik, orang mau ngomong apapun, Aku tetap ada di sini, karena pelayanan bagiKU jauh lebih penting, daripada mencari perdebatan dan pertentangan yg sia-sia!
2. Yesus menempatkan kita sebagai bagian dari keluargaNYA
Kita lihat pada ayat yg ke-33 Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" Dengan lain kata, siapa yg menjadi bagian dari Keluarga Yesus, lihat pada ayat yg ke-34Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibuKu dan saudara-saudara-Ku! 35Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-KU laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
Jadi, Yesus menempatkan kita semua orang percaya sebagai bagian dari keluargaNya. Bukankah itu sebuah berita yg sangat menarik. Dengan lain kata, kalau saya melakukan kehendak Allah, kalau saya mengerjakan Firman Allah, maka saya adalah bagian dari keluarga Kristus. Di kitab Roma dikatakan bahwa Kristus adalah menjadi yg sulung di antara kita. Sehingga Kristus bukan hanya menjadi sahabat buat kita. Tetapi Kristus menjadi kakak sulung kita yg selalu menolong kita, yg memahami kita, sekaligus menjaga dan membela kita. Saudaraku yg kekasih dalamTuhan, hidup Kristen adalah hidup yg akrab dan melekat dengan Tuhan.
3. Menjadi keluarga Yesus ditentukan dari ketaatan kita melakukan kehendak Allah
Bukan persoalan berapa tahun saudara berada di gereja, bukanlah persoalan saudara lahir sebagai orang Kristen/bukan Kristen. Bukan persoalan saudara jadi majelis gereja/penatua. Tetapi ayat di atas dikatakan "Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-KU laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
Artinya, menjadi Keluarga Kristus ditentukan dari ketaatan kita melakukan kehendak Allah dan perintah-perintahNya. Bisa saja kita menjadi keluarga Kristen bertahun-tahun, tetapi kita tidak taat pada kehendak Allah dan hidup dalam dosa, penuh dengan kemunafikan dan keserakahan. Kita sering kali hidup dalam keegoisan, selalu ingin menang sendiri, dan merasa benar sendiri. Tetapi saudaraku yg kekasih, Yesus mengajarkan pada kita, kembali pada kelurga. Para suami yg tidak setia dengan perkawinan, anak-anak yg mulai lari dari Tuhan, para istri yg sudah engga tahan dengan sikap suami yg kasar. Kembali saya mau ingatkan, hargai keluarga.
Jangan pernah ada kata cerai dalam keluarga, jangan pernah ada bentakan, caci maki, dan kata-kata kotor dalam keluarga. Berilah waktu dan kasih sayang untuk Keluargamu. Ada waktu-waktu bersama dengan keluarga, menyatakan Kasih Tuhan, menyatakan cinta. Ada saatnya di mana engkau memeluk anak-anakmu dengan hangat, berbicara tentang Tuhan bagi mereka. Sediakanlah waktu yg khusus bagi anak-anakmu, bagi istrimu. Istri juga menyediakan waktu khusus bagi suamimu. Ingatlah, bahwa Yesus juga menghargai keluargaNya!
Ingat, bahwa Yesus menempatkan kita sebagai bagian dari keluargaNya! Kalaulah kita keluarga-keluarga Kristus, tidak ada alasan bagi kita untuk kecewa dan putus asa, tetapi kita bangkitkan iman kita dan berkata,"Sebagai Keluarga Kristus, Yesus bertanggung jawab buat hidup saya." Mungkin saat ini saudara sedang menghadapi tantangan dan persoalan. Tetapi, janganlah engkau kecil hati. Engkau berkata," Tuhan, saya engga tahan lagi!" Tetapi ingat, saat Yesus menghadapi tantangan yg berat sekalipun, Yesus tetap melaksanakan tugasNya, Yesus tetap melayani dan melakukan yg terbaik dan melakukan kehendak Allah.
Biarlah hari ini kita berkata,"Tuhan, masalah tidak dapat dipisahkan dari hidupku, tetapi saya tetap akan berjalan maju dan meraih janji Allah. Saya tahu bahwa Allah akan berjalan bersama saya dan saya akan meraih kemenangan bersama Yesus, haleluya!
Doa:
Bapa di dalam Nama Yesus, hamba berdoa untuk setiap dari kami sekalian, kami yg sakit, yg berbeban berat, dan yg rumah tangganya goncang, mereka yg keuangannya sedang diambang kehancuran, maupun yg usaha dan pekerjaannya sedang dalam kesulitan. Maupun mereka yg disakiti oleh keluarganya, ataupun mereka yg tidak menghargai keluarganya. Istri yg jauh dari suaminya, maupun suami yg jauh dari istrinya, orang tua yg jauh dari anak-anak. Apapun masalahnya, dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, sehingga hari ini kita belajar dari Tuhan Yesus Kristus dan taat pada kehendak Allah. Sehingga kami semua dapat melihat Kemuliaan Tuhan dinyatakan, terima kasih Bapa, di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!
Sunday, June 19, 2011
Yet I will rejoice in the Lord
18 June, 2011
Today's Free Devotional from Ellel Ministries International
Yet I will rejoice in the Lord
"Though the fig-tree does not bud and there are no grapes on the vines, though the olive crop fails and the fields produce no food, though there are no sheep in the pen and no cattle in the stalls, yet I will rejoice in the LORD, I will be joyful in God my Saviour. The Sovereign LORD is my strength; he makes my feet like the feet of a deer, he enables me to go on the heights."
Habbakuk 3:17-19, NIV
There are so many things that can happen to us that can make us feel sad and despair. Perhaps it’s news of a friend who has just been diagnosed with breast cancer; perhaps it’s news of an acquaintance who has been hit by a car on his way to work and is in intensive care fighting for his life. Or perhaps you have been diagnosed with a chronic disease.
Then there are the natural disasters such as earthquakes, floods, tsunamis and other things that you may have been involved in. Through all these things it all boils down to ‘who do we trust?” Where do we put our hope? If we put our hope in our good health, job, home or finances all these can be taken from us in an instant. We must look to the source of all hope, who is God our Father through Jesus His Son.
We can still rejoice in all circumstances if the hope of our salvation is in the Lord. That cannot be taken from us. Perhaps we have been looking at life’s circumstances instead of looking to the One who gives us hope, who is only good and who loves us so much.
Take time today to rejoice in the God of your salvation and give Him all your griefs to bear. Then your burden will be light.
Prayer: Heavenly Father, help me to trust in You more. Where I have taken my eyes from You and looked at the circumstances of life, I ask forgiveness. Lord, today I choose to rejoice in You and ask You to be my strength instead of trying to carry these burdens myself. Thank You, Jesus, that You carry my burdens and enable me to be lifted up in spirit. Amen.
Today's Writer : Diane Watson Diane Watson is the Centre Director of Ellel Springhill (Perth, Australia). Her husband, Paul, is the Regional Director for Australia Pacific and India. They have 4 adult children and 3 grandchildren. Diane had the vision for the first Australian Ellel Centre at Gilbulla and was its Centre Director for the first five years.
Today's Free Devotional from Ellel Ministries International
Yet I will rejoice in the Lord
"Though the fig-tree does not bud and there are no grapes on the vines, though the olive crop fails and the fields produce no food, though there are no sheep in the pen and no cattle in the stalls, yet I will rejoice in the LORD, I will be joyful in God my Saviour. The Sovereign LORD is my strength; he makes my feet like the feet of a deer, he enables me to go on the heights."
Habbakuk 3:17-19, NIV
There are so many things that can happen to us that can make us feel sad and despair. Perhaps it’s news of a friend who has just been diagnosed with breast cancer; perhaps it’s news of an acquaintance who has been hit by a car on his way to work and is in intensive care fighting for his life. Or perhaps you have been diagnosed with a chronic disease.
Then there are the natural disasters such as earthquakes, floods, tsunamis and other things that you may have been involved in. Through all these things it all boils down to ‘who do we trust?” Where do we put our hope? If we put our hope in our good health, job, home or finances all these can be taken from us in an instant. We must look to the source of all hope, who is God our Father through Jesus His Son.
We can still rejoice in all circumstances if the hope of our salvation is in the Lord. That cannot be taken from us. Perhaps we have been looking at life’s circumstances instead of looking to the One who gives us hope, who is only good and who loves us so much.
Take time today to rejoice in the God of your salvation and give Him all your griefs to bear. Then your burden will be light.
Prayer: Heavenly Father, help me to trust in You more. Where I have taken my eyes from You and looked at the circumstances of life, I ask forgiveness. Lord, today I choose to rejoice in You and ask You to be my strength instead of trying to carry these burdens myself. Thank You, Jesus, that You carry my burdens and enable me to be lifted up in spirit. Amen.
Today's Writer : Diane Watson Diane Watson is the Centre Director of Ellel Springhill (Perth, Australia). Her husband, Paul, is the Regional Director for Australia Pacific and India. They have 4 adult children and 3 grandchildren. Diane had the vision for the first Australian Ellel Centre at Gilbulla and was its Centre Director for the first five years.
Restoring the Covering
19 June, 2011
Today's Free Devotional from Ellel Ministries International
Restoring the Covering
"For in the day of trouble He will hide me in His shelter; in the secret place of His tent will He hide me; He will set me high upon a rock."
Psalm 27:5, Amp
I was saddened to hear recently that the home of Elizabeth Gaskell, the Victorian novelist and social reformer, which had been patiently restored by volunteers who had spent much time raising funds and working on the restoration, had been vandalised. Apparently thieves had broken in and over a period of three or four days had removed the lead roofing, and in order to get to the roof they had trashed a great deal of the interior. Sadly the rain had also got in and the house is now in a worse state than it was when the restoration work began, and will take some millions of pounds to restore again.
It reminded me of how important our covering is. God provides covering for His children and when it is properly in place, we are safe and protected, but there are times when we become uncovered and the enemy is able to get in and begin creating havoc.
How is this able to happen? Mainly because of sin, either ours or the sin of those who should be providing our covering under God. So, for example, if there is sin in the leadership of a church, that church will become ‘uncovered’ and it may be that the sin in the leadership spreads among the congregation. Or perhaps in a family, where God provides our parents as covering under Him, should they sin, our covering will become full of holes, like a leaky umbrella, and problems arise in the family.
For the covering to be restored recognition of sin, confession and repentance before God is necessary, and also forgiveness of those whose sin caused the damage. Healing will need to take place in the lives of those whose covering has been broken. Where children have grown up under leaky covering, the damage can be deep, but God is able to restore.
God has a vision for each of us, His children, whom He has known since before the time of creation. ‘Even as he chose us in him before the foundation of the world, that we should be holy and blameless before him. In love he predestined us for adoption as sons through Jesus Christ, according to the purpose of his will’ (Ephesians 1:4-5). He’s able to restore each of us to that original vision of His, patiently and over time, as we allow Him to work in us.
Prayer: Heavenly Father, Thank You that You have known me since before the beginning of time and that You can and will patiently restore me. Today, I reaffirm the Lord Jesus as my Saviour, Healer and Deliverer, and look to Him to bring about my restoration through the gentle ministry of the Holy Spirit. Thank You, Lord, Amen.
Today's Writer : Angela Weir Angela Weir has been associated with Ellel Ministries from the very beginning, first as an associate member of the ministry team and later as an associate teacher. She trained as an actress and after her marriage and move to Cumbria, taught drama in a girls’ school.
Today's Free Devotional from Ellel Ministries International
Restoring the Covering
"For in the day of trouble He will hide me in His shelter; in the secret place of His tent will He hide me; He will set me high upon a rock."
Psalm 27:5, Amp
I was saddened to hear recently that the home of Elizabeth Gaskell, the Victorian novelist and social reformer, which had been patiently restored by volunteers who had spent much time raising funds and working on the restoration, had been vandalised. Apparently thieves had broken in and over a period of three or four days had removed the lead roofing, and in order to get to the roof they had trashed a great deal of the interior. Sadly the rain had also got in and the house is now in a worse state than it was when the restoration work began, and will take some millions of pounds to restore again.
It reminded me of how important our covering is. God provides covering for His children and when it is properly in place, we are safe and protected, but there are times when we become uncovered and the enemy is able to get in and begin creating havoc.
How is this able to happen? Mainly because of sin, either ours or the sin of those who should be providing our covering under God. So, for example, if there is sin in the leadership of a church, that church will become ‘uncovered’ and it may be that the sin in the leadership spreads among the congregation. Or perhaps in a family, where God provides our parents as covering under Him, should they sin, our covering will become full of holes, like a leaky umbrella, and problems arise in the family.
For the covering to be restored recognition of sin, confession and repentance before God is necessary, and also forgiveness of those whose sin caused the damage. Healing will need to take place in the lives of those whose covering has been broken. Where children have grown up under leaky covering, the damage can be deep, but God is able to restore.
God has a vision for each of us, His children, whom He has known since before the time of creation. ‘Even as he chose us in him before the foundation of the world, that we should be holy and blameless before him. In love he predestined us for adoption as sons through Jesus Christ, according to the purpose of his will’ (Ephesians 1:4-5). He’s able to restore each of us to that original vision of His, patiently and over time, as we allow Him to work in us.
Prayer: Heavenly Father, Thank You that You have known me since before the beginning of time and that You can and will patiently restore me. Today, I reaffirm the Lord Jesus as my Saviour, Healer and Deliverer, and look to Him to bring about my restoration through the gentle ministry of the Holy Spirit. Thank You, Lord, Amen.
Today's Writer : Angela Weir Angela Weir has been associated with Ellel Ministries from the very beginning, first as an associate member of the ministry team and later as an associate teacher. She trained as an actress and after her marriage and move to Cumbria, taught drama in a girls’ school.
Tuesday, June 14, 2011
192. Menghadapi fitnah – Markus 3:20-30
20Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. 21Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi. 22Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: “Ia kerasukan Beelzebul,” dan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.” 23Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? 24Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan. 25dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. 26Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya. 27Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. 28Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. 29Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” 30Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.
Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, yang menarik perhatian saya di sini, Yesus sendiri yg adalah Tuhan di atas segala Tuhan, Raja di atas segala Raja, Yesus sendiri difitnah. Pedahal Yesus melakukan hal yg benar dan baik, Yesus menyembuhkan orang yg sakit, Yesus bebaskan orang yg terikat/terbelenggu dengan Kuasa kegelapan. Tetapi apa yg terjadi? Orang-orang Farisi, ahli-ahli taurat dan orang-orang banyak memfitnah Yesus dan berkata,”Yesus menyembuhkan orang dengan memakai Beelzebul, dengan lain kata mereka menganggap Yesus melakukan penyembuhan dengan memakai penghulu setan!”
Dan yg menarik perhatian saya di sini, Yesus tidak terganggu. Alkitab berkata,”Yesus tidak marah-marah, sama sekali tidak!” Lalu, pertanyaan saya sederhana. Kalau Yesus saja difitnah, siapa kita yg meminta pengecualiaan agar kita bebas dari fitnahan?” Kalaulah kita difitnah, kita marah sama Tuhan, dan berkata,”Tuhan, hati saya luka, sakit, bayangkan bahwa saya sudah berbuat baik, bayangkan bahwa saya sudah melayani, tiba-tiba saya difitnah!” Saudaraku, kita belajar supaya kita besar hati, Kalaulah Yesus saja difitnah, apalagi kita?
Kalau kita siap menjadi murid Yesus, berarti kita siap berkata,” Tuhan, walaupun orang memfitnah saya, sejauh saya buat yg benar, saya tahu bahwa Allahlah yg akan membela saya, haleluya! Pelajaran apa yg dapat kita lihat, bagaimana Yesus menghadapi fitnah:
1. Yesus tetap tenang dalam menghadapi fitnah
Meskipun keluarga Yesus dan orang-orang di sekitarNYA gelisah, dikatakan pada ayat yg ke-21Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi. Jadi, bisa kita lihat bahwa orang-orang menganggap Yesus sudah tidak waras lagi. Orang-orang menuduh Yesus kerasukan Beelzebul, dan keluargaNYA panik. Maria sebagai ibuNYA dan Yusuf sebagai ayahNYA, dan saudara yg lain merasa, lho...kenapa ini? Koq dikatakan Yesus sudah tidak waras? Koq dikatakan Yesus kerasukan Beelzebul?
Keluarga Yesus berpikir, kita ambil saja Yesus daripada mereka. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Yesus tetap tenang, Yesus tidak marah dan tersinggung. Yesus tidak coba balas yg jahat dengan yg jahat. Atau tantang mereka,”siapa itu yg ngomong/buktikan siapa yg lebih benar daripada kita?” Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, bila kita menghadapi fitnah, hal pertama yg harus kita buat adalah: tetap tenang. Janganlah mencari dukungan yg menurut saudara dapat mendukung saudara, karena hal itu akan membuat saudara bertambah marah, membuat saudara lebih kuat, dan berusaha menyerang orang yg memfitnah saudara.
Yesus tenang, meskipun saudaranya gelisah. Karena Yesus tahu bahwa IA berjalan di jalan Kebenaran. Orang berbicara apapun, Allah yg akan menyatakan Kebenaran itu. Jadi, hal pertama saat kita menghadapi fitnah, adalah: tetap tenang seperti Yesus. Kalaulah Yesus saja menghadapi fitnah, kenapa kita harus lari dari fitnah, kenapa kita harus menangis di tengah-tengah fitnahan yg terjadi, kenapa kita mesti kecewa? Mungkin saudara sedang berada di tengah-tengah fitnahan, dan saudara berkata,”pendeta engga ngerti perasaan saya sih?” Sedih sekali, hati saya hancur sekali, makanya air mata saya mengalir.
Sebagai hamba Tuhan, kembali saya mau ingatkan kehidupan Yesus, IA melayani, IA menyembuhkan, orang bilang bahwa IA kerasukan setan, Yesus engga waras. Secara manusia, hatiNYA sakit. Secara manusia ada air mata dalam hatiNYA, tetapi Yesus tetap tenang. Mengapa IA tetap tenang? Karena Kebenaran selalu dibela oleh Allah sendiri.
2. Yesus memakai kesempatan ini untuk mengajar dan memberitakan Kebenaran
Kita lihat pada ayat yg ke-23Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Jadi, pada saat Yesus difitnah, Yesus tidak pakai saat itu untuk marah/berontak/lari dari kenyataan. Tetapi, Yesus memakai kesempatan itu untuk mengajar.
Semua orang ingin dengar, apa reaksi Yesus saat IA dituduh kerasukan iblis beelzebul. Yesus tidak menanggapinya, tetapi Yesus pakai kesempatan itu untuk mengajar, membuka pikiran mereka dan berkata,”iblis tidak dapat mengusir iblis. Ada yg membawa anaknya kepada seorang dukun, karena anaknya kerasukan setan. Dukun itu jelas-jelas memakai kuasa, anak itu bisa terbebas dari setan, berarti dukun itu pakai ilmu putih dong?
Jawaban saya sederhana, iblis dengan iblis tidak saling menyerang. Tetapi iblis memiliki tingkatan. Misalnya: iblis yg satu adalah tingkatan A (yang tertinggi), dan misalnya yg merasuk adalah tingkatan C, maka dukun ini cukup panggil setan yg tingkatannya A. Tingkatan A akan bilang pada tingkatan C, dan bilang,”kamu coba minggir sebentar, saya yg ambil alih untuk sementara waktu!” Jadi di antara iblis, mereka tidak saling memecahkan.
Yesus berkata,”kalau Kerajaan saling menyerang, bagaimana mereka bisa bertahan? Yesus pakai kesempatan ini untuk mengajar, bukan pakai untuk membela diri / mengungkapkan perasaan serta kejengkelanNYA. Yesus pakai kesempatan ini untuk mengajar dan memberitakan Kebenaran. Waktu saudara difitnah, pakai kesempatan ini untuk menyatakan Kasih Allah, menyatakan betapa dahsyatnya Kuasa Allah, dan betapa kita berbeda dengan orang-orang lain.
3. Yesus mengerti pembelaan Allah ketika Yesus difitnah
Karena itu pada ayat yg ke-28Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. 29Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya....Yesus tidak membalas/melawan, karena Yesus mengerti pembelaan Allah. Orang-orang yg melawan orang yg diurapi, Allah akan membela.
Sebagai hamba Allah, kembali saya mengingatkan saudara, bisa saja orang-orang memfitnah saudara, tetapi satu hal, jangan balas yg jahat dengan yg jahat. Tenang dalam menghadapi sesuatu, karena “God is in control”, Allah yg selalu mengendalikan segala sesuatunya, dan Allah akan membuktikan kemenangan bagi setiap orang yg berserah kepadaNYA.
Doa:
Bapa, Tuhan jamah setiap kami. Segala sakit penyakit, kami tolak dalam Nama Yesus. Mereka yg sedang difitnah, Tuhan beri kekuatan dan damai sejahtera. Dengan pertolongan Roh Kudus, kami menang menghadapi segala sesuatunya. Di dalam Nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur, amin!
Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, yang menarik perhatian saya di sini, Yesus sendiri yg adalah Tuhan di atas segala Tuhan, Raja di atas segala Raja, Yesus sendiri difitnah. Pedahal Yesus melakukan hal yg benar dan baik, Yesus menyembuhkan orang yg sakit, Yesus bebaskan orang yg terikat/terbelenggu dengan Kuasa kegelapan. Tetapi apa yg terjadi? Orang-orang Farisi, ahli-ahli taurat dan orang-orang banyak memfitnah Yesus dan berkata,”Yesus menyembuhkan orang dengan memakai Beelzebul, dengan lain kata mereka menganggap Yesus melakukan penyembuhan dengan memakai penghulu setan!”
Dan yg menarik perhatian saya di sini, Yesus tidak terganggu. Alkitab berkata,”Yesus tidak marah-marah, sama sekali tidak!” Lalu, pertanyaan saya sederhana. Kalau Yesus saja difitnah, siapa kita yg meminta pengecualiaan agar kita bebas dari fitnahan?” Kalaulah kita difitnah, kita marah sama Tuhan, dan berkata,”Tuhan, hati saya luka, sakit, bayangkan bahwa saya sudah berbuat baik, bayangkan bahwa saya sudah melayani, tiba-tiba saya difitnah!” Saudaraku, kita belajar supaya kita besar hati, Kalaulah Yesus saja difitnah, apalagi kita?
Kalau kita siap menjadi murid Yesus, berarti kita siap berkata,” Tuhan, walaupun orang memfitnah saya, sejauh saya buat yg benar, saya tahu bahwa Allahlah yg akan membela saya, haleluya! Pelajaran apa yg dapat kita lihat, bagaimana Yesus menghadapi fitnah:
1. Yesus tetap tenang dalam menghadapi fitnah
Meskipun keluarga Yesus dan orang-orang di sekitarNYA gelisah, dikatakan pada ayat yg ke-21Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi. Jadi, bisa kita lihat bahwa orang-orang menganggap Yesus sudah tidak waras lagi. Orang-orang menuduh Yesus kerasukan Beelzebul, dan keluargaNYA panik. Maria sebagai ibuNYA dan Yusuf sebagai ayahNYA, dan saudara yg lain merasa, lho...kenapa ini? Koq dikatakan Yesus sudah tidak waras? Koq dikatakan Yesus kerasukan Beelzebul?
Keluarga Yesus berpikir, kita ambil saja Yesus daripada mereka. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Yesus tetap tenang, Yesus tidak marah dan tersinggung. Yesus tidak coba balas yg jahat dengan yg jahat. Atau tantang mereka,”siapa itu yg ngomong/buktikan siapa yg lebih benar daripada kita?” Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, bila kita menghadapi fitnah, hal pertama yg harus kita buat adalah: tetap tenang. Janganlah mencari dukungan yg menurut saudara dapat mendukung saudara, karena hal itu akan membuat saudara bertambah marah, membuat saudara lebih kuat, dan berusaha menyerang orang yg memfitnah saudara.
Yesus tenang, meskipun saudaranya gelisah. Karena Yesus tahu bahwa IA berjalan di jalan Kebenaran. Orang berbicara apapun, Allah yg akan menyatakan Kebenaran itu. Jadi, hal pertama saat kita menghadapi fitnah, adalah: tetap tenang seperti Yesus. Kalaulah Yesus saja menghadapi fitnah, kenapa kita harus lari dari fitnah, kenapa kita harus menangis di tengah-tengah fitnahan yg terjadi, kenapa kita mesti kecewa? Mungkin saudara sedang berada di tengah-tengah fitnahan, dan saudara berkata,”pendeta engga ngerti perasaan saya sih?” Sedih sekali, hati saya hancur sekali, makanya air mata saya mengalir.
Sebagai hamba Tuhan, kembali saya mau ingatkan kehidupan Yesus, IA melayani, IA menyembuhkan, orang bilang bahwa IA kerasukan setan, Yesus engga waras. Secara manusia, hatiNYA sakit. Secara manusia ada air mata dalam hatiNYA, tetapi Yesus tetap tenang. Mengapa IA tetap tenang? Karena Kebenaran selalu dibela oleh Allah sendiri.
2. Yesus memakai kesempatan ini untuk mengajar dan memberitakan Kebenaran
Kita lihat pada ayat yg ke-23Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Jadi, pada saat Yesus difitnah, Yesus tidak pakai saat itu untuk marah/berontak/lari dari kenyataan. Tetapi, Yesus memakai kesempatan itu untuk mengajar.
Semua orang ingin dengar, apa reaksi Yesus saat IA dituduh kerasukan iblis beelzebul. Yesus tidak menanggapinya, tetapi Yesus pakai kesempatan itu untuk mengajar, membuka pikiran mereka dan berkata,”iblis tidak dapat mengusir iblis. Ada yg membawa anaknya kepada seorang dukun, karena anaknya kerasukan setan. Dukun itu jelas-jelas memakai kuasa, anak itu bisa terbebas dari setan, berarti dukun itu pakai ilmu putih dong?
Jawaban saya sederhana, iblis dengan iblis tidak saling menyerang. Tetapi iblis memiliki tingkatan. Misalnya: iblis yg satu adalah tingkatan A (yang tertinggi), dan misalnya yg merasuk adalah tingkatan C, maka dukun ini cukup panggil setan yg tingkatannya A. Tingkatan A akan bilang pada tingkatan C, dan bilang,”kamu coba minggir sebentar, saya yg ambil alih untuk sementara waktu!” Jadi di antara iblis, mereka tidak saling memecahkan.
Yesus berkata,”kalau Kerajaan saling menyerang, bagaimana mereka bisa bertahan? Yesus pakai kesempatan ini untuk mengajar, bukan pakai untuk membela diri / mengungkapkan perasaan serta kejengkelanNYA. Yesus pakai kesempatan ini untuk mengajar dan memberitakan Kebenaran. Waktu saudara difitnah, pakai kesempatan ini untuk menyatakan Kasih Allah, menyatakan betapa dahsyatnya Kuasa Allah, dan betapa kita berbeda dengan orang-orang lain.
3. Yesus mengerti pembelaan Allah ketika Yesus difitnah
Karena itu pada ayat yg ke-28Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. 29Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya....Yesus tidak membalas/melawan, karena Yesus mengerti pembelaan Allah. Orang-orang yg melawan orang yg diurapi, Allah akan membela.
Sebagai hamba Allah, kembali saya mengingatkan saudara, bisa saja orang-orang memfitnah saudara, tetapi satu hal, jangan balas yg jahat dengan yg jahat. Tenang dalam menghadapi sesuatu, karena “God is in control”, Allah yg selalu mengendalikan segala sesuatunya, dan Allah akan membuktikan kemenangan bagi setiap orang yg berserah kepadaNYA.
Doa:
Bapa, Tuhan jamah setiap kami. Segala sakit penyakit, kami tolak dalam Nama Yesus. Mereka yg sedang difitnah, Tuhan beri kekuatan dan damai sejahtera. Dengan pertolongan Roh Kudus, kami menang menghadapi segala sesuatunya. Di dalam Nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur, amin!
Sunday, June 5, 2011
191. Melayani Kristus - Markus 3:13-19
Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, saya percaya bahwa kita diselamatkan dari hamba dosa untuk menjadi hamba kebenaran. Kita diselamatkan, bukan hanya untuk duduk-duduk dan menerima berkat, serta menantikan pertolongan dari Tuhan, tetapi kita diselamatkan untuk buat sesuatu. Karena ketika kita melayani Kristus, kita akan menjadi berkat buat orang lain. Dengan melayani Kristus, kita akan membawa orang lain menuju pada keselamatan di dalam kasih Allah, haleluya! Di dalam Markus 3:
13Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. 14Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil 15dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. 16Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, 17Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberiNya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, 18selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, 19dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.
Nah, berdasarkan ayat di atas, Yesus memanggil ke dua belas murid. Dengan lain kata, Yesus mempercayakan tugas pelayanan kepada mereka yg telah dipilihNYA. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kita lihat bacaan di atas, sebelum Yesus memilih langsung, ada beberapa tahapan untuk kita, agar kita dapat melayani Tuhan:
1. Kita perlu dipanggil dan datang kepada Yesus
Pada ayat yg ke-13Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. Artinya bahwa panggilan Tuhan sebagai dasar untuk melayani Tuhan. Kita melayani Tuhan bukan karena suara kita bagus. Kita melayani Tuhan, bukan karena kita memiliki talenta yg banyak, bukan karena kita punya kemampuan, atau kita punya uang. Tetapi tahukah saudara bahwa kita melayani Tuhan ketika kita dipanggil oleh Tuhan.
Setelah Allah panggil kita, Allah pilih kita, Allah tetapkan kita. Karena, kalau kita mau jujur, begitu banyak orang yg lebih baik dan layak dari kita. Kalau kita mau jujur, pasti kita melihat bahwa banyak dari diri kita yg penuh dengan kekurangan. Kenapa Allah panggil kita? Karena, Allah engga tahan hidup kita terjajah oleh kegelapan. Allah panggil kita, karena Allah engga tahan melihat setan rampas berkat Tuhan.
Setan merampas damai sejahtera dan Kemuliaan Tuhan dalam diri kita, sehingga kita hidup dalam tekanan, sehingga kita hidup dalam kebinasaan dan kehancuran. Tuhan panggil kita, Tuhan pilih kita. Tapi persoalannya, apakah kita mau atau tidak mau datang? Kita mau meresponi atau mengeraskan hati? Jadi, itu sebabnya bukan kita yg memilih Tuhan, tetapi Tuhan yg memilih kita. Jadi, orang yg melakukan pelayanan adalah bukan seorang yg hanya bisa nyanyi, lalu melayani Tuhan. Saya bisa main musik, lalu melayani Tuhan. Saya punya karunia, talenta, lalu saya melayani Tuhan.
Karena, orang yg memiliki suara bagus, lalu ia berniat melayani Tuhan, maka orang yg seperti ini biasanya akan menjadi orang yg sombong. Orang yg seperti ini akan bilang, oh..kalau bukan karena saya, orang-orang seperti ini semuanya tidak bisa diberkati! Orang-orang seperti ini akan berpikir bahwa IA menolong pekerjaan Tuhan. Tetapi, pelayanan yg benar dimulai dengan: Saya adalah orang terhilang, saya dulunya berada di dalam kegelapan, saya tidak ada apa-apanya, saya dijajah oleh kegelapan.
Allah memilih dan memanggil saya. Satu-satunya hal yg dapat saya buat adalah meresponi dan berkata," Tuhan, saya mau!" Orang-orang yg menyadari panggilan Tuhan, menjadi orang yg tidak gampang kecewa dan cepat putus asa. Mereka menjadi orang yg tidak mencari penghargaan untuk diri sendiri. Karena dia sadar, kalaupun dia punya karunia, talenta, semata-mata itu hanyalah anugrah Tuhan. Berarti Allah yg telah memilih dan memanggil saya, adalah Allah yg senantiasa menyertai saya.
Selalu berpikir,"bahwa kalau saya bisa berbuat sesuatu untuk Tuhan, itu adalah sebuah anugrah. Orang yg menyadari bahwa saya dipilih adalah anugrah, maka orang ini akan bekerja keras untuk Tuhan, menjadi orang yg tidak gampang kecewa, tidak gampang menyerah, dan tetap setia di tengah-tengah kesulitan dan tantangan yg berat sekalipun. Jadi, kita dipilih, dipanggil, dan kita harus meresponi panggilan Tuhan.
2. Kita mau menyertai Yesus dan perlu belajar langsung dari Yesus
14Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil. Nah, setelah dipanggil, diutus, disuruhNYA ke dua belas murid menyertai Yesus. Setelah kita dipilih dan dipanggil, kita harus belajar langsung dari Yesus. Karena, Yesus bukan hanya guru yg belajar dengan kata-kata. Tetapi, murid-murid harus menyertai Yesus. Karena, Yesus mengajar bukan dengan kata-kata, tetapi Yesus melakukanNYA dengan Kuasa sesuai dengan kehidupanNYA sehari-hari. Sehingga dengan lain kata, Yesus mau bilang sama mereka,"Contohlah hidupKU, lihatlah teladanKU, lihatlah apa itu sebenarnya melakukan kehendak Allah!"
Jadi, murid-murid harus belajar. Karena, kadang kala kita hanya datang pada Yesus dan langsung berbuat sesuatu. SaudaraKU yg kekasih dalam Tuhan, kegagalan dalam pelayanan adalah seringkali orang-orang lupa untuk belajar kepada Yesus, tetapi langsung ingin mengajar orang lain. Hanya baca beberapa buku, atau ia pikir bahwa ia telah belajar di sekolah pelayanan, dia tidak punya pengalaman pribadi dengan Yesus, tidak pernah menyertai Yesus secara khusus dan tidak pernah belajar dari Yesus. Bukan berarti bahwa sekolah Teologi/Alkitab tidak bagus. Tetapi yg paling penting adalah: setelah saya belajar teologi, setelah saya belajar dari sekolah pelayanan, saya harus belajar dari Yesus, bersama Yesus.
Sementara saya belajar teologi, saya belajar bersama Yesus. Ada banyak orang yg belajar teologi, tetapi tidak mengenal Yesus. Itulah yg berbahaya. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kehancuran gereja hari-hari ini, adalah: bukan karena kekurangan lulusan teologia/kekurangan doktor teologia. Dimana-mana kita jumpai Master Teologia, Dokter Teologia, semuanya itu baik, tetapi yg saya mau tegaskan adalah, seringkali kita tidak belajar langsung sama Yesus.
Sebaliknya, ada orang yg mengakui dirinya belajar langsung dari Yesus, tetapi ia tidak memperlengkapi dirinya dengan pelajaran-pelajaran yg benar. Saya percaya, ke-duanya harus berjalan seimbang. Yesus memilih, memanggil, Yesus mengajar mereka dengan kata-kata. Tetapi di sisi lain, Yesus mengajar dengan perbuatan. Itulah yg saya bilang harus seimbang,"Sekolah Teologi, tanpa pengenalan Firman yg dalam serta mengenal Yesus secara pribadi, saya sebut: semuanya teori belaka. Tetapi, mengenal Yesus tanpa mempelajari pelajaran yg benar, bagi saya adalah ketimpangan. Berarti setelah saya dipanggil, menyertai Yesus, saya harus belajar dan mengerti kehendakNYA.
3. Siap untuk diutus dan bersedia memikul tanggung jawab
Dikatakan pada ayat yg ke-14 "....dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil." Ketika Yesus berkata,"pergi!" Artinya mereka bertanggung jawab atas diri mereka sendiri. Orang-orang benar adalah orang-orang yg siap memikul tanggung jawab, saya harus berani berkorban buat Tuhan, berani untuk setia dengan Tuhan dan siap menghadapi tantangan. Janganlah cepat menyerah dan putus asa serta mundur. Tetapi, kita adalah orang-orang yg diutus dan diberi Kuasa oleh Tuhan untuk maju.
4. Kita dipercaya oleh Tuhan dan diberi Kuasa
Pada ayat yg ke-15 "dan diberiNya kuasa untuk mengusir setan." Bila kita diberi Kuasa tanpa belajar akrab dengan Tuhan, dan melekat erat dengan Tuhan adalah sesuatu yg berbahaya. Karena, akhirnya kita pake kuasa tanpa pengenalan yg benar dengan Tuhan. Tetapi, Tuhan engga pernah bekerja dengan cara yg seperti itu. Lalu apa yg Tuhan buat? Ketika kita dipilih dan dipanggil, kita diajar oleh Tuhan, kita dilatih untuk bertanggung jawab, lalu kita dipercayakan Kuasa.
Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kuasa adalah bagian terakhir dari pelayanan kita. Sehingga kita dapat berfokus pada Tuhan saja. Karena, kalau kita pakai Kuasa untuk diri kita sendiri, maka kita curi kemuliaan Tuhan. Tetapi saat kita diberi Kuasa, kita hancurkan Kerajaan setan, kita perluas Kerajaan Tuhan, Muliakan Nama Tuhan di situ, sehingga kita melihat orang diberkati dan kita berjalan di dalam kemenangan dan kuasa Allah yg luar biasa.
Doa:
Bapa, di dalam Nama Yesus, hamba berdoa untuk setiap dari kami sekalian, mereka yg sakit, mereka yg berbeban berat dan yg menghadapi masalah, dan tantangan yg berat, hamba berdoa di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, sehingga kami semua bisa melihat mujijat, kesembuhan dan kemenangan yg luar biasa. Di dalam Nama Yesus kami berdoa dan bersyukur, amin!
13Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. 14Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil 15dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. 16Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, 17Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberiNya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, 18selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, 19dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.
Nah, berdasarkan ayat di atas, Yesus memanggil ke dua belas murid. Dengan lain kata, Yesus mempercayakan tugas pelayanan kepada mereka yg telah dipilihNYA. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kita lihat bacaan di atas, sebelum Yesus memilih langsung, ada beberapa tahapan untuk kita, agar kita dapat melayani Tuhan:
1. Kita perlu dipanggil dan datang kepada Yesus
Pada ayat yg ke-13Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. Artinya bahwa panggilan Tuhan sebagai dasar untuk melayani Tuhan. Kita melayani Tuhan bukan karena suara kita bagus. Kita melayani Tuhan, bukan karena kita memiliki talenta yg banyak, bukan karena kita punya kemampuan, atau kita punya uang. Tetapi tahukah saudara bahwa kita melayani Tuhan ketika kita dipanggil oleh Tuhan.
Setelah Allah panggil kita, Allah pilih kita, Allah tetapkan kita. Karena, kalau kita mau jujur, begitu banyak orang yg lebih baik dan layak dari kita. Kalau kita mau jujur, pasti kita melihat bahwa banyak dari diri kita yg penuh dengan kekurangan. Kenapa Allah panggil kita? Karena, Allah engga tahan hidup kita terjajah oleh kegelapan. Allah panggil kita, karena Allah engga tahan melihat setan rampas berkat Tuhan.
Setan merampas damai sejahtera dan Kemuliaan Tuhan dalam diri kita, sehingga kita hidup dalam tekanan, sehingga kita hidup dalam kebinasaan dan kehancuran. Tuhan panggil kita, Tuhan pilih kita. Tapi persoalannya, apakah kita mau atau tidak mau datang? Kita mau meresponi atau mengeraskan hati? Jadi, itu sebabnya bukan kita yg memilih Tuhan, tetapi Tuhan yg memilih kita. Jadi, orang yg melakukan pelayanan adalah bukan seorang yg hanya bisa nyanyi, lalu melayani Tuhan. Saya bisa main musik, lalu melayani Tuhan. Saya punya karunia, talenta, lalu saya melayani Tuhan.
Karena, orang yg memiliki suara bagus, lalu ia berniat melayani Tuhan, maka orang yg seperti ini biasanya akan menjadi orang yg sombong. Orang yg seperti ini akan bilang, oh..kalau bukan karena saya, orang-orang seperti ini semuanya tidak bisa diberkati! Orang-orang seperti ini akan berpikir bahwa IA menolong pekerjaan Tuhan. Tetapi, pelayanan yg benar dimulai dengan: Saya adalah orang terhilang, saya dulunya berada di dalam kegelapan, saya tidak ada apa-apanya, saya dijajah oleh kegelapan.
Allah memilih dan memanggil saya. Satu-satunya hal yg dapat saya buat adalah meresponi dan berkata," Tuhan, saya mau!" Orang-orang yg menyadari panggilan Tuhan, menjadi orang yg tidak gampang kecewa dan cepat putus asa. Mereka menjadi orang yg tidak mencari penghargaan untuk diri sendiri. Karena dia sadar, kalaupun dia punya karunia, talenta, semata-mata itu hanyalah anugrah Tuhan. Berarti Allah yg telah memilih dan memanggil saya, adalah Allah yg senantiasa menyertai saya.
Selalu berpikir,"bahwa kalau saya bisa berbuat sesuatu untuk Tuhan, itu adalah sebuah anugrah. Orang yg menyadari bahwa saya dipilih adalah anugrah, maka orang ini akan bekerja keras untuk Tuhan, menjadi orang yg tidak gampang kecewa, tidak gampang menyerah, dan tetap setia di tengah-tengah kesulitan dan tantangan yg berat sekalipun. Jadi, kita dipilih, dipanggil, dan kita harus meresponi panggilan Tuhan.
2. Kita mau menyertai Yesus dan perlu belajar langsung dari Yesus
14Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil. Nah, setelah dipanggil, diutus, disuruhNYA ke dua belas murid menyertai Yesus. Setelah kita dipilih dan dipanggil, kita harus belajar langsung dari Yesus. Karena, Yesus bukan hanya guru yg belajar dengan kata-kata. Tetapi, murid-murid harus menyertai Yesus. Karena, Yesus mengajar bukan dengan kata-kata, tetapi Yesus melakukanNYA dengan Kuasa sesuai dengan kehidupanNYA sehari-hari. Sehingga dengan lain kata, Yesus mau bilang sama mereka,"Contohlah hidupKU, lihatlah teladanKU, lihatlah apa itu sebenarnya melakukan kehendak Allah!"
Jadi, murid-murid harus belajar. Karena, kadang kala kita hanya datang pada Yesus dan langsung berbuat sesuatu. SaudaraKU yg kekasih dalam Tuhan, kegagalan dalam pelayanan adalah seringkali orang-orang lupa untuk belajar kepada Yesus, tetapi langsung ingin mengajar orang lain. Hanya baca beberapa buku, atau ia pikir bahwa ia telah belajar di sekolah pelayanan, dia tidak punya pengalaman pribadi dengan Yesus, tidak pernah menyertai Yesus secara khusus dan tidak pernah belajar dari Yesus. Bukan berarti bahwa sekolah Teologi/Alkitab tidak bagus. Tetapi yg paling penting adalah: setelah saya belajar teologi, setelah saya belajar dari sekolah pelayanan, saya harus belajar dari Yesus, bersama Yesus.
Sementara saya belajar teologi, saya belajar bersama Yesus. Ada banyak orang yg belajar teologi, tetapi tidak mengenal Yesus. Itulah yg berbahaya. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kehancuran gereja hari-hari ini, adalah: bukan karena kekurangan lulusan teologia/kekurangan doktor teologia. Dimana-mana kita jumpai Master Teologia, Dokter Teologia, semuanya itu baik, tetapi yg saya mau tegaskan adalah, seringkali kita tidak belajar langsung sama Yesus.
Sebaliknya, ada orang yg mengakui dirinya belajar langsung dari Yesus, tetapi ia tidak memperlengkapi dirinya dengan pelajaran-pelajaran yg benar. Saya percaya, ke-duanya harus berjalan seimbang. Yesus memilih, memanggil, Yesus mengajar mereka dengan kata-kata. Tetapi di sisi lain, Yesus mengajar dengan perbuatan. Itulah yg saya bilang harus seimbang,"Sekolah Teologi, tanpa pengenalan Firman yg dalam serta mengenal Yesus secara pribadi, saya sebut: semuanya teori belaka. Tetapi, mengenal Yesus tanpa mempelajari pelajaran yg benar, bagi saya adalah ketimpangan. Berarti setelah saya dipanggil, menyertai Yesus, saya harus belajar dan mengerti kehendakNYA.
3. Siap untuk diutus dan bersedia memikul tanggung jawab
Dikatakan pada ayat yg ke-14 "....dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil." Ketika Yesus berkata,"pergi!" Artinya mereka bertanggung jawab atas diri mereka sendiri. Orang-orang benar adalah orang-orang yg siap memikul tanggung jawab, saya harus berani berkorban buat Tuhan, berani untuk setia dengan Tuhan dan siap menghadapi tantangan. Janganlah cepat menyerah dan putus asa serta mundur. Tetapi, kita adalah orang-orang yg diutus dan diberi Kuasa oleh Tuhan untuk maju.
4. Kita dipercaya oleh Tuhan dan diberi Kuasa
Pada ayat yg ke-15 "dan diberiNya kuasa untuk mengusir setan." Bila kita diberi Kuasa tanpa belajar akrab dengan Tuhan, dan melekat erat dengan Tuhan adalah sesuatu yg berbahaya. Karena, akhirnya kita pake kuasa tanpa pengenalan yg benar dengan Tuhan. Tetapi, Tuhan engga pernah bekerja dengan cara yg seperti itu. Lalu apa yg Tuhan buat? Ketika kita dipilih dan dipanggil, kita diajar oleh Tuhan, kita dilatih untuk bertanggung jawab, lalu kita dipercayakan Kuasa.
Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kuasa adalah bagian terakhir dari pelayanan kita. Sehingga kita dapat berfokus pada Tuhan saja. Karena, kalau kita pakai Kuasa untuk diri kita sendiri, maka kita curi kemuliaan Tuhan. Tetapi saat kita diberi Kuasa, kita hancurkan Kerajaan setan, kita perluas Kerajaan Tuhan, Muliakan Nama Tuhan di situ, sehingga kita melihat orang diberkati dan kita berjalan di dalam kemenangan dan kuasa Allah yg luar biasa.
Doa:
Bapa, di dalam Nama Yesus, hamba berdoa untuk setiap dari kami sekalian, mereka yg sakit, mereka yg berbeban berat dan yg menghadapi masalah, dan tantangan yg berat, hamba berdoa di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, sehingga kami semua bisa melihat mujijat, kesembuhan dan kemenangan yg luar biasa. Di dalam Nama Yesus kami berdoa dan bersyukur, amin!
Monday, May 30, 2011
190. Memfokuskan hidup ini - Markus 3:7-12
Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, dunia semakin modern, semakin memberikan banyak tawaran. Begitu banyaknya tawaran, seringkali membuat manusia kehilangan fokus dalam kehidupannya. Anak muda bingung, karena begitu banyaknya pilihan sekolah. Orang-orang dewasa bingung, karena begitu banyaknya pilihan pekerjaan. Orang yg sedang berkarir bingung, karena begitu banyaknya karir yg harus dibangun. Jadi, manusia semakin modern semakin bingung akhir-akhir ini, karena begitu banyaknya pilihan di dunia modern ini.
Sehingga seringkali orang tidak fokus dengan apa yg sebenarnya Tuhan sedang rencanakan di dalam hidupnya. Orang hanya memilih hal-hal yg menurutnya menyenangkan saja, sehingga orang begitu mudah sekali dipermainkan dan diombang-ambingkan oleh kegelapan. Oleh karena itu, program hari ini sedang berbicara mengenai hidup yg berfokus, yg memfokuskan diri kita sesuai dengan panggilan dan pilihan Allah untuk hidup kita.
7Kemudian Yesus dengan murid-muridNYA menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea 8dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. 9Ia menyuruh murid-murid-NYa menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. 10Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. 11Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak:"Engkaulah Anak Allah."12Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
Ayat yg ke-7 merupakan ayat yg menarik karena Yesus dengan murid-muridNYA menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea. Setelah Yesus melakukan sukses yg cukup besar, yaitu:menyembuhkan orang yg mati sebelah tangannya ini, dan membuat malu para Farisi. Orang-orang banyak melihat ini sebagai kemenangan yg luar biasa, bahwa Yesus bukan hanya berbicara dengan kata-kata biasa, tetapi Yesus mengajar dengan Kuasa. Nah, apa yg terjadi? Saya percaya bahwa orang banyak mulai memuji-muji Yesus.
Orang banyak mencoba mengangkat Yesus sebagai Raja dan Penguasa orang Yahudi. Tetapi, apa yg terjadi? Yesus mulai menyingkir daripada mereka. Saya percaya bahwa dengan Yesus menyingkir ke danau, Yesus berdoa di sana. Yesus menyingkir ke danau, Yesus sedang memfokuskan kembali hidupNYA di sana. Yesus tidak mau hanyut di tengah gelombang puji-pujian dan penghormatan manusia. Tetapi, Yesus mempersiapkan diriNYA dan tugasNYA selama IA di muka bumi sebagai hamba yg berkenan, untuk merendahkan diri di hadapan Bapa, bahkan taat sampai mati sekalipun. Itu sebabnya, kita bisa melihat bahwa Yesus menyingkir, karena Yesus mau memfokuskan hidupNYA sesuai dengan kehendak Tuhan.
Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kita harus memfokuskan hidup kita lebih lagi, kalau tidak kita menjadi orang-orang bingung. Karena, terlalu banyak orang-orang bingung yg hidup di muka bumi ini. Saking bingungnya, hidupnya tidak fokus. Sudah punya istri, suami masih tertarik dengan perempuan lain, begitu pula sang istri yg telah memiliki suami, masih tertarik dengan suami lain. Orang yg pacaran, juga seringkali putus- ganti, hidupnya tidak fokus.
Kalau kita lihat, orang-orang yg berhasil di muka bumi ini, bukanlah orang-orang yg tidak memiliki kekurangan. Tetapi, mereka adalah orang-orang yg berfokus dan hidup secara benar sesuai dengan apa yg Tuhan telah sediakan baginya. Dari sini kita dapat belajar dari beberapa point penting dari memfokuskan hidup:
1. Ketika Yesus menyingkir, Yesus dapat lebih mengarahkan hidup dan pelayananNYA
Jadi, Yesus menyingkirkan diriNYA, agar hidup dan pelayananNYA menjadi lebih terarah serta tahu apa yg Bapa kehendaki bagiNYA sehingga Yesus dapat terus mengajar, menyembuhkan, dan menghancurkan kuasa setan-setan. Jadi, Yesus engga tertarik dengan murid-muridNYA ketika mereka berkata,"Guru, kapan Engkau akan memulihkan Kerajaan Bagi Israel. Yesus engga tertarik ketika murid-muridNYA mau mengangkat Dia menjadi Raja.
Karena, Yesus memfokuskan hidupNYA, bukan berdasarkan apa yg manusia ngomong, harapkan/butuhkan. Tetapi, Yesus memfokuskan hidupNYA berdasarkan dengan apa yg Bapa kehendaki di dalam hidupNYA. Sehingga setelah Yesus menyingkir, oh...pelayananNYA semakin fokus. Yesus mengajar banyak orang. Dan apa yg terjadi? Yesus menyembuhkan orang-orang sakit. Dan bukan hanya itu, selama Yesus melayani, ketika banyak orang yg kerasukan setan, setan itu berteriak,"Engkaulah Anak Allah!" Jadi jelas, kenapa kita harus memfokuskan hidup kita.
Kadang kala kita harus menyingkir, dan mencari ketenangan, berdoa sama Tuhan. Inilah yg saya sebut "ret-ret." Duduk di bawah kaki Tuhan Yesus bersama keluarga, istri, bahkan secara pribadi. Jadi, kita tidak terseret dengan berbagai kesenangan, kesibukan dan tawaran dunia ini. Tetapi, terus bertanya,"apa yg Tuhan mau dan kehendaki dari hidup saya?" Bagaimana saya dapat mengatasi semua masalah saya sesuai dengan kehendak Allah. Ini yg saya bilang,"Kita mulai memfokuskan hidup kita, supaya hidup dan pelayanan kita lebih terarah."
2. Yesus menyingkir, agar Yesus tidak masuk ke dalam perdebatan sia-sia
Kita lihat pada perikop sebelumnya, ayat 1-6. Mereka sedang mau ajak Yesus ke dalam suatu perdebatan. Bolehkah kita menyembuhkan orang pada hari sabat? Tetapi, Yesus memfokuskan pada diriNYA. Yesus menyingkir, supaya apa? Supaya Yesus tidak masuk ke dalam perdebatan yg sia-sia. Karena, banyak orang yg hidup di muka bumi ini mengerjakan hal yg sia-sia, kerjanya hanya berdebat. Tetapi yg Yesus mau adalah kembali kepada hidup yg bermakna sebenarnya. Sehingga kita engga disibukkan dengan hal yg sia-sia, tetapi berjalan berdasarkan apa yg Yesus kehendaki untuk hidup kita.
3. Yesus menyingkir, agar hubungan Yesus dengan Bapa makin akrab
Semakin akrab hidup kita dengan Tuhan, akan semakin kuatlah kita. Semakin akrab kita dengan Tuhan, kita akan semakin memahami suaraNYA. Bisa kita pahami kehendakNYA, bisa kita pahami apa yg Yesus inginkan dalam hidup kita. Semakin kita akrab dengan Tuhan, semakin kita dapat menerima kesalahan orang lain. Tahukah saudara bahwa sebenarnya orang-orang yg memiliki emosi negatif adalah orang-orang yg jauh dari Tuhan.
Tetapi, orang yg dekat dengan Tuhan bisa memahami orang lain. Orang-orang yg akrab dengan Tuhan dapat mengendalikan dirinya, mereka tidak dikendalikan oleh hawa nafsu, kebencian, keserakahan dan hal-hal dunia lainnya. Mungkin saat ini, saudara sedang berada dalam tahap yg sangat bingung sekali. Saya ingatkan kepada saudara, ayo..ambil waktu teduh bersama Tuhan! Kalaulah Yesus Kristus yg Tuhan Allah sendiri, Raja di atas segala Raja, Diapun mau menyingkir untuk dapat dekat dan akrab dengan BapaNYA, tidak dipermainkan dengan situasi, kondisi, keadaan dan kesibukan dunia ini. Yesus ingin terus dekat sama BapaNYA, apalagi kita?
Bukan berarti, bahwa saudara tidak perlu masuk kantor selama 3 hari. Lalu boss saudara bertanya, mengapa kamu tidak masuk? Lalu saudara jawab,"bahwa saya diingatkan oleh seorang pendeta bahwa saya harus menyingkir, agar saya tidak disibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan duniawi! Bukan itu maksud saya! Tetapi yg saya maksudkan adalah:Ada saatnya kita tenang. Mungkin kita harus bangun lebih pagi. Kita menenangkan diri di hadapan Tuhan. Ketika begitu banyak pilihan, tawaran, undangan, tanggung jawab di depan kita. Kita meminta kepada Tuhan,"Tuhan, arahkan saya, agar saya dapat tetap terarah sesuai dengan kehendak Tuhan."
Jadi, 3 hal penting yg dapat kita pelajari: Hidup dan pelayanan kita harus terarah. Kita harus masuk pada Kehendak Allah bukannya pada perdebatan yg sia-sia, dan kita harus semakin akrab dengan Tuhan. Karena semakin kita akrab dengan Tuhan, kita akan semakin kuat mengerti kehendak Tuhan, kita akan semakin dapat menerima kekurangan orang lain. Kita akan lebih dapat mengendalikan diri kita di jalan yg menyenangkan hati Tuhan, haleluya!
Doa:
Bapa, di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah kami semua, biarlah KuasaMU dinyatakan, dan kami dapat melihat perkara-perkara besar. Terima kasih Bapa, kami rebut kemenangan yg Tuhan telah sediakan buat kami, haleluya, amin!
Sehingga seringkali orang tidak fokus dengan apa yg sebenarnya Tuhan sedang rencanakan di dalam hidupnya. Orang hanya memilih hal-hal yg menurutnya menyenangkan saja, sehingga orang begitu mudah sekali dipermainkan dan diombang-ambingkan oleh kegelapan. Oleh karena itu, program hari ini sedang berbicara mengenai hidup yg berfokus, yg memfokuskan diri kita sesuai dengan panggilan dan pilihan Allah untuk hidup kita.
7Kemudian Yesus dengan murid-muridNYA menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea 8dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. 9Ia menyuruh murid-murid-NYa menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. 10Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. 11Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak:"Engkaulah Anak Allah."12Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
Ayat yg ke-7 merupakan ayat yg menarik karena Yesus dengan murid-muridNYA menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea. Setelah Yesus melakukan sukses yg cukup besar, yaitu:menyembuhkan orang yg mati sebelah tangannya ini, dan membuat malu para Farisi. Orang-orang banyak melihat ini sebagai kemenangan yg luar biasa, bahwa Yesus bukan hanya berbicara dengan kata-kata biasa, tetapi Yesus mengajar dengan Kuasa. Nah, apa yg terjadi? Saya percaya bahwa orang banyak mulai memuji-muji Yesus.
Orang banyak mencoba mengangkat Yesus sebagai Raja dan Penguasa orang Yahudi. Tetapi, apa yg terjadi? Yesus mulai menyingkir daripada mereka. Saya percaya bahwa dengan Yesus menyingkir ke danau, Yesus berdoa di sana. Yesus menyingkir ke danau, Yesus sedang memfokuskan kembali hidupNYA di sana. Yesus tidak mau hanyut di tengah gelombang puji-pujian dan penghormatan manusia. Tetapi, Yesus mempersiapkan diriNYA dan tugasNYA selama IA di muka bumi sebagai hamba yg berkenan, untuk merendahkan diri di hadapan Bapa, bahkan taat sampai mati sekalipun. Itu sebabnya, kita bisa melihat bahwa Yesus menyingkir, karena Yesus mau memfokuskan hidupNYA sesuai dengan kehendak Tuhan.
Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kita harus memfokuskan hidup kita lebih lagi, kalau tidak kita menjadi orang-orang bingung. Karena, terlalu banyak orang-orang bingung yg hidup di muka bumi ini. Saking bingungnya, hidupnya tidak fokus. Sudah punya istri, suami masih tertarik dengan perempuan lain, begitu pula sang istri yg telah memiliki suami, masih tertarik dengan suami lain. Orang yg pacaran, juga seringkali putus- ganti, hidupnya tidak fokus.
Kalau kita lihat, orang-orang yg berhasil di muka bumi ini, bukanlah orang-orang yg tidak memiliki kekurangan. Tetapi, mereka adalah orang-orang yg berfokus dan hidup secara benar sesuai dengan apa yg Tuhan telah sediakan baginya. Dari sini kita dapat belajar dari beberapa point penting dari memfokuskan hidup:
1. Ketika Yesus menyingkir, Yesus dapat lebih mengarahkan hidup dan pelayananNYA
Jadi, Yesus menyingkirkan diriNYA, agar hidup dan pelayananNYA menjadi lebih terarah serta tahu apa yg Bapa kehendaki bagiNYA sehingga Yesus dapat terus mengajar, menyembuhkan, dan menghancurkan kuasa setan-setan. Jadi, Yesus engga tertarik dengan murid-muridNYA ketika mereka berkata,"Guru, kapan Engkau akan memulihkan Kerajaan Bagi Israel. Yesus engga tertarik ketika murid-muridNYA mau mengangkat Dia menjadi Raja.
Karena, Yesus memfokuskan hidupNYA, bukan berdasarkan apa yg manusia ngomong, harapkan/butuhkan. Tetapi, Yesus memfokuskan hidupNYA berdasarkan dengan apa yg Bapa kehendaki di dalam hidupNYA. Sehingga setelah Yesus menyingkir, oh...pelayananNYA semakin fokus. Yesus mengajar banyak orang. Dan apa yg terjadi? Yesus menyembuhkan orang-orang sakit. Dan bukan hanya itu, selama Yesus melayani, ketika banyak orang yg kerasukan setan, setan itu berteriak,"Engkaulah Anak Allah!" Jadi jelas, kenapa kita harus memfokuskan hidup kita.
Kadang kala kita harus menyingkir, dan mencari ketenangan, berdoa sama Tuhan. Inilah yg saya sebut "ret-ret." Duduk di bawah kaki Tuhan Yesus bersama keluarga, istri, bahkan secara pribadi. Jadi, kita tidak terseret dengan berbagai kesenangan, kesibukan dan tawaran dunia ini. Tetapi, terus bertanya,"apa yg Tuhan mau dan kehendaki dari hidup saya?" Bagaimana saya dapat mengatasi semua masalah saya sesuai dengan kehendak Allah. Ini yg saya bilang,"Kita mulai memfokuskan hidup kita, supaya hidup dan pelayanan kita lebih terarah."
2. Yesus menyingkir, agar Yesus tidak masuk ke dalam perdebatan sia-sia
Kita lihat pada perikop sebelumnya, ayat 1-6. Mereka sedang mau ajak Yesus ke dalam suatu perdebatan. Bolehkah kita menyembuhkan orang pada hari sabat? Tetapi, Yesus memfokuskan pada diriNYA. Yesus menyingkir, supaya apa? Supaya Yesus tidak masuk ke dalam perdebatan yg sia-sia. Karena, banyak orang yg hidup di muka bumi ini mengerjakan hal yg sia-sia, kerjanya hanya berdebat. Tetapi yg Yesus mau adalah kembali kepada hidup yg bermakna sebenarnya. Sehingga kita engga disibukkan dengan hal yg sia-sia, tetapi berjalan berdasarkan apa yg Yesus kehendaki untuk hidup kita.
3. Yesus menyingkir, agar hubungan Yesus dengan Bapa makin akrab
Semakin akrab hidup kita dengan Tuhan, akan semakin kuatlah kita. Semakin akrab kita dengan Tuhan, kita akan semakin memahami suaraNYA. Bisa kita pahami kehendakNYA, bisa kita pahami apa yg Yesus inginkan dalam hidup kita. Semakin kita akrab dengan Tuhan, semakin kita dapat menerima kesalahan orang lain. Tahukah saudara bahwa sebenarnya orang-orang yg memiliki emosi negatif adalah orang-orang yg jauh dari Tuhan.
Tetapi, orang yg dekat dengan Tuhan bisa memahami orang lain. Orang-orang yg akrab dengan Tuhan dapat mengendalikan dirinya, mereka tidak dikendalikan oleh hawa nafsu, kebencian, keserakahan dan hal-hal dunia lainnya. Mungkin saat ini, saudara sedang berada dalam tahap yg sangat bingung sekali. Saya ingatkan kepada saudara, ayo..ambil waktu teduh bersama Tuhan! Kalaulah Yesus Kristus yg Tuhan Allah sendiri, Raja di atas segala Raja, Diapun mau menyingkir untuk dapat dekat dan akrab dengan BapaNYA, tidak dipermainkan dengan situasi, kondisi, keadaan dan kesibukan dunia ini. Yesus ingin terus dekat sama BapaNYA, apalagi kita?
Bukan berarti, bahwa saudara tidak perlu masuk kantor selama 3 hari. Lalu boss saudara bertanya, mengapa kamu tidak masuk? Lalu saudara jawab,"bahwa saya diingatkan oleh seorang pendeta bahwa saya harus menyingkir, agar saya tidak disibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan duniawi! Bukan itu maksud saya! Tetapi yg saya maksudkan adalah:Ada saatnya kita tenang. Mungkin kita harus bangun lebih pagi. Kita menenangkan diri di hadapan Tuhan. Ketika begitu banyak pilihan, tawaran, undangan, tanggung jawab di depan kita. Kita meminta kepada Tuhan,"Tuhan, arahkan saya, agar saya dapat tetap terarah sesuai dengan kehendak Tuhan."
Jadi, 3 hal penting yg dapat kita pelajari: Hidup dan pelayanan kita harus terarah. Kita harus masuk pada Kehendak Allah bukannya pada perdebatan yg sia-sia, dan kita harus semakin akrab dengan Tuhan. Karena semakin kita akrab dengan Tuhan, kita akan semakin kuat mengerti kehendak Tuhan, kita akan semakin dapat menerima kekurangan orang lain. Kita akan lebih dapat mengendalikan diri kita di jalan yg menyenangkan hati Tuhan, haleluya!
Doa:
Bapa, di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah kami semua, biarlah KuasaMU dinyatakan, dan kami dapat melihat perkara-perkara besar. Terima kasih Bapa, kami rebut kemenangan yg Tuhan telah sediakan buat kami, haleluya, amin!
Sunday, May 22, 2011
189. Mengerjakan yang baik - Markus 3:1-6
Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, seringkali kita dengar,"Kalau kamu buat yg baik, pasti kamu akan menerima yg baik!" Atau, "Kalau kamu berbuat baik pada orang lain, pasti orang lain akan berbuat baik juga buat kamu!" Tetapi, sebagai hamba Allah, saya mau ingatkan,"Bahwa bila kita berbuat baik, tidak selamanya orang akan membalas yang baik buat saudara." Dan yg membuat orang lemah, kecewa, putus asa. Saya telah berbuat baik,"kenapa, orang masih mengkritik saya, saya ditekan, difitnah, dihianati dan mereka berbuat jahat!"
Di dalam Markus 3:
Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. 2Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. 3Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!" 4Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. 5Ia berduka cita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu! Dan ia mengulurkannya , maka sembuhlah tangannya itu. 6Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.
Dari ayat-ayat di atas, ada beberapa hal yg dapat kita pelajari:
1. Dalam mengerjakan yg baik sekalipun, kadangkala kita harus melewati kritik
Kadang kala kita sudah melayani dan berkorban. Kadang kala anda sudah menjadi istri/suami yg baik, masih juga dikritik. Nah, kadangkala kita engga tahan menghadapi ini semua. Seringkali kita marah, kita kecewa dan berteriak," Tuhan, saya engga mampu menghadapi ini semua!" Jadi, sekali lagi saya ingatkan bahwa perbuatan baik bukanlah jasa, tetapi panggilan kita sebagai orang percaya! Karena, bila saya tidak berbuat baik, maka iman saya diragukan. Karena iman tanpa perbuatan, pada hakekatnya mati. Kalau saya orang beriman, kalau saya cinta Yesus, kalau saya bilang bahwa Yesus adalah segalaNYA dalam hidup saya.
Maka, otomatis dalam kehidupan saya, saya harus berbuat baik. Kalau saya karyawan, maka saya adalah karyawan yg bekerja keras untuk keuntungan perusahaan. Kita tidak korupsi, kita tidak curi-curi waktu, dan kesempatan, tidak korupsi, tetapi betul-betul berbuat baik, karena dengan hal itu, kita memuliakan nama Kristus. Begitu pula, bila saya adalah pedagang. Maka, saya adalah pedagang yg jujur, pedagang yg mau kerja keras, saya mau bertanggung jawab pada Tuhan dan mengerjakan tanggung jawab saya dengan sungguh-sungguh.
Karena dengan hal itu, saya berbuat baik dan memuliakan Nama Tuhan. Itu berarti, kalau ada orang yg kekurangan di sekitar saya, dan saya bisa bantu, berarti saya harus menolongnya dengan sungguh-sungguh, kenapa? Karena dengan berbuat itu, bukan berarti bahwa itu adalah jasa saya. Yang berarti, setelah saya mau tolong orang, saya minta dipuji atau dihormati, tetapi itu adalah panggilan kita. Karena sebagai orang percaya, Yesus sudah buat segala-galanya buat kita. Yesus beri kuasa dan berkat, supaya Yesus dapat mengalirkannya kepada orang yg membutuhkan. Karena Yesus berkata, "Bila kamu sudah melakukannya untuk orang-orang terkecil ini, maka engkau sudah melakukannya untuk Aku."
2. Mengerjakan hal baik adalah tugas/kewajiban kita sebagai orang percaya
Jadi, tadi sudah dikatakan bahwa itu bukan sekedar jasa kita, tetapi itu adalah tugas dan panggilan kita sebagai orang percaya. Bila kita sebut diri kita sebagai orang percaya, tetapi kita tidak melakukan hal yg baik. Itu sama seperti yg Yesus bilang,"Kamu semua seperti kuburan, luar kamu terkapur putih bersih, tetapi dalammu penuh dengan tulang yg busuk. Dengan lain kata, kelihatannya kamu beribadah, dan beribadah, terlihat aktif dalam kegiatan rohani, tetapi perbuatanmu sama sekali tidak nyata.
Karena Alkitab jelas mengatakan hasilkanlah buah yg sesuai dengan pertobatan. Kita sungguh-sungguh bertobat kalau kita mengenal Kristus dan buahNYA. Dan buahNYA adalah buah-buah baik yg kita kenal, yg mengalir dalam hidup kita, sehingga kita dapat memberkati orang lain demi Kemuliaan Tuhan. Itu juga berarti, bila kita sebagai suami atau istri, tugas kita adalah melakukan yg terbaik. Karena itu bukanlah jasa, melainkan tugas kita. Kita engga perlu ungkit-ungkit lagi. Misalnya: saya sudah buat segala-galanya buat pasangan saya, saya sudah berikan mobil baru, rumah mewah, dan sebagainya.
Tetapi, saudara tidak bisa ungkit-ungkit lagi itu semua, dan tidak memiliki hak bahwa saya sudah melakukan suatu jasa. Jadi, janganlah mengungkit-ungkit lagi. Karena itu semua adalah tugas kita. Kalau saudara dapat melakukan suatu perbuatan baik, buatlah perbuatan baik. Karena, dengan kita berbuat baik, maka itu memuliakan Nama Bapa di Sorga. Dan bukan hanya itu, Alkitab jelaskan kepada kita bahwa bila kita berbuat baik kepada anak-anakNYA. Maka, semuanya diperhitungkan, dan kita akan diberi Mahkota yg indah yg telah dipersiapkan.
Yesus bilang apa? Ketika Aku lapar, engkau memberi Aku makan. Ketika Aku telanjang, Engkau memberi Aku pakaian. Yesus sedang mau jelaskan bahwa setiap perbuatan kasih/baik yg benar-benar keluar dari hatimu untuk kamu kerjakan, semuanya itu sungguh berarti bagi Aku.
3. Mengerjakan hal baik semata-mata hanya oleh karena KuasaNYA
Saya percaya bahwa banyak orang yg ingin membantu orang yg tangannya stroke ini, mungkin! Tetapi orang itu engga punya Kuasa. Ada banyak orang di dunia yg kasihan melihat orang miskin/menderita/kelaparan/kawin-cerai. Tetapi, mereka engga bisa tolong, karena mereka tidak memiliki sesuatu yg bisa Yesus percayakan.
Tetapi, kita sebagai orang percaya, kita dapat mengerjakan sesuatu yg baik, karena kita telah diberikan Anugrah. Berarti, bila kita tidak mengerjakan sesuatu yg baik, itu hanyalah suatu kemalasan kita. Jangan bilang kita tidak memiliki talenta/karunia yg kita tidak dapat berikan pada orang lain. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, bila kita bilang dengan sungguh-sungguh, bahwa "Inilah hidupKU! Maka, perkataan kita, dapat menguatkan orang lain. Dengan uluran tangan kita, maka orang lain bisa tertolong.
Saudara yg memiliki kelebihan dalam keuangan, dengan uang saudara, saudara dapat menolong orang lain. Saudara yg telah memiliki fasilitas yg lebih, dengan fasilitas saudara, saudara dapat membangun orang lain. Mengerjakan yg baik, semata-mata hanyalah Kasih dan Kuasa Tuhan. Kalaulah Tuhan percayakan sesuatu bagi kita, marilah kita dengan giat buat itu untuk Tuhan. Yesus bilang apa? Hari menjelang malam, tetapi selama masih siang, bekerjalah, karena BapaKU masih bekerja sampai sekarang, haleluya!
Doa:
Bapa, kembali hamba berdoa untuk kami semua yg sakit, yg berbeban berat, yg berada di dalam pergumulan. Biarlah mujijat dan pertolongan datang pada setiap kami, sehingga kami dapat berkata bahwa Yesus adalah sumber kekuatan kami, di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!
Di dalam Markus 3:
Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. 2Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. 3Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!" 4Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. 5Ia berduka cita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu! Dan ia mengulurkannya , maka sembuhlah tangannya itu. 6Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.
Dari ayat-ayat di atas, ada beberapa hal yg dapat kita pelajari:
1. Dalam mengerjakan yg baik sekalipun, kadangkala kita harus melewati kritik
Kadang kala kita sudah melayani dan berkorban. Kadang kala anda sudah menjadi istri/suami yg baik, masih juga dikritik. Nah, kadangkala kita engga tahan menghadapi ini semua. Seringkali kita marah, kita kecewa dan berteriak," Tuhan, saya engga mampu menghadapi ini semua!" Jadi, sekali lagi saya ingatkan bahwa perbuatan baik bukanlah jasa, tetapi panggilan kita sebagai orang percaya! Karena, bila saya tidak berbuat baik, maka iman saya diragukan. Karena iman tanpa perbuatan, pada hakekatnya mati. Kalau saya orang beriman, kalau saya cinta Yesus, kalau saya bilang bahwa Yesus adalah segalaNYA dalam hidup saya.
Maka, otomatis dalam kehidupan saya, saya harus berbuat baik. Kalau saya karyawan, maka saya adalah karyawan yg bekerja keras untuk keuntungan perusahaan. Kita tidak korupsi, kita tidak curi-curi waktu, dan kesempatan, tidak korupsi, tetapi betul-betul berbuat baik, karena dengan hal itu, kita memuliakan nama Kristus. Begitu pula, bila saya adalah pedagang. Maka, saya adalah pedagang yg jujur, pedagang yg mau kerja keras, saya mau bertanggung jawab pada Tuhan dan mengerjakan tanggung jawab saya dengan sungguh-sungguh.
Karena dengan hal itu, saya berbuat baik dan memuliakan Nama Tuhan. Itu berarti, kalau ada orang yg kekurangan di sekitar saya, dan saya bisa bantu, berarti saya harus menolongnya dengan sungguh-sungguh, kenapa? Karena dengan berbuat itu, bukan berarti bahwa itu adalah jasa saya. Yang berarti, setelah saya mau tolong orang, saya minta dipuji atau dihormati, tetapi itu adalah panggilan kita. Karena sebagai orang percaya, Yesus sudah buat segala-galanya buat kita. Yesus beri kuasa dan berkat, supaya Yesus dapat mengalirkannya kepada orang yg membutuhkan. Karena Yesus berkata, "Bila kamu sudah melakukannya untuk orang-orang terkecil ini, maka engkau sudah melakukannya untuk Aku."
2. Mengerjakan hal baik adalah tugas/kewajiban kita sebagai orang percaya
Jadi, tadi sudah dikatakan bahwa itu bukan sekedar jasa kita, tetapi itu adalah tugas dan panggilan kita sebagai orang percaya. Bila kita sebut diri kita sebagai orang percaya, tetapi kita tidak melakukan hal yg baik. Itu sama seperti yg Yesus bilang,"Kamu semua seperti kuburan, luar kamu terkapur putih bersih, tetapi dalammu penuh dengan tulang yg busuk. Dengan lain kata, kelihatannya kamu beribadah, dan beribadah, terlihat aktif dalam kegiatan rohani, tetapi perbuatanmu sama sekali tidak nyata.
Karena Alkitab jelas mengatakan hasilkanlah buah yg sesuai dengan pertobatan. Kita sungguh-sungguh bertobat kalau kita mengenal Kristus dan buahNYA. Dan buahNYA adalah buah-buah baik yg kita kenal, yg mengalir dalam hidup kita, sehingga kita dapat memberkati orang lain demi Kemuliaan Tuhan. Itu juga berarti, bila kita sebagai suami atau istri, tugas kita adalah melakukan yg terbaik. Karena itu bukanlah jasa, melainkan tugas kita. Kita engga perlu ungkit-ungkit lagi. Misalnya: saya sudah buat segala-galanya buat pasangan saya, saya sudah berikan mobil baru, rumah mewah, dan sebagainya.
Tetapi, saudara tidak bisa ungkit-ungkit lagi itu semua, dan tidak memiliki hak bahwa saya sudah melakukan suatu jasa. Jadi, janganlah mengungkit-ungkit lagi. Karena itu semua adalah tugas kita. Kalau saudara dapat melakukan suatu perbuatan baik, buatlah perbuatan baik. Karena, dengan kita berbuat baik, maka itu memuliakan Nama Bapa di Sorga. Dan bukan hanya itu, Alkitab jelaskan kepada kita bahwa bila kita berbuat baik kepada anak-anakNYA. Maka, semuanya diperhitungkan, dan kita akan diberi Mahkota yg indah yg telah dipersiapkan.
Yesus bilang apa? Ketika Aku lapar, engkau memberi Aku makan. Ketika Aku telanjang, Engkau memberi Aku pakaian. Yesus sedang mau jelaskan bahwa setiap perbuatan kasih/baik yg benar-benar keluar dari hatimu untuk kamu kerjakan, semuanya itu sungguh berarti bagi Aku.
3. Mengerjakan hal baik semata-mata hanya oleh karena KuasaNYA
Saya percaya bahwa banyak orang yg ingin membantu orang yg tangannya stroke ini, mungkin! Tetapi orang itu engga punya Kuasa. Ada banyak orang di dunia yg kasihan melihat orang miskin/menderita/kelaparan/kawin-cerai. Tetapi, mereka engga bisa tolong, karena mereka tidak memiliki sesuatu yg bisa Yesus percayakan.
Tetapi, kita sebagai orang percaya, kita dapat mengerjakan sesuatu yg baik, karena kita telah diberikan Anugrah. Berarti, bila kita tidak mengerjakan sesuatu yg baik, itu hanyalah suatu kemalasan kita. Jangan bilang kita tidak memiliki talenta/karunia yg kita tidak dapat berikan pada orang lain. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, bila kita bilang dengan sungguh-sungguh, bahwa "Inilah hidupKU! Maka, perkataan kita, dapat menguatkan orang lain. Dengan uluran tangan kita, maka orang lain bisa tertolong.
Saudara yg memiliki kelebihan dalam keuangan, dengan uang saudara, saudara dapat menolong orang lain. Saudara yg telah memiliki fasilitas yg lebih, dengan fasilitas saudara, saudara dapat membangun orang lain. Mengerjakan yg baik, semata-mata hanyalah Kasih dan Kuasa Tuhan. Kalaulah Tuhan percayakan sesuatu bagi kita, marilah kita dengan giat buat itu untuk Tuhan. Yesus bilang apa? Hari menjelang malam, tetapi selama masih siang, bekerjalah, karena BapaKU masih bekerja sampai sekarang, haleluya!
Doa:
Bapa, kembali hamba berdoa untuk kami semua yg sakit, yg berbeban berat, yg berada di dalam pergumulan. Biarlah mujijat dan pertolongan datang pada setiap kami, sehingga kami dapat berkata bahwa Yesus adalah sumber kekuatan kami, di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!
Subscribe to:
Posts (Atom)