Monday, April 2, 2012

MONEY MAD

MONEY MAD

Morning Devotions with Chris Witts

I recently came across the inspiring story of Bill Borden who was bought up in a very wealthy aristocratic family. There was plenty of money in this family ..his father made a fortune in real estate in Chicago and silver mining in Colorado. By 1908, Bill was worth $1 million, which in today’s standard is about $40 million. He had everything – good education and on his way to making a personal fortune. But something very dramatic happened. He heard the preacher Dwight L Moody and gave his life to Jesus Christ and became a practicing Christian. His whole life changed, and at age 25 he did the unthinkable. He gave away his entire fortune – half to the church and the other half to overseas church missions. It made headlines throughout America. His university friends thought had had gone mad ..He felt God called him to be a missionary and so at age 26 he left to work as a missionary in Egypt and then to a remote part of China. Tragically, his life was cut short because he died of spinal meningitis after arriving in Cairo. His family were deeply shocked, But after his funeral, someone found his Bible which was handed to his Mum & Dad and inside was a note that said ‘No reserves. No retreat. No regrets”. I thought this was an inspiring story. There are times when following God’s way is more valuable than amassing a fortune.

Money is not everything, in spite of what so many people think. Many of us hold money in high regard. Some of us may worship and covet it.. Money cannot buy happiness, but I guess it is indispensible for allowing you and those you love to lead a healthy and happy life ..but there’s a lot more in this topic than we first realize.

What were you taught about money as you were growing up? Something like "money doesn't grow on trees", or "money is the root of all evil", or maybe "all rich people are greedy"? Psychology Today magazine did a study back in May 1981 about the influence of money on people’s lives. The survey showed that people who are “money conscious” don’t have a satisfactory relationship with others, and they tend to be troubled by constant worry, anxiety and loneliness.

Henry Fielding said “make money your God and it will plague you like the devil”. Money is something that is with us every day. And it is used - saved - spent - scrounged and squeezed every day in our lives. People will do anything for money. And it makes you think doesn’t it? How better to find God as our rock solid foundation, instead of money. God values you more than any amount of money. He loves you for eternity. Money ends when we die.

It’s time to see what Jesus said about money, for in fact He spoke about money quite a lot. Why? Because He realized how it can trip us up in life. He knew how distracting money can be when it's out of control. And He knew the power of it and how easily it can get a strangle hold on us spiritually. Luke tells us in chapter 12 of his gospel “As thousands of people crowded around Jesus and were stepping on each other .. a man in the crowd said ‘teacher, tell my brother to give me my share of what our father left us when he died’. Jesus answered ‘who gave me the right to settle arguments between you and your brother?’ Then He said to the crowd ‘Don’t be greedy. Owning a lot of things won’t make your life safe”. (v1,13-15). Another version says "Beware! Don't be greedy for what you don't have. Real life is not measured by how much we own." (Luke 12:15) This is important teaching today because so many think that wealth equals success. But says who? God’s Word doesn’t say that. The truth is, however, that becoming the person God wants you to be on the inside and achieving the goals He sets for your life make you successful. Money or wealth or the lack of it has virtually nothing to do with you becoming the person God wants you to be... God is never impressed by monetary wealth. He is impressed by our obedience, our faith, and our reliance upon Him to guide us in all matters. Jesus simply said it like this - Be on your guard. Beware. Don't fall into the trap of being greedy for what you don't have. Be content. Your life does not consist in the abundance of your possessions.

Your life isn't about your stuff and things or what you own. Or your investment portfolio. Your life is worth so much more than that.

Jesus was saying this. Significance does not come from being worth money. Significance comes from realizing who God has made you to be and living in the daily knowledge that God values your life and that He loves you beyond measure. It is only when we get a true picture of our worth in God's eyes...that we will know true significance..

You are valuable not because of what you have, but because of who you are. Your value comes from God. He values us more than we will ever know.

Source: Chris Witts

Tuesday, March 20, 2012

204. Hasil iman - Markus 5:25-34

Alkitab berkata,"bahwa iman tanpa perbuatan, pada hakekatnya mati. Tanpa iman, tidak ada seorangpun yg berkenan kepada Allah. Itu juga berarti, bila kita beriman, kita juga pasti berkenan kepada Allah. Berkenan kepada Allah, bukan berarti bahwa Allah senang kapada kita, tersenyum kepada kita dan berkata,"Anakku, apa yg engkau buat adalah baik!

Tetapi saya percaya bahwa bila Allah berkenan kepada kita, maka hal-hal yg luar biasa akan terjadi. Jika Allah berkenan kepada kita, Allah sembuhkan sakit kita, Allah akan berkati masa muda kita, keluarga kita akan selalu diberkati, jika Allah berkenan kepada kita, maka jalan kita akan terus maju dan tidak mundur. Kita akan terus naik dan tidak turun. Kita akan melihat perkara-perkara yg luar biasa di dalam hidup kita. Oleh karena itu, saya percaya bahwa iman bukanlah sebuah konsep, tetapi iman adalah sebuah pengalaman pribadi berjalan melalui kemenangan bersama Yesus setiap hari, haleluya!

Kita lihat di Markus 5: 25Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. 26Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. 27Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. 28Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 29Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. 30Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" 31Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" 32Lalu ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. 33Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. 34Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"

Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, wanita ini sudah 12 tahun mengalami pendarahan, dia sudah datang ke berbagai tabib, keadaannya bukan semakin membaik, tetapi semakin memburuk, hartanya habis sama sekali, kelihatannya sebagai manusia, wanita ini sudah tidak memiliki pengharapan sama sekali, tetapi dengar baik, imannya...itulah yg menyelamatkan dia. Mungkin saudara berkata,"bukankah Yesus yg menyembuhkan dia, betul!

Tetapi tidakkah saudara mengerti bahwa Yesus ada di sana, dan orang banyak berdesak-desakan dan berbondong-bondong di dekat Dia. Pertanyaannya, apakah orang banyak itu tidak ada masalah? Semuanya pasti memiliki masalah, tetapi pertanyaannya, kenapa hanya wanita ini yg meraih mujijat dan disembuhkan? Jawabannya sederhana, karena yg lain hanya mau menonton dan menyaksikan apa yg terjadi? Tetapi, wanita ini datang pada Yesus, bukannya ingin pegang-pegang Yesus atau ingin melihat wajah Yesus itu seperti apa?

Tetapi, wanita ini datang kepada Yesus dengan iman. Sementara orang banyak sedang bersentuhan dan bersenggolan dengan Yesus, dan berdesak-desakan. Tetapi Yesus tidak peduli, sampai Yesus merasa bahwa ujung jubahNYA dijamah dan merasa ada tenaga yang keluar. Iman mendatangkan Kuasa Allah keluar dari diri Allah sendiri dan menjamah perempuan ini. Tahukah saudara bahwa banyak orang yg berdoa, tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Atau ada banyak orang pelayanan-pelayanan, tetapi tidak menghasilkan apa-apa.

Lalu ada orang yg berkata,"bahwa saya dekat Yesus, tetapi tidak menghasilkan apa-apa!" Tetapi, kenapa ada orang lain yg terima mujijat/terima kemenangan. Ada orang yg rumah tangganya dipulihkan, tetapi saya tidak terima apa-apa. Jawaban saya sederhana, karena orang lain hanya berdesak-desakan/ikut-ikutan, tetapi wanita ini menjamah Yesus dengan iman, dengan kepastian, bahwa Yesus akan berbuat sesuatu bagiNYA. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, bila kita berdoa dengan iman, bila kita melayani dengan iman, berbuat sesuatu dalam ibadah kita dengan iman.

Saya percaya bahwa sesuatu yg luar biasa akan terjadi buat saudara. Bila saudara mengikuti program ini dengan iman, berdoa dengan iman, saudara buka hati dengan iman, saya percaya bahwa sesuatu yg ajaib akan terjadi buat saudara. Karena Yesus Tuhan tidak berubah, dulu, sekarang dan selama-lamanya.
Bagaimana iman kita bisa menghasilkan sesuatu dalam hidup kita:

1. Iman kita akan menghasilkan sesuatu bila kita tidak menyerah
Kita lihat ayat yg ke-25Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ini perempuan menderita, dan sudah 12 tahun, kemudian di ayat yg ke-26Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Saudara bisa bayangkan, sebetulnya dia sudah sangat kecewa. Kemudian di ayat yg ke-27Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.

Ada banyak alasan untuk wanita ini, agar dia lemah, patah semangat, dan tidak punya iman lagi! Tetapi, ada 1 kata yg bisa kita tiru: "dia tidak pernah menyerah..., dia tidak pernah menyerah!" Tantangan boleh berat, masalah boleh berat, tetapi ada 1 yg tidak pernah hilang di dalam hidupnya, yaitu:semangat, semangat untuk meraih mujijat, semangat untuk sembuh, semangat untuk tetap percaya dan bergantung kepada Yesus, dan Yesus tidak pernah gagal.

Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, saya mengerti...mungkin badai besar sedang menerpa hidup saudara, tantangan-tantangan berat mungkin sedang saudara jalani. Tetapi ingat, selama engkau masih mau bertahan, selalu ada jalan keluar di dalam Yesus. Selama engkau tetap beriman kepada Yesus, tetap ada jalan keluar. Kapan mujijat tidak pernah terjadi lagi? Saat kita menyerah! Tetapi selama engkau masih mau bangkit dan mau bertanding, selama engkau masih tetap mau berjalan, Yesus pasti akan beri jalan keluar buat saudara. Ingat, iman kita akan menghasilkan sesuatu asal kita tidak menyerah! Jadikanlah Allah sebagai teman dalam hidup saudara, Yesus sumber kehidupan kita!

2. Iman akan hasilkan sesuatu jika ada kuasa yg mengalir
Ayat ke-29Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. 30Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" Apa artinya Kuasa Yesus mengalir?
Ada banyak orang yg berpikir bahwa beriman itu sama dengan percaya diri. Percaya diri berarti bahwa saya menggantungkan kemampuan saya pada diri saya sendiri.

Tetapi, bila iman saya bergantung pada Tuhan, pada Allah yg hidup, pada Dia yg bagiNYA tidak ada perkara yg mustahil, saya yakin bahwa Allah saya luar biasa. Saya percaya bahwa kuasa itu akan mengalir, mujijat akan terjadi!

3. Iman akan menghasilkan sesuatu bila kita datang apa adanya
Kita lihat ayat yg ke-33Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. Perempuan itu begitu jujur, meskipun air mata mengalir, dia tidak memiliki siapa-siapa lagi, tidak punya apa-apa lagi.

Itulah Yesus bilang,"Kalau kamu tidak datang seperti anak-anak, kamu tidak akan bisa menjadi pewaris Kerajaan Sorga! Kenapa Yesus bicara mengenai anak-anak? Karena anak-anak polos, apa adanya. Inilah yg Yesus cari, orang-orang yg tidak menutup-nutupi dirinya, tetapi datang dengan apadanya,"Tuhan, dengan kekurangan dan kelemahan saya, Engkau terima apa adanya, dan percayalah bahwa Tuhan akan mengerjakan mujijat bagi saudara!"

Doa:
Bapa, dalam Nama Yesus, hamba berdoa, untuk setiap kami yg berbeban berat, yg sedang mengalami pergumulan, di dalam Allah tidak ada perkara yg mustahil. Di dalam Nama Yesus Tuhan jamah, Tuhan bangkitkan imannya. Sehingga kita boleh melihat mujijat dan kemenangan yg luar biasa! Biarlah iman kita bisa menghasilkan sesuatu dan memberikan kemuliaan bagi Tuhan, amin!

Monday, March 12, 2012

203. Beriman di tengah keputusan yg sulit - Markus 5:21-24, 35-43

Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, ketika keadaan senang, baik dan mendukung, mudah buat kita untuk beriman. Tetapi, tahukah saudara, bahwa salah 1 point yg berat untuk beriman, ketika kita harus ambil keputusan yg sulit. Kita lihat di Markus 5:
21Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, 22datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya23dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." 24Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
35Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" 36Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"37Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. 38Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. 39Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!" 40Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu. 41Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum,"yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!" 42Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. 43Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, saudara bisa bayangkan bahwa Yairus sedang berada di tengah kesulitan besar. Kenapa dia ada di tengah keputusan yg sulit? Karena, saat itu anaknya perempuan yg baru berumur 12 tahun sedang sakit keras dan hampir mati. Naluri ke-BapaanNYA akan berkata begini,"Biarlah kalau dia mati, dia mati di tangan saya." Itu adalah naluri seorang Bapa. Tetapi, naluri sebagai orang percaya,"aku akan mencari Yesus kemana saja sampai saya dapatkan, karena buat Yesus tidak ada perkara yg mustahil!"

Dia berada di tengah keputusan yg sulit, karena menurut kejiwaan, saya sangat sedih karena saya tidak dapat bersama dengan anak saya, saya hanya akan merasa puas sampai melihat anak ini mati dan menghembuskan nafas terakhirnya. Tetapi secara rohani, apa artinya? Karena saya tidak bisa menolongnya. Dan hanya Yesuslah yg merupakan satu-satunya jalan keluar. Dan saya percaya bahwa orang banyak mendukung keputusan yg pertama,"Janganlah kamu tinggalkan anak ini lama-lama, nanti kalau ada apa-apa, kamu pasti menyesal!"

Tetapi akhirnya Yairus mengambil keputusan yang sangat tidak familiar, ia mungkin tidak disukai orang, kita pasti berpikir, apa yg akan dipikirkan oleh istri Yairus, orang-orang banyak. Mungkin mereka berpikir,"beriman sih...beriman...tetapi jangan nekat seperti ini dong! Tetapi, di tengah situasi yg membingungkan, Yairus terus berjalan mencari Yesus. Ketika Yairus berbicara dengan Yesus, ada seorang wanita yg sakit dan menarik jubah Yesus, kemudian wanita itu sembuh.

Setelah kejadian itu, saudara Yairus berkata,"anakmu sudah mati, buat apa engkau susahkan guru!" Dan saya percaya ketika Yairus mendengar suara itu, saya yakin air matanya mengalir dan menangis! Kalimat itu bukan hanya mengabarkan bahwa anaknya mati, tetapi kalimat tersebut ada berbau tuduhan,"keputusanmu salah....kenapa engkau sebagai Bapa tidak bertanggung jawab!" Imanmu gagal, anakmu bukan semakin baik, tetapi ia mati! Tetapi Yesus dengan tenang menatap Yairus dan berkata,"Jangan takut, percaya saja!" Ada pelajaran yg menarik dari peristiwa tersebut:

1. Iman kita seringkali membawa kita pada posisi pilihan yg sulit
Iman seringkali membuat kita ambil keputusan yg sulit. Apakah saya harus tinggalkan pacar saya yg belum kenal Tuhan? Atau saya harus tetap bersama dia, karena saya sangat mencintai dia. Iman dapat berkata apapun yg terjadi,saya tetap berkata,"tidak!" Dengan iman saya dapat berkata,"saya tinggalkan kebiasaan saya merokok yg sudah 12 tahun, karena itu menghancurkan tubuh saya yg adalah merupakan bait Allah!"

Walaupun temen saya ajak saya ke tempat judi, night club, diskotik. Tetapi karena saya cintai istri dan keluarga saya, saya tinggalkan semuanya itu. Iman, seringkali bawa saya pada posisi pilihan yg sulit. Pada saat saya tergoda untuk menggelapkan keuangan perusahaan, saya harus mengambil pilihan bahwa dengan iman, saya harus berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. Disakiti orang, secara naluri saya mau pukul orang itu, tetapi karena saya orang beriman, saya harus ambil keputusan untuk mengalah, tetapi tetap memberkati dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

2. Iman seringkali diuji dengan berita-berita dan fakta-fakta yg masuk akal
Ketika Yairus mendengar "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" Ini adalah berita dan fakta yg masuk akal, dan memang terjadi, tetapi tetaplah beriman dan berani menghadapi situasi seperti itu. Di kala dokter berkata,"penyakitmu tidak dapat disembuhkan!"

Mungkin saudara sudah berdoa dan berpuasa, dan kesembuhan belum terjadi. Jawaban saya sederhana bahwa dalam iman kita harus tetap setia, bertahan, sampai janji Tuhan dapat kita lihat tergenapi. Meskipun berita-berita tidak masuk akal, tetaplah percaya bahwa Tuhan saya adalah setia dan adil.

3. Iman kita harus stabil
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!" Air mata boleh mengalir, tetapi langkah kita haruslah terus berjalan. Hati kita boleh kecewa dan gelisah, dan secara manusia kita boleh berkata,"Tuhan, saya engga tahan lagi!" Tetapi, kaki kita haruslah tetap berjalan terus. Iman kita harus tetap menyala dan berkata,"sekali saya mengiring Yesus, saya tetap akan mengiring Yesus, saya tidak akan mundur...saya tidak akan mundur! Karena, Tuhanlah yg selalu akan menyertai saya!

Walaupun hari ini air mata saya mengalir, tetapi saya percaya bahwa harinya akan tiba bahwa saya akan melompat dan bersorak, Tuhan saya ajaib dan luar biasa, yg mengerjakan kemenangan-kemenangan besar!

Doa:
Bapa, kami berdoa untuk kami semua yg sedang berbeban berat dan menghadapi masalah, maupun tantangan-tantangan hidup dan harus mengambil keputusan yg sulit dalam hidup mereka, hamba percaya bahwa bagi Allah tidak ada perkara yg mustahil, di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, yg sakit engkau sembuhkan, yg lemah engkau kuatkan, yg sedang ambil keputusan, engkau tuntun, sehingga kami dapat mengambil keputusan yg benar. Di dalam Nama Yesus, kami berdoa, amin!

Monday, March 5, 2012

202. 2000 babi mati - Markus 5:1-20)

Firman Tuhan selalu memberi damai, selalu memberi sukacita bagi kita. Kita lihat bagaimana Yesus merelakan 2000 babi, agar 1 orang bisa dilepaskan dari ikatan roh jahat. Ada orang yg berkata,"bagaimana Yesus mau menuruti permintaan roh jahat untuk pergi ke 2000 babi, sehingga membuat rugi pengusaha babi, di dalam pelayanan pelepasan ini?"Kita lihat di Markus 5:
1Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 2Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari perkuburan menemui Dia. 3Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk untuk menjinakkannya. 5Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. 6Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia dan mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 7dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" 8Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!" 9Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak." 10Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. 11Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, 12Lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!" 13Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. 14Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. 15Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. 16Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceritakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. 17Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. 18Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. 19Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana ia telah mengasihani engkau!" 20Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

Pertanyaan yg seringkali kita tanyakan:"Mengapa Yesus mendengarkan perkataan roh jahat ini? Lalu, mengapa Yesus membiarkan 2000 babi mati sia-sia, bukankah itu mendatangkan kerugian yg besar. Ada beberapa hal yang menarik yg dapat kita pelajari dari ayat-ayat di atas:

1. Itu menyatakan bahwa betapa mahalnya harga jiwa
Tahukah saudara bahwa engkau berharga buat Tuhan. Saudara mungkin berkata,"tetapi saya ini orang miskin...atau...tetapi saya ini anak haram pak pendeta (saya lahir di luar pernikahan)....atau...saya ini engga punya apa-apa dalam hidup saya,...saya ini hanya seorang penjahat....,saya ini hanya seorang penzinah, yang hidup dalam dosa, engga ada orang yg mengasihani saya, atau peduli dengan saya!"

Tetapi, melalui program ini, saya mau beritahukan buat saudara bahwa saudara berharga buat Yesus. Begitu berharga jiwa saudara, sehingga Yesus mau korbankan segala-galanya demi selamatkan 1 orang. Yesus pernah berkata,"Apa artinya engkau memperoleh seluruh isi dunia ini, jika jiwamu binasa!" Dunia ini sedang mengukur harga jiwa berdasarkan kepemilikan yg dia miliki. Dengan lain kata, harga seseorang diukur dengan apa yg dia miliki, mobil apa yg dia kendarai, kedudukan apa yg dia jabat?

Tetapi saya mau beritahu bahwa di hadapan Tuhan, semua jiwa itu mahal. Meskipun engkau orang miskin yg menderita dan engga punya apa-apa, tetapi saya mau beritahu bahwa engkau berharga di hadapan Yesus. Yesus berani curahkan diriNYA mati di kayu salib, menebus dosamu supaya engkau mau diangkat, dipulihankannya dan diberkatinya dengan Kasih KaruniaNYA yg kekal. Itu sebabnya Alkitab berkata,"Tidak diinginkannya 1 orang binasa, tetapi keselamatannya yg diinginkannya, kenapa?

Karena harga jiwa itu mahal. Berarti tidak ada 1 orangpun dari kita yg mengeluh dan berkata,"Tuhan, saya engga punya apa-apa!" Tetapi, kita bisa bangkit dan berkata,"meskipun saya engga punya apa-apa, tetapi kasih Yesus menyertai saya, saya berharga di mata Tuhan, saya dikasihi Tuhan, selama saya hidup, saya mau jadi berkat bagi banyak orang, haleluya! Oleh sebab itu Allah kita adalah Allah yg anti aborsi, Allah yg anti pembunuhan, Allah yg anti merendahkan martabat orang lain. Itu sebabnya gereja yg benar tidak membedakan si kaya dan si miskin, itu sebabnya orang percaya tidak boleh menyinggung perasaan orang, hanya karena ia lebih miskin, atau kedudukannya lebih rendah. Saya mau beritahu, itu adalah kebodohan, kalaulah kita orang yg lebih kaya kemudian engkau merendahkan orang yg lebih miskin!

Atau sebaliknya, saudara merasa minder, karena saudara orang miskin...itu adalah suatu kebodohan! Karena, jiwa kita mahal di hadapan Allah. Oleh karena jiwa kita, Yesus mau curahkan darahNYA. Tidak perlu kita sebagai orang percaya merasa minder, ini saatnya saudara bangkit dan percaya, meskipun saya miskin dan tidak memiliki kedudukan yg tinggi, tetapi Yesus mencintai saya dengan cintaNYA yg kekal. Sehingga kita dapat bangkit dan berjalan di dalam kasihNYA. Ingat! Bicara tentang 2000 babi mati, ingatkan kita bahwa harga jiwa kita itu mahal!

2. Yesus tidak pernah menebus binatang
Di hadapan Yesus, binatang bukanlah sesuatu yg perlu dikorbankan. Binatang tidak masuk hitungan dan tidak mendapat tempat di dalam Kerajaan Sorga. Kadang kala ada orang yg begitu peduli dan sayang dengan anjingnya sampai ia engga peduli dengan anaknya. Atau suami yg begitu sayang dengan burungnya sampai ia engga peduli dengan istrinya. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, di hadapan Tuhan, binatang engga punya nilai sama sekali.

Yesus datang untuk menebus manusia dan bukan untuk menebus binatang. Jadi, 2000 babi mati, engga ada hitungannya bagi Yesus. Yesus datang dan menghargai manusia, tetapi dunia yg serba modern ini seringkali lebih peduli dengan binatang daripada manusia. Kalau saudara perhatikan, orang yg menabrak kucing/anjing...ia bisa turun dari mobil dan ambil itu binatang, tetapi bila menabrak seseorang, ia lari begitu saja!

3. Yesus siap korbankan apa saja demi kelepasan dan kebahagiaan hidup manusia
Jadi, bila saya menghadapi tantangan dan masalah, maka saya tidak perlu takut. Karena
Yesus siap korbankan apa saja demi kelepasan dan kebahagiaan hidup manusia. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, engkau sedang menderita kah? Engkau sedang berbeban beratkah? Inilah saatnya saudara mengingatkan diri saudara sendiri. Tuhan, 2000 tahun yg lalu, engkau ijinkah 2000 babi mati, hanya untuk kelepasan 1 orang. Hari ini, aku juga percaya bahwa engkau akan ulurkan tanganmu memberikan kelepasan, kemenangan dan berkat yg sempurna bagiku.

Doa:
Kami berdoa untuk setiap dari kami, kami menyadari bahwa Engkau adalah Tuhan yg luar biasa! Di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, Tuhan ulurkan tanganmu, yang sakit Tuhan sembuhkan, Tuhan angkat dan beri kekuatan baru, yg merasa tersingkir dan tak berharga, biarlah Tuhan yg meyakinkan bahwa Engkau mengasihi dan punya rencana yg indah dalam hidup mereka. Di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, Tuhan pulihkan dan kerjakan mujijat, sehingga perkara-perkara yg ajaib engkau kerjakan dalam kehidupan mereka. Terima kasih Bapa, amin!

Sunday, February 26, 2012

201. Orang yg dikuasai kegelapan - Markus 5:1-7

Banyak orang yg selalu beranggapan bahwa orang yg dirasuki setan adalah orang yg rambutnya acak-acakan, gila, dan selalu berteriak-teriak,"saya ingin bunuh kamu!" Tetapi tahukah saudara bahwa "orang yg duduk diam", dia bisa dikuasai oleh kegelapan. Misalnya: Orang yg sudah punya istri, anak-anak, tetapi ia masih tertarik dengan wanita lain. Apakah orang seperti ini orang biasa? Jawaban saya sederhana, orang seperti ini adalah orang yg dikuasai kegelapan.

Kadang kala, orang biasa pergi ke gereja, tetapi ia tetap lakukan hubungan sex sebelum nikah, tertarik dengan blue film. Apakah orang seperti ini orang biasa? Jawaban saya sederhana, orang seperti ini adalah orang yg dikuasai kegelapan. Kita percaya bahwa mengikut Yesus bukan berarti kita memiliki sebuah agama dan belajar tentang ajaran-ajaran yg baik. Tetapi, mengikut Yesus berarti memiliki kuasa untuk melepaskan diri dari setiap ikatan kegelapan, sehingga kita bebas.

Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, melalui program ini saya mau beritahu bahwa Yesus bukan hanya sekedar pembawa agama, tetapi Yesus membawa kelepasan dari suatu ikatan. Karena itu injil Yohanes berkata,"Jika Anak itu memerdekakan, kamu benar-benar merdeka!" Kita lihat di Markus 5:

1Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 2Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari perkuburan menemui Dia. 3Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk untuk menjinakkannya. 5Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. 6Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia dan mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 7dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"

Saudara bisa lihat dari kejadian di atas bahwa setan bisa menguasai seseorang. Di sisi lain, Yesus punya Kuasa yg lebih besar, sehingga setan tidak pernah tahan dalam hadirat Tuhan. Ciri-ciri orang yg sedang dikuasai kegelapan:

1. Dia senang dan tertarik dengan dunia orang mati
Kita lihat di ayat yg ke-1Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 2Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari perkuburan menemui Dia. 3Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,...

Ada orang yg senang belajar dan terus tertarik dengan dunia orang mati. Orang yg senang berdoa di kuburan. Tahukah saudara bahwa ini adalah tanda bahwa Roh Jahat itu sedang membelenggu hidup kita, Roh jahat sedang menguasai dan mengikat hidup kita.
Sehingga, apa yg terjadi? Kita adalah orang yg hidup dan sebagai orang yg hidup, kita tidak ada hubungannya dengan orang mati. Tetapi, banyak orang yg saat dia menghadapi masalah, ia berusaha memanggil opanya yg sudah mati, dan berdoa,"Engkong...tolong saya, saat ini saya sedang menderita." Padahal opa/engkongnya sudah lama mati.

Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, orang yg sedang dikuasai kegelapan, selalu memandangnya kepada kematian dan dunia orang mati. Seringkali bermimpi dengan orang-orang yg sudah mati. Saudara bila dalam mimpi anda bertemu dengan orang-orang yg sudah mati, saudara harus berani berkata,"dalam Nama Yesus, setan keluar!" Karena, orang mati yg menjumpai saudara, itu bukan orang yg sebenarnya, tetapi itu adalah Roh Jahat yg menyerupai mereka. Janganlah anda tertipu, karena gelap dan terang tidak dapat bersatu!

Alkitab berkata bahwa antara yang hidup dan mati terpisahkan oleh jurang yg tidak dapat terseberangi. Jadi sekali lagi, orang yg dikuasai kegelapan tertarik dengan dunia orang mati, senang berada di kuburan, coba-coba untuk cari kekuatan di sana.

2. Orang tersebut tidak dapat dikendalikan
Kita lihat pada ayat yg ke-3Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk untuk menjinakkannya. Seringkali kita jumpai orang yg tidak mau ditegur/diatur, dan orang itu kadang bingung dengan dirinya sendiri, kenapa saya begini?

Nah, saudaraku yg kekasih di saat seperti itu, hanya Yesus yg dapat tolong saudara. Mungkin saudara punya anak yg sudah tidak dapat ditegur lagi. Saudara maki diapun sudah tidak ada gunanya lagi. Memukuli diapun, itupun hanya menghancurkan tubuhnya. Jiwanya sedang sangat tertutup, dan rohnya sedang sangat terbelenggu. Perintahkanlah di dalam Nama Yesus dengan doa saudara, panggil Nama Yesus, minta Yesus lepaskan belenggu yg ada di dalam RohNYA. Dan ingat, doa orang benar besar kuasanya.

Alkitab bilang bahwa peperangan kita bukan melawan darah dan daging, tetapi melalui Roh-roh jahat yg ada di udara. Ada seorang yg berkata kepada saya,"pendeta, suami saya sepertinya sudah tidak bisa dikendalikan lagi!" Saudara berdoalah, minta Kuasa Tuhan menjamah hidupnya. Karena, bila saudara memaki dia, itu hanya akan mempercepat proses perceraian. Saudara berdoa, agar Roh jahat dihancurkan dalam hidupnya, agar suami saudara dapat kembali kepada kasih Tuhan.

3. Jiwanya tidak tenang
Ayat yg ke-5Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Kita lihat ciri yg ke-3, biasanya orang tersebut tidak dapat tinggal diam, dan musik-musik rock biasanya menjadi pelampiasan dari orang-orang yg dikuasai kegelapan, sehingga mereka bisa berteriak sekenceng-kencengnya. Mereka sering kali memaki orang seenaknya, menyakiti orang lain dengan kata-kata yg kasar.

Mereka senang menyiksa dirinya sendiri dengan obat-obatan terlarang, senangnya kebut-kebutan dan berjalan dekat sekali dengan kematian. Karena iblis itu datang untuk mencuri, membunuh dan kemudian membinasakan.

4. Tidak mau berjalan dalam otoritas Allah
Ayat yang ke-6Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia dan mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 7dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"
Orang ini bisa saja tahu hal-hal yg sifatnya rohani, tetapi tidak mau berjalan dalam otoritas Allah, tidak mau dipimpin, tidak mau diatur, tidak mau dikendalikan sesuai dengan Firman Tuhan, pedahal dia tahu hal-hal rohani.

Jangan saudara pikir bahwa orang yg dikuasai kegelapan, ia tidak pergi ke gereja. Ia bisa saja rajin ke gereja, baca Alkitab. Tetapi Alkitab tidak mengendalikan hidupnya. Ia hanya mencari ayat-ayat yg menyenangkan, ayat-ayat yg dia sukai untuk dia pakai menyerang orang lain. Itu sebabnya, ketika orang itu datang, hanya 1 yg dia takuti, yaitu Yesus sendiri. Itu sebabnya, kalau anda tidak bisa ngomong lagi dengan suami/istri saudara, maupun anak saudara. Saya mau ingatkan bahwa sekuat apapun setan yg berusaha membelenggu hidup seseorang, tetap ia harus tunduk pada kuasa Yesus.

Karena itu pergunakanlah Nama Yesus, doa dengan iman, dan jangan menyerah! Janganlah anda berkata,"saya tidak tahu lagi apa yg harus saya perbuat dengan anak saya/istri/suami saya, keadaan sekeliling saya?" Tetapi, sebagai hamba Allah saya mau ingatkan bahwa Yesus punya kuasa yg cukup untuk menaklukan setiap kuasa kegelapan ini. Mungkin saat ini saudara sedang dikuasai kegelapan, hidup saudara tidak tenang, dan saudara tidak kebetulan mengikuti program ini. Tuhan sedang ingin menjamah saudara. Yesus mau memulihkan hidup saudara dan buat sesuatu yg ajaib dalam hidup saudara. Saya percaya bahwa hari ini adalah hari kemenangan saudara.

Doa:
Di dalam Nama Yesus, hamba berdoa bagi kami yg saat ini mungkin merasa sedang dikuasai kegelapan. Di dalam Nama Yesus kami patahkan setiap belenggu yg menghalangi hidup kami, biar Tuhan jamah dan pemulihan terjadi, haleluya, amin!

Monday, February 20, 2012

200. Meredakan angin ribut - Markus 4:35-41

35Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." 36Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 37Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. 38Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?" 39Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. 40Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" 41Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

Murid-murid Yesus begitu panik dan ketakutan luar biasa, Petrus yg begitu mengenal danau itu, ia mengenal badai dan angin, karena Petrus adalah seorang nelayan. Tetapi semua murid pada hari itu begitu terkejut, dan takut serta sibuk mengeluarkan air dari perahu, dan akhirnya mereka sampai pada kesimpulan bahwa kita semua ini akan binasa. Jadi, sebagai seorang yg ahli, orang yg mengenal laut, orang yg mengenal danau, semua orang berkata bahwa tidak ada jalan keluar lain! Tetapi, apa yg terjadi?

Ketika dibangunkannya Yesus, Yesus dengan tenang, bangun dan menghardik,"Diam! Tenanglah! Dan saat itu juga, angin dan badai tenang. Mungkin Petrus yg masih tercengang berpikir,"kenapa engga dari tadi yah saya bangunkan Yesus!" Lihat, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kadang kala kita begitu panik, kadang kala kita begitu bingung, yah...hancur deh..rumah tangga saya, yah...hancur deh....bisnis saya...yah...hancur deh masa muda saya.....wah..saya pasti binasa.

Tetapi, kalau segala sesuatunya kita bawa kepada Yesus, kita panggil Nama Yesus, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Yesus selalu punya jalan keluar yg terbaik buat anak-anakNYA, haleluya! Ada pelajaran-pelajaran menarik, bagaimana kita bisa meredakan angin ribut:

1. Tetap biarkan Yesus yg memimpin
Ada orang yg pernah berkata kepada saya,"Kan, Yesus yg mengajak mereka ke sebrang seperti dikatakan pada ayat yg ke-35. Kenapa Yesus yg ajak, tetapi badai tetap terjadi? Atau, kenapa Yesus engga bisa cegah supaya badai tidak terjadi? Tetapi, kita lihat di ayat yg ke-36Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.

Tadinya Yesus yg mengajak dan membawa mereka. Tetapi, tiba-tiba ada pergantian di sini, dan merekalah yg membawa Yesus. Saya percaya, bahwa Yesus yg memimpin, perahu Yesus yg ada di depan, Yesus yg memegang kemudi, dan mengendalikan perahu ini, saya percaya bahwa badai tidak akan turun dan menghantam perahu ini. Sehingga saya percaya bahwa danau itu akan tenang. Tetapi karena danau ini, karena kegelapan sudah melihat dan Yesus sedang tertidur di buritan, kuasa kegelapan berusaha untuk mencobai.
Dan persoalannya sederhana, mereka tidak membiarkan lagi Yesus memimpin. Mereka berpikir, bahwa merekalah yg memimpin.

Yesus kan anak tukang kayu, kami kan nelayan-nelayan yg lebih berpengalaman dan tahu suasana danau, kami lebih mengerti tentang arah angin. Jadi, kami yg mau memimpin Yesus di sini. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, saudara boleh saja seorang dokter, maupun seorang pengacara, atau boleh saja saudara seorang businessman yg dimana saja Tuhan telah tempatkan. Saudara boleh saja seorang yg kaya raya, atau seorang Insinyur yg terkenal. Tetapi, sebagai hamba Allah saya kembali mau ingatkan, tetap jadikan Yesus yg memimpin hidup saudara.

Sebelum mulai apa-apa, mulailah bersama Yesus. Sebelum mengambil keputusan apa-apa, mintalah Yesus terlibat dan jadikan pemimpin dalam hidup kita. Tanya Tuhan,"Tuhan, apa yg harus saya perbuat?" Tuhan, tuntun saya, Tuhan saya ambil keputusan ini, tolong kalaulah ini dari Tuhan, Tuhan materaikan, tetapi kalau bukan dari Tuhan, biarlah Engkau singkirkan. Begitu pula, saat kita didik anak kita, mungkin anak kita sedang keras kepala akhir-akhir ini, atau kenapa anak saya pacaran dengan orang yg tidak seiman, tetapi tetap minta tolong sama Tuhan. Jadi, kalau kita biarkan Yesus yg memimpin, Yesuslah yg mengatur segala sesuatunya.

2. Jangan panik
Ayat yg ke-40Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Seringkali kita panik dengan keadaan sekeliling. Tetapi, kita harus belajar untuk tetap menenangkan diri. Tuhan, saya masih punya Tuhan, IA bisa bantu saya! Karena bagi Tuhan tidak ada perkara yg mustahil.

3. Panggil Yesus
Ayat yg ke-38Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?" Kita panggil Yesus, karena Yesus tidak pernah terlalu sibuk, sampai IA tidak bisa mengulurkan tanganNYA dan membantu kita. Yesus kelihatanNYA tertidur, tetapi ketika murid-muridNYA memanggil Yesus dengan suara hati yg terdalam, Yesus pasti meneduhkanNYA. Mungkin masa mudamu/keuanganmu sedang dihantam badai, percayalah bahwa Yesus dapat meneduhkannya. Imani dan percayalah, karena bagi Yesus tidak ada perkara yg mustahil.

Doa:
Bapa, lihat kami sekalian yg membutuhkan mujijat dan jamahan, di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, Tuhan kerjakan mujijat, sehingga kami yg percaya boleh melihat kemenangan yg luar biasa, di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!

Monday, February 13, 2012

199. Biji sesawi - Markus 4:30-34

Tahukah saudara bahwa biji sesawi itu lebih kecil daripada pasir! Maka, apapun yg kamu katakan, asalkan tidak bimbang, maka apapun yg kita percayai itu bisa terjadi. Tetapi, seringkali, iman kita di hadapan Kristus itu lebih kecil daripada biji sesawi. Dan, biji yg sekecil itu bila ia tertanam, maka ia akan tumbuh menjadi sesuatu yg besar.

Yesus mau menggambarkan bahwa iman adalah sebuah potensi. Yang kalau dibiarkan itu tidak memiliki potensi. Tetapi, kalau ditanam, dan disirami dengan Firman Tuhan, dia ditumbuhi dengan kebenaran, maka apa yg terjadi? Dia akan menjadi sebuah kekuatan yang membawa kita pada kemenangan lepas kemenangan menuju KemuliaanNYA yg kekal, haleluya!

30Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 32Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." 33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu IA memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, 34dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Ada beberapa hal yg dapat kita bicarakan mengenai biji sesawi:
1. Biji sesawi melambangkan ketidakmampuan
Yesus berkata,"Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi." Kecilnya sesawi itu sebenarnya melambangkan ketidakmampuan, ketidakbisaan kita. Sebagai manusia, kita adalah manusia yg tidak mampu. Dan dalam bahasa Yunani disebut Mikro, artinya: kecil sekali. Makanya ada kata mikroskop. Yaitu, sesuatu yg harus dilihat dengan pembesar.

Kalau kita lihat di 2 Korintus 3:5-6.."5Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. 6Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

Jadi, Paulus di sini menjelaskan bahwa kami tidak sanggup, seolah-olah itu pekerjaan kami sendiri. Semua itu adalah pekerjaan Allah, dan semuanya itu adalah pengorbanan Kristus. Karena, apa yg Yesus kerjakan di atas kayu salib, itulah yg memampukan kita. Jadi, kalau kita bicara mengenai iman, kita tidak bisa bicara mengenai kesombongan. Karena ini adalah 2 hal yg berbeda. Ada yg berkata,"saya ini orang beriman." Tetapi, hidupnya sombong. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, iman adalah sebuah pengertian bahwa saya tidak mampu, bahwa saya tidak bisa berbuat apa-apa/tidak sanggup berbuat apa saja, tetapi Kristus yg buat kekuatan buat saya. Anugrah memberikan keberanian buat saya, kuasa Roh Kudus yg menciptakan keberhasilan buat kita.

Jelas di sini untuk kita bahwa biji sesawi adalah lambang dari ketidakmampuan. Makanya Yesus berkali-kali bilang, bahwa kesombongan, tinggi hati, keangkuhan, ditentang oleh Allah, bahkan di dalam perjanjian lama dijelaskan..."Aku tidak suka mereka yg melakukan keangkuhan. Alkitab dengan jelas berkata,"orang sombong, aku benci."

Oleh sebab itu di dalam doa Musa di Mazmur 90.."Manusia hari-harinya seperti rumput, tidak berdaya, pagi dia bertumbuh, tetapi pada waktu petang ia lisut dan layu." Kami semua hilang karena gemasmu. Tetapi, ajar kami menghitung hari-hari sedemikian, agar kami beroleh hati bijaksana. Dengan lain kata, sejauh kami dekat pada Tuhan, sejauh kami menyadari berkat-berkat dan anugrah-anugrah Tuhan yg telah IA sediakan buat kami, maka hidup kami akan memandang pada Kemuliaan Allah yg luar biasa.

2. Biji sesawi melambangkan pertumbuhan
Yesus bilang Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 32Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." Walaupun yg paling kecil, tetapi ia tumbuh menjadi yg paling besar.

Jadi, Yesus mau gambarkan bahwa hidup Kristen yg tidak bertumbuh adalah hidup Kristen yg menjadi batu sandungan. Kalau kita mengaku Kristen, tetapi tetap berzinah/judi, kita tetap memaki orang, egois dan inginnya menang sendiri, serakah dan munafik, itu bukanlah kehidupan yg Allah hendaki. Jadi, bila hidup Kristen kita tidak bertumbuh, kita bukanlah orang Kristen yg sebenarnya. Tetapi orang Kristen yg sejati adalah orang menjadikan Yesus Kristus sebagai dasar utama kehidupannya.

Sama seperti bayi, tadinya tidak mengerti apa-apa, tadinya hanya menuntut. Kalau lapar menangis, kalau popoknya basah menangis. Dia hanya meminta perhatian dan menuntut haknya, ia hanya minta pertolongan, dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi, semakin dia besar, semakin dia bisa menolong, semakin dia bisa bertanggung jawab, mulai melakukan tugasnya sampai akhirnya ia menjadi dewasa. Setelah dewasa, ia tidak perlu lagi menuntut haknya, tetapi mengerjakan tanggung jawabnya. Jadi, setelah ia bertumbuh, ia selalu berfokus bahwa saya mau buat ini untuk Tuhan. Semakin dewasa, semakin ia memiliki kerinduan untuk menyenangkan hati Tuhan. Kita yg sebagai orang percaya, biarlah mau menjadi berkat bagi banyak orang.

3. Biji sesawi melambangkan pertumbuhan iman kita
Matius 17:20 "Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Pertumbuhan kita dan kemampuan kita sangat bergantung dengan iman kita. Itulah sebabnya Yesus berkata,"Jika anak Manusia datang kembali, masihkah dijumpai iman!" Walaupun iman kita kecil, tetapi kita tabur firman, kita praktekan dalam kehidupan kita sehari-hari, maka iman kita akan terus bertumbuh, kita maju dalam kemenangan, sehingga menjadi berkat bagi banyak orang, haleluya!

Doa:
Bapa, terima kasih buat saat ini, saya berdoa untuk kami semua yg berbeban dan bermasalah dengan kehidupan kami, kami berdoa, di dalam Nama Yesus, Tuhan kerjakan mujijat, sehingga saat ini kami dapat berkata, Inilah hari yg Tuhan jadikan buat kami, dan kami mengalami kemenangan serta mujijat yg Tuhan sediakan, haleluya, amin!