Firman Tuhan selalu memberi damai, selalu memberi sukacita bagi kita. Kita lihat bagaimana Yesus merelakan 2000 babi, agar 1 orang bisa dilepaskan dari ikatan roh jahat. Ada orang yg berkata,"bagaimana Yesus mau menuruti permintaan roh jahat untuk pergi ke 2000 babi, sehingga membuat rugi pengusaha babi, di dalam pelayanan pelepasan ini?"Kita lihat di Markus 5:
1Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 2Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari perkuburan menemui Dia. 3Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk untuk menjinakkannya. 5Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. 6Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia dan mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 7dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" 8Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!" 9Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak." 10Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. 11Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, 12Lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!" 13Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. 14Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. 15Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. 16Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceritakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. 17Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. 18Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. 19Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana ia telah mengasihani engkau!" 20Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.
Pertanyaan yg seringkali kita tanyakan:"Mengapa Yesus mendengarkan perkataan roh jahat ini? Lalu, mengapa Yesus membiarkan 2000 babi mati sia-sia, bukankah itu mendatangkan kerugian yg besar. Ada beberapa hal yang menarik yg dapat kita pelajari dari ayat-ayat di atas:
1. Itu menyatakan bahwa betapa mahalnya harga jiwa
Tahukah saudara bahwa engkau berharga buat Tuhan. Saudara mungkin berkata,"tetapi saya ini orang miskin...atau...tetapi saya ini anak haram pak pendeta (saya lahir di luar pernikahan)....atau...saya ini engga punya apa-apa dalam hidup saya,...saya ini hanya seorang penjahat....,saya ini hanya seorang penzinah, yang hidup dalam dosa, engga ada orang yg mengasihani saya, atau peduli dengan saya!"
Tetapi, melalui program ini, saya mau beritahukan buat saudara bahwa saudara berharga buat Yesus. Begitu berharga jiwa saudara, sehingga Yesus mau korbankan segala-galanya demi selamatkan 1 orang. Yesus pernah berkata,"Apa artinya engkau memperoleh seluruh isi dunia ini, jika jiwamu binasa!" Dunia ini sedang mengukur harga jiwa berdasarkan kepemilikan yg dia miliki. Dengan lain kata, harga seseorang diukur dengan apa yg dia miliki, mobil apa yg dia kendarai, kedudukan apa yg dia jabat?
Tetapi saya mau beritahu bahwa di hadapan Tuhan, semua jiwa itu mahal. Meskipun engkau orang miskin yg menderita dan engga punya apa-apa, tetapi saya mau beritahu bahwa engkau berharga di hadapan Yesus. Yesus berani curahkan diriNYA mati di kayu salib, menebus dosamu supaya engkau mau diangkat, dipulihankannya dan diberkatinya dengan Kasih KaruniaNYA yg kekal. Itu sebabnya Alkitab berkata,"Tidak diinginkannya 1 orang binasa, tetapi keselamatannya yg diinginkannya, kenapa?
Karena harga jiwa itu mahal. Berarti tidak ada 1 orangpun dari kita yg mengeluh dan berkata,"Tuhan, saya engga punya apa-apa!" Tetapi, kita bisa bangkit dan berkata,"meskipun saya engga punya apa-apa, tetapi kasih Yesus menyertai saya, saya berharga di mata Tuhan, saya dikasihi Tuhan, selama saya hidup, saya mau jadi berkat bagi banyak orang, haleluya! Oleh sebab itu Allah kita adalah Allah yg anti aborsi, Allah yg anti pembunuhan, Allah yg anti merendahkan martabat orang lain. Itu sebabnya gereja yg benar tidak membedakan si kaya dan si miskin, itu sebabnya orang percaya tidak boleh menyinggung perasaan orang, hanya karena ia lebih miskin, atau kedudukannya lebih rendah. Saya mau beritahu, itu adalah kebodohan, kalaulah kita orang yg lebih kaya kemudian engkau merendahkan orang yg lebih miskin!
Atau sebaliknya, saudara merasa minder, karena saudara orang miskin...itu adalah suatu kebodohan! Karena, jiwa kita mahal di hadapan Allah. Oleh karena jiwa kita, Yesus mau curahkan darahNYA. Tidak perlu kita sebagai orang percaya merasa minder, ini saatnya saudara bangkit dan percaya, meskipun saya miskin dan tidak memiliki kedudukan yg tinggi, tetapi Yesus mencintai saya dengan cintaNYA yg kekal. Sehingga kita dapat bangkit dan berjalan di dalam kasihNYA. Ingat! Bicara tentang 2000 babi mati, ingatkan kita bahwa harga jiwa kita itu mahal!
2. Yesus tidak pernah menebus binatang
Di hadapan Yesus, binatang bukanlah sesuatu yg perlu dikorbankan. Binatang tidak masuk hitungan dan tidak mendapat tempat di dalam Kerajaan Sorga. Kadang kala ada orang yg begitu peduli dan sayang dengan anjingnya sampai ia engga peduli dengan anaknya. Atau suami yg begitu sayang dengan burungnya sampai ia engga peduli dengan istrinya. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, di hadapan Tuhan, binatang engga punya nilai sama sekali.
Yesus datang untuk menebus manusia dan bukan untuk menebus binatang. Jadi, 2000 babi mati, engga ada hitungannya bagi Yesus. Yesus datang dan menghargai manusia, tetapi dunia yg serba modern ini seringkali lebih peduli dengan binatang daripada manusia. Kalau saudara perhatikan, orang yg menabrak kucing/anjing...ia bisa turun dari mobil dan ambil itu binatang, tetapi bila menabrak seseorang, ia lari begitu saja!
3. Yesus siap korbankan apa saja demi kelepasan dan kebahagiaan hidup manusia
Jadi, bila saya menghadapi tantangan dan masalah, maka saya tidak perlu takut. Karena
Yesus siap korbankan apa saja demi kelepasan dan kebahagiaan hidup manusia. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, engkau sedang menderita kah? Engkau sedang berbeban beratkah? Inilah saatnya saudara mengingatkan diri saudara sendiri. Tuhan, 2000 tahun yg lalu, engkau ijinkah 2000 babi mati, hanya untuk kelepasan 1 orang. Hari ini, aku juga percaya bahwa engkau akan ulurkan tanganmu memberikan kelepasan, kemenangan dan berkat yg sempurna bagiku.
Doa:
Kami berdoa untuk setiap dari kami, kami menyadari bahwa Engkau adalah Tuhan yg luar biasa! Di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, Tuhan ulurkan tanganmu, yang sakit Tuhan sembuhkan, Tuhan angkat dan beri kekuatan baru, yg merasa tersingkir dan tak berharga, biarlah Tuhan yg meyakinkan bahwa Engkau mengasihi dan punya rencana yg indah dalam hidup mereka. Di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, Tuhan pulihkan dan kerjakan mujijat, sehingga perkara-perkara yg ajaib engkau kerjakan dalam kehidupan mereka. Terima kasih Bapa, amin!
Monday, March 5, 2012
Sunday, February 26, 2012
201. Orang yg dikuasai kegelapan - Markus 5:1-7
Banyak orang yg selalu beranggapan bahwa orang yg dirasuki setan adalah orang yg rambutnya acak-acakan, gila, dan selalu berteriak-teriak,"saya ingin bunuh kamu!" Tetapi tahukah saudara bahwa "orang yg duduk diam", dia bisa dikuasai oleh kegelapan. Misalnya: Orang yg sudah punya istri, anak-anak, tetapi ia masih tertarik dengan wanita lain. Apakah orang seperti ini orang biasa? Jawaban saya sederhana, orang seperti ini adalah orang yg dikuasai kegelapan.
Kadang kala, orang biasa pergi ke gereja, tetapi ia tetap lakukan hubungan sex sebelum nikah, tertarik dengan blue film. Apakah orang seperti ini orang biasa? Jawaban saya sederhana, orang seperti ini adalah orang yg dikuasai kegelapan. Kita percaya bahwa mengikut Yesus bukan berarti kita memiliki sebuah agama dan belajar tentang ajaran-ajaran yg baik. Tetapi, mengikut Yesus berarti memiliki kuasa untuk melepaskan diri dari setiap ikatan kegelapan, sehingga kita bebas.
Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, melalui program ini saya mau beritahu bahwa Yesus bukan hanya sekedar pembawa agama, tetapi Yesus membawa kelepasan dari suatu ikatan. Karena itu injil Yohanes berkata,"Jika Anak itu memerdekakan, kamu benar-benar merdeka!" Kita lihat di Markus 5:
1Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 2Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari perkuburan menemui Dia. 3Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk untuk menjinakkannya. 5Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. 6Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia dan mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 7dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"
Saudara bisa lihat dari kejadian di atas bahwa setan bisa menguasai seseorang. Di sisi lain, Yesus punya Kuasa yg lebih besar, sehingga setan tidak pernah tahan dalam hadirat Tuhan. Ciri-ciri orang yg sedang dikuasai kegelapan:
1. Dia senang dan tertarik dengan dunia orang mati
Kita lihat di ayat yg ke-1Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 2Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari perkuburan menemui Dia. 3Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,...
Ada orang yg senang belajar dan terus tertarik dengan dunia orang mati. Orang yg senang berdoa di kuburan. Tahukah saudara bahwa ini adalah tanda bahwa Roh Jahat itu sedang membelenggu hidup kita, Roh jahat sedang menguasai dan mengikat hidup kita.
Sehingga, apa yg terjadi? Kita adalah orang yg hidup dan sebagai orang yg hidup, kita tidak ada hubungannya dengan orang mati. Tetapi, banyak orang yg saat dia menghadapi masalah, ia berusaha memanggil opanya yg sudah mati, dan berdoa,"Engkong...tolong saya, saat ini saya sedang menderita." Padahal opa/engkongnya sudah lama mati.
Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, orang yg sedang dikuasai kegelapan, selalu memandangnya kepada kematian dan dunia orang mati. Seringkali bermimpi dengan orang-orang yg sudah mati. Saudara bila dalam mimpi anda bertemu dengan orang-orang yg sudah mati, saudara harus berani berkata,"dalam Nama Yesus, setan keluar!" Karena, orang mati yg menjumpai saudara, itu bukan orang yg sebenarnya, tetapi itu adalah Roh Jahat yg menyerupai mereka. Janganlah anda tertipu, karena gelap dan terang tidak dapat bersatu!
Alkitab berkata bahwa antara yang hidup dan mati terpisahkan oleh jurang yg tidak dapat terseberangi. Jadi sekali lagi, orang yg dikuasai kegelapan tertarik dengan dunia orang mati, senang berada di kuburan, coba-coba untuk cari kekuatan di sana.
2. Orang tersebut tidak dapat dikendalikan
Kita lihat pada ayat yg ke-3Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk untuk menjinakkannya. Seringkali kita jumpai orang yg tidak mau ditegur/diatur, dan orang itu kadang bingung dengan dirinya sendiri, kenapa saya begini?
Nah, saudaraku yg kekasih di saat seperti itu, hanya Yesus yg dapat tolong saudara. Mungkin saudara punya anak yg sudah tidak dapat ditegur lagi. Saudara maki diapun sudah tidak ada gunanya lagi. Memukuli diapun, itupun hanya menghancurkan tubuhnya. Jiwanya sedang sangat tertutup, dan rohnya sedang sangat terbelenggu. Perintahkanlah di dalam Nama Yesus dengan doa saudara, panggil Nama Yesus, minta Yesus lepaskan belenggu yg ada di dalam RohNYA. Dan ingat, doa orang benar besar kuasanya.
Alkitab bilang bahwa peperangan kita bukan melawan darah dan daging, tetapi melalui Roh-roh jahat yg ada di udara. Ada seorang yg berkata kepada saya,"pendeta, suami saya sepertinya sudah tidak bisa dikendalikan lagi!" Saudara berdoalah, minta Kuasa Tuhan menjamah hidupnya. Karena, bila saudara memaki dia, itu hanya akan mempercepat proses perceraian. Saudara berdoa, agar Roh jahat dihancurkan dalam hidupnya, agar suami saudara dapat kembali kepada kasih Tuhan.
3. Jiwanya tidak tenang
Ayat yg ke-5Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Kita lihat ciri yg ke-3, biasanya orang tersebut tidak dapat tinggal diam, dan musik-musik rock biasanya menjadi pelampiasan dari orang-orang yg dikuasai kegelapan, sehingga mereka bisa berteriak sekenceng-kencengnya. Mereka sering kali memaki orang seenaknya, menyakiti orang lain dengan kata-kata yg kasar.
Mereka senang menyiksa dirinya sendiri dengan obat-obatan terlarang, senangnya kebut-kebutan dan berjalan dekat sekali dengan kematian. Karena iblis itu datang untuk mencuri, membunuh dan kemudian membinasakan.
4. Tidak mau berjalan dalam otoritas Allah
Ayat yang ke-6Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia dan mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 7dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"
Orang ini bisa saja tahu hal-hal yg sifatnya rohani, tetapi tidak mau berjalan dalam otoritas Allah, tidak mau dipimpin, tidak mau diatur, tidak mau dikendalikan sesuai dengan Firman Tuhan, pedahal dia tahu hal-hal rohani.
Jangan saudara pikir bahwa orang yg dikuasai kegelapan, ia tidak pergi ke gereja. Ia bisa saja rajin ke gereja, baca Alkitab. Tetapi Alkitab tidak mengendalikan hidupnya. Ia hanya mencari ayat-ayat yg menyenangkan, ayat-ayat yg dia sukai untuk dia pakai menyerang orang lain. Itu sebabnya, ketika orang itu datang, hanya 1 yg dia takuti, yaitu Yesus sendiri. Itu sebabnya, kalau anda tidak bisa ngomong lagi dengan suami/istri saudara, maupun anak saudara. Saya mau ingatkan bahwa sekuat apapun setan yg berusaha membelenggu hidup seseorang, tetap ia harus tunduk pada kuasa Yesus.
Karena itu pergunakanlah Nama Yesus, doa dengan iman, dan jangan menyerah! Janganlah anda berkata,"saya tidak tahu lagi apa yg harus saya perbuat dengan anak saya/istri/suami saya, keadaan sekeliling saya?" Tetapi, sebagai hamba Allah saya mau ingatkan bahwa Yesus punya kuasa yg cukup untuk menaklukan setiap kuasa kegelapan ini. Mungkin saat ini saudara sedang dikuasai kegelapan, hidup saudara tidak tenang, dan saudara tidak kebetulan mengikuti program ini. Tuhan sedang ingin menjamah saudara. Yesus mau memulihkan hidup saudara dan buat sesuatu yg ajaib dalam hidup saudara. Saya percaya bahwa hari ini adalah hari kemenangan saudara.
Doa:
Di dalam Nama Yesus, hamba berdoa bagi kami yg saat ini mungkin merasa sedang dikuasai kegelapan. Di dalam Nama Yesus kami patahkan setiap belenggu yg menghalangi hidup kami, biar Tuhan jamah dan pemulihan terjadi, haleluya, amin!
Kadang kala, orang biasa pergi ke gereja, tetapi ia tetap lakukan hubungan sex sebelum nikah, tertarik dengan blue film. Apakah orang seperti ini orang biasa? Jawaban saya sederhana, orang seperti ini adalah orang yg dikuasai kegelapan. Kita percaya bahwa mengikut Yesus bukan berarti kita memiliki sebuah agama dan belajar tentang ajaran-ajaran yg baik. Tetapi, mengikut Yesus berarti memiliki kuasa untuk melepaskan diri dari setiap ikatan kegelapan, sehingga kita bebas.
Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, melalui program ini saya mau beritahu bahwa Yesus bukan hanya sekedar pembawa agama, tetapi Yesus membawa kelepasan dari suatu ikatan. Karena itu injil Yohanes berkata,"Jika Anak itu memerdekakan, kamu benar-benar merdeka!" Kita lihat di Markus 5:
1Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 2Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari perkuburan menemui Dia. 3Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk untuk menjinakkannya. 5Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. 6Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia dan mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 7dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"
Saudara bisa lihat dari kejadian di atas bahwa setan bisa menguasai seseorang. Di sisi lain, Yesus punya Kuasa yg lebih besar, sehingga setan tidak pernah tahan dalam hadirat Tuhan. Ciri-ciri orang yg sedang dikuasai kegelapan:
1. Dia senang dan tertarik dengan dunia orang mati
Kita lihat di ayat yg ke-1Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 2Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari perkuburan menemui Dia. 3Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,...
Ada orang yg senang belajar dan terus tertarik dengan dunia orang mati. Orang yg senang berdoa di kuburan. Tahukah saudara bahwa ini adalah tanda bahwa Roh Jahat itu sedang membelenggu hidup kita, Roh jahat sedang menguasai dan mengikat hidup kita.
Sehingga, apa yg terjadi? Kita adalah orang yg hidup dan sebagai orang yg hidup, kita tidak ada hubungannya dengan orang mati. Tetapi, banyak orang yg saat dia menghadapi masalah, ia berusaha memanggil opanya yg sudah mati, dan berdoa,"Engkong...tolong saya, saat ini saya sedang menderita." Padahal opa/engkongnya sudah lama mati.
Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, orang yg sedang dikuasai kegelapan, selalu memandangnya kepada kematian dan dunia orang mati. Seringkali bermimpi dengan orang-orang yg sudah mati. Saudara bila dalam mimpi anda bertemu dengan orang-orang yg sudah mati, saudara harus berani berkata,"dalam Nama Yesus, setan keluar!" Karena, orang mati yg menjumpai saudara, itu bukan orang yg sebenarnya, tetapi itu adalah Roh Jahat yg menyerupai mereka. Janganlah anda tertipu, karena gelap dan terang tidak dapat bersatu!
Alkitab berkata bahwa antara yang hidup dan mati terpisahkan oleh jurang yg tidak dapat terseberangi. Jadi sekali lagi, orang yg dikuasai kegelapan tertarik dengan dunia orang mati, senang berada di kuburan, coba-coba untuk cari kekuatan di sana.
2. Orang tersebut tidak dapat dikendalikan
Kita lihat pada ayat yg ke-3Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk untuk menjinakkannya. Seringkali kita jumpai orang yg tidak mau ditegur/diatur, dan orang itu kadang bingung dengan dirinya sendiri, kenapa saya begini?
Nah, saudaraku yg kekasih di saat seperti itu, hanya Yesus yg dapat tolong saudara. Mungkin saudara punya anak yg sudah tidak dapat ditegur lagi. Saudara maki diapun sudah tidak ada gunanya lagi. Memukuli diapun, itupun hanya menghancurkan tubuhnya. Jiwanya sedang sangat tertutup, dan rohnya sedang sangat terbelenggu. Perintahkanlah di dalam Nama Yesus dengan doa saudara, panggil Nama Yesus, minta Yesus lepaskan belenggu yg ada di dalam RohNYA. Dan ingat, doa orang benar besar kuasanya.
Alkitab bilang bahwa peperangan kita bukan melawan darah dan daging, tetapi melalui Roh-roh jahat yg ada di udara. Ada seorang yg berkata kepada saya,"pendeta, suami saya sepertinya sudah tidak bisa dikendalikan lagi!" Saudara berdoalah, minta Kuasa Tuhan menjamah hidupnya. Karena, bila saudara memaki dia, itu hanya akan mempercepat proses perceraian. Saudara berdoa, agar Roh jahat dihancurkan dalam hidupnya, agar suami saudara dapat kembali kepada kasih Tuhan.
3. Jiwanya tidak tenang
Ayat yg ke-5Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Kita lihat ciri yg ke-3, biasanya orang tersebut tidak dapat tinggal diam, dan musik-musik rock biasanya menjadi pelampiasan dari orang-orang yg dikuasai kegelapan, sehingga mereka bisa berteriak sekenceng-kencengnya. Mereka sering kali memaki orang seenaknya, menyakiti orang lain dengan kata-kata yg kasar.
Mereka senang menyiksa dirinya sendiri dengan obat-obatan terlarang, senangnya kebut-kebutan dan berjalan dekat sekali dengan kematian. Karena iblis itu datang untuk mencuri, membunuh dan kemudian membinasakan.
4. Tidak mau berjalan dalam otoritas Allah
Ayat yang ke-6Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia dan mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 7dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"
Orang ini bisa saja tahu hal-hal yg sifatnya rohani, tetapi tidak mau berjalan dalam otoritas Allah, tidak mau dipimpin, tidak mau diatur, tidak mau dikendalikan sesuai dengan Firman Tuhan, pedahal dia tahu hal-hal rohani.
Jangan saudara pikir bahwa orang yg dikuasai kegelapan, ia tidak pergi ke gereja. Ia bisa saja rajin ke gereja, baca Alkitab. Tetapi Alkitab tidak mengendalikan hidupnya. Ia hanya mencari ayat-ayat yg menyenangkan, ayat-ayat yg dia sukai untuk dia pakai menyerang orang lain. Itu sebabnya, ketika orang itu datang, hanya 1 yg dia takuti, yaitu Yesus sendiri. Itu sebabnya, kalau anda tidak bisa ngomong lagi dengan suami/istri saudara, maupun anak saudara. Saya mau ingatkan bahwa sekuat apapun setan yg berusaha membelenggu hidup seseorang, tetap ia harus tunduk pada kuasa Yesus.
Karena itu pergunakanlah Nama Yesus, doa dengan iman, dan jangan menyerah! Janganlah anda berkata,"saya tidak tahu lagi apa yg harus saya perbuat dengan anak saya/istri/suami saya, keadaan sekeliling saya?" Tetapi, sebagai hamba Allah saya mau ingatkan bahwa Yesus punya kuasa yg cukup untuk menaklukan setiap kuasa kegelapan ini. Mungkin saat ini saudara sedang dikuasai kegelapan, hidup saudara tidak tenang, dan saudara tidak kebetulan mengikuti program ini. Tuhan sedang ingin menjamah saudara. Yesus mau memulihkan hidup saudara dan buat sesuatu yg ajaib dalam hidup saudara. Saya percaya bahwa hari ini adalah hari kemenangan saudara.
Doa:
Di dalam Nama Yesus, hamba berdoa bagi kami yg saat ini mungkin merasa sedang dikuasai kegelapan. Di dalam Nama Yesus kami patahkan setiap belenggu yg menghalangi hidup kami, biar Tuhan jamah dan pemulihan terjadi, haleluya, amin!
Monday, February 20, 2012
200. Meredakan angin ribut - Markus 4:35-41
35Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." 36Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 37Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. 38Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?" 39Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. 40Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" 41Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"
Murid-murid Yesus begitu panik dan ketakutan luar biasa, Petrus yg begitu mengenal danau itu, ia mengenal badai dan angin, karena Petrus adalah seorang nelayan. Tetapi semua murid pada hari itu begitu terkejut, dan takut serta sibuk mengeluarkan air dari perahu, dan akhirnya mereka sampai pada kesimpulan bahwa kita semua ini akan binasa. Jadi, sebagai seorang yg ahli, orang yg mengenal laut, orang yg mengenal danau, semua orang berkata bahwa tidak ada jalan keluar lain! Tetapi, apa yg terjadi?
Ketika dibangunkannya Yesus, Yesus dengan tenang, bangun dan menghardik,"Diam! Tenanglah! Dan saat itu juga, angin dan badai tenang. Mungkin Petrus yg masih tercengang berpikir,"kenapa engga dari tadi yah saya bangunkan Yesus!" Lihat, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kadang kala kita begitu panik, kadang kala kita begitu bingung, yah...hancur deh..rumah tangga saya, yah...hancur deh....bisnis saya...yah...hancur deh masa muda saya.....wah..saya pasti binasa.
Tetapi, kalau segala sesuatunya kita bawa kepada Yesus, kita panggil Nama Yesus, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Yesus selalu punya jalan keluar yg terbaik buat anak-anakNYA, haleluya! Ada pelajaran-pelajaran menarik, bagaimana kita bisa meredakan angin ribut:
1. Tetap biarkan Yesus yg memimpin
Ada orang yg pernah berkata kepada saya,"Kan, Yesus yg mengajak mereka ke sebrang seperti dikatakan pada ayat yg ke-35. Kenapa Yesus yg ajak, tetapi badai tetap terjadi? Atau, kenapa Yesus engga bisa cegah supaya badai tidak terjadi? Tetapi, kita lihat di ayat yg ke-36Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
Tadinya Yesus yg mengajak dan membawa mereka. Tetapi, tiba-tiba ada pergantian di sini, dan merekalah yg membawa Yesus. Saya percaya, bahwa Yesus yg memimpin, perahu Yesus yg ada di depan, Yesus yg memegang kemudi, dan mengendalikan perahu ini, saya percaya bahwa badai tidak akan turun dan menghantam perahu ini. Sehingga saya percaya bahwa danau itu akan tenang. Tetapi karena danau ini, karena kegelapan sudah melihat dan Yesus sedang tertidur di buritan, kuasa kegelapan berusaha untuk mencobai.
Dan persoalannya sederhana, mereka tidak membiarkan lagi Yesus memimpin. Mereka berpikir, bahwa merekalah yg memimpin.
Yesus kan anak tukang kayu, kami kan nelayan-nelayan yg lebih berpengalaman dan tahu suasana danau, kami lebih mengerti tentang arah angin. Jadi, kami yg mau memimpin Yesus di sini. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, saudara boleh saja seorang dokter, maupun seorang pengacara, atau boleh saja saudara seorang businessman yg dimana saja Tuhan telah tempatkan. Saudara boleh saja seorang yg kaya raya, atau seorang Insinyur yg terkenal. Tetapi, sebagai hamba Allah saya kembali mau ingatkan, tetap jadikan Yesus yg memimpin hidup saudara.
Sebelum mulai apa-apa, mulailah bersama Yesus. Sebelum mengambil keputusan apa-apa, mintalah Yesus terlibat dan jadikan pemimpin dalam hidup kita. Tanya Tuhan,"Tuhan, apa yg harus saya perbuat?" Tuhan, tuntun saya, Tuhan saya ambil keputusan ini, tolong kalaulah ini dari Tuhan, Tuhan materaikan, tetapi kalau bukan dari Tuhan, biarlah Engkau singkirkan. Begitu pula, saat kita didik anak kita, mungkin anak kita sedang keras kepala akhir-akhir ini, atau kenapa anak saya pacaran dengan orang yg tidak seiman, tetapi tetap minta tolong sama Tuhan. Jadi, kalau kita biarkan Yesus yg memimpin, Yesuslah yg mengatur segala sesuatunya.
2. Jangan panik
Ayat yg ke-40Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Seringkali kita panik dengan keadaan sekeliling. Tetapi, kita harus belajar untuk tetap menenangkan diri. Tuhan, saya masih punya Tuhan, IA bisa bantu saya! Karena bagi Tuhan tidak ada perkara yg mustahil.
3. Panggil Yesus
Ayat yg ke-38Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?" Kita panggil Yesus, karena Yesus tidak pernah terlalu sibuk, sampai IA tidak bisa mengulurkan tanganNYA dan membantu kita. Yesus kelihatanNYA tertidur, tetapi ketika murid-muridNYA memanggil Yesus dengan suara hati yg terdalam, Yesus pasti meneduhkanNYA. Mungkin masa mudamu/keuanganmu sedang dihantam badai, percayalah bahwa Yesus dapat meneduhkannya. Imani dan percayalah, karena bagi Yesus tidak ada perkara yg mustahil.
Doa:
Bapa, lihat kami sekalian yg membutuhkan mujijat dan jamahan, di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, Tuhan kerjakan mujijat, sehingga kami yg percaya boleh melihat kemenangan yg luar biasa, di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!
Murid-murid Yesus begitu panik dan ketakutan luar biasa, Petrus yg begitu mengenal danau itu, ia mengenal badai dan angin, karena Petrus adalah seorang nelayan. Tetapi semua murid pada hari itu begitu terkejut, dan takut serta sibuk mengeluarkan air dari perahu, dan akhirnya mereka sampai pada kesimpulan bahwa kita semua ini akan binasa. Jadi, sebagai seorang yg ahli, orang yg mengenal laut, orang yg mengenal danau, semua orang berkata bahwa tidak ada jalan keluar lain! Tetapi, apa yg terjadi?
Ketika dibangunkannya Yesus, Yesus dengan tenang, bangun dan menghardik,"Diam! Tenanglah! Dan saat itu juga, angin dan badai tenang. Mungkin Petrus yg masih tercengang berpikir,"kenapa engga dari tadi yah saya bangunkan Yesus!" Lihat, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kadang kala kita begitu panik, kadang kala kita begitu bingung, yah...hancur deh..rumah tangga saya, yah...hancur deh....bisnis saya...yah...hancur deh masa muda saya.....wah..saya pasti binasa.
Tetapi, kalau segala sesuatunya kita bawa kepada Yesus, kita panggil Nama Yesus, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Yesus selalu punya jalan keluar yg terbaik buat anak-anakNYA, haleluya! Ada pelajaran-pelajaran menarik, bagaimana kita bisa meredakan angin ribut:
1. Tetap biarkan Yesus yg memimpin
Ada orang yg pernah berkata kepada saya,"Kan, Yesus yg mengajak mereka ke sebrang seperti dikatakan pada ayat yg ke-35. Kenapa Yesus yg ajak, tetapi badai tetap terjadi? Atau, kenapa Yesus engga bisa cegah supaya badai tidak terjadi? Tetapi, kita lihat di ayat yg ke-36Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
Tadinya Yesus yg mengajak dan membawa mereka. Tetapi, tiba-tiba ada pergantian di sini, dan merekalah yg membawa Yesus. Saya percaya, bahwa Yesus yg memimpin, perahu Yesus yg ada di depan, Yesus yg memegang kemudi, dan mengendalikan perahu ini, saya percaya bahwa badai tidak akan turun dan menghantam perahu ini. Sehingga saya percaya bahwa danau itu akan tenang. Tetapi karena danau ini, karena kegelapan sudah melihat dan Yesus sedang tertidur di buritan, kuasa kegelapan berusaha untuk mencobai.
Dan persoalannya sederhana, mereka tidak membiarkan lagi Yesus memimpin. Mereka berpikir, bahwa merekalah yg memimpin.
Yesus kan anak tukang kayu, kami kan nelayan-nelayan yg lebih berpengalaman dan tahu suasana danau, kami lebih mengerti tentang arah angin. Jadi, kami yg mau memimpin Yesus di sini. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, saudara boleh saja seorang dokter, maupun seorang pengacara, atau boleh saja saudara seorang businessman yg dimana saja Tuhan telah tempatkan. Saudara boleh saja seorang yg kaya raya, atau seorang Insinyur yg terkenal. Tetapi, sebagai hamba Allah saya kembali mau ingatkan, tetap jadikan Yesus yg memimpin hidup saudara.
Sebelum mulai apa-apa, mulailah bersama Yesus. Sebelum mengambil keputusan apa-apa, mintalah Yesus terlibat dan jadikan pemimpin dalam hidup kita. Tanya Tuhan,"Tuhan, apa yg harus saya perbuat?" Tuhan, tuntun saya, Tuhan saya ambil keputusan ini, tolong kalaulah ini dari Tuhan, Tuhan materaikan, tetapi kalau bukan dari Tuhan, biarlah Engkau singkirkan. Begitu pula, saat kita didik anak kita, mungkin anak kita sedang keras kepala akhir-akhir ini, atau kenapa anak saya pacaran dengan orang yg tidak seiman, tetapi tetap minta tolong sama Tuhan. Jadi, kalau kita biarkan Yesus yg memimpin, Yesuslah yg mengatur segala sesuatunya.
2. Jangan panik
Ayat yg ke-40Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Seringkali kita panik dengan keadaan sekeliling. Tetapi, kita harus belajar untuk tetap menenangkan diri. Tuhan, saya masih punya Tuhan, IA bisa bantu saya! Karena bagi Tuhan tidak ada perkara yg mustahil.
3. Panggil Yesus
Ayat yg ke-38Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?" Kita panggil Yesus, karena Yesus tidak pernah terlalu sibuk, sampai IA tidak bisa mengulurkan tanganNYA dan membantu kita. Yesus kelihatanNYA tertidur, tetapi ketika murid-muridNYA memanggil Yesus dengan suara hati yg terdalam, Yesus pasti meneduhkanNYA. Mungkin masa mudamu/keuanganmu sedang dihantam badai, percayalah bahwa Yesus dapat meneduhkannya. Imani dan percayalah, karena bagi Yesus tidak ada perkara yg mustahil.
Doa:
Bapa, lihat kami sekalian yg membutuhkan mujijat dan jamahan, di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, Tuhan kerjakan mujijat, sehingga kami yg percaya boleh melihat kemenangan yg luar biasa, di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!
Monday, February 13, 2012
199. Biji sesawi - Markus 4:30-34
Tahukah saudara bahwa biji sesawi itu lebih kecil daripada pasir! Maka, apapun yg kamu katakan, asalkan tidak bimbang, maka apapun yg kita percayai itu bisa terjadi. Tetapi, seringkali, iman kita di hadapan Kristus itu lebih kecil daripada biji sesawi. Dan, biji yg sekecil itu bila ia tertanam, maka ia akan tumbuh menjadi sesuatu yg besar.
Yesus mau menggambarkan bahwa iman adalah sebuah potensi. Yang kalau dibiarkan itu tidak memiliki potensi. Tetapi, kalau ditanam, dan disirami dengan Firman Tuhan, dia ditumbuhi dengan kebenaran, maka apa yg terjadi? Dia akan menjadi sebuah kekuatan yang membawa kita pada kemenangan lepas kemenangan menuju KemuliaanNYA yg kekal, haleluya!
30Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 32Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." 33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu IA memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, 34dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
Ada beberapa hal yg dapat kita bicarakan mengenai biji sesawi:
1. Biji sesawi melambangkan ketidakmampuan
Yesus berkata,"Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi." Kecilnya sesawi itu sebenarnya melambangkan ketidakmampuan, ketidakbisaan kita. Sebagai manusia, kita adalah manusia yg tidak mampu. Dan dalam bahasa Yunani disebut Mikro, artinya: kecil sekali. Makanya ada kata mikroskop. Yaitu, sesuatu yg harus dilihat dengan pembesar.
Kalau kita lihat di 2 Korintus 3:5-6.."5Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. 6Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.
Jadi, Paulus di sini menjelaskan bahwa kami tidak sanggup, seolah-olah itu pekerjaan kami sendiri. Semua itu adalah pekerjaan Allah, dan semuanya itu adalah pengorbanan Kristus. Karena, apa yg Yesus kerjakan di atas kayu salib, itulah yg memampukan kita. Jadi, kalau kita bicara mengenai iman, kita tidak bisa bicara mengenai kesombongan. Karena ini adalah 2 hal yg berbeda. Ada yg berkata,"saya ini orang beriman." Tetapi, hidupnya sombong. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, iman adalah sebuah pengertian bahwa saya tidak mampu, bahwa saya tidak bisa berbuat apa-apa/tidak sanggup berbuat apa saja, tetapi Kristus yg buat kekuatan buat saya. Anugrah memberikan keberanian buat saya, kuasa Roh Kudus yg menciptakan keberhasilan buat kita.
Jelas di sini untuk kita bahwa biji sesawi adalah lambang dari ketidakmampuan. Makanya Yesus berkali-kali bilang, bahwa kesombongan, tinggi hati, keangkuhan, ditentang oleh Allah, bahkan di dalam perjanjian lama dijelaskan..."Aku tidak suka mereka yg melakukan keangkuhan. Alkitab dengan jelas berkata,"orang sombong, aku benci."
Oleh sebab itu di dalam doa Musa di Mazmur 90.."Manusia hari-harinya seperti rumput, tidak berdaya, pagi dia bertumbuh, tetapi pada waktu petang ia lisut dan layu." Kami semua hilang karena gemasmu. Tetapi, ajar kami menghitung hari-hari sedemikian, agar kami beroleh hati bijaksana. Dengan lain kata, sejauh kami dekat pada Tuhan, sejauh kami menyadari berkat-berkat dan anugrah-anugrah Tuhan yg telah IA sediakan buat kami, maka hidup kami akan memandang pada Kemuliaan Allah yg luar biasa.
2. Biji sesawi melambangkan pertumbuhan
Yesus bilang Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 32Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." Walaupun yg paling kecil, tetapi ia tumbuh menjadi yg paling besar.
Jadi, Yesus mau gambarkan bahwa hidup Kristen yg tidak bertumbuh adalah hidup Kristen yg menjadi batu sandungan. Kalau kita mengaku Kristen, tetapi tetap berzinah/judi, kita tetap memaki orang, egois dan inginnya menang sendiri, serakah dan munafik, itu bukanlah kehidupan yg Allah hendaki. Jadi, bila hidup Kristen kita tidak bertumbuh, kita bukanlah orang Kristen yg sebenarnya. Tetapi orang Kristen yg sejati adalah orang menjadikan Yesus Kristus sebagai dasar utama kehidupannya.
Sama seperti bayi, tadinya tidak mengerti apa-apa, tadinya hanya menuntut. Kalau lapar menangis, kalau popoknya basah menangis. Dia hanya meminta perhatian dan menuntut haknya, ia hanya minta pertolongan, dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi, semakin dia besar, semakin dia bisa menolong, semakin dia bisa bertanggung jawab, mulai melakukan tugasnya sampai akhirnya ia menjadi dewasa. Setelah dewasa, ia tidak perlu lagi menuntut haknya, tetapi mengerjakan tanggung jawabnya. Jadi, setelah ia bertumbuh, ia selalu berfokus bahwa saya mau buat ini untuk Tuhan. Semakin dewasa, semakin ia memiliki kerinduan untuk menyenangkan hati Tuhan. Kita yg sebagai orang percaya, biarlah mau menjadi berkat bagi banyak orang.
3. Biji sesawi melambangkan pertumbuhan iman kita
Matius 17:20 "Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Pertumbuhan kita dan kemampuan kita sangat bergantung dengan iman kita. Itulah sebabnya Yesus berkata,"Jika anak Manusia datang kembali, masihkah dijumpai iman!" Walaupun iman kita kecil, tetapi kita tabur firman, kita praktekan dalam kehidupan kita sehari-hari, maka iman kita akan terus bertumbuh, kita maju dalam kemenangan, sehingga menjadi berkat bagi banyak orang, haleluya!
Doa:
Bapa, terima kasih buat saat ini, saya berdoa untuk kami semua yg berbeban dan bermasalah dengan kehidupan kami, kami berdoa, di dalam Nama Yesus, Tuhan kerjakan mujijat, sehingga saat ini kami dapat berkata, Inilah hari yg Tuhan jadikan buat kami, dan kami mengalami kemenangan serta mujijat yg Tuhan sediakan, haleluya, amin!
Yesus mau menggambarkan bahwa iman adalah sebuah potensi. Yang kalau dibiarkan itu tidak memiliki potensi. Tetapi, kalau ditanam, dan disirami dengan Firman Tuhan, dia ditumbuhi dengan kebenaran, maka apa yg terjadi? Dia akan menjadi sebuah kekuatan yang membawa kita pada kemenangan lepas kemenangan menuju KemuliaanNYA yg kekal, haleluya!
30Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 32Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." 33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu IA memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, 34dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
Ada beberapa hal yg dapat kita bicarakan mengenai biji sesawi:
1. Biji sesawi melambangkan ketidakmampuan
Yesus berkata,"Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi." Kecilnya sesawi itu sebenarnya melambangkan ketidakmampuan, ketidakbisaan kita. Sebagai manusia, kita adalah manusia yg tidak mampu. Dan dalam bahasa Yunani disebut Mikro, artinya: kecil sekali. Makanya ada kata mikroskop. Yaitu, sesuatu yg harus dilihat dengan pembesar.
Kalau kita lihat di 2 Korintus 3:5-6.."5Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. 6Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.
Jadi, Paulus di sini menjelaskan bahwa kami tidak sanggup, seolah-olah itu pekerjaan kami sendiri. Semua itu adalah pekerjaan Allah, dan semuanya itu adalah pengorbanan Kristus. Karena, apa yg Yesus kerjakan di atas kayu salib, itulah yg memampukan kita. Jadi, kalau kita bicara mengenai iman, kita tidak bisa bicara mengenai kesombongan. Karena ini adalah 2 hal yg berbeda. Ada yg berkata,"saya ini orang beriman." Tetapi, hidupnya sombong. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, iman adalah sebuah pengertian bahwa saya tidak mampu, bahwa saya tidak bisa berbuat apa-apa/tidak sanggup berbuat apa saja, tetapi Kristus yg buat kekuatan buat saya. Anugrah memberikan keberanian buat saya, kuasa Roh Kudus yg menciptakan keberhasilan buat kita.
Jelas di sini untuk kita bahwa biji sesawi adalah lambang dari ketidakmampuan. Makanya Yesus berkali-kali bilang, bahwa kesombongan, tinggi hati, keangkuhan, ditentang oleh Allah, bahkan di dalam perjanjian lama dijelaskan..."Aku tidak suka mereka yg melakukan keangkuhan. Alkitab dengan jelas berkata,"orang sombong, aku benci."
Oleh sebab itu di dalam doa Musa di Mazmur 90.."Manusia hari-harinya seperti rumput, tidak berdaya, pagi dia bertumbuh, tetapi pada waktu petang ia lisut dan layu." Kami semua hilang karena gemasmu. Tetapi, ajar kami menghitung hari-hari sedemikian, agar kami beroleh hati bijaksana. Dengan lain kata, sejauh kami dekat pada Tuhan, sejauh kami menyadari berkat-berkat dan anugrah-anugrah Tuhan yg telah IA sediakan buat kami, maka hidup kami akan memandang pada Kemuliaan Allah yg luar biasa.
2. Biji sesawi melambangkan pertumbuhan
Yesus bilang Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 32Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." Walaupun yg paling kecil, tetapi ia tumbuh menjadi yg paling besar.
Jadi, Yesus mau gambarkan bahwa hidup Kristen yg tidak bertumbuh adalah hidup Kristen yg menjadi batu sandungan. Kalau kita mengaku Kristen, tetapi tetap berzinah/judi, kita tetap memaki orang, egois dan inginnya menang sendiri, serakah dan munafik, itu bukanlah kehidupan yg Allah hendaki. Jadi, bila hidup Kristen kita tidak bertumbuh, kita bukanlah orang Kristen yg sebenarnya. Tetapi orang Kristen yg sejati adalah orang menjadikan Yesus Kristus sebagai dasar utama kehidupannya.
Sama seperti bayi, tadinya tidak mengerti apa-apa, tadinya hanya menuntut. Kalau lapar menangis, kalau popoknya basah menangis. Dia hanya meminta perhatian dan menuntut haknya, ia hanya minta pertolongan, dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi, semakin dia besar, semakin dia bisa menolong, semakin dia bisa bertanggung jawab, mulai melakukan tugasnya sampai akhirnya ia menjadi dewasa. Setelah dewasa, ia tidak perlu lagi menuntut haknya, tetapi mengerjakan tanggung jawabnya. Jadi, setelah ia bertumbuh, ia selalu berfokus bahwa saya mau buat ini untuk Tuhan. Semakin dewasa, semakin ia memiliki kerinduan untuk menyenangkan hati Tuhan. Kita yg sebagai orang percaya, biarlah mau menjadi berkat bagi banyak orang.
3. Biji sesawi melambangkan pertumbuhan iman kita
Matius 17:20 "Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Pertumbuhan kita dan kemampuan kita sangat bergantung dengan iman kita. Itulah sebabnya Yesus berkata,"Jika anak Manusia datang kembali, masihkah dijumpai iman!" Walaupun iman kita kecil, tetapi kita tabur firman, kita praktekan dalam kehidupan kita sehari-hari, maka iman kita akan terus bertumbuh, kita maju dalam kemenangan, sehingga menjadi berkat bagi banyak orang, haleluya!
Doa:
Bapa, terima kasih buat saat ini, saya berdoa untuk kami semua yg berbeban dan bermasalah dengan kehidupan kami, kami berdoa, di dalam Nama Yesus, Tuhan kerjakan mujijat, sehingga saat ini kami dapat berkata, Inilah hari yg Tuhan jadikan buat kami, dan kami mengalami kemenangan serta mujijat yg Tuhan sediakan, haleluya, amin!
Sunday, February 5, 2012
198. Benih yang tumbuh - Markus 4:26-29
Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan hidup Kekristenan seringkali digambarkan sebagai benih, kenapa? Karena, benih itu selalu berbicara mengenai kehidupan, dan saya percaya bahwa hidup Kristen bukanlah hidup yg mati, atau memiliki sebuah agama. Tetapi hidup Kristen adalah hidup yg bertumbuh, yg mengalami kehidupan yg sebenarnya, kita mengiring Yesus dengan sukacita, kita mengiring Yesus dengan kemenangan dan sorak sorai, haleluya!
Markus 4:
26Lalu kata Yesus:"Beginilah hal Kerajaan Allah itu:seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, 27lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. 28Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. 29Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."
Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, bila kita merenungkan ayat ini, maka kita ada dalam pertanyaan yg sederhana, kenapa Yesus gambarkan kehidupan ini sebagai benih?
Ada beberapa hal yg dapat kita pelajari:
1. Hidup ini adalah sebuah proses
Yesus mau jelaskan bahwa hidup ini tidak bisa instant. Kadang kala, kita berdoa sekarang, kita ingin mendapatkan jawaban sekarang juga, karena percaya bahwa di dalam Allah tidak ada perkara yg mustahil. Tetapi Yesus sedang mau jelaskan bahwa hidup adalah sebuah proses. Melalui proses itu kita dididik, dilatih, disempurnakan oleh Tuhan, melalui proses itu kita diperbaharui oleh Tuhan.
Sehingga semakin hari semakin mengasihi Tuhan, semakin dewasa, semakin mengalami cinta Tuhan yg luar biasa. Jadi, hidup ini adalah sebuah proses. Jadi, bila kamu berdoa dan doamu itu belum dijawab, tetap....tetap...tetaplah berdoa! Karena, Yesus gambarkan sama seperti benih. Kalaulah saudara tanam, saudara tidak bisa menuai hasilnya sekarang, tetapi harus ada waktu penantian, kesabaran, haruslah ada saat menyiram, memberi pupuk, merawatnya. Tetapi, semuanya itu kalau kita lakukan dengan baik, maka hasilnya pasti jelas.
Mungkin saudara sudah menikah 7 tahun, tetapi saudara dengan pasangan saudara, dengan mertua saudara, dengan ipar-ipar saudara. Koq..perasaan tidak merasa cocok. Sehingga ada perasaan yg muncul....kalau begitu, saya bercerai saja deh! Saya engga tahan deh..dengan istri/suami..ipar-ipar atau mertua saya! Tetapi, saya mau ingatkan hari ini, bahwa hidup ini adalah sebuah proses. Saudara sepertinya merasa gagal. Tetapi persoalannya sebenarnya sederhana, karena yg namanya gagal itu adalah persoalan yg belum berhasil. Dan belum berhasil itu bukan berarti gagal. Saya ambil contoh sederhana, anak saudara kuliah tingkat 2, apakah dia sudah sarjana/belum?
Jawabannya, belum dong...karena baru tingkat 2. Pertanyaan saya sederhana? Dia gagal ga jadi sarjana? Belum...dia hanya belum berhasil. Suatu saat, kalau dia sungguh-sungguh, dia pasti jadi sarjana. Tetapi, saat ini dia belum berhasil. Begitupun dalam proses kita. Kadang kala kalau kita belum berhasil, itu pasti gagal, doa belum dapat jawaban, berarti saya gagal. Sebagai hamba Allah saya mau ingatkan, tidak ada analogi seperti itu. Kalaupun saya belum berhasil, saya tetap maju, saya tetap setia. Karena Tuhan berjanji bahwa saya tidak akan dibiarkannya menjadi ekor, tetapi saya akan diangkat naik dan menjadi kepala.
2. Hidup yg sehat pasti bertumbuh
Kalaulah benihnya baik, perawatannya baik, otomatis ia bertumbuh. Hidup Kristen juga sama. Kalau hati kita bersih, Firman yg kita dengar baik, lalu langkah kita benar sesuai dengan Firman Tuhan, maka hidup kekristenan kita harus bertumbuh. Kalaulah kita bertahun-tahun menjadi orang Kristen tetapi tetap kuatir. Bertahun-tahun jadi orang Kristen tetapi tetap munafik, egois. Maka saya sebagai hamba Allah mau tegaskan, berarti anda tidak bertumbuh di dalam kehidupan Kekristenan.
Dan kalaulah saudara mengaku sudah menjadi orang Kristen, tetapi sulit untuk lepas dari roko, judi, suka pukul istri, tidak tertarik dengan pekerjaan Tuhan, dan tidak menggambarkan diri seorang yg kudus. Tetapi sukanya mengkritik hamba Tuhan. Sebagai hamba Allah saya mau beritahu. Saudara boleh kritik semua hamba Tuhan, tetapi Yesus tetap mengasihi saudara. Inilah saatnya saudara kembali pada Tuhan, inilah saatnya saudara datang pada Tuhan. Saudara harus diubahkan dan mengenakan manusia baru. Kita seharusnya berkata,"Hidupku bukannya aku lagi, tetapi Kristulah yg hidup di dalam aku!"
3. Hasil kehidupan ini sangat tergantung dengan apa yg kita tanam
Apa yg kita tuai, sangat tergantung dengan apa yg kita tanam. Sederhana sekali, saudara tanam biji mangga, maka yg saudara tuai adalah buah mangga. Makanya Yesus bilang pada ayat yg ke-29Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba." Jadi, akhirnya si petani bisa menjual hasil ladangnya dan menikmati hasil tuaiannya, si petani bisa membeli makanan buat anak-anaknya, si petani bisa menyekolahkan anak-anaknya.
Dan itu semua tergantung dari pada apa yg ia tanam, tergantung bagaimana ketekunan ia merawatnya. Nah, hal itu juga sama dengan kita. Kalau kita memiliki hati yg bersih, yg kita tanam dalam hidup ini adalah kesabaran, kasih, kesetiaan dan ketekunan, maka saya percaya bahwa kita akan menuai perkara-perkara besar dalam hidup kita. Bila ada di antara saudara yg merasa bahwa saudara gagal, merasa bahwa saya tidak punya apa-apa, saya hanyalah orang miskin yg menantikan uluran tangan dan belas kasihan orang.
Maka sebagai hamba Allah saya mau ingatkan, kalau engkau mengenal Kristus sebagai Allah dan Rajamu, engkau bukanlah orang miskin!
Engkau adalah anak raja di atas segala raja, anak Tuhan di atas segala Tuhan. Mungkin saudara berkata,"tetapi saya gagal di dalam hidup ini!" Jawaban saya sederhana, engkau bukan gagal, tetapi engkau harus kembali melihat rencana Allah. Biarlah engkau tanam kerja keras, kesabaran, ketekunan, maka engkau akan melihat berkat-berkat Allah yg luar biasa! Mungkin yg engkau tabur hari-hari ini adalah kebencian, keserakahan, keegoisan, tetapi yg engkau tuai hanyalah kehancuran di dalam hidupmu.
Doa:
Hamba berdoa untuk setiap kami sekalian, yg berbeban berat, bermasalah. Kami percaya bahwa di dalam Tuhan Yesus tidak ada perkara yg mustahil, Biarlah Tuhan jamah, Tuhan pulihkan dan kerjakan mujijat, sehingga umatmu boleh melihat Kemuliaan Tuhan yg luar biasa, haleluya, amin!
Markus 4:
26Lalu kata Yesus:"Beginilah hal Kerajaan Allah itu:seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, 27lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. 28Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. 29Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."
Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, bila kita merenungkan ayat ini, maka kita ada dalam pertanyaan yg sederhana, kenapa Yesus gambarkan kehidupan ini sebagai benih?
Ada beberapa hal yg dapat kita pelajari:
1. Hidup ini adalah sebuah proses
Yesus mau jelaskan bahwa hidup ini tidak bisa instant. Kadang kala, kita berdoa sekarang, kita ingin mendapatkan jawaban sekarang juga, karena percaya bahwa di dalam Allah tidak ada perkara yg mustahil. Tetapi Yesus sedang mau jelaskan bahwa hidup adalah sebuah proses. Melalui proses itu kita dididik, dilatih, disempurnakan oleh Tuhan, melalui proses itu kita diperbaharui oleh Tuhan.
Sehingga semakin hari semakin mengasihi Tuhan, semakin dewasa, semakin mengalami cinta Tuhan yg luar biasa. Jadi, hidup ini adalah sebuah proses. Jadi, bila kamu berdoa dan doamu itu belum dijawab, tetap....tetap...tetaplah berdoa! Karena, Yesus gambarkan sama seperti benih. Kalaulah saudara tanam, saudara tidak bisa menuai hasilnya sekarang, tetapi harus ada waktu penantian, kesabaran, haruslah ada saat menyiram, memberi pupuk, merawatnya. Tetapi, semuanya itu kalau kita lakukan dengan baik, maka hasilnya pasti jelas.
Mungkin saudara sudah menikah 7 tahun, tetapi saudara dengan pasangan saudara, dengan mertua saudara, dengan ipar-ipar saudara. Koq..perasaan tidak merasa cocok. Sehingga ada perasaan yg muncul....kalau begitu, saya bercerai saja deh! Saya engga tahan deh..dengan istri/suami..ipar-ipar atau mertua saya! Tetapi, saya mau ingatkan hari ini, bahwa hidup ini adalah sebuah proses. Saudara sepertinya merasa gagal. Tetapi persoalannya sebenarnya sederhana, karena yg namanya gagal itu adalah persoalan yg belum berhasil. Dan belum berhasil itu bukan berarti gagal. Saya ambil contoh sederhana, anak saudara kuliah tingkat 2, apakah dia sudah sarjana/belum?
Jawabannya, belum dong...karena baru tingkat 2. Pertanyaan saya sederhana? Dia gagal ga jadi sarjana? Belum...dia hanya belum berhasil. Suatu saat, kalau dia sungguh-sungguh, dia pasti jadi sarjana. Tetapi, saat ini dia belum berhasil. Begitupun dalam proses kita. Kadang kala kalau kita belum berhasil, itu pasti gagal, doa belum dapat jawaban, berarti saya gagal. Sebagai hamba Allah saya mau ingatkan, tidak ada analogi seperti itu. Kalaupun saya belum berhasil, saya tetap maju, saya tetap setia. Karena Tuhan berjanji bahwa saya tidak akan dibiarkannya menjadi ekor, tetapi saya akan diangkat naik dan menjadi kepala.
2. Hidup yg sehat pasti bertumbuh
Kalaulah benihnya baik, perawatannya baik, otomatis ia bertumbuh. Hidup Kristen juga sama. Kalau hati kita bersih, Firman yg kita dengar baik, lalu langkah kita benar sesuai dengan Firman Tuhan, maka hidup kekristenan kita harus bertumbuh. Kalaulah kita bertahun-tahun menjadi orang Kristen tetapi tetap kuatir. Bertahun-tahun jadi orang Kristen tetapi tetap munafik, egois. Maka saya sebagai hamba Allah mau tegaskan, berarti anda tidak bertumbuh di dalam kehidupan Kekristenan.
Dan kalaulah saudara mengaku sudah menjadi orang Kristen, tetapi sulit untuk lepas dari roko, judi, suka pukul istri, tidak tertarik dengan pekerjaan Tuhan, dan tidak menggambarkan diri seorang yg kudus. Tetapi sukanya mengkritik hamba Tuhan. Sebagai hamba Allah saya mau beritahu. Saudara boleh kritik semua hamba Tuhan, tetapi Yesus tetap mengasihi saudara. Inilah saatnya saudara kembali pada Tuhan, inilah saatnya saudara datang pada Tuhan. Saudara harus diubahkan dan mengenakan manusia baru. Kita seharusnya berkata,"Hidupku bukannya aku lagi, tetapi Kristulah yg hidup di dalam aku!"
3. Hasil kehidupan ini sangat tergantung dengan apa yg kita tanam
Apa yg kita tuai, sangat tergantung dengan apa yg kita tanam. Sederhana sekali, saudara tanam biji mangga, maka yg saudara tuai adalah buah mangga. Makanya Yesus bilang pada ayat yg ke-29Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba." Jadi, akhirnya si petani bisa menjual hasil ladangnya dan menikmati hasil tuaiannya, si petani bisa membeli makanan buat anak-anaknya, si petani bisa menyekolahkan anak-anaknya.
Dan itu semua tergantung dari pada apa yg ia tanam, tergantung bagaimana ketekunan ia merawatnya. Nah, hal itu juga sama dengan kita. Kalau kita memiliki hati yg bersih, yg kita tanam dalam hidup ini adalah kesabaran, kasih, kesetiaan dan ketekunan, maka saya percaya bahwa kita akan menuai perkara-perkara besar dalam hidup kita. Bila ada di antara saudara yg merasa bahwa saudara gagal, merasa bahwa saya tidak punya apa-apa, saya hanyalah orang miskin yg menantikan uluran tangan dan belas kasihan orang.
Maka sebagai hamba Allah saya mau ingatkan, kalau engkau mengenal Kristus sebagai Allah dan Rajamu, engkau bukanlah orang miskin!
Engkau adalah anak raja di atas segala raja, anak Tuhan di atas segala Tuhan. Mungkin saudara berkata,"tetapi saya gagal di dalam hidup ini!" Jawaban saya sederhana, engkau bukan gagal, tetapi engkau harus kembali melihat rencana Allah. Biarlah engkau tanam kerja keras, kesabaran, ketekunan, maka engkau akan melihat berkat-berkat Allah yg luar biasa! Mungkin yg engkau tabur hari-hari ini adalah kebencian, keserakahan, keegoisan, tetapi yg engkau tuai hanyalah kehancuran di dalam hidupmu.
Doa:
Hamba berdoa untuk setiap kami sekalian, yg berbeban berat, bermasalah. Kami percaya bahwa di dalam Tuhan Yesus tidak ada perkara yg mustahil, Biarlah Tuhan jamah, Tuhan pulihkan dan kerjakan mujijat, sehingga umatmu boleh melihat Kemuliaan Tuhan yg luar biasa, haleluya, amin!
Friday, November 25, 2011
Giving thanks
Giving Thanks
"Rejoice always, pray constantly, give thanks in all circumstances; for this is the will of God in Christ Jesus for you."
1 Thessalonians 5:16-18, RSV
Recently my daughter-in-law posted a comment on Facebook which really got me thinking. She wrote “Imagine if you woke up tomorrow with only the things you were thankful for today...”
I was prompted to consider firstly all those aspects of my life that I could give thanks to the Lord for – my family, my health, my work, my friends – to begin with. Secondly, I had to acknowledge that I don’t regularly give thanks for all these, and other, blessings.
What are the blessings in your life? Let’s pause right now and give thanks to our Heavenly Father for them.
But the quote is deficient in trying to capture the more comprehensive view of thankfulness that we find expressed in the Bible. Our passage above, from 1 Thessalonians 5, instructs us to give thanks in all circumstances. Which circumstances? The good times, happy times, prosperous times? Yes, but also in the times when we are suffering. When we are disappointed, rejected, hurt, ignored. When we fail. When we sin. In ALL circumstances give thanks. Yes, even when we don’t feel like it, we are to give thanks. Why? The answer is encapsulated in the second part of the verse. We rejoice always, pray constantly and give thanks in all circumstances because this is God’s will for us in Christ Jesus. Even in dreadful circumstances it is possible to give thanks – for in Christ Jesus we are able to know that God our Father has all circumstances in His sovereign hands. We are secure in Him even in the storms of life. Knowing this enables us to be thankful.
Prayer: Father, I am sorry that I haven’t been giving thanks in all circumstances. It seems too difficult at times. Will You please help me to lift my eyes up to You and trust that You have all things under control – and even when I don’t understand why things are happening as they are – that You will help me to thank You anyway. Thank You Father. Amen.
Today's Writer : Paul Watson Paul Watson was for 15 years an Anglican Minister in Sydney, Australia before joining Ellel Ministries full time in 2004. Together with his wife Diane he was involved in establishing the first Australian Ellel Ministries centre “Gilbulla” near Sydney. Currently they are leading the work in Western Australia, based at ‘Springhill’ near Perth. Paul, a member of the Ellel Ministries International Executive, serves as Regional Director for Australia & the Pacific as well as Regional Director for the Indian sub-continent. Paul & Diane have 4 adult children and 4 grandchildren.
"Rejoice always, pray constantly, give thanks in all circumstances; for this is the will of God in Christ Jesus for you."
1 Thessalonians 5:16-18, RSV
Recently my daughter-in-law posted a comment on Facebook which really got me thinking. She wrote “Imagine if you woke up tomorrow with only the things you were thankful for today...”
I was prompted to consider firstly all those aspects of my life that I could give thanks to the Lord for – my family, my health, my work, my friends – to begin with. Secondly, I had to acknowledge that I don’t regularly give thanks for all these, and other, blessings.
What are the blessings in your life? Let’s pause right now and give thanks to our Heavenly Father for them.
But the quote is deficient in trying to capture the more comprehensive view of thankfulness that we find expressed in the Bible. Our passage above, from 1 Thessalonians 5, instructs us to give thanks in all circumstances. Which circumstances? The good times, happy times, prosperous times? Yes, but also in the times when we are suffering. When we are disappointed, rejected, hurt, ignored. When we fail. When we sin. In ALL circumstances give thanks. Yes, even when we don’t feel like it, we are to give thanks. Why? The answer is encapsulated in the second part of the verse. We rejoice always, pray constantly and give thanks in all circumstances because this is God’s will for us in Christ Jesus. Even in dreadful circumstances it is possible to give thanks – for in Christ Jesus we are able to know that God our Father has all circumstances in His sovereign hands. We are secure in Him even in the storms of life. Knowing this enables us to be thankful.
Prayer: Father, I am sorry that I haven’t been giving thanks in all circumstances. It seems too difficult at times. Will You please help me to lift my eyes up to You and trust that You have all things under control – and even when I don’t understand why things are happening as they are – that You will help me to thank You anyway. Thank You Father. Amen.
Today's Writer : Paul Watson Paul Watson was for 15 years an Anglican Minister in Sydney, Australia before joining Ellel Ministries full time in 2004. Together with his wife Diane he was involved in establishing the first Australian Ellel Ministries centre “Gilbulla” near Sydney. Currently they are leading the work in Western Australia, based at ‘Springhill’ near Perth. Paul, a member of the Ellel Ministries International Executive, serves as Regional Director for Australia & the Pacific as well as Regional Director for the Indian sub-continent. Paul & Diane have 4 adult children and 4 grandchildren.
Steps in the dark
Steps in the dark
"Faith is being sure of what we hope for and certain of what we do not see."
Hebrews 11:1, NIV
There are times when we find it hard to trust God in the unknowns of life even though many of us are very familiar with this much-quoted text. In a recent prayer meeting someone was given a clear illustration of the principle of walking by faith which really encouraged us, and I share it with you.
The lighting in the corridors of Glyndley Manor has been upgraded this year (so that it’s legal, but also more effective). Each corridor has several low-energy ‘downlighters’ in it, but only one or two are on permanently. The remainder come on as you walk down the corridor, activated by a movement sensor. So at night you start your journey down the corridor just able to see what is immediately ahead, the remainder of the way being in darkness. However, as you step forward into the gloom the other lights come on, and all is revealed!
How like the way God expects us to live our lives here! He sets us the general direction, but often we can’t see what’s lying ahead of us. At this point we have two choices: stay where we are and cry out to God to “turn the light on” so we can see all the way ahead, or trust Him and take those small steps into the dark which will result in more light being shed ahead of us. As we walk forward in Him we may well encounter more ‘dark’ areas. For example, once we have established the ministry God asked us to, we then meet the challenge of ongoing resources being needed to see it continue. Are we going to stand still and shout at God, or believe He asks us to step forward in faith and see what happens next?
God is the God of miracles – we’ve been reminded of this many times, not least in the story of the founding of Ellel Ministries at Ellel Grange. If we believe it, let’s live in that faith and step into what may seem dark at the moment. The Holy Spirit is a ‘movement sensor’ and He will quickly report to the Father so He can turn on the light for your path!
Prayer: Father, thank You that Your Word is a lamp to our feet. Help us to believe Your Word and step out in its truth, so our ways will be enlightened and our faith strengthened. Amen.
Today's Writer : John Berry John Berry is Team Pastor and part of the Leadership Team at Ellel Glyndley Manor, with his wife Jennie, having previously been in Baptist church ministry for over 30 years. His heart is for the equipping of the church for its ministry, and he sees the healing and deliverance ministry of Ellel as an essential part of this. John has travelled widely in the course of his work, and enjoys being a grandfather 6 times over!
"Faith is being sure of what we hope for and certain of what we do not see."
Hebrews 11:1, NIV
There are times when we find it hard to trust God in the unknowns of life even though many of us are very familiar with this much-quoted text. In a recent prayer meeting someone was given a clear illustration of the principle of walking by faith which really encouraged us, and I share it with you.
The lighting in the corridors of Glyndley Manor has been upgraded this year (so that it’s legal, but also more effective). Each corridor has several low-energy ‘downlighters’ in it, but only one or two are on permanently. The remainder come on as you walk down the corridor, activated by a movement sensor. So at night you start your journey down the corridor just able to see what is immediately ahead, the remainder of the way being in darkness. However, as you step forward into the gloom the other lights come on, and all is revealed!
How like the way God expects us to live our lives here! He sets us the general direction, but often we can’t see what’s lying ahead of us. At this point we have two choices: stay where we are and cry out to God to “turn the light on” so we can see all the way ahead, or trust Him and take those small steps into the dark which will result in more light being shed ahead of us. As we walk forward in Him we may well encounter more ‘dark’ areas. For example, once we have established the ministry God asked us to, we then meet the challenge of ongoing resources being needed to see it continue. Are we going to stand still and shout at God, or believe He asks us to step forward in faith and see what happens next?
God is the God of miracles – we’ve been reminded of this many times, not least in the story of the founding of Ellel Ministries at Ellel Grange. If we believe it, let’s live in that faith and step into what may seem dark at the moment. The Holy Spirit is a ‘movement sensor’ and He will quickly report to the Father so He can turn on the light for your path!
Prayer: Father, thank You that Your Word is a lamp to our feet. Help us to believe Your Word and step out in its truth, so our ways will be enlightened and our faith strengthened. Amen.
Today's Writer : John Berry John Berry is Team Pastor and part of the Leadership Team at Ellel Glyndley Manor, with his wife Jennie, having previously been in Baptist church ministry for over 30 years. His heart is for the equipping of the church for its ministry, and he sees the healing and deliverance ministry of Ellel as an essential part of this. John has travelled widely in the course of his work, and enjoys being a grandfather 6 times over!
Subscribe to:
Posts (Atom)