Sunday, May 8, 2011

187. Hal berpuasa - Markus 2:18-22

Sampai hari ini ada perdebatan, apakah orang Kristen perlu berpuasa?
Banyak pertanyaan yg selalu memperdebatkan apakah anak-anak Tuhan perlu berpuasa? Bukankah itu peraturan perjanjian lama? Tetapi, Yesus engga pernah ajarkan secara khusus mengenai berpuasa. Kalau kita lihat di Markus 2:

18Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus:"Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak? 19Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. 20Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. 21Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. 22Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.

Nah, kalau kita lihat ayat-ayat di atas, sepertinya engga berhubungan. Yesus di sisi lain berbicara mengenai puasa. Sedang di sisi lain, Yesus berbicara mengenai secarik kain yang belum susut pada baju yang tua. Tetapi, di sisi lain berbicara mengenai anggur baru yg disimpan dalam kantong kulit yg lama. Tetapi, sebetulnya lewat pertanyaan-pertanyaan orang, Yesus sedang bilang,"hei, puasa adalah tetap sesuatu yg mutlak diperlukan."

Mengapa kita perlu berpuasa?

1. Puasa adalah salah 1 cara agar kita dapat lebih akrab dengan Tuhan
Yesus sedang mau jelaskan bahwa puasa bukanlah kegiatan agamawi belaka. Puasa bukanlah sekedar melakukan apa yg ditulis oleh Hukum Taurat tanpa mengerti mengenai maknanya. Tetapi, puasa adalah salah 1 cara agar kita dapat lebih akrab dengan Tuhan.
Ada banyak orang yg menjadikan puasa sebagai aksi mogok makan di hadapan Tuhan. Dengan lain kata, kalau saya berdoa, dan saya belum mendapatkan jawaban doa, maka saya akan puasa di hadapan Tuhan, sampai saya dapat jawaban. Kita sepertinya dengan berpuasa, kita memaksa Tuhan.

Puasa bukanlah memaksa Tuhan untuk melakukan apa yg saya mau. Tetapi dengan berpuasa, itu memaksa saya untuk berjalan lebih dekat dengan Tuhan, memaksa saya agar tidak terikat dengan hal-hal duniawi. Memaksa saya agar tidak terikat dengan kesenangan-kesenangan daging. Tetapi sebaliknya kesenangan daging tunduk pada Kuasa Allah, dan mengalami kasih Allah. Itulah yg Yesus maksud dengan keakrabannya. Yesus bilang,"Kalau kamu bersama-sama dengan Aku, kamu tidak usah berpuasa."

Karena Aku sendiri sudah akrab dengan kamu, Aku sendiri sudah dekat dengan kamu. Pada saat Aku pergi, ada saatnya kamu tidak mengerti dengan maksudKU. Roh Kudus berbicara dan hatimu terlalu keras untuk memahaminya. Oleh karena itu engkau perlu berpuasa, supaya Roh Kudus lebih jelas kita dengar, kita perlu berpuasa, supaya kita dapat mengerti kehendak Tuhan. Kita perlu puasa, supaya kita dapat berjalan di jalan Tuhan, sehingga kita dapat mengerti, apa maunya Tuhan di setiap jalan-jalan/langkah-langkah kehidupan kita. Berarti kalau kita mau lebih akrab dengan Tuhan, maka mutlak Kekristenan kita harus diisi dengan puasa.

Memang, ada orang yg memiliki penafsiran yg berbeda mengenai puasa. Ada orang yg berpendapat puasa itu dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Sebagian lagi ada yg berkata," Puasa itu mengurangi 1 kali kebiasaan makan." Misalnya: saya biasa makan pagi, siang dan malam. Maka saya hanya makan pagi saja, makan siang tidak saya jamah, lalu saya makan malam. Ada lagi yg berpuasa selama 3 hari, dan tiap hari hanya makan 1 kali, jadi total makan hanya 3 kali selama 3 hari itu. Ada juga yg berpuasa, dengan tidak makan apa yg saya sangat sukai. Misalnya, saya suka sekali makan daging. Maka, selama saya puasa, saya tidak makan daging sama sekali.

Tetapi, arti berpuasa sebenarnya adalah: menyalibkan daging/menyalibkan segala kesenangannya. Untuk apa? Agar kita dapat lebih akrab dengan Tuhan, karena manusia bukan hidup hanya dari roti saja, tetapi dari Firman yg keluar dari Mulut Allah. Itu berarti, saat berpuasa, kita harus baca Firman lebih sering. Kita harus selalu berkomunikasi dengan Tuhan. Kalaulah saya hanya berpuasa dan menunggu waktu buka, dan saya hanya jalan-jalan di Mall. Itu namanya bukan puasa, tetapi diet saudara-saudara sekalian. Tetapi, puasa sebenarnya adalah: saya berpuasa, bukan saya ingin kurus, dan memaksa Tuhan, tetapi agar saya dapat lebih akrab dengan Tuhan.

2. Puasa adalah tanda kehidupan yg senantiasa selalu diperbaharui
Dikatakan di ayat yg ke-21 Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. Nah, Yesus berkata,"Orang berpuasa bukanlah memaksakan." Tetapi, orang berpuasa, memperbaharui segenap kehidupanNYA. Kemudian, Yesus juga berbicara di ayat yg ke-22Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.

Jadi, berpuasa bukanlah karena kita memiliki keinginan daging. Lalu memaksakan keinginan daging kita, agar keinginan daging kita terpenuhi. Anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula. Ini berarti, kehidupan kita senantiasa selalu diperbaharui. Hal yg engga beres dibersihkan. Kantong-kantong yg tua, hal-hal pemikiran yg tidak berkenan dengan Tuhan, hal-hal duniawai/daging dibereskan di dalam kehidupan kita, sehingga kita memperoleh kantong yg baru, anggur yg baru, kehidupan yg diperbaharui. Sehingga kita dapat berkata,"Kehidupanku bukan kehidupan aku lagi, melainkan Kristus yg hidup di dalam Aku."

3. Puasa bukanlah sekedar tindakan rohani tanpa pengertian
Bukan karena orang lain berpuasa, kemudian kita berpuasa. Bukan hanya sekedar menurut Alkitab kita harus berpuasa, maka kita berpuasa. Tetapi perlu adanya pemahaman yg dalam. Bahwa dalam puasa saya, saya dapat mengenal Kristus lebih dalam lagi. Dengan puasa saya, saya mau lepaskan kebiasaan-kebiasaan buruk. Dalam puasa saya, saya mau bebas dari ikatan benci, dendam, amarah. Tetapi, supaya saya dapat berkata,"Kemuliaan Kristus dapat terbit dalam hidup saya." Haleluya, amin!

Doa:
Bapa, terima kasih bahwa Kristus adalah Tuhan yg ingin dekat dengan kami. Kami mau berpuasa, agar kami dapat hidup lebih akrab dengan Tuhan. Kami mau tanggalkan manusia lama kami, dan kami mau mengenakan manusia baru kami. Waktu kami berpuasa kami dapat masuk ke dalam pengenalan dan pemahaman Allah yg benar. Bahwa Allah kami adalah Allah yg menyatakan KemuliaanNYA. Bapa, tolong kami yg sakit, dan berbeban berat, di dalam Nama Yesus, biarlah Mujijat dan kemenangan turun atas hidup kami, di dalam Nama Yesus kami berdoa, haleluya, amin!

Tuesday, May 3, 2011

Called Home

Called Home

"So it is stated elsewhere: "`You will not let your Holy One see decay.` "For when David had served God`s purpose in his own generation, he fell asleep; he was buried with his fathers and his body decayed. But the one whom God raised from the dead did not see decay.""
Acts 13:36, NIV

A few years ago I was listening to a sermon on my laptop. It was a powerful message, holding nothing back, and yet I sensed great humility in the speaker. Not having listened to this man speak before, I asked a trusted friend if my sense about this man was correct and he agreed. The name of the man was David Wilkerson, who sadly went to be with the Lord on 27 April following a car accident in Texas. I was deeply touched by the obedience, courage and perseverance of David, as, I suspect, were many of the 15 million or more who read his book, `The Cross and the Switchblade`.

David went on to found many Christian ministries including `Teen Challenge`, `World Challenge`, `Please Pass the Bread` and Times Square Church in New York. You can read more about his life and work on the various websites. Gary Wilkerson, David`s son, says in his tribute to his father, "I know that if my father were able to encourage you with his words today, he would invite you to give your all to Jesus, to love God deeply and to give yourself away to the needs of others"

As the scripture at the top reminds us, David died and his body was buried and decayed. But death could not hold Jesus, the Holy One, and God raised him from the dead that we also might enter into all that Jesus` death obtained for us, if we choose to receive Him and be obedient to His calling; neither can death hold all those who are alive in Christ before they physically die. For David Wilkerson there has been a joyful reunion with his Saviour - something we can all look forward to when we know the One who bridged, for us, the chasm of death.

Prayer: Thank you Lord for the life and witness of David Wilkerson and the thousands of drug addicts and starving he reached around the world with Your love, Truth, Healing, Freedom and Feeding. We lift his family to you in this time of loss, particularly his wife recovering in hospital, and the many organisations he founded that put the Gospel into action. Help us to be inspired by David`s obedience and to give our all to Jesus, to love God deeply and give ourselves away to the needs of others. In Jesus` Name, Amen.

Today's Writer : Martin Knapp Martin Knapp Martin and Ginny have been married for 37 years and are blessed with 3 children and 2 grandchildren. They first met Ellel Ministries in 1990 and in April last year, after a number of years at Ellel Pierrepont, Martin became the centre director of Ellel Grange - the UK home of the 9-week Flagship programme of discipleship, equipping, healing and deliverance, Modular Schools and the 9-day `Heart to Heart` fast-track programme to encourage and equip Pastors and Leaders in the healing ministry.

Sunday, May 1, 2011

186. Yesus datang bukan untuk orang benar - Markus 2:13-17

Banyak orang yg seringkali membuat suatu pemisahan, kalaulah saya orang berdosa, maka Yesus tidak akan menerima saya. Dan ada banyak pemikiran, kalau saya jatuh dalam dosa, saya engga layak datang ke gereja, Tuhan engga akan terima saya, dosa saya sudah terlalu banyak. Tetapi berita baik untuk kita semua, Yesus datang bukan untuk orang benar, melainkan untuk orang berdosa.

Kalaulah ada diantara kita yg telah jatuh dalam dosa, mungkin saudara adalah seorang homoseksual, mungkin saudara adalah seorang lesbian/pelacur atau saudara lari dan tinggal dengan sumai orang. Atau ada di antara saudara yg terlibat dengan obat terlarang/penyelundup dan hidup dalam kejahatan. Saya mau beritahu bahwa Yesus menantikan saudara. Yesus mau buka tangan untuk saudara dan berkata,"Anakku..Aku mengasihi engkau!" Yesus benci dengan dosanya. Karena dosa itu menyengsarakan dan menjajah hidup saudara, dosa itu akan membuat hidupmu tidak akan pernah bisa bahagia.

Tetapi Yesus selalu mengasihi kita semua. Dan oleh karena kasihNYA, Yesus mau menerima, memberkati dan membuat perkara besar dalam hidup saudara, haleluya! Di dalam Markus 2:

13Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. 14Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. 15Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. 16Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 17Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Jadi, jelas di sini bahwa Yesus datang untuk menyatakan/memproklamirkan bahwa Ia datang bukan untuk orang benar, tetapi untuk orang berdosa. Apakah itu berarti orang benar dan orang baik tidak diterima oleh Yesus? Apakah saya harus berbuat dosa terlebih dahulu supaya saya diterima Yesus. Apakah saya harus hidup dalam kebejatan dulu supaya saya terima berkat Tuhan. Saudaraku, yg kekasih itu adalah suatu pandangan yg keliru. Suatu kali setelah kebaktian ada seorang yg datang kepada saya dan berkata,"pendeta, saya ini tidak pernah buat kejahatan, tidak pernah minum alkohol, merokok, tidak pernah nonton blue film!" Kemudian saya berkata,"apa yg bisa saya bantu?"

Kenapa hidup saya tidak mengalami kuasa Tuhan yg luar biasa. Sementara kalau saya dengar kesaksian-kesaksian, orang-orang yg tadinya pembunuh, penzinah, pemabuk dan terlibat dengan obat terlarang, koq sepertinya mereka gampang sekali mengalami mujijat dalam hidup mereka? Tidak seperti saya pribadi? Kemudian saya berkata,"itu kan, pandangan yg setan taruh dalam hidup saudara, sepertinya kamu terseret dengan kesenangan dunia." Ingatkah cerita tentang si sulung dan bungsu. Ketika si bungsu telah pergi jauh menghabiskan harta ayahnya dan kembali lagi. Ayahnya malah membuat pesta. Tetapi, si sulung berkata,"saya tinggal di rumah, tetapi papa engga pernah buat pesta!"

Lho, bukankah selama kamu ada di rumah ini semuanya adalah milik kamu. Dengan kata lain, tidakkah engkau sadari bahwa kita yg hidup jauh dari dosa, kita berpesta setiap hari dengan Yesus. Nah, tapi apa artinya bahwa Yesus datang bukan untuk orang benar, tetapi untuk orang berdosa? Ada beberapa hal penting yg dapat kita pelajari di sini:

1. Karena memang tidak ada orang benar
Dikatakan di dalam Roma 3:9 "Jadi, bagaimanakah, adakah kita memiliki kelebihan dari orang lain? Sekalipun tidak, karena di atas telah kita tuduh, baik kita orang Yahudi maupun Yunani. Bahwa kita semua ada di bawah Kuasa dosa. Dan ada tertulis, tidak ada yg benar, seorangpun tidak! Tidak ada seorangpun yg berakal budi, tidak ada seorangpun yg mencari Allah, semua orang telah menyeleweng, semua orang tidak berguna, tidak ada orang yg berbuat baik, seorangpun tidak! Jadi, jelas dikatakan di dalam Alkitab bahwa tidak ada seorangpun yg benar.

Sebab semua manusia kata Alkitab telah berdosa dan telah kehilangan Kemuliaan Allah. Bahkan dikatakan di kitab Yesaya, bahwa "Kebenaranmu seperti kain kotor di hadapan Allah." Jadi, di sini jelas bahwa jika kita datang dengan kebenaran kita sendiri, maka sebenarnya kita adalah orang-orang yg sombong rohani, yg hanya mau membanggakan kebenaran kita. Kristen yg benar seharusnya sadar, bahwa kita ini tidak ada apa-apanya. Mungkin engkau bukan seorang penzinah/pemabuk /homoseks/lesbian/koruptor atau penjahat.

Tetapi, saya mau beritahu bahwa meskipun engkau pergi ke gereja dan berbuat baik, tetapi kalau engkau tidak buka hati buat Yesus dan terima Tuhan Yesus sebagai Raja dan juru selamat. Engkau tidak akan pernah bisa dikategorikan sebagai orang benar. Karena, kita dibanding dengan Kebenaran Allah,"Kebenaran kita seperti kain kotor di hadapan Tuhan." Dengan lain kata, kita semua bukan orang benar. Tetapi, kita dibenarkan oleh darahNYA yg tercurah.

Oleh darahNYA yg tertumpah, kita disucikan, kita dimurnikan, kita dibasuh oleh darah. Sehingga kita layak disebut sebagai anak-anak Allah. Mungkin saudara berkata,"saya orang beragama, oleh karena itu saya tidak butuh Yesus dalam hidup saudara." Saya katakan bahwa agama adalah suatu tata cara dalam hidup ini. Dengan tata cara itu kita selalu berusaha agar hidup saya berkenan kepada Tuhan. Tetapi kalau mau jujur, seringkali kita gagal, seringkali kita salah. Di balik setiap perbuatan baik kita, kita selalu memiliki motivasi-motivasi egois. Saya berbuat baik, supaya saya masuk sorga. Saya berbuat baik, supaya suatu saat saya susah, maka orang itu akan berbuat baik juga buat saya.

Berarti, motivasi-motivasi itu adalah motivasi-motivasi yg egois. Kembali saya mau ingatkan, tidak ada orang benar. Kebenaran kita adalah, saat kita mau buka hati, mau menerima Yesus Tuhan sebagai Raja dan Juru Selamat. Itu sebabnya, saya terlalu percaya bahwa Kekristenan bukanlah suatu agama. Tetapi, Kekristenan adalah penyerahan total kepada Allah untuk dibenarkan oleh darah Yesus, sehingga kita layak menerima Sorga. Oleh karena itu Yesus dengan tegas berkata," Tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa, jika tidak melalui Aku!" Mengapa hanya melalui Yesus saja? Karena jujur, agama hanya mengajar mengenai dosa, tetapi agama tidak bisa menyelesaikan masalah dosa. Tetapi, Yesus dengan darahNYA yg tercurah kita disucikan.

2. Karena orang benar tidak perlu ditolong
Jadi, kalau sudah benar, tidak perlu ditolong. Kebenaran selalu yg membenarkan. Tapi, pada kenyataannya, kita perlu ditolong. Kenapa kita perlu ditolong? Karena kita tidak benar. Oleh karena itu Yesus datang untuk orang sakit, orang2 berdosa dan orang2 yg butuh pertolongan. Kalaulah saudara seorang pemabuk, penzinah, pelacur. Maka, saudaa adalah orang-orang yg perlu ditolong.

Mungkin orang-orang dunia menganggap saudara bisa hidup bebas dan buat apa saja dalam hidup saudara. Tetapi, di dalam dasar hati saudara yg terdalam, ada tangisan, ada kekecewaan, bahkan ada kebencian pada diri sendiri. Yesus mau tolong, Yesus mau bebaskan, Yesus mau lepaskan, agar hidup saudara berjalan dalam kebahagiaan dan kemenangan.

3. Orang yang tehilang hanya dapat diselamatkan oleh Yesus Tuhan dan Raja kita
Dengan lain kata, orang yg terhilang/berdosa tidak bisa diselamatkan hanya dengan perbuatan baik. Orang terhilang hanya bisa diselamatkan oleh Karya Yesus di kayu salib. Itu sebabnya, Yesus berkata,"Aku datang bukan orang baik, tetapi Aku datang untuk orang berdosa." Orang berdosalah yg akan Kuselamatkan. Orang berdosalah yg sedang menuju pada kehancuran bila tanpa pertolongan dari Tuhan Yesus.

Itu sebabnya hari ini, kalaulah engkau merasa bahwa engkau orang berdosa. Atau engkau adalah seorang yg beragama, tetapi tidak memiliki kepastian tentang pengampunan dosa. Sebagai hamba Allah, saya mau ingatkan saudara. Bahwa Yesus tetap Tuhan. Yesus bukan hanya sekedar penyebar agama. Yesus adalah Tuhan yg mencari orang berdosa. Yesus adalah Tuhan yg mengampuni orang berdosa. Yesus adalah Tuhan yg memulihkan orang berdosa. Karena, orang-orang berdosa adalah anak-anak yg dikasihiNYA, haleluya!

Doa:
Bapa, hamba berdoa bagi setiap kami semua, karena masalah, karena tekanan dan kebutuhan hidup yg menekan. Bapa, kami percaya bahwa tidak ada perkara yg mustahil. Hamba berdoa, di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, Tuhan kerjakan mujijat, Tuhan pulihkan. Mereka yg terikat dalam dosa dan kegelapan/kejahatan. Hamba berdoa, di dalam Nama Yesus, biarlah mereka semua mengalami kebebasan dan kembali kepada Tuhan, karena Tuhan mencari orang berdosa. Terima kasih Tuhan, di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!

Sunday, April 24, 2011

185. Yesus melihat iman mereka - Markus 2:1-12 (2)

Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, orang cenderung melihat seseorang melalui penampilan luar/wajahnya. Tetapi, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Yesus melihat hati dan iman. Karena, yg paling diperlukan oleh Yesus sendiri adalah iman. Makanya Alkitab berkata,"Jika Anak Manusia datang kembali, masihkah dijumpai iman?" Nah, kita mau melihat dari sisi yg lain dari Markus 2:1-12, karena minggu yg lalu kita membahas mengenai, mengapa kita perlu mujijat?

Karena, untuk melihat sebuah mujijat, diperlukan iman. Yesus tidak melihat berapa lamanya seseorang berada di gereja. Apakah seseorang majelis gereja, atau jemaat biasa. Tetapi bila orang itu tetap minum mabuk, berjudi, berzinah, percaya kepada dukun-dukun/percaya dengan kuasa-kuasa kegelapan. Orang itu mungkin bisa jadi majelis gereja selama 10-15 tahun. Tetapi ia tidak akan pernah mengalami mujijat. Rumah tangga saudara mungkin berada di ambang perceraian, mungkin anak saudara terlibat dengan obat-obatan terlarang. Mungkin saudara aktif di dalam pelayanan, tetapi hidup saudara selalu berada di dalam tekanan dan kekecewaan. Jadi, yang Yesus lihat bukanlah jabatan/banyaknya uang seseorang, tetapi Yesus melihat iman!

Kita lihat kembali di Markus 2:
1Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. 2Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, 3ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. 4Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. 5Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anakKU, dosamu sudah diampuni!" 6Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:7"Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 8Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? 9Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? 10Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa"-berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu-:11"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"12Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, dimana ada iman, di situ ada kasih kemuliaan Allah. Dimana ada iman, maka Nama Allah akan selalu dipermuliakan, haleluya! Saya pelajari ada beberapa hal penting, mengapa Yesus melihat iman mereka:

1. Iman adalah tanda bahwa kita mempercayai janji Allah
Berarti orang bisa saja mendengar tentang Firman Tuhan/janji Tuhan. Bisa saja berkata,"oh...Allah saya dahsyat dan luar biasa!" Tetapi, iman adalah kepercayaan mutlak untuk mempercayai janji Allah dengan sepenuh hati "Iya dan amin." Saya tidak dapat bayangkan, bahwa ketika 4 orang ini mendengarkan firman Tuhan, sementara mereka mendengarkan Firman. Mereka percaya bahwa Yesus dapat melakukan sesuatu bagi sahabat mereka. Sementara Yesus mengajar, ke 4 temannya berdiri dan keluar.

Mungkin sebagian orang berkata,"kenapa mereka keluar?" Apakah mereka bosan, engga tahan, atau adakah Roh Jahat dalam hidup mereka. Kenapa mereka keluar? Tetapi mereka keluar untuk mempraktekan Firman yg disampaikan. Banyak orang yg hanya senang duduk, senang dengar Firman, tetapi mereka engga pernah mempraktekan apa yg mereka dengar dan menjalani apa yg mereka percayai. Kenapa mereka menjemput teman mereka, karena mereka mempercayainya, dan itulah iman!

2. Iman adalah bukti bahwa kita meresponi janji Allah yg kita terima/dengar
Tuhan senang kita mendengar Firman, tetapi setelah mendengar Firman, kita harus memiliki respon. Dalam Ulangan pasal 28:1"Jika Engkau baik-baik mendengarkan suara Allahmu, dan melakukan dengan setia apa yg kusampaikan padamu hari ini, maka Tuhan Allahmu akan mengangkat engkau atas segala bangsa di bumi, segala berkat ini akan datang kepadamu.

Tuhan lihat, bahwa untuk sekedar berkat itu sederhana. Jadi, apa yg Tuhan tuntut sangatlah sederhana. Setelah mendengar, maka harus memberikan respon. Jadi, bila hanya mendengar, tetapi tidak memiliki respon, janganlah harap mujijat/perkara-perkara yg dahsyat akan terjadi dalam kehidupan kita. Tetapi sebaliknya kutuk bisa terjadi, karena dikatakan pada ayat yg ke-15"Tetapi, bila engkau tidak mendengarkan suara Tuhan Allahmu, dan dengan tidak setia melakukan ketetapan yg Kusampaikan kepadamu hari ini, maka segala kutuk ini akan datang dan mencapai engkau." Jadi, bila kita tidak mendengar, dan bahkan mendengar serta tidak melakukannya. Maka, segala kutuk ini akan menimpa.

3. Iman adalah tanda kita mengalahkan suara setan dalam kehidupan kita
Tahukah saudara setiap Firman Tuhan yg disampaikan kepada kita. Roh jahat juga menyampaikan Firman. Apa maksudnya? Waktu kita mendengar/membaca Firman Tuhan. Saat Tuhan berkata,"anakku, Aku mengasihi engkau." Pada saat yg bersamaan, setan juga menyampaikan Firman,"oh...Yesus tidak mengasihi engkau lagi, engkau sudah terlalu banyak memiliki kekurangan!" Saat Firman mulai berbicara,"Oleh bilur-bilur darah Yesus, kamu sudah disembuhkan." Kembali setan mulai berbisik,"ah..orang lain kan bisa disembuhkan, tetapi penyakit kamu sudah terlalu parah, mana mungkin bisa disembuhkan!"

Saat kita mengalami seperti itu. Meskipun suara setan lebih besar, kita harus bertindak dan berkata,"setan, tutup mulutmu!" Apapun yg terjadi, saya tidak mau dengar suara itu, saya mau tetap percaya, saya akan tetap bersandar pada Kuasa Firman Tuhan dan Janji Allah!" Kita mengarahkan hati, mata dan telinga dan hidup kita seluruhnya hanya pada Firman Tuhan!"

Doa:
Bapa, di dalam Nama Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau adalah Allah yg tidak berubah, dulu sekarang dan selama-lamanya. Tuhan jamah, Tuhan kerjakan mujijat dan bangkitkan iman kami, karena dengan iman itu, kita semua akan bangkit dan melihat perkara yg besar. Terima kasih Bapa, terima kasih Yesus, di dalam Nama Yesus kami berdoa, dan bersyukur dan kami menerima janji Tuhan, amin!




13Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. 14Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. 15Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. 16Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 17Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Friday, April 22, 2011

United we stand

United we stand

"How good and pleasant it is when brothers live together in unity! For there the LORD bestows his blessing, even life forevermore."
Psalm 133:1 & 3, NIV

God’s heart for us is that we dwell together in unity of love for one another. Not gossiping or whispering about one another, but speaking the truth in love to build one another up.

It’s so easy to let our tongues speak out negative and critical things instead of bringing words of life and encouragement to one another. But don’t let’s allow the enemy to have a foothold in our ‘camp’, either at our home, our work, or our churches. Let’s keep our hearts clean before the Lord. Let’s practice forgiveness daily, sometimes it may be necessary to do it hourly, trusting God and praying for one another. Criticism breeds criticism and this isn’t living the ‘Kingdom of God’ life.

God the Father, Jesus the Son and Holy Spirit live together in perfect harmony and love. I know that we aren’t God; we’re sinful and carry hurts and wounds. But to the best we are able, with God’s help, let’s dwell together in unity and love. As God promises in his word, He will bestow a blessing!

Living in unity doesn’t mean we will always see eye to eye with everyone. God has made us all unique, with our own giftings. So the same task would be done differently by each one of us. We are meant to work through these differences in love, choosing to submit to one another in reverence to Christ. It may seem impossible at times, but if we include Jesus in it ‘all things are possible with God’ (Matthew 10:27).

So when we’re tempted to complain and to criticise our fellow brother or sister let’s remember what the apostle Paul said ‘May the God who gives endurance and encouragement give you a spirit of unity among yourselves as you follow Christ Jesus, so that with one heart and mouth you may glorify the God and Father of our Lord Jesus Christ. Accept one another, then, just as Christ accepted you, in order to bring praise to God’ (Romans 15:5-7).

Prayer: Heavenly Father, help me not to criticise or complain against my fellow brothers and sisters. Help me to forgive them for anything they have done against me and help me to encourage and love them as You do. I pray these things through Jesus’ name. Amen.

Today's Writer : Diane Watson Diane Watson is the Centre Director of Ellel Springhill (Perth, Australia). Her husband, Paul, is the Regional Director for Australia Pacific and India. They have 4 adult children and 3 grandchildren. Diane had the vision for the first Australian Ellel Centre at Gilbulla and was its Centre Director for the first five years.

He Knows my Name

He Knows my Name

"Jesus said to her, “Mary”, she turned and said to him in Hebrew, “Rabboni!” Which means Master."
John 20:16, RSV

As a teenager, one Easter Sunday morning I sat listening to a sermon about the Easter Story. Jesus had risen and was in the garden. Mary didn’t recognise him, until he spoke her name, “Mary”. She immediately recognised his voice and knew it was Jesus.

That morning it was as if He had spoken my name. It was as if there was no one else in that church, but Jesus. Have you ever felt as if the preacher was speaking directly to you personally?

God says to His people, ‘I have called you by name, you are mine.’ It doesn’t matter whether you are rich or poor, very important and popular or a quiet, reserved sort of person or one who has been forgiven much like Mary Magdalene. To Jesus you are well known, and very special in His eyes. He will make himself known to you, sometimes through words of others, sometimes He will be close to you in prayer or through the Scriptures. You will recognise Him like Mary did.

‘The Holy Spirit will take what is Mine and reveal it to you’, said Jesus (John 16:15). The risen Lord Jesus has time for us - time to listen and understand, time to receive our song and worship, and time to spend in relationship with us. He came to make our Heavenly Father known to the world and to each individual person in it.

Whether we live or die, He will never leave us and will sweep us up in His arms, if need be, out of the chaos of this fragile world. We are safe in his hands, for He said, ‘Heaven and earth will pass away but my words will never pass away’ (Mark 13:31). We have the faithful promise in His Word. ‘For God so loved the world, that he gave his only Begotten Son that who ever believes on him shall not perish, but have everlasting Life’ (John 3:16). He knows my name!

“I have a Father, He calls me his own.
He’ll never leave me, wherever I may go.
He knows my name, He knows my every thought.
He sees each tear that falls, and hears me when I call.”

Tommy Walker

Prayer: Lord we thank You that You know us so well, yet love us unconditionally. May we trust You implicitly with our lives and with our loved ones, in Jesus’ Name. Amen.
Today's Writer : Pam Smith Pam Smith has a background in art and nursing, has a son and two daughters and a 'ministry to grandchildren.' She has been a friend and helper of Ellel Ministries since l992, and is involved with Healing Through Creativity Courses. As writer of the Shepherd Love Series, she has a passion for the comfort and encouragement that leads people towards enjoying abundant Life in Jesus.

Sunday, April 17, 2011

184. Mengapa kita perlu mujijat - Markus 2:1-12

Mujijat merupakan sesuatu yg diperdebatkan di dalam gereja. Di satu sisi orang-orang sedang merindukan mujijat, sedang di sisi lain ada para pengajar yg berpikir kita engga perlu mujijat. Kita seringkali lihat di dunia ini bahwa dukun-dukun juga melakukan mujijat, bahkan setan-setan juga melakukan mujijat. Sehingga kita menjadi orang Kristen yg mulai iri. Seringkali kita sebagai orang Kristen yg bersandar kepada mujijat, mungkin dikatakan sebagai orang-orang kerdil.

Tetapi saya percaya bahwa pengajaran dan Kuasa adalah 2 hal yg harus berjalan bersama-sama. Karena, pengajaran tanpa Kuasa hanyalah sebuah omong kosong belaka. Tetapi, Kuasa tanpa pengajaran yg seimbang, hanyalah merupakan suatu demonstrasi untuk diri sendiri. Tetapi, Kuasa dan pemberitaan Firman Tuhan, ketika itu berjalan bersama-sama, maka itu mendatangkan Kemuliaan Tuhan dan kedewasaan bagi setiap umat yg menerimanya. Jadi, pemberitaan kebenaran, tanpa mendatangkan Kuasa, itu hanyalah sebuah omong kosong. Alkitab jelas berkata,"Bahwa pemberitaan tentang Kristus bukan hanya disampaikan dengan kata-kata belaka, tetapi disertai dengan tanda-tanda yg heran!"

Yesus mengajar disertai dengan mujijat. Tidak perlu diperdebatkan lagi, karena Yesus mengajar disertai dengan Kuasa. Memang orang-orang Farisi seringkali iri hati. Karena saat orang-orang Farisi mengajar, mereka tidak disertai dengan Kuasa. Karena mereka melihat perbedaan itu. Maka orang-orang Farisi mulai menyerang Yesus. Kita lihat di Markus 2:
1Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. 2Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, 3ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. 4Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. 5Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anakKU, dosamu sudah diampuni!" 6Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:7"Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 8Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? 9Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? 10Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa"-berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu-:11"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"12Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

Dari ayat-ayat di atas kita lihat, mengapa kita perlu mujijat? Karena ada orang-orang yg berkata bahwa orang-orang Kristen yg perlu mujijat adalah orang-orang Kristen yg masih kanak-kanak. Saya sama sekali tidak percaya, karena pengajaran dan Kuasa adalah 2 hal yg berjalan bersama-sama. Karena bila kita percaya dengan Firman Tuhan secara sungguh-sungguh, maka Alkitab berkata,"Bahwa apa yg tidak pernah kamu pikirkan, atau timbul dalam hati, apa yg tidak pernah kamu dengar, apa yg tidak pernah engkau lihat, itu yang Allah sediakan! Apa artinya itu?

Saya simpulkan dengan 1 kata sederhana, yaitu: mujijat. Jadi, mengapa kita perlu mujijat?

1. Karena kemampuan manusia terbatas
Tuhan menciptakan manusia terbatas, kita penuh dengan kekurangan, bahkan Daud sendiri berkata bahwa kita ini debu. Jadi, bila kita manusia terbatas, kita bisa melihat kemuliaan Allah dan mujijat Allah. Kalau kita terbatas, kita bisa melihat hidup yg banyak diberkati, berarti itu semua adalah karena mujijat. Kita sebagai manusia, kita lemah dan gampang putus asa. Sebagai manusia kita tidak layak untuk menerima hal-hal yg baik.

Tetapi, mujijat Tuhan mengerjakan yg terbaik dalam hidup kita. Sehingga, waktu kita menghadapi kenyataan, apakah itu hubungan keluarga, ekonomi, maupun masa-masa muda saya. Ketika hal itu terjadi, engkau tidak perlu stress dan putus asa. Teguhkan imanmu, bilang sama Tuhan, mujijat masih berlaku, saya percaya, bahwa saya tidak akan lemah dan Tuhan akan megerjakan mujijat buat hidup saya.

2. Karena setan coba untuk menghancurkan segala-galanya dalam hidup kita
Setan mencoba untuk merampas segala-galanya dari kita. Berarti mujijat adalah: Kita ambil kembali apa yg setan rebut dari hidup saya! Saya berjalan dengan hak saya sebagai anak Allah. Jadi, waktu setan mencoba menyerang saya dengan berbagai cara manapun, saya akan berdiri tegak tanpa kuatir sambil berkata: "Roh yg ada di dalam saya lebih besar daripada yg ada di dunia ini.

3. Karena dosa sebenarnya menghambat berkat-berkat Allah
Roma 3:23: Karena semua manusia telah berdosa, manusia kehilangan Kemuliaan Allah. Jadi, ketika manusia kehilangan Kemuliaan Allah, maka manusia sebenarnya terhambat untuk menerima berkat-berkat Allah. Nah, mujijat Allah mengembalikan segala sesuatu yg tadinya menghambat berkat-berkat Allah itu. Sehingga akhirnya kita yg seharusnya hidup dalam kesembuhan, tetapi tetap sakit.

Apa itu mujijat? Mujijat mengembalikan apa yg menjadi hak kita. Sehingga, ketika kita sakit, kita engga perlu kuatir. Allah selalu memiliki rencana dalam hidup kita, agar hidup kita selalu diberkati. Karena dosa, keadaan ekonomi juga bisa hancur. Saya tidak bilang bahwa orang miskin itu karena dosa, bukan itu maksud saya. Tetapi, bisa jadi karena dosa ekonominya hancur. Misalnya: Tadinya bisnisnya berjalan dengan baik, tetapi ia pergi ke pelacuran, punya istri muda. Dan Tuhan mulai mendatangkan masalah dalam hidupnya, supaya apa? Supaya menarik perhatiannya dan datang kembali kepada Tuhan. Dan, ketika dia sudah jatuh, Allah akan kembali memulihkannya dengan mujijat.

4. Dengan adanya mujijat Nama Allah akan dipermuliakan
Kita lihat bagian terakhir pada ayat yg ke-12 Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat." Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, ketika orang pintar berhasil, orang pasti bilang,"emang dia pintar!"

Tetapi, ketika orang bodoh berhasil, maka orang akan bilang,"Allah memang luar biasa." Dia hanya orang biasa, tetapi ia rajin berdoa. Dia hanya orang biasa, tetapi selalu mendahulukan kepentingan Tuhan, dia berhasil, kemuliaan bagi Allah! Jadi, karena mujijat yg terjadi dalam hidup kita, kita bisa berkata,"Kalaulah bukan karena Kasih Karunia Tuhan, kita tidak ada sebagaimana kita ada!" Sehingga orang-orang yg mengalami mujijat adalah orang-orang yg rendah hati, yg selalu mendahulukan kepentingan Tuhan dan mengasihi jiwa-jiwa yg terhilang, sehingga biarlah melalui hidupku, banyak orang yg diberkati.
Alamilah mujijat Tuhan, dan kita tidak perlu takut dengan apapun!

Doa:
Bapa, di dalam Nama Yesus, hari ini kami belajar bahwa mujijat itu pasti. Hari ini kami belajar bahwa melalui mujijat Nama Allah dipermuliakan. Tuhan, kami tidak mau bergantung pada kekuatan kami sendiri. Kami mau bersandar pada Kristus, dan bagi Allah tidak ada perkara yg mustahil. Tuhan, jamah kami semua, sehingga kami melihat KemuliaanMU yg besar, haleluya, amin!