God’s Secret Garden
A garden enclosed is my sister, my spouse. A spring shut up. A fountain sealed.
Song of Solomon 4:12, LB
A secret garden is so exciting, where there is a hidden spring ready to be uncovered or a beautiful fountain ready to be revealed and wonderful fruit to be gathered.
Our Beloved Saviour longs to be invited into the garden of our hearts – His secret garden.
He loves the fruit He’s nurtured in our hearts and wants to enjoy the good things He’s grown in our lives. Just like those of you who are experienced gardeners, He likes to look for the blossoms and the buds of the new fruit He’s pruned and tended. He likes to enjoy the things He’s restored in us, walking and talking with us, as He did with Adam and Eve in the Garden of Eden.
Sometimes the Lord says, ‘Open to Me, My Beloved sister – brother. I want to drink from the well of your love that I have filled. I want to taste the fruit I’ve grown in you. I want to experience the fragrance of your worship. I want to enjoy your presence and share a meal with you’.
Jesus was always sharing a meal with people. It was when He was sharing supper, in the breaking of the bread, with the two disciples He met on the road to Emmaus that they recognised He was the risen Lord. It was while He was preparing breakfast on the sea shore for Peter that Jesus restored the failure in Peter’s life. Jesus knocks on the door of His Church asking to be invited in to share a meal (Revelation 3:20). Many of us want to know what Jesus can do for us, not realising that Jesus wants to enjoy spending time with us!
My life must be Christ’s broken bread, my love his outpoured wine, a cup o’er-filled, a table spread beneath His name and sign, that other souls, refreshed and fed, may taste His life through mine.
Albert Osborne
Prayer: Yes, Lord, I open myself to You. I want to share in a meal with You and to recognise Your wonderful presence in my life. In Jesus’ Name. Amen.
Today's Writer : Pam Smith Pam Smith has a background in art and nursing, has a son and two daughters and a 'ministry to grandchildren.' She has been a friend and helper of Ellel Ministries since l992, and is involved with Healing Through Creativity Courses. As writer of the Shepherd Love Series, she has a passion for the comfort and encouragement that leads people towards enjoying abundant Life in Jesus.
Tuesday, November 10, 2009
Monday, November 9, 2009
114. Hal-hal tentang penyesatan - Matius 18:6-11
6Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. 7Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. 8Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. 9Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua. 10Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. 11Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang!"
Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Alkitab berbicara mengenai hal-hal yg sangat luar biasa, bagaimana Yesus menghargai anak-anak kecil. Kadang kala persoalannya ada banyak orang tua yg sudah tidak memberi perhatian yg cukup bagi anak-anaknya. Ada banyak orang tua yg tidak memberikan waktu yg cukup bagi anak-anaknya. Tetapi dengar baik! Yesus Kristus yg adalah Tuhan, Yesus Kristus yg adalah Raja, Yesus Kristus yg bagiNYA tidak ada perkara yg mustahil, tetap memberikan perhatian yg khusus bagi anak-anak.
Dengan lain kata, anak-anak punya tempat yg khusus di hatinya Yesus. Kalau kita pelajari dalam Alkitab, kita akan melihat mengenai hal-hal yg menyesatkan di sini, karena ingat, di dunia ini ada banyak hal yg coba menyesatkan kita. Ada banyak hal yg kelihatannya baik, ada banyak hal yg kelihatannya menyenangkan, ada banyak hal yg kelihatannya menarik hati, tetapi kemudian itu menyeret hidup kita yg akhirnya membawa kita ke jalan yg semakin jauh dengan jalanNYA Tuhan.
Ada 3 hal penting yg dapat kita pelajari tentang penyesatan:
1. Penyesatan itu harus ada.
Pada ayat yg ke-7 dikatakan "celakalah dunia dengan segala penyesatannya."memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Perhatikan kalimat penyesatan memang harus ada, tetapi celakalah orang yg mengadakannya. Saudara boleh berdoa dan baca Alkitab setiap hari, saudara boleh tengking segala roh-roh penyesatan. Tetapi, saya mau beritahu penyesatan itu memang akan ada. Orang-orang memang dapat saja membuat kita tersesat dengan mengajak kita ke hal-hal yg menarik, mengajak kita ke diskotek, bacaan porno, sesuatu yg kelihatannya mendatangkan keuntungan besar, atau sesuatu yg kelihatannya memberikan kita kenikmatan yg sesaat.
Tetapi kemudian apa yg terjadi? Dia mulai menyesatkan, dia mulai menghancurkan hidup, dia mulai menyeret hidup kita ke dalam hal-hal yg dapat membuat hidup kita jatuh. Ada banyak orang yg berpikir, toh kan saya masih muda, toh kan saya masih hidup, toh kan saya bukan pendeta. Saya kan seorang bisnisman, saya kan seorang karyawan biasa, atau saya juga kan seorang jemaat awam biasa. Saya juga kan ingin melihat keindahan hidup. Saya juga kan tertarik dengan hal-hal duniawi.
Sekali lagi saya beritahu, bahwa penyesatan memang ada dan setan akan pakai banyak hal untuk menyesatkan anak-anak Tuhan, sehingga mereka tidak tertarik untuk datang ke gereja. Setan akan buat banyak hal, sehingga orang Kristen akan tertuduh dalam dosa, orang Kristen tidak tertarik lagi untuk menyembah Tuhan, orang Kristen tidak tertarik lagi untuk berkorban dan berbuat sesuatu bagi Tuhan.
Dan hari ini, kembali saya akan ingatkan saudara, bahwa penyesatan itu memang ada. Oleh sebab itu Yesus mengingatkan kepada murid-muridNYA untuk berdoa dan berjaga-jagalah agar kamu jangan jatuh. Kalau kita tahu penyesatan itu harus ada, berarti kita harus mulai hari kita dengan doa.
Dalam segala perkara kita melakukan komunikasi yg terbaik bagi Tuhan dan dalam setiap keputusan yg kita ambil, kita harus mengerti kehendak dan rencana Tuhan di dalam hidup kita. Berarti ingat, penyesatan itu harus ada dan penyesatan bisa terjadi dalam hal-hal sederhana di dalam hidup kita. Penyesatan bisa terjadi lewat teman baik kita, atau lewat sesuatu yg kelihatannya dapat memperoleh untung yg besar. Oleh sebab itu Alkitab berkata, ujilah segala sesuatu dan peganglah yg baik.
2. Kita dapat tersesat jika kita tidak bersikap dengan tegas
LIhat pada ayat yg ke- 8Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api yang kekal. Kita dapat tersesat, jika kita tidak bersikap dengan tegas. Saya sebut ayat ini "dalam tanda petik" adalah ayat yg paling sadis, kenapa disebut ayat yg paling sadis? Karena, bila kita membaca ayat ini tanpa pengertian yg dalam, kita akan berpikir, orang Kristen itu kejam banget, jika ada orang berdosa, penggal ajah tangannya, kakinya menyesatkan, penggal ajah kakinya
Kayanya orang Kristen galak dan jahat dan sadis bener. Tetapi, saya mau beritahu bahwa maksudnya ini bukanlah hal yg lahiriah kalau orang berdosa potong tangan atau kakinya, bukan itu! Tetapi yg mau dijelaskan adalah sikap yg tegas terhadap dosa. Ingat, mungkin ada di antara saudara yg masih bergumul untuk berhenti merokok, mungkin ada di antara saudara yg sudah dianjurkan oleh dokter, bila saudara menghisap rokok lagi, jantung saudara akan bertambah parah, kanker saudara akan bertambah buruk, dan saudara akan lebih cepat mati.
Tetapi mungkin ada di antara saudara yg sudah menjadi ikatan yg kuat. Coba saudara perhatikan, kapan saudara pertama kali mulai merokok? Kalau saudara mau jujur, saudara mulai merokok, hanya karena saudara tidak bisa bertindak dengan tegas. Mungkin teman saudara yg menawari saudara, dan saudara tidak berani untuk bilang tidak. Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, banyak persoalan dalam hidup kita terjadi hari-hari ini hanya karena kita tidak dapat bertindak dengan tegas.
Ada banyak orang yg melakukan hubungan sex sebelum menikah, kenapa peristiwa itu bisa terjadi? Sebetulnya saudara/i tidak mau melakukan hal itu. Tetapi, persoalannya adalah saudara tidak berani untuk bertindak dengan tegas. Banyak orang yg sekarang sedang bingung, karena ia sekarang sedang mengandung anak hasil hubungan di luar pernikahan, sementara prianya sudah punya istri. Dan dia sebetulnya tahu dengan semuanya itu, tetapi kenapa itu bisa terjadi?
Karena ia tidak bisa mengambil sikap yg tegas dalam hidup. Berarti ingat! Kita dapat tersesat bila kita tidak bersikap dengan tegas. Lebih baik saudara dikecewakan orang, tetapi menyenangkan hati Tuhan. Daripada menyenangkan hati orang tetapi pada saat yg bersamaan mengecewakan hati Tuhan.
3. Kesesatan membuat kita tidak dapat melihat Sorga
Coba kita lihat ayat yg ke-9 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua. Kesesatan dapat membuat kita jauh dari Sorga, kesesatan membuat kita tidak dapat melihat Sorga. Alkitab berkata lebih baik kamu masuk Sorga dengan tidak memiliki mata, daripada memiliki mata tetapi masuk dalam neraka. Dengan lain kata, tidak mungkin kamu masuk Sorga. Oleh sebab itu kembali, lewat program ini saya peringatkan saudara-saudara.
Mungkin engkau sudah tersesat, mungkin engkau sudah jauh dari Tuhan, mungkin engkau sudah tidak ke gereja lagi, atau mungkin saudara berkata,"Saya tidak kenal Yesus, saya tidak percaya bahwa Tuhan ada." Saya tahu pendeta-pendeta berkotbah tentang Tuhan, saya tahu guru-guru berbicara tentang Tuhan, tapi sebetulnya saya tidak percaya bahwa Tuhan itu ada. Lewat program ini, saya mau beritahu, saudaraku sebetulnya anda sedang tersesat. Engkau sudah terlibat dengan judi, engkau sudah terlibat dengan obat-obatan, engkau terlibat dengan sex bebas. Lewat program ini saya peringatkan,"Engkau sedang tersesat!" Yesus buka tangan bagimu, "Hai kamu yg letih lesu dan berbeban berat, orang mungkin menghakimu dan bilang bahwa saudara adalah orang jahat."
Tetapi sebagai hamba Allah saya mau bilang,"Bahwa Tuhan mengasihi saudara." Tuhan akan buka jalan bagi saudara, kita tidak perlu binasa dengan kesesatan kita, asalkan kita mau kembali kepada Yesus. Bagi Tuhan tidak ada perkara yg mustahil!
Doa:
Bapa di dalam Nama Yesus, Engkau lihat mereka yg berbeban berat, engkau melihat setiap mereka yg ada di dalam tekanan, engkau lihat mereka yg sedang tersesat karena hal-hal yg duniawi. Hamba berdoa lewat program ini, Dalam Nama Yesus, Engkau jamah mereka satu persatu. Engkau lihat setiap mereka yg sedang ada dalam masalah, Engkau lihat setiap mereka yg sakit, atau berbeban berat. Hamba berdoa lewat program ini, Dalam Nama Yesus bawa mereka ke dalam KuasaMU Ya Tuhan, sehingga saat mereka melihat mujijat, mereka dapat melihat kemenangan, karena kami percaya bagi Yesus, tidak ada perkara yg mustahil. Dalam Nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur, haleluya, Amin!
Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Alkitab berbicara mengenai hal-hal yg sangat luar biasa, bagaimana Yesus menghargai anak-anak kecil. Kadang kala persoalannya ada banyak orang tua yg sudah tidak memberi perhatian yg cukup bagi anak-anaknya. Ada banyak orang tua yg tidak memberikan waktu yg cukup bagi anak-anaknya. Tetapi dengar baik! Yesus Kristus yg adalah Tuhan, Yesus Kristus yg adalah Raja, Yesus Kristus yg bagiNYA tidak ada perkara yg mustahil, tetap memberikan perhatian yg khusus bagi anak-anak.
Dengan lain kata, anak-anak punya tempat yg khusus di hatinya Yesus. Kalau kita pelajari dalam Alkitab, kita akan melihat mengenai hal-hal yg menyesatkan di sini, karena ingat, di dunia ini ada banyak hal yg coba menyesatkan kita. Ada banyak hal yg kelihatannya baik, ada banyak hal yg kelihatannya menyenangkan, ada banyak hal yg kelihatannya menarik hati, tetapi kemudian itu menyeret hidup kita yg akhirnya membawa kita ke jalan yg semakin jauh dengan jalanNYA Tuhan.
Ada 3 hal penting yg dapat kita pelajari tentang penyesatan:
1. Penyesatan itu harus ada.
Pada ayat yg ke-7 dikatakan "celakalah dunia dengan segala penyesatannya."memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Perhatikan kalimat penyesatan memang harus ada, tetapi celakalah orang yg mengadakannya. Saudara boleh berdoa dan baca Alkitab setiap hari, saudara boleh tengking segala roh-roh penyesatan. Tetapi, saya mau beritahu penyesatan itu memang akan ada. Orang-orang memang dapat saja membuat kita tersesat dengan mengajak kita ke hal-hal yg menarik, mengajak kita ke diskotek, bacaan porno, sesuatu yg kelihatannya mendatangkan keuntungan besar, atau sesuatu yg kelihatannya memberikan kita kenikmatan yg sesaat.
Tetapi kemudian apa yg terjadi? Dia mulai menyesatkan, dia mulai menghancurkan hidup, dia mulai menyeret hidup kita ke dalam hal-hal yg dapat membuat hidup kita jatuh. Ada banyak orang yg berpikir, toh kan saya masih muda, toh kan saya masih hidup, toh kan saya bukan pendeta. Saya kan seorang bisnisman, saya kan seorang karyawan biasa, atau saya juga kan seorang jemaat awam biasa. Saya juga kan ingin melihat keindahan hidup. Saya juga kan tertarik dengan hal-hal duniawi.
Sekali lagi saya beritahu, bahwa penyesatan memang ada dan setan akan pakai banyak hal untuk menyesatkan anak-anak Tuhan, sehingga mereka tidak tertarik untuk datang ke gereja. Setan akan buat banyak hal, sehingga orang Kristen akan tertuduh dalam dosa, orang Kristen tidak tertarik lagi untuk menyembah Tuhan, orang Kristen tidak tertarik lagi untuk berkorban dan berbuat sesuatu bagi Tuhan.
Dan hari ini, kembali saya akan ingatkan saudara, bahwa penyesatan itu memang ada. Oleh sebab itu Yesus mengingatkan kepada murid-muridNYA untuk berdoa dan berjaga-jagalah agar kamu jangan jatuh. Kalau kita tahu penyesatan itu harus ada, berarti kita harus mulai hari kita dengan doa.
Dalam segala perkara kita melakukan komunikasi yg terbaik bagi Tuhan dan dalam setiap keputusan yg kita ambil, kita harus mengerti kehendak dan rencana Tuhan di dalam hidup kita. Berarti ingat, penyesatan itu harus ada dan penyesatan bisa terjadi dalam hal-hal sederhana di dalam hidup kita. Penyesatan bisa terjadi lewat teman baik kita, atau lewat sesuatu yg kelihatannya dapat memperoleh untung yg besar. Oleh sebab itu Alkitab berkata, ujilah segala sesuatu dan peganglah yg baik.
2. Kita dapat tersesat jika kita tidak bersikap dengan tegas
LIhat pada ayat yg ke- 8Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api yang kekal. Kita dapat tersesat, jika kita tidak bersikap dengan tegas. Saya sebut ayat ini "dalam tanda petik" adalah ayat yg paling sadis, kenapa disebut ayat yg paling sadis? Karena, bila kita membaca ayat ini tanpa pengertian yg dalam, kita akan berpikir, orang Kristen itu kejam banget, jika ada orang berdosa, penggal ajah tangannya, kakinya menyesatkan, penggal ajah kakinya
Kayanya orang Kristen galak dan jahat dan sadis bener. Tetapi, saya mau beritahu bahwa maksudnya ini bukanlah hal yg lahiriah kalau orang berdosa potong tangan atau kakinya, bukan itu! Tetapi yg mau dijelaskan adalah sikap yg tegas terhadap dosa. Ingat, mungkin ada di antara saudara yg masih bergumul untuk berhenti merokok, mungkin ada di antara saudara yg sudah dianjurkan oleh dokter, bila saudara menghisap rokok lagi, jantung saudara akan bertambah parah, kanker saudara akan bertambah buruk, dan saudara akan lebih cepat mati.
Tetapi mungkin ada di antara saudara yg sudah menjadi ikatan yg kuat. Coba saudara perhatikan, kapan saudara pertama kali mulai merokok? Kalau saudara mau jujur, saudara mulai merokok, hanya karena saudara tidak bisa bertindak dengan tegas. Mungkin teman saudara yg menawari saudara, dan saudara tidak berani untuk bilang tidak. Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, banyak persoalan dalam hidup kita terjadi hari-hari ini hanya karena kita tidak dapat bertindak dengan tegas.
Ada banyak orang yg melakukan hubungan sex sebelum menikah, kenapa peristiwa itu bisa terjadi? Sebetulnya saudara/i tidak mau melakukan hal itu. Tetapi, persoalannya adalah saudara tidak berani untuk bertindak dengan tegas. Banyak orang yg sekarang sedang bingung, karena ia sekarang sedang mengandung anak hasil hubungan di luar pernikahan, sementara prianya sudah punya istri. Dan dia sebetulnya tahu dengan semuanya itu, tetapi kenapa itu bisa terjadi?
Karena ia tidak bisa mengambil sikap yg tegas dalam hidup. Berarti ingat! Kita dapat tersesat bila kita tidak bersikap dengan tegas. Lebih baik saudara dikecewakan orang, tetapi menyenangkan hati Tuhan. Daripada menyenangkan hati orang tetapi pada saat yg bersamaan mengecewakan hati Tuhan.
3. Kesesatan membuat kita tidak dapat melihat Sorga
Coba kita lihat ayat yg ke-9 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua. Kesesatan dapat membuat kita jauh dari Sorga, kesesatan membuat kita tidak dapat melihat Sorga. Alkitab berkata lebih baik kamu masuk Sorga dengan tidak memiliki mata, daripada memiliki mata tetapi masuk dalam neraka. Dengan lain kata, tidak mungkin kamu masuk Sorga. Oleh sebab itu kembali, lewat program ini saya peringatkan saudara-saudara.
Mungkin engkau sudah tersesat, mungkin engkau sudah jauh dari Tuhan, mungkin engkau sudah tidak ke gereja lagi, atau mungkin saudara berkata,"Saya tidak kenal Yesus, saya tidak percaya bahwa Tuhan ada." Saya tahu pendeta-pendeta berkotbah tentang Tuhan, saya tahu guru-guru berbicara tentang Tuhan, tapi sebetulnya saya tidak percaya bahwa Tuhan itu ada. Lewat program ini, saya mau beritahu, saudaraku sebetulnya anda sedang tersesat. Engkau sudah terlibat dengan judi, engkau sudah terlibat dengan obat-obatan, engkau terlibat dengan sex bebas. Lewat program ini saya peringatkan,"Engkau sedang tersesat!" Yesus buka tangan bagimu, "Hai kamu yg letih lesu dan berbeban berat, orang mungkin menghakimu dan bilang bahwa saudara adalah orang jahat."
Tetapi sebagai hamba Allah saya mau bilang,"Bahwa Tuhan mengasihi saudara." Tuhan akan buka jalan bagi saudara, kita tidak perlu binasa dengan kesesatan kita, asalkan kita mau kembali kepada Yesus. Bagi Tuhan tidak ada perkara yg mustahil!
Doa:
Bapa di dalam Nama Yesus, Engkau lihat mereka yg berbeban berat, engkau melihat setiap mereka yg ada di dalam tekanan, engkau lihat mereka yg sedang tersesat karena hal-hal yg duniawi. Hamba berdoa lewat program ini, Dalam Nama Yesus, Engkau jamah mereka satu persatu. Engkau lihat setiap mereka yg sedang ada dalam masalah, Engkau lihat setiap mereka yg sakit, atau berbeban berat. Hamba berdoa lewat program ini, Dalam Nama Yesus bawa mereka ke dalam KuasaMU Ya Tuhan, sehingga saat mereka melihat mujijat, mereka dapat melihat kemenangan, karena kami percaya bagi Yesus, tidak ada perkara yg mustahil. Dalam Nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur, haleluya, Amin!
Stronger Than Ever
Stronger Than Ever
He personally will come and pick you up, and set you firmly in place and make you stronger than ever.
1 Peter 5:10, LB
Have you ever failed in something and felt like rubbish in your own eyes? I really want to encourage you to think again. God does not see you as a failure. He wants to use whatever has happened to make you a stronger person.
When a child who is learning to walk falls down, his mum will come and pick him up, steady him in his place, and start him off again on his walk in a safe direction. Each time he falls he gets stronger in his determination and, with her encouragement, he carries on. His mum doesn’t see him as a failure but delights in him.
‘The steps of good men are directed by the Lord. He delights in each step they take. If they fall it isn’t fatal, for the Lord holds them with his hand’ (Psalm 37:23, LB). So I want to encourage you. The Lord is holding you and delights in you as you take that next step with Him. He’s willing to forgive you when you fall and steady you. His mercy is new every morning and you can start this new day with Him.
When we fail, we tend to look back and remember all the times we’ve let God down. But God, in His grace, chooses not to remember the past but to give us a new start - a clean page. ‘There is, therefore, now, no condemnation to those who are in Christ Jesus’. Read the wonderful context in which this was written in Romans Chapter 8.
Even if you feel you have let someone down, God can put even the most badly broken of things back together again. He can restore our failures as He did with Peter, after Peter had denied Him. He can restore relationships in ways that we would never have thought possible. He can make you stronger than ever before, and even enable you to help someone else who’s struggling. So let Him do it. Let Him make you smile again.
Prayer: Thank You, Lord, for Your mercy and forgiveness. Thank You that I can always start afresh with You and You can make all things new in my life. In Jesus’ Name. Amen.
Today's Writer : Pam Smith Pam Smith has a background in art and nursing, has a son and two daughters and a 'ministry to grandchildren.' She has been a friend and helper of Ellel Ministries since l992, and is involved with Healing Through Creativity Courses. As writer of the Shepherd Love Series, she has a passion for the comfort and encouragement that leads people towards enjoying abundant Life in Jesus.
He personally will come and pick you up, and set you firmly in place and make you stronger than ever.
1 Peter 5:10, LB
Have you ever failed in something and felt like rubbish in your own eyes? I really want to encourage you to think again. God does not see you as a failure. He wants to use whatever has happened to make you a stronger person.
When a child who is learning to walk falls down, his mum will come and pick him up, steady him in his place, and start him off again on his walk in a safe direction. Each time he falls he gets stronger in his determination and, with her encouragement, he carries on. His mum doesn’t see him as a failure but delights in him.
‘The steps of good men are directed by the Lord. He delights in each step they take. If they fall it isn’t fatal, for the Lord holds them with his hand’ (Psalm 37:23, LB). So I want to encourage you. The Lord is holding you and delights in you as you take that next step with Him. He’s willing to forgive you when you fall and steady you. His mercy is new every morning and you can start this new day with Him.
When we fail, we tend to look back and remember all the times we’ve let God down. But God, in His grace, chooses not to remember the past but to give us a new start - a clean page. ‘There is, therefore, now, no condemnation to those who are in Christ Jesus’. Read the wonderful context in which this was written in Romans Chapter 8.
Even if you feel you have let someone down, God can put even the most badly broken of things back together again. He can restore our failures as He did with Peter, after Peter had denied Him. He can restore relationships in ways that we would never have thought possible. He can make you stronger than ever before, and even enable you to help someone else who’s struggling. So let Him do it. Let Him make you smile again.
Prayer: Thank You, Lord, for Your mercy and forgiveness. Thank You that I can always start afresh with You and You can make all things new in my life. In Jesus’ Name. Amen.
Today's Writer : Pam Smith Pam Smith has a background in art and nursing, has a son and two daughters and a 'ministry to grandchildren.' She has been a friend and helper of Ellel Ministries since l992, and is involved with Healing Through Creativity Courses. As writer of the Shepherd Love Series, she has a passion for the comfort and encouragement that leads people towards enjoying abundant Life in Jesus.
Broken but Loved
Broken but Loved
The Lord is close to the brokenhearted and saves those who are crushed in spirit.
Psalm 34:18, NIV
I once knew a man who always had eyes for those who were hurting. He would look out for people who were the ‘underdogs’ of life. People who had little going for them in life and who had few natural advantages. He would come alongside them and make friends.
God had shown him that his mission in life was to be a friend to the people who had no friends, especially young people with their lives before them. The Lord showed him how to be generous to those who had very little of their own resources and to understand that these young people were just as precious to the Lord as the high achievers, who had got it all together and knew where they were going.
Many of those young people were rescued from a life of rejection and inner pain, by a man who believed in them and simply loved them into life. Where did he get such love from?
There is only one possible source – the God who inspired the Psalmist to write the words of our text, was also at the centre of this man’s life. Jesus may not at this time be walking this Earth physically, but He is, in and through the lives of those who truly love Him. For if we really do love the Lord, then we will also really love those who, for whatever reason, are disadvantaged. Annie Flint’s poem sums this up so well:
Christ has no hands but our hands to do His work today
He has no feet but our feet to lead men in the way
He has no tongue but our tongue to tell men how He died
He has no help but our help to bring them to His side.
So when you read in the Word of God passages like this, about God being close to the brokenhearted, you can certainly rejoice, but don’t forget that God may be asking you to be God with flesh on and show the world what God is really like!
Prayer: Thank You, Lord, that You care about every single human being, and that all are equally precious to You. Forgive me for not being ‘God with skin on’ for some of the people I’ve met. Open my eyes to see people with your eyes and Your understanding and respond to them with Your love. In Jesus’ Name, Amen.
Today's Writer : Peter Horrobin Peter Horrobin is the Founder and International Director of Ellel Ministries. His cutting edge teaching and compassion for the hurting have been at the heart of Ellel’s ministry throughout its 23 years of development. He is the author of numerous books, most notably Healing Through Deliverance and Living the Life. At present he is busy writing material for Ellel 365, the new online training School which has now been launched. To find out more go to www.em365.org.
The Lord is close to the brokenhearted and saves those who are crushed in spirit.
Psalm 34:18, NIV
I once knew a man who always had eyes for those who were hurting. He would look out for people who were the ‘underdogs’ of life. People who had little going for them in life and who had few natural advantages. He would come alongside them and make friends.
God had shown him that his mission in life was to be a friend to the people who had no friends, especially young people with their lives before them. The Lord showed him how to be generous to those who had very little of their own resources and to understand that these young people were just as precious to the Lord as the high achievers, who had got it all together and knew where they were going.
Many of those young people were rescued from a life of rejection and inner pain, by a man who believed in them and simply loved them into life. Where did he get such love from?
There is only one possible source – the God who inspired the Psalmist to write the words of our text, was also at the centre of this man’s life. Jesus may not at this time be walking this Earth physically, but He is, in and through the lives of those who truly love Him. For if we really do love the Lord, then we will also really love those who, for whatever reason, are disadvantaged. Annie Flint’s poem sums this up so well:
Christ has no hands but our hands to do His work today
He has no feet but our feet to lead men in the way
He has no tongue but our tongue to tell men how He died
He has no help but our help to bring them to His side.
So when you read in the Word of God passages like this, about God being close to the brokenhearted, you can certainly rejoice, but don’t forget that God may be asking you to be God with flesh on and show the world what God is really like!
Prayer: Thank You, Lord, that You care about every single human being, and that all are equally precious to You. Forgive me for not being ‘God with skin on’ for some of the people I’ve met. Open my eyes to see people with your eyes and Your understanding and respond to them with Your love. In Jesus’ Name, Amen.
Today's Writer : Peter Horrobin Peter Horrobin is the Founder and International Director of Ellel Ministries. His cutting edge teaching and compassion for the hurting have been at the heart of Ellel’s ministry throughout its 23 years of development. He is the author of numerous books, most notably Healing Through Deliverance and Living the Life. At present he is busy writing material for Ellel 365, the new online training School which has now been launched. To find out more go to www.em365.org.
Tuesday, November 3, 2009
113. Terbesar di dalam Kerajaan Sorga - Matius 18:1-5
1Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" 2Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka3Lalu berkata:"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 4Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. 5Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalama nama-Ku, ia menyambut Aku."
Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan ada beberapa hal yg menarik yg akan kita pelajari hari ini, bahwa Yesus sedang berkumpul dengan murid-muridNya, tiba-tiba Yesus dikejutkan dengan sebuah pertanyaaan yang mungkin tidak pernah dipikirkan oleh Yesus sebelumnya, karena ternyata murid-murid yg selama ini begitu taat bersama Yesus, dan yang selama ini begitu mengasihi Yesus. Tetapi kali ini tiba-tiba mengajukan pertanyaan yg dalam tanda "petik" ....pertanyaan yg sama sekali tidak rohani.
Murid-muridNya mulai bertanya,"Siapakah yg terbesar dalam Kerajaan Sorga?' Mereka sedang mempersoalkan di dalam diri mereka sendiri, dan bertanya, "Siapa yg kira-kita akan mendapatkan predikat paling hebat nanti dalam Kerajaan Sorga?"
Tiba-tiba Yesus menjawab pertanyaan yg buat murid-muridNya sangat aneh sekali dan mereka juga terkejut sekali, karena tiba-tiba Yesus mengambil anak kecil dan berkata kepada mereka, jika kamu tidak bertobat seperti anak kecil ini, kamu tidak punya tempat dalam Kerajaan Sorga. Jangankan menjadi yg terbesar, jangankan menjadi yg terhebat, jangankan mendapat anugrah dalam Kerajaan Sorga, bahkan tempat saja dalam Kerajaan Sorga tidak mendapat.
Berarti dari ayat-ayat bacaan ini, ada 3 hal menarik tentang terbesar di dalam Kerajaan Sorga:
1. Seorang yang selalu memikirkan untuk menjadi yg terbesar, harus bertobat
Apa maksud dari kalimat ini? Ada banyak orang yg selalu di dalam pikirannya selalu ingin menjadi yg terbesar. Dengan lain kata, apabila ia ada di dalam perusahaan, dia ingin menjadi yg terbesar, dia sikut orang lain, dia injek orang lain kalau perlu, dia rekayasa sesuatu, dan ia halalkan segala cara. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, bukan hanya dalam dunia rohani, tetapi di dalam dunia jasmani, orang sedang berlomba-lomba menjadi yg terbesar. Yg dikhwatirkan sekarang ini manusia menjadi homo-hominilupus. Manusia akan menjadi mangsa manusia lainnya, karena manusia sudah lupa dengan moral, manusia sudah lupa dengan Tuhannya dan aturan-aturan yg benar.
Tetapi, yg ada sekarang ini hanyalah tujuan. Dan ini terjadi di mana-mana, dalam hal dagang, dunia bisnis, pemerintahan, semua ingin menjadi besar dan menghalalkan segala cara. Tetapi, yg lebih parah lagi, sekarang hal ini sudah merambat di dalam bidang pelayanan rohani. Tidak tahu apapun yg terjadi, gereja ingin menjadi yg terbesar, tidak tahu apakah dengan harus merampas gereja kecil lainnya, atau merampas jemaat dari gereja lain atau tidak tahu dengan mengambil pelayan dari gereja lain, yg terpenting adalah dia menjadi yg terbesar.
Tetapi saudaraku, Kristus mulai mengajar hal yg sangat keras di sini, karena ingat, yg datang kepada Yesus adalah murid-muridNya, dan bukanlah orang yg belum bertobat. Tetapi jawaban Yesus pada ayat yg ke-3 sungguh sangat tajam sekali 3Lalu Yesus berkata:"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat". Di sini kita lihat, padahal mereka semua itu murid-murid Yesus, yg sudah bertobat dan mengakui Mesias sebagai anak Allah yang hidup. Tetapi sekarang Yesus berkata,"Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti salah seorang anak kecil ini, kamu tidak mendapat tempat dalam Kerajaan Sorga." Berarti, seorang yg selalu memikirkan dirinya menjadi yg terbesar, dia harus bertobat.
Saya bukan bilang bahwa orang Kristen harus pasrah, atau Quisera-sera/whatever will be-will be, apapun yg terjadi, terjadilah. Saya bukan bilang orang Kristen harus percaya nasib dan biar takdir yg terjadi, bukan itu! Kita percaya akan penyertaan Allah, kita percaya akan iman, tapi kalau akhirnya kita punya motivasi untuk menjadi yg terbear, kita sedang ada di jalan yg salah. Dan setiap pendengar yg diberkati Tuhan, bagus untuk punya iman, bagus untuk memiliki mimpi akan perkara-perkara besar, tetapi kita harus sadar bahwa tanpa Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa.
2. Seorang yg ingin menjadi besar, dia harus berani merendahkan diri
Ayat yg ke-4 dikatakan 4Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Kalau seorang ingin menjadi besar, atau berhasil, atau ingin maju. Apakah saudara seorang muda yg rindu sekali berhasil dalam studi saudara, atau saudara rindu sekali untuk memperoleh suatu keberhasilan, karena mungkin saudara berasal dari keluarga miskin. Tetapi, saudara ingin sekali menjadi anak yg berhasil sehingga dapat mengangkat citra keluarga, dapat menolong papa dan mama. Tetapi kalimat saya sederhana, seorang yg ingin berhasil, harus berani untuk merendahkan diri.
Ada banyak orang yg sebetulnya tidak mendapat atau tidak mempunyai kerjaan. Tetapi sebenarnya dia tidak setia dengan hal-hal kecil, mungkin dia terlalu sombong dan tidak mau mulai dengan gaji kecil atau hal-hal kecil. Tetapi, sekali lagi saya ingin ulangi, seorang yg ingin berhasil/menjadi besar, seorang yg ingin melihat sukses dalam hidupnya, harus berani merendahkandiri. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, orang-orang yg dipakai Tuhan adalah orang-orang yg merendahkan diri. Orang-orang yg dipakai Tuhan adalah orang-orang yg tidak selamanya hebat atau sempurna atau tanpa kekurangan apapun. Tetapi, orang-orang yg dipakai Tuhan, adalah orang-orang yg mau merendahkan diri.
Bila kita ingat bagaimana Tuhan memanggil Musa, dan Tuhan berkata,"Musa, tanggalkanlah kasutmu, sebab tempat dimana engkau berpijak itu kudus. Alkitab berkata," Bagaimana musa menanggalkan kasutnya dan bersujud di hadapan Tuhan. Peristiwa dimana Musa menanggalkan kasut dan sujud di hadapan Allah, saya mau beritahu, Musa merendahkan diri. Peristiwa ini mengajar kepada kita bahwa orang yg mau merendahkan diri diberkati untuk perkara-perkara yg besar.
3. Besar/berhasilnya seseorang adalah dari caranya ia menyambut Yesus
Ayat ke-5 dikatakan "Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalama nama-Ku, ia menyambut Aku." Adakah baginya Yesus adalah seseorang yg penting, sehingga setiap minggu ia harus ke gereja. Apakah Yesus penting, sehingga setiap hari ia berdoa dan membaca Alkitab, karena tanpa Yesus jalannya akan gelap setiap hari. Adakah Yesus penting, sehingga sebelum memulai aktifitasnya, ia membuka dan membaca Alkitab dan mulai dengan Firman Tuhan, karena Firman Tuhan menjadi dasar dan landasan dalam hidupNYA.
Itu yg saya beri nama besar atau berhasilnya seseorang dari cara ia menyambut Yesus. Kalau dia sama sekali tidak punya respect/rasa hormat dan takut terhadap Yesus. Kalau sempet ya, baru pergi ke gereja, kalau tidak sempat berdoa, kemudian berasumsi Tuhan juga ngerti! Jawaban saya sederhana, Tuhan kita ngerti, tapi kita harus menyambut Yesus sebagai Tuhan dan Raja, kita harus menghormatinya sebagai Raja dan menempatkannya pada posisi yg paling penting dalam hidup kita, maka kita akan melihat kemenangan dan keberhasilan di dalam jalan hidup kita.
Saudaraku, Yesus rindu untuk menyambut saudara, Yesus rindu untuk melakukan perkara besar dalam hidup saudara, Yesus rindu sekali untuk mengangkat saudara dan mencurahkan berkatNYA, tapi adakah kita menyambut Yesus sebagai Raja, adakah kita menghormatiNYA sebagai Tuhan yg baginya tidak ada perkara yg mustahil. Dan jika iya, saya percaya, saudara sedang ada di jalan yg benar untuk melihat kemenangan pada diri saudara. Terimalah Yesus sebagai Juru Selamat dan buka hati, sebab IA adalah Tuhan yg siap mengampuni dosa saudara dan mengerjakan perkara besar dalam hidup saudara.
Doa:
Bapa di dalam Nama Yesus, engkau lihat setiap kami sekalian yg saat ini sedang berbeban berat dan ada dalam tekanan. Atau ada dari kami sekalian yg punya ambisi dan menghalalkan segala cara, dan berkompromi dengan dosa. Hamba berdoa saat ini "Dalam Nama Yesus" , mampukan kami untuk kembali ke jalan Tuhan, kami setia dalam perkara kecil, kami mendahulukan Tuhan dalam segala perkara. Dan kami melihat kemenangan dan keberhasilan bukan karena kekuatan kami, tetapi semuanya semata-mata hanya oleh Anugrah dan Kasih Tuhan. Jamah kami yg sakit, yg berbeban berat, jamah kami yg mau terima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat. Lewat program ini, kami melihat Kuasa Yesus terjadi dalam hidup kami, haleluya, dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa dan mengucap syukur, Amin!
Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan ada beberapa hal yg menarik yg akan kita pelajari hari ini, bahwa Yesus sedang berkumpul dengan murid-muridNya, tiba-tiba Yesus dikejutkan dengan sebuah pertanyaaan yang mungkin tidak pernah dipikirkan oleh Yesus sebelumnya, karena ternyata murid-murid yg selama ini begitu taat bersama Yesus, dan yang selama ini begitu mengasihi Yesus. Tetapi kali ini tiba-tiba mengajukan pertanyaan yg dalam tanda "petik" ....pertanyaan yg sama sekali tidak rohani.
Murid-muridNya mulai bertanya,"Siapakah yg terbesar dalam Kerajaan Sorga?' Mereka sedang mempersoalkan di dalam diri mereka sendiri, dan bertanya, "Siapa yg kira-kita akan mendapatkan predikat paling hebat nanti dalam Kerajaan Sorga?"
Tiba-tiba Yesus menjawab pertanyaan yg buat murid-muridNya sangat aneh sekali dan mereka juga terkejut sekali, karena tiba-tiba Yesus mengambil anak kecil dan berkata kepada mereka, jika kamu tidak bertobat seperti anak kecil ini, kamu tidak punya tempat dalam Kerajaan Sorga. Jangankan menjadi yg terbesar, jangankan menjadi yg terhebat, jangankan mendapat anugrah dalam Kerajaan Sorga, bahkan tempat saja dalam Kerajaan Sorga tidak mendapat.
Berarti dari ayat-ayat bacaan ini, ada 3 hal menarik tentang terbesar di dalam Kerajaan Sorga:
1. Seorang yang selalu memikirkan untuk menjadi yg terbesar, harus bertobat
Apa maksud dari kalimat ini? Ada banyak orang yg selalu di dalam pikirannya selalu ingin menjadi yg terbesar. Dengan lain kata, apabila ia ada di dalam perusahaan, dia ingin menjadi yg terbesar, dia sikut orang lain, dia injek orang lain kalau perlu, dia rekayasa sesuatu, dan ia halalkan segala cara. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, bukan hanya dalam dunia rohani, tetapi di dalam dunia jasmani, orang sedang berlomba-lomba menjadi yg terbesar. Yg dikhwatirkan sekarang ini manusia menjadi homo-hominilupus. Manusia akan menjadi mangsa manusia lainnya, karena manusia sudah lupa dengan moral, manusia sudah lupa dengan Tuhannya dan aturan-aturan yg benar.
Tetapi, yg ada sekarang ini hanyalah tujuan. Dan ini terjadi di mana-mana, dalam hal dagang, dunia bisnis, pemerintahan, semua ingin menjadi besar dan menghalalkan segala cara. Tetapi, yg lebih parah lagi, sekarang hal ini sudah merambat di dalam bidang pelayanan rohani. Tidak tahu apapun yg terjadi, gereja ingin menjadi yg terbesar, tidak tahu apakah dengan harus merampas gereja kecil lainnya, atau merampas jemaat dari gereja lain atau tidak tahu dengan mengambil pelayan dari gereja lain, yg terpenting adalah dia menjadi yg terbesar.
Tetapi saudaraku, Kristus mulai mengajar hal yg sangat keras di sini, karena ingat, yg datang kepada Yesus adalah murid-muridNya, dan bukanlah orang yg belum bertobat. Tetapi jawaban Yesus pada ayat yg ke-3 sungguh sangat tajam sekali 3Lalu Yesus berkata:"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat". Di sini kita lihat, padahal mereka semua itu murid-murid Yesus, yg sudah bertobat dan mengakui Mesias sebagai anak Allah yang hidup. Tetapi sekarang Yesus berkata,"Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti salah seorang anak kecil ini, kamu tidak mendapat tempat dalam Kerajaan Sorga." Berarti, seorang yg selalu memikirkan dirinya menjadi yg terbesar, dia harus bertobat.
Saya bukan bilang bahwa orang Kristen harus pasrah, atau Quisera-sera/whatever will be-will be, apapun yg terjadi, terjadilah. Saya bukan bilang orang Kristen harus percaya nasib dan biar takdir yg terjadi, bukan itu! Kita percaya akan penyertaan Allah, kita percaya akan iman, tapi kalau akhirnya kita punya motivasi untuk menjadi yg terbear, kita sedang ada di jalan yg salah. Dan setiap pendengar yg diberkati Tuhan, bagus untuk punya iman, bagus untuk memiliki mimpi akan perkara-perkara besar, tetapi kita harus sadar bahwa tanpa Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa.
2. Seorang yg ingin menjadi besar, dia harus berani merendahkan diri
Ayat yg ke-4 dikatakan 4Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Kalau seorang ingin menjadi besar, atau berhasil, atau ingin maju. Apakah saudara seorang muda yg rindu sekali berhasil dalam studi saudara, atau saudara rindu sekali untuk memperoleh suatu keberhasilan, karena mungkin saudara berasal dari keluarga miskin. Tetapi, saudara ingin sekali menjadi anak yg berhasil sehingga dapat mengangkat citra keluarga, dapat menolong papa dan mama. Tetapi kalimat saya sederhana, seorang yg ingin berhasil, harus berani untuk merendahkan diri.
Ada banyak orang yg sebetulnya tidak mendapat atau tidak mempunyai kerjaan. Tetapi sebenarnya dia tidak setia dengan hal-hal kecil, mungkin dia terlalu sombong dan tidak mau mulai dengan gaji kecil atau hal-hal kecil. Tetapi, sekali lagi saya ingin ulangi, seorang yg ingin berhasil/menjadi besar, seorang yg ingin melihat sukses dalam hidupnya, harus berani merendahkandiri. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, orang-orang yg dipakai Tuhan adalah orang-orang yg merendahkan diri. Orang-orang yg dipakai Tuhan adalah orang-orang yg tidak selamanya hebat atau sempurna atau tanpa kekurangan apapun. Tetapi, orang-orang yg dipakai Tuhan, adalah orang-orang yg mau merendahkan diri.
Bila kita ingat bagaimana Tuhan memanggil Musa, dan Tuhan berkata,"Musa, tanggalkanlah kasutmu, sebab tempat dimana engkau berpijak itu kudus. Alkitab berkata," Bagaimana musa menanggalkan kasutnya dan bersujud di hadapan Tuhan. Peristiwa dimana Musa menanggalkan kasut dan sujud di hadapan Allah, saya mau beritahu, Musa merendahkan diri. Peristiwa ini mengajar kepada kita bahwa orang yg mau merendahkan diri diberkati untuk perkara-perkara yg besar.
3. Besar/berhasilnya seseorang adalah dari caranya ia menyambut Yesus
Ayat ke-5 dikatakan "Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalama nama-Ku, ia menyambut Aku." Adakah baginya Yesus adalah seseorang yg penting, sehingga setiap minggu ia harus ke gereja. Apakah Yesus penting, sehingga setiap hari ia berdoa dan membaca Alkitab, karena tanpa Yesus jalannya akan gelap setiap hari. Adakah Yesus penting, sehingga sebelum memulai aktifitasnya, ia membuka dan membaca Alkitab dan mulai dengan Firman Tuhan, karena Firman Tuhan menjadi dasar dan landasan dalam hidupNYA.
Itu yg saya beri nama besar atau berhasilnya seseorang dari cara ia menyambut Yesus. Kalau dia sama sekali tidak punya respect/rasa hormat dan takut terhadap Yesus. Kalau sempet ya, baru pergi ke gereja, kalau tidak sempat berdoa, kemudian berasumsi Tuhan juga ngerti! Jawaban saya sederhana, Tuhan kita ngerti, tapi kita harus menyambut Yesus sebagai Tuhan dan Raja, kita harus menghormatinya sebagai Raja dan menempatkannya pada posisi yg paling penting dalam hidup kita, maka kita akan melihat kemenangan dan keberhasilan di dalam jalan hidup kita.
Saudaraku, Yesus rindu untuk menyambut saudara, Yesus rindu untuk melakukan perkara besar dalam hidup saudara, Yesus rindu sekali untuk mengangkat saudara dan mencurahkan berkatNYA, tapi adakah kita menyambut Yesus sebagai Raja, adakah kita menghormatiNYA sebagai Tuhan yg baginya tidak ada perkara yg mustahil. Dan jika iya, saya percaya, saudara sedang ada di jalan yg benar untuk melihat kemenangan pada diri saudara. Terimalah Yesus sebagai Juru Selamat dan buka hati, sebab IA adalah Tuhan yg siap mengampuni dosa saudara dan mengerjakan perkara besar dalam hidup saudara.
Doa:
Bapa di dalam Nama Yesus, engkau lihat setiap kami sekalian yg saat ini sedang berbeban berat dan ada dalam tekanan. Atau ada dari kami sekalian yg punya ambisi dan menghalalkan segala cara, dan berkompromi dengan dosa. Hamba berdoa saat ini "Dalam Nama Yesus" , mampukan kami untuk kembali ke jalan Tuhan, kami setia dalam perkara kecil, kami mendahulukan Tuhan dalam segala perkara. Dan kami melihat kemenangan dan keberhasilan bukan karena kekuatan kami, tetapi semuanya semata-mata hanya oleh Anugrah dan Kasih Tuhan. Jamah kami yg sakit, yg berbeban berat, jamah kami yg mau terima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat. Lewat program ini, kami melihat Kuasa Yesus terjadi dalam hidup kami, haleluya, dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa dan mengucap syukur, Amin!
Monday, November 2, 2009
The Blessing of a Godly Rebuke
The Blessing of a Godly Rebuke
He who listens to a life-giving rebuke will be at home among the wise. He who ignores discipline despises himself, but whoever heeds correction gains understanding.
Proverbs 15:31-32, NIV
Some of the most important lessons I’ve ever learned came through making mistakes. I had parents who loved me enough to rebuke and correct me when I got things wrong – especially when I had done something deliberately, knowing it was wrong! I never felt as though I was being punished unfairly when I was ‘told off’ in love. While I didn’t like the experience, I knew it was just and fair and for my own good.
Once, however, at school, I was punished for something I hadn’t done and I felt the deep pain of injustice on the inside. There was nothing I could do to prove my innocence and I had to take my punishment – a compulsory cross-country run, followed by a prefect on a bicycle! But even today, although the person who punished me unfairly has long been forgiven, I can still sense the feelings of injustice I had at the time.
Correct and fair discipline is good for us. We can learn so much through the experience of being rightly corrected. I fear that in our very liberal society, we are growing a generation of children who will not have the privilege of becoming wise through loving rebuke. We are sowing a wind, and in time we will reap a whirlwind of consequence.
God is the very best of fathers. He knows when we need encouragement and also when we need the rebuke of love. He doesn’t want us to miss out on learning the vital lessons of life – and even when He rebukes us, it is a form of encouragement! There may be times when He uses the events of life to bring His discipline into our circumstances. When that happens, let’s not rebel against His love, but thank Him that He really cares for us and carefully note the lesson He has been teaching us, so that the discipline will contribute to our growing in maturity.
Prayer: Thank you Father God, that You love me enough to bring correction into my life when I need it. Help me always to remember the lessons You teach me in love, so that I may grow up into the maturity of really knowing and serving You. In Jesus’ Name, Amen.
Today's Writer : Peter Horrobin Peter Horrobin is the Founder and International Director of Ellel Ministries. His cutting edge teaching and compassion for the hurting have been at the heart of Ellel’s ministry throughout its 23 years of development. He is the author of numerous books, most notably Healing Through Deliverance and Living the Life. At present he is busy writing material for Ellel 365, the new online training School which has now been launched. To find out more go to www.em365.org.
He who listens to a life-giving rebuke will be at home among the wise. He who ignores discipline despises himself, but whoever heeds correction gains understanding.
Proverbs 15:31-32, NIV
Some of the most important lessons I’ve ever learned came through making mistakes. I had parents who loved me enough to rebuke and correct me when I got things wrong – especially when I had done something deliberately, knowing it was wrong! I never felt as though I was being punished unfairly when I was ‘told off’ in love. While I didn’t like the experience, I knew it was just and fair and for my own good.
Once, however, at school, I was punished for something I hadn’t done and I felt the deep pain of injustice on the inside. There was nothing I could do to prove my innocence and I had to take my punishment – a compulsory cross-country run, followed by a prefect on a bicycle! But even today, although the person who punished me unfairly has long been forgiven, I can still sense the feelings of injustice I had at the time.
Correct and fair discipline is good for us. We can learn so much through the experience of being rightly corrected. I fear that in our very liberal society, we are growing a generation of children who will not have the privilege of becoming wise through loving rebuke. We are sowing a wind, and in time we will reap a whirlwind of consequence.
God is the very best of fathers. He knows when we need encouragement and also when we need the rebuke of love. He doesn’t want us to miss out on learning the vital lessons of life – and even when He rebukes us, it is a form of encouragement! There may be times when He uses the events of life to bring His discipline into our circumstances. When that happens, let’s not rebel against His love, but thank Him that He really cares for us and carefully note the lesson He has been teaching us, so that the discipline will contribute to our growing in maturity.
Prayer: Thank you Father God, that You love me enough to bring correction into my life when I need it. Help me always to remember the lessons You teach me in love, so that I may grow up into the maturity of really knowing and serving You. In Jesus’ Name, Amen.
Today's Writer : Peter Horrobin Peter Horrobin is the Founder and International Director of Ellel Ministries. His cutting edge teaching and compassion for the hurting have been at the heart of Ellel’s ministry throughout its 23 years of development. He is the author of numerous books, most notably Healing Through Deliverance and Living the Life. At present he is busy writing material for Ellel 365, the new online training School which has now been launched. To find out more go to www.em365.org.
Persevere in Service
Persevere in Service
But the seed on good soil stands for those with a noble and good heart, who hear the word, retain it, and by persevering produce a crop.
Luke 8:15, NIV
I recently tore my calf muscle whilst playing squash, and although the natural healing of my body had kicked in, getting out of bed in the morning and hobbling around all day at work had suddenly become a very painful and slow process.
I was feeling a little sorry for myself one morning and the thought of staying at home for a week or two, taking it easy, and just waiting for the injury to right itself seemed very attractive to me. But, as I read the familiar words of the parable of the sower, I was suddenly struck by this verse ‘But the seed on good soil stands for those with a noble and good heart, who hear the word, retain it, and by persevering produce a crop.’
Sometimes we need to persevere in our service of Christ, even through difficult and painful circumstances, such as the loss of a loved one or a major disappointment. For me walking around, or even standing on my leg, had become a painful activity. Later that day the doctor confirmed that I needed to persevere in using my leg, and, although painful, this would aid the healing process. Not a welcome message, but it did confirm what God had said to me!
Maybe you, like me, are facing something that is causing you physical or emotional pain and you need God’s help to cope with it. Then let me encourage you that He will never leave you or forsake you. He understands what you’re going through and He will walk each step of the way with you, if you’re willing to invite Him to. Indeed, as this verse says, by persevering in our service of Christ, we will please Him and produce a good crop.
Prayer: Lord Jesus, I thank You that You understand all the circumstances of my life, my sorrow and pain as well as my joy. I invite You to take my hand and walk with me each day. Please bring Your comfort and healing and help me to serve you faithfully all the days of my life. Amen.
Today's Writer : Andy Willis Andy Willis is married and has three sons. He is a qualified Project Manager and IS Auditor. He and his wife were very much led to undertake the Ellel modular training which was both life transforming and preparation for further service in God’s kingdom. Andy recently joined the team at Ellel Grange, and is now responsible for some of the commercial activities of Ellel Ministries.
But the seed on good soil stands for those with a noble and good heart, who hear the word, retain it, and by persevering produce a crop.
Luke 8:15, NIV
I recently tore my calf muscle whilst playing squash, and although the natural healing of my body had kicked in, getting out of bed in the morning and hobbling around all day at work had suddenly become a very painful and slow process.
I was feeling a little sorry for myself one morning and the thought of staying at home for a week or two, taking it easy, and just waiting for the injury to right itself seemed very attractive to me. But, as I read the familiar words of the parable of the sower, I was suddenly struck by this verse ‘But the seed on good soil stands for those with a noble and good heart, who hear the word, retain it, and by persevering produce a crop.’
Sometimes we need to persevere in our service of Christ, even through difficult and painful circumstances, such as the loss of a loved one or a major disappointment. For me walking around, or even standing on my leg, had become a painful activity. Later that day the doctor confirmed that I needed to persevere in using my leg, and, although painful, this would aid the healing process. Not a welcome message, but it did confirm what God had said to me!
Maybe you, like me, are facing something that is causing you physical or emotional pain and you need God’s help to cope with it. Then let me encourage you that He will never leave you or forsake you. He understands what you’re going through and He will walk each step of the way with you, if you’re willing to invite Him to. Indeed, as this verse says, by persevering in our service of Christ, we will please Him and produce a good crop.
Prayer: Lord Jesus, I thank You that You understand all the circumstances of my life, my sorrow and pain as well as my joy. I invite You to take my hand and walk with me each day. Please bring Your comfort and healing and help me to serve you faithfully all the days of my life. Amen.
Today's Writer : Andy Willis Andy Willis is married and has three sons. He is a qualified Project Manager and IS Auditor. He and his wife were very much led to undertake the Ellel modular training which was both life transforming and preparation for further service in God’s kingdom. Andy recently joined the team at Ellel Grange, and is now responsible for some of the commercial activities of Ellel Ministries.
Subscribe to:
Posts (Atom)