<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434</id><updated>2012-03-02T16:07:02.939+11:00</updated><category term='bdays'/><category term='KK'/><category term='reflection'/><category term='marriage'/><category term='Easter'/><category term='devotional'/><category term='moon'/><category term='Mother&apos;s day'/><category term='pregnancy'/><category term='sis'/><title type='text'>Thinking...Wishing...Hoping...</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>375</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-4452762494828296604</id><published>2012-02-26T17:25:00.013+11:00</published><updated>2012-02-27T16:57:44.479+11:00</updated><title type='text'>201. Orang yg dikuasai kegelapan - Markus 5:1-7</title><content type='html'>Banyak orang yg selalu beranggapan bahwa orang yg dirasuki setan adalah orang yg rambutnya acak-acakan, gila, dan selalu berteriak-teriak,"saya ingin bunuh kamu!" Tetapi tahukah saudara bahwa "orang yg duduk diam", dia bisa dikuasai oleh kegelapan. Misalnya: Orang yg sudah punya istri, anak-anak, tetapi ia masih tertarik dengan wanita lain. Apakah orang seperti ini orang biasa? Jawaban saya sederhana, orang seperti ini adalah orang yg dikuasai kegelapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kala, orang biasa pergi ke gereja, tetapi ia tetap lakukan hubungan sex sebelum nikah, tertarik dengan blue film. Apakah orang seperti ini orang biasa? Jawaban saya sederhana, orang seperti ini adalah orang yg dikuasai kegelapan. Kita percaya bahwa mengikut Yesus bukan berarti kita memiliki sebuah agama dan belajar tentang ajaran-ajaran yg baik. Tetapi, mengikut Yesus berarti memiliki kuasa untuk melepaskan diri dari setiap ikatan kegelapan, sehingga kita bebas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, melalui program ini saya mau beritahu bahwa Yesus bukan hanya sekedar pembawa agama, tetapi Yesus membawa kelepasan dari suatu ikatan. Karena itu injil Yohanes berkata,"Jika Anak itu memerdekakan, kamu benar-benar merdeka!" Kita lihat di Markus 5:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 2Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari perkuburan menemui Dia. 3Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk untuk menjinakkannya. 5Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. 6Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia dan mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 7dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara bisa lihat dari kejadian di atas bahwa setan bisa menguasai seseorang. Di sisi lain, Yesus punya Kuasa yg lebih besar, sehingga setan tidak pernah tahan dalam hadirat Tuhan. Ciri-ciri orang yg sedang dikuasai kegelapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dia senang dan tertarik dengan dunia orang mati&lt;br /&gt;Kita lihat di ayat yg ke-1Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 2Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari perkuburan menemui Dia. 3Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yg senang belajar dan terus tertarik dengan dunia orang mati. Orang yg senang berdoa di kuburan. Tahukah saudara bahwa ini adalah tanda bahwa Roh Jahat itu sedang membelenggu hidup kita, Roh jahat sedang menguasai dan mengikat hidup kita. &lt;br /&gt;Sehingga, apa yg terjadi? Kita adalah orang yg hidup dan sebagai orang yg hidup, kita tidak ada hubungannya dengan orang mati. Tetapi, banyak orang yg saat dia menghadapi masalah, ia berusaha memanggil opanya yg sudah mati, dan berdoa,"Engkong...tolong saya, saat ini saya sedang menderita." Padahal opa/engkongnya sudah lama mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, orang yg sedang dikuasai kegelapan, selalu memandangnya kepada kematian dan dunia orang mati. Seringkali bermimpi dengan orang-orang yg sudah mati. Saudara bila dalam mimpi anda bertemu dengan orang-orang yg sudah mati, saudara harus berani berkata,"dalam Nama Yesus, setan keluar!" Karena, orang mati yg menjumpai saudara, itu bukan orang yg sebenarnya, tetapi itu adalah Roh Jahat yg menyerupai mereka. Janganlah anda tertipu, karena gelap dan terang tidak dapat bersatu! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab berkata bahwa antara yang hidup dan mati terpisahkan oleh jurang yg tidak dapat terseberangi. Jadi sekali lagi, orang yg dikuasai kegelapan tertarik dengan dunia orang mati, senang berada di kuburan, coba-coba untuk cari kekuatan di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang tersebut tidak dapat dikendalikan &lt;br /&gt;Kita lihat pada ayat yg ke-3Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk untuk menjinakkannya. Seringkali kita jumpai orang yg tidak mau ditegur/diatur, dan orang itu kadang bingung dengan dirinya sendiri, kenapa saya begini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saudaraku yg kekasih di saat seperti itu, hanya Yesus yg dapat tolong saudara. Mungkin saudara punya anak yg sudah tidak dapat ditegur lagi. Saudara maki diapun sudah tidak ada gunanya lagi. Memukuli diapun, itupun hanya menghancurkan tubuhnya. Jiwanya sedang sangat tertutup, dan rohnya sedang sangat terbelenggu. Perintahkanlah di dalam Nama Yesus dengan doa saudara, panggil Nama Yesus, minta Yesus lepaskan belenggu yg ada di dalam RohNYA. Dan ingat, doa orang benar besar kuasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab bilang bahwa peperangan kita bukan melawan darah dan daging, tetapi melalui Roh-roh jahat yg ada di udara. Ada seorang yg berkata kepada saya,"pendeta, suami saya sepertinya sudah tidak bisa dikendalikan lagi!" Saudara berdoalah, minta Kuasa Tuhan menjamah hidupnya. Karena, bila saudara memaki dia, itu hanya akan mempercepat proses perceraian. Saudara berdoa, agar Roh jahat dihancurkan dalam hidupnya, agar suami saudara dapat kembali kepada kasih Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jiwanya tidak tenang &lt;br /&gt;Ayat yg ke-5Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Kita lihat ciri yg ke-3, biasanya orang tersebut tidak dapat tinggal diam, dan musik-musik rock biasanya menjadi pelampiasan dari orang-orang yg dikuasai kegelapan, sehingga mereka bisa berteriak sekenceng-kencengnya. Mereka sering kali memaki orang seenaknya, menyakiti orang lain dengan kata-kata yg kasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka senang menyiksa dirinya sendiri dengan obat-obatan terlarang, senangnya kebut-kebutan dan berjalan dekat sekali dengan kematian. Karena iblis itu datang untuk mencuri, membunuh dan kemudian membinasakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak mau berjalan dalam otoritas Allah&lt;br /&gt;Ayat yang ke-6Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia dan mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 7dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" &lt;br /&gt;Orang ini bisa saja tahu hal-hal yg sifatnya rohani, tetapi tidak mau berjalan dalam otoritas Allah, tidak mau dipimpin, tidak mau diatur, tidak mau dikendalikan sesuai dengan Firman Tuhan, pedahal dia tahu hal-hal rohani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan saudara pikir bahwa orang yg dikuasai kegelapan, ia tidak pergi ke gereja. Ia bisa saja rajin ke gereja, baca Alkitab. Tetapi Alkitab tidak mengendalikan hidupnya. Ia hanya mencari ayat-ayat yg menyenangkan, ayat-ayat yg dia sukai untuk dia pakai menyerang orang lain. Itu sebabnya, ketika orang itu datang, hanya 1 yg dia takuti, yaitu Yesus sendiri. Itu sebabnya, kalau anda tidak bisa ngomong lagi dengan suami/istri saudara, maupun anak saudara. Saya mau ingatkan bahwa sekuat apapun setan yg berusaha membelenggu hidup seseorang, tetap ia harus tunduk pada kuasa Yesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu pergunakanlah Nama Yesus, doa dengan iman, dan jangan menyerah! Janganlah anda berkata,"saya tidak tahu lagi apa yg harus saya perbuat dengan anak saya/istri/suami saya, keadaan sekeliling saya?" Tetapi, sebagai hamba Allah saya mau ingatkan bahwa Yesus punya kuasa yg cukup untuk menaklukan setiap kuasa kegelapan ini. Mungkin saat ini saudara sedang dikuasai kegelapan, hidup saudara tidak tenang, dan saudara tidak kebetulan mengikuti program ini. Tuhan sedang ingin menjamah saudara. Yesus mau memulihkan hidup saudara dan buat sesuatu yg ajaib dalam hidup saudara. Saya percaya bahwa hari ini adalah hari kemenangan saudara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Di dalam Nama Yesus, hamba berdoa bagi kami yg saat ini mungkin merasa sedang dikuasai kegelapan. Di dalam Nama Yesus kami patahkan setiap belenggu yg menghalangi hidup kami, biar Tuhan jamah dan pemulihan terjadi, haleluya, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-4452762494828296604?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/4452762494828296604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=4452762494828296604' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4452762494828296604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4452762494828296604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2012/02/201-orang-yg-dikuasai-kegelapan-markus_5259.html' title='201. Orang yg dikuasai kegelapan - Markus 5:1-7'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-2639724894380251213</id><published>2012-02-20T20:48:00.015+11:00</published><updated>2012-02-21T17:13:14.803+11:00</updated><title type='text'>200. Meredakan angin ribut -  Markus 4:35-41</title><content type='html'>35Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." 36Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 37Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. 38Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?" 39Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. 40Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" 41Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid Yesus begitu panik dan ketakutan luar biasa, Petrus yg begitu mengenal danau itu, ia mengenal badai dan angin, karena Petrus adalah seorang nelayan. Tetapi semua murid pada hari itu begitu terkejut, dan takut serta sibuk mengeluarkan air dari perahu, dan akhirnya mereka sampai pada kesimpulan bahwa kita semua ini akan binasa. Jadi, sebagai seorang yg ahli, orang yg mengenal laut, orang yg mengenal danau, semua orang berkata bahwa tidak ada jalan keluar lain! Tetapi, apa yg terjadi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dibangunkannya Yesus, Yesus dengan tenang, bangun dan menghardik,"Diam! Tenanglah! Dan saat itu juga, angin dan badai tenang. Mungkin Petrus yg masih tercengang berpikir,"kenapa engga dari tadi yah saya bangunkan Yesus!" Lihat, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kadang kala kita begitu panik, kadang kala kita begitu bingung, yah...hancur deh..rumah tangga saya, yah...hancur deh....bisnis saya...yah...hancur deh masa muda saya.....wah..saya pasti binasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, kalau segala sesuatunya kita bawa kepada Yesus, kita panggil Nama Yesus, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Yesus selalu punya jalan keluar yg terbaik buat anak-anakNYA, haleluya! Ada pelajaran-pelajaran menarik, bagaimana kita bisa meredakan angin ribut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tetap biarkan Yesus yg memimpin&lt;br /&gt;Ada orang yg pernah berkata kepada saya,"Kan, Yesus yg mengajak mereka ke sebrang seperti dikatakan pada ayat yg ke-35. Kenapa Yesus yg ajak, tetapi badai tetap terjadi? Atau, kenapa Yesus engga bisa cegah supaya badai tidak terjadi? Tetapi, kita lihat di ayat yg ke-36Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya Yesus yg mengajak dan membawa mereka. Tetapi, tiba-tiba ada pergantian di sini, dan merekalah yg membawa Yesus. Saya percaya, bahwa Yesus yg memimpin, perahu Yesus yg ada di depan, Yesus yg memegang kemudi, dan mengendalikan perahu ini, saya percaya bahwa badai tidak akan turun dan menghantam perahu ini. Sehingga saya percaya bahwa danau itu akan tenang. Tetapi karena danau ini, karena kegelapan sudah melihat dan Yesus sedang tertidur di buritan, kuasa kegelapan berusaha untuk mencobai. &lt;br /&gt;Dan persoalannya sederhana, mereka tidak membiarkan lagi Yesus memimpin. Mereka berpikir, bahwa merekalah yg memimpin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus kan anak tukang kayu, kami kan nelayan-nelayan yg lebih berpengalaman dan tahu suasana danau, kami lebih mengerti tentang arah angin. Jadi, kami yg mau memimpin Yesus di sini. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, saudara boleh saja seorang dokter, maupun seorang pengacara, atau boleh saja saudara seorang businessman yg dimana saja Tuhan telah tempatkan. Saudara boleh saja seorang yg kaya raya, atau seorang Insinyur yg terkenal. Tetapi, sebagai hamba Allah saya kembali mau ingatkan, tetap jadikan Yesus yg memimpin hidup saudara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mulai apa-apa, mulailah bersama Yesus. Sebelum mengambil keputusan apa-apa, mintalah Yesus terlibat dan jadikan pemimpin dalam hidup kita. Tanya Tuhan,"Tuhan, apa yg harus saya perbuat?" Tuhan, tuntun saya, Tuhan saya ambil keputusan ini, tolong kalaulah ini dari Tuhan, Tuhan materaikan, tetapi kalau bukan dari Tuhan, biarlah Engkau singkirkan. Begitu pula, saat kita didik anak kita, mungkin anak kita sedang keras kepala akhir-akhir ini, atau kenapa anak saya pacaran dengan orang yg tidak seiman, tetapi tetap minta tolong sama Tuhan. Jadi, kalau kita biarkan Yesus yg memimpin, Yesuslah yg mengatur segala sesuatunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan panik&lt;br /&gt;Ayat yg ke-40Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Seringkali kita panik dengan keadaan sekeliling. Tetapi, kita harus belajar untuk tetap menenangkan diri. Tuhan, saya masih punya Tuhan, IA bisa bantu saya! Karena bagi Tuhan tidak ada perkara yg mustahil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Panggil Yesus&lt;br /&gt;Ayat yg ke-38Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?" Kita panggil Yesus, karena Yesus tidak pernah terlalu sibuk, sampai IA tidak bisa mengulurkan tanganNYA dan membantu kita. Yesus kelihatanNYA tertidur, tetapi ketika murid-muridNYA memanggil Yesus dengan suara hati yg terdalam, Yesus pasti meneduhkanNYA. Mungkin masa mudamu/keuanganmu sedang dihantam badai, percayalah bahwa Yesus dapat meneduhkannya. Imani dan percayalah, karena bagi Yesus tidak ada perkara yg mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, lihat kami sekalian yg membutuhkan mujijat dan jamahan, di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, Tuhan kerjakan mujijat, sehingga kami yg percaya boleh melihat kemenangan yg luar biasa, di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-2639724894380251213?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/2639724894380251213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=2639724894380251213' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2639724894380251213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2639724894380251213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2012/02/200-meredakan-angin-ribut-markus-435-41_20.html' title='200. Meredakan angin ribut -  Markus 4:35-41'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-15310573864619353</id><published>2012-02-13T20:45:00.015+11:00</published><updated>2012-02-15T21:43:35.841+11:00</updated><title type='text'>199. Biji sesawi - Markus 4:30-34</title><content type='html'>Tahukah saudara bahwa biji sesawi itu lebih kecil daripada pasir! Maka, apapun yg kamu katakan, asalkan tidak bimbang, maka apapun yg kita percayai itu bisa terjadi. Tetapi, seringkali, iman kita di hadapan Kristus itu lebih kecil daripada biji sesawi. Dan, biji yg sekecil itu bila ia tertanam, maka ia akan tumbuh menjadi sesuatu yg besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus mau menggambarkan bahwa iman adalah sebuah potensi. Yang kalau dibiarkan itu tidak memiliki potensi. Tetapi, kalau ditanam, dan disirami dengan Firman Tuhan, dia ditumbuhi dengan kebenaran, maka apa yg terjadi? Dia akan menjadi sebuah kekuatan yang membawa kita pada kemenangan lepas kemenangan menuju KemuliaanNYA yg kekal, haleluya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 32Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." 33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu IA memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, 34dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yg dapat kita bicarakan mengenai biji sesawi:&lt;br /&gt;1. Biji sesawi melambangkan ketidakmampuan&lt;br /&gt;Yesus berkata,"Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi." Kecilnya sesawi itu sebenarnya melambangkan ketidakmampuan, ketidakbisaan kita. Sebagai manusia, kita adalah manusia yg tidak mampu. Dan dalam bahasa Yunani disebut Mikro, artinya: kecil sekali. Makanya ada kata mikroskop. Yaitu, sesuatu yg harus dilihat dengan pembesar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita lihat di 2 Korintus 3:5-6.."5Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak,  kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. 6Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Paulus di sini menjelaskan bahwa kami tidak sanggup, seolah-olah itu pekerjaan kami sendiri. Semua itu adalah pekerjaan Allah, dan semuanya itu adalah pengorbanan Kristus. Karena, apa yg Yesus kerjakan di atas kayu salib, itulah yg memampukan kita. Jadi, kalau kita bicara mengenai iman, kita tidak bisa bicara mengenai kesombongan. Karena ini adalah 2 hal yg berbeda. Ada yg berkata,"saya ini orang beriman." Tetapi, hidupnya sombong. Saudaraku  yg kekasih dalam Tuhan, iman adalah sebuah pengertian bahwa saya tidak mampu, bahwa saya tidak bisa berbuat apa-apa/tidak sanggup berbuat apa saja, tetapi Kristus yg buat kekuatan buat saya. Anugrah memberikan keberanian buat saya, kuasa Roh Kudus yg menciptakan keberhasilan buat kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas di sini untuk kita bahwa biji sesawi adalah lambang dari ketidakmampuan. Makanya Yesus berkali-kali bilang, bahwa kesombongan, tinggi hati, keangkuhan, ditentang oleh Allah, bahkan di dalam perjanjian lama dijelaskan..."Aku tidak suka mereka yg melakukan keangkuhan. Alkitab dengan jelas berkata,"orang sombong, aku benci."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu di dalam doa Musa di Mazmur 90.."Manusia hari-harinya seperti rumput, tidak berdaya, pagi dia bertumbuh, tetapi pada waktu petang ia lisut dan layu." Kami semua hilang karena gemasmu. Tetapi, ajar kami menghitung hari-hari sedemikian, agar kami beroleh hati bijaksana. Dengan lain kata, sejauh kami dekat pada Tuhan, sejauh kami menyadari berkat-berkat dan anugrah-anugrah Tuhan yg telah IA sediakan buat kami, maka hidup kami akan memandang pada Kemuliaan Allah yg luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Biji sesawi melambangkan pertumbuhan&lt;br /&gt;Yesus bilang Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 32Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." Walaupun yg paling kecil, tetapi ia tumbuh menjadi yg paling besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Yesus mau gambarkan bahwa hidup Kristen yg tidak bertumbuh adalah hidup Kristen yg menjadi batu sandungan. Kalau kita mengaku Kristen, tetapi tetap berzinah/judi, kita tetap memaki orang, egois dan inginnya menang sendiri, serakah dan munafik, itu bukanlah kehidupan yg Allah hendaki. Jadi, bila hidup Kristen kita tidak bertumbuh, kita bukanlah orang Kristen yg sebenarnya. Tetapi orang Kristen yg sejati adalah orang menjadikan Yesus Kristus sebagai dasar utama kehidupannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti bayi, tadinya tidak mengerti apa-apa, tadinya hanya menuntut. Kalau lapar menangis, kalau popoknya basah menangis. Dia hanya meminta perhatian dan menuntut haknya, ia hanya minta pertolongan, dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi, semakin dia besar, semakin dia bisa menolong, semakin dia bisa bertanggung jawab, mulai melakukan tugasnya sampai akhirnya ia menjadi dewasa. Setelah dewasa, ia tidak perlu lagi menuntut haknya, tetapi mengerjakan tanggung jawabnya. Jadi, setelah ia bertumbuh, ia selalu berfokus bahwa saya mau buat ini untuk Tuhan. Semakin dewasa, semakin ia memiliki kerinduan untuk menyenangkan hati Tuhan. Kita yg sebagai orang percaya, biarlah mau menjadi berkat bagi banyak orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Biji sesawi melambangkan pertumbuhan iman kita&lt;br /&gt;Matius 17:20 "Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. &lt;br /&gt;Pertumbuhan kita dan kemampuan kita sangat bergantung dengan iman kita. Itulah sebabnya Yesus berkata,"Jika anak Manusia datang kembali, masihkah dijumpai iman!" Walaupun iman kita kecil, tetapi kita tabur firman, kita praktekan dalam kehidupan kita sehari-hari, maka iman kita akan terus bertumbuh, kita maju dalam kemenangan, sehingga menjadi berkat bagi banyak orang, haleluya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, terima kasih buat saat ini, saya berdoa untuk kami semua yg berbeban dan bermasalah dengan kehidupan kami, kami berdoa, di dalam Nama Yesus, Tuhan kerjakan mujijat, sehingga saat ini kami dapat berkata, Inilah hari yg Tuhan jadikan buat kami, dan kami mengalami kemenangan serta mujijat yg Tuhan sediakan, haleluya, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-15310573864619353?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/15310573864619353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=15310573864619353' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/15310573864619353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/15310573864619353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2012/02/199-biji-sesawi-markus-430-34.html' title='199. Biji sesawi - Markus 4:30-34'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-6630758294675383497</id><published>2012-02-05T19:34:00.010+11:00</published><updated>2012-02-06T17:34:19.859+11:00</updated><title type='text'>198. Benih yang tumbuh - Markus 4:26-29</title><content type='html'>Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan hidup Kekristenan seringkali digambarkan sebagai benih, kenapa? Karena, benih itu selalu berbicara mengenai kehidupan, dan saya percaya bahwa hidup Kristen bukanlah hidup yg mati, atau memiliki sebuah agama. Tetapi hidup Kristen adalah hidup yg bertumbuh, yg mengalami kehidupan yg sebenarnya, kita mengiring Yesus dengan sukacita, kita mengiring Yesus dengan kemenangan dan sorak sorai, haleluya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markus 4:&lt;br /&gt;26Lalu kata Yesus:"Beginilah hal Kerajaan Allah itu:seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, 27lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. 28Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. 29Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, bila kita merenungkan ayat ini, maka kita ada dalam pertanyaan yg sederhana, kenapa Yesus gambarkan kehidupan ini sebagai benih? &lt;br /&gt;Ada beberapa hal yg dapat kita pelajari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hidup ini adalah sebuah proses&lt;br /&gt;Yesus mau jelaskan bahwa hidup ini tidak bisa instant. Kadang kala, kita berdoa sekarang, kita ingin mendapatkan jawaban sekarang juga, karena percaya bahwa di dalam Allah tidak ada perkara yg mustahil. Tetapi Yesus sedang mau jelaskan bahwa hidup adalah sebuah proses. Melalui proses itu kita dididik, dilatih, disempurnakan oleh Tuhan, melalui proses itu kita diperbaharui oleh Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga semakin hari semakin mengasihi Tuhan, semakin dewasa, semakin mengalami cinta Tuhan yg luar biasa. Jadi, hidup ini adalah sebuah proses. Jadi, bila kamu berdoa dan doamu itu belum dijawab, tetap....tetap...tetaplah berdoa! Karena, Yesus gambarkan sama seperti benih. Kalaulah saudara tanam, saudara tidak bisa menuai hasilnya sekarang, tetapi harus ada waktu penantian, kesabaran, haruslah ada saat menyiram, memberi pupuk, merawatnya. Tetapi, semuanya itu kalau kita lakukan dengan baik, maka hasilnya pasti jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saudara sudah menikah 7 tahun, tetapi saudara dengan pasangan saudara, dengan mertua saudara, dengan ipar-ipar saudara. Koq..perasaan tidak merasa cocok. Sehingga ada perasaan yg muncul....kalau begitu, saya bercerai saja deh! Saya engga tahan deh..dengan istri/suami..ipar-ipar atau mertua saya! Tetapi, saya mau ingatkan hari ini, bahwa hidup ini adalah sebuah proses. Saudara sepertinya merasa gagal. Tetapi persoalannya sebenarnya sederhana, karena yg namanya gagal itu adalah persoalan yg belum berhasil. Dan belum berhasil itu bukan berarti gagal. Saya ambil contoh sederhana, anak saudara kuliah tingkat 2, apakah dia sudah sarjana/belum? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya, belum dong...karena baru tingkat 2. Pertanyaan saya sederhana? Dia gagal ga jadi sarjana? Belum...dia hanya belum berhasil. Suatu saat, kalau dia sungguh-sungguh, dia pasti jadi sarjana. Tetapi, saat ini dia belum berhasil. Begitupun dalam proses kita. Kadang kala kalau kita belum berhasil, itu pasti gagal, doa belum dapat jawaban, berarti saya gagal. Sebagai hamba Allah saya mau ingatkan, tidak ada analogi seperti itu. Kalaupun saya belum berhasil, saya tetap maju, saya tetap setia. Karena Tuhan berjanji bahwa saya tidak akan dibiarkannya menjadi ekor, tetapi saya akan diangkat naik dan menjadi kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hidup yg sehat pasti bertumbuh&lt;br /&gt;Kalaulah benihnya baik, perawatannya baik, otomatis ia bertumbuh. Hidup Kristen juga sama. Kalau hati kita bersih, Firman yg kita dengar baik, lalu langkah kita benar sesuai dengan Firman Tuhan, maka hidup kekristenan kita harus bertumbuh. Kalaulah kita bertahun-tahun menjadi orang Kristen tetapi tetap kuatir. Bertahun-tahun jadi orang Kristen tetapi tetap munafik, egois. Maka saya sebagai hamba Allah mau tegaskan, berarti anda tidak bertumbuh di dalam kehidupan Kekristenan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalaulah saudara mengaku sudah menjadi orang Kristen, tetapi sulit untuk lepas dari roko, judi, suka pukul istri, tidak tertarik dengan pekerjaan Tuhan, dan tidak menggambarkan diri seorang yg kudus. Tetapi sukanya mengkritik hamba Tuhan. Sebagai hamba Allah saya mau beritahu. Saudara boleh kritik semua hamba Tuhan, tetapi Yesus tetap mengasihi saudara. Inilah saatnya saudara kembali pada Tuhan, inilah saatnya saudara datang pada Tuhan. Saudara harus diubahkan dan mengenakan manusia baru. Kita seharusnya berkata,"Hidupku bukannya aku lagi, tetapi Kristulah yg hidup di dalam aku!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hasil kehidupan ini sangat tergantung dengan apa yg kita tanam&lt;br /&gt;Apa yg kita tuai, sangat tergantung dengan apa yg kita tanam. Sederhana sekali, saudara tanam biji mangga, maka yg saudara tuai adalah buah mangga. Makanya Yesus bilang pada ayat yg ke-29Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba." Jadi, akhirnya si petani bisa menjual hasil ladangnya dan menikmati hasil tuaiannya, si petani bisa membeli makanan buat anak-anaknya, si petani bisa menyekolahkan anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu semua tergantung dari pada apa yg ia tanam, tergantung bagaimana ketekunan ia merawatnya. Nah, hal itu juga sama dengan kita. Kalau kita memiliki hati yg bersih, yg kita tanam dalam hidup ini adalah kesabaran, kasih, kesetiaan dan ketekunan, maka saya percaya bahwa kita akan menuai perkara-perkara besar dalam hidup kita. Bila ada di antara saudara yg merasa bahwa saudara gagal, merasa bahwa saya tidak punya apa-apa, saya hanyalah orang miskin yg menantikan uluran tangan dan belas kasihan orang. &lt;br /&gt;Maka sebagai hamba Allah saya mau ingatkan, kalau engkau mengenal Kristus sebagai Allah dan Rajamu, engkau bukanlah orang miskin! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau adalah anak raja di atas segala raja, anak Tuhan di atas segala Tuhan. Mungkin saudara berkata,"tetapi saya gagal di dalam hidup ini!" Jawaban saya sederhana, engkau bukan gagal, tetapi engkau harus kembali melihat rencana Allah. Biarlah engkau tanam kerja keras, kesabaran, ketekunan, maka engkau akan melihat berkat-berkat Allah yg luar biasa! Mungkin yg engkau tabur hari-hari ini adalah kebencian, keserakahan, keegoisan, tetapi yg engkau tuai hanyalah kehancuran di dalam hidupmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Hamba berdoa untuk setiap kami sekalian, yg berbeban berat, bermasalah. Kami percaya bahwa di dalam Tuhan Yesus tidak ada perkara yg mustahil, Biarlah Tuhan jamah, Tuhan pulihkan dan kerjakan mujijat, sehingga umatmu boleh melihat Kemuliaan Tuhan yg luar biasa, haleluya, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-6630758294675383497?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/6630758294675383497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=6630758294675383497' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/6630758294675383497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/6630758294675383497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2012/02/198.html' title='198. Benih yang tumbuh - Markus 4:26-29'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-7161125629450380065</id><published>2011-11-25T19:14:00.001+11:00</published><updated>2011-11-25T19:14:38.073+11:00</updated><title type='text'>Giving thanks</title><content type='html'>Giving Thanks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rejoice always, pray constantly, give thanks in all circumstances; for this is the will of God in Christ Jesus for you."&lt;br /&gt;1 Thessalonians 5:16-18, RSV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Recently my daughter-in-law posted a comment on Facebook which really got me thinking. She wrote “Imagine if you woke up tomorrow with only the things you were thankful for today...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was prompted to consider firstly all those aspects of my life that I could give thanks to the Lord for – my family, my health, my work, my friends – to begin with. Secondly, I had to acknowledge that I don’t regularly give thanks for all these, and other, blessings. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What are the blessings in your life? Let’s pause right now and give thanks to our Heavenly Father for them. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But the quote is deficient in trying to capture the more comprehensive view of thankfulness that we find expressed in the Bible. Our passage above, from 1 Thessalonians 5, instructs us to give thanks in all circumstances. Which circumstances? The good times, happy times, prosperous times? Yes, but also in the times when we are suffering. When we are disappointed, rejected, hurt, ignored. When we fail. When we sin. In ALL circumstances give thanks. Yes, even when we don’t feel like it, we are to give thanks. Why? The answer is encapsulated in the second part of the verse. We rejoice always, pray constantly and give thanks in all circumstances because this is God’s will for us in Christ Jesus. Even in dreadful circumstances it is possible to give thanks – for in Christ Jesus we are able to know that God our Father has all circumstances in His sovereign hands. We are secure in Him even in the storms of life. Knowing this enables us to be thankful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Father, I am sorry that I haven’t been giving thanks in all circumstances. It seems too difficult at times. Will You please help me to lift my eyes up to You and trust that You have all things under control – and even when I don’t understand why things are happening as they are – that You will help me to thank You anyway. Thank You Father. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Paul Watson Paul Watson was for 15 years an Anglican Minister in Sydney, Australia before joining Ellel Ministries full time in 2004. Together with his wife Diane he was involved in establishing the first Australian Ellel Ministries centre “Gilbulla” near Sydney. Currently they are leading the work in Western Australia, based at ‘Springhill’ near Perth. Paul, a member of the Ellel Ministries International Executive, serves as Regional Director for Australia &amp; the Pacific as well as Regional Director for the Indian sub-continent. Paul &amp; Diane have 4 adult children and 4 grandchildren.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-7161125629450380065?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/7161125629450380065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=7161125629450380065' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7161125629450380065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7161125629450380065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/11/giving-thanks.html' title='Giving thanks'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-1509702930112148616</id><published>2011-11-25T19:10:00.000+11:00</published><updated>2011-11-25T19:11:46.015+11:00</updated><title type='text'>Steps in the dark</title><content type='html'>Steps in the dark&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Faith is being sure of what we hope for and certain of what we do not see." &lt;br /&gt;Hebrews 11:1, NIV &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are times when we find it hard to trust God in the unknowns of life even though many of us are very familiar with this much-quoted text. In a recent prayer meeting someone was given a clear illustration of the principle of walking by faith which really encouraged us, and I share it with you. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The lighting in the corridors of Glyndley Manor has been upgraded this year (so that it’s legal, but also more effective). Each corridor has several low-energy ‘downlighters’ in it, but only one or two are on permanently. The remainder come on as you walk down the corridor, activated by a movement sensor. So at night you start your journey down the corridor just able to see what is immediately ahead, the remainder of the way being in darkness. However, as you step forward into the gloom the other lights come on, and all is revealed! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How like the way God expects us to live our lives here! He sets us the general direction, but often we can’t see what’s lying ahead of us. At this point we have two choices: stay where we are and cry out to God to “turn the light on” so we can see all the way ahead, or trust Him and take those small steps into the dark which will result in more light being shed ahead of us. As we walk forward in Him we may well encounter more ‘dark’ areas. For example, once we have established the ministry God asked us to, we then meet the challenge of ongoing resources being needed to see it continue. Are we going to stand still and shout at God, or believe He asks us to step forward in faith and see what happens next? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God is the God of miracles – we’ve been reminded of this many times, not least in the story of the founding of Ellel Ministries at Ellel Grange. If we believe it, let’s live in that faith and step into what may seem dark at the moment. The Holy Spirit is a ‘movement sensor’ and He will quickly report to the Father so He can turn on the light for your path! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Father, thank You that Your Word is a lamp to our feet. Help us to believe Your Word and step out in its truth, so our ways will be enlightened and our faith strengthened. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : John Berry John Berry is Team Pastor and part of the Leadership Team at Ellel Glyndley Manor, with his wife Jennie, having previously been in Baptist church ministry for over 30 years. His heart is for the equipping of the church for its ministry, and he sees the healing and deliverance ministry of Ellel as an essential part of this. John has travelled widely in the course of his work, and enjoys being a grandfather 6 times over!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-1509702930112148616?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/1509702930112148616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=1509702930112148616' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/1509702930112148616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/1509702930112148616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/11/steps-in-dark.html' title='Steps in the dark'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-4840847876507538297</id><published>2011-11-17T18:57:00.000+11:00</published><updated>2011-11-17T18:58:25.183+11:00</updated><title type='text'>Blocked Drains</title><content type='html'>Blocked Drains&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Therefore, since we are surrounded by such a great cloud of witnesses, let us throw off everything that hinders and the sin that so easily entangles, and let us run with perseverance the race marked out for us.” &lt;br /&gt;Hebrews 12:2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We recently restored an old part of our house and were delighted to have some friends come and stay in it for the first time. Everything was fine at first - it looked good, the room was warm and the bed was comfortable – but a few days later our friends were slightly embarrassed to have to tell us that the toilet had ceased to flush away its contents! The drains were blocked.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fortunately the problem was soon resolved. The blockage in the drain was discovered and with the energetic use of some drainage rods, everything was quickly restored to normal. That particular drainage pipe had not been used for a very long time and, of course, we should have checked it out more thoroughly before inviting our friends to stay. It was our turn to be embarrassed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But as I looked at the blockage, and watched as it was removed, I sensed the Lord was speaking to me about a much more serious issue than blocked drains! My mind drifted from the stuff that had been causing the blockage from so long ago, to the fact that hidden sins from a long time ago can equally be a blockage today if they have not been confessed, forgiven and, literally, cleaned out of our system!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We tend to think that things which happened a long time ago are of no relevance to today’s circumstances. But just as our friends discovered that an old blockage was obstructing today’s drains, things that have been buried in the past, in the hope that they will just ‘go away’ have a habit of eventually catching up with us. Just as we should have tested the drains before inviting our friends to stay, we should ask the Lord to expose any blockages in our past that are obstructing the flow of His life-giving Spirit today. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unconfessed and unforgiven sins are the most common blockages to living a fulfilled Christian life. We need to be fit and ready for all circumstances of life as we seek to follow Jesus and fulfil God’s Kingdom purposes for our lives. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: I’m sorry, Lord, for the things I have buried in years past which today are causing a blockage in my life. Help me to face the truth about myself and come afresh to you for forgiveness and cleansing, so that there will be no blockages in my life to the flow of Your Spirit. In Jesus’ Name, Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Peter Horrobin Peter Horrobin is the Founding and International Director of Ellel Ministries. He has now written and is currently developing Ellel 365 – a completely new online training school. This is specifically designed to help people understand and apply the practical truths of God’s Word into their lives. Already there have been many remarkable testimonies of what God is doing in people’s lives. The Ellel 365 website has now been completely updated. To take a look for yourself click on the Ellel 365 link on this page.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-4840847876507538297?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/4840847876507538297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=4840847876507538297' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4840847876507538297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4840847876507538297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/11/blocked-drains.html' title='Blocked Drains'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-5560527889329748691</id><published>2011-09-25T21:18:00.001+10:00</published><updated>2011-09-25T21:19:19.429+10:00</updated><title type='text'>Bringing heaven to earth</title><content type='html'>Bringing heaven to earth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Then dedicate the tent and all its equipment by anointing it with sacred oil, and it will be holy."&lt;br /&gt;Exodus 40:9, GNB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Tent or Tabernacle was a place where God wanted to meet with Moses and manifest His presence to the people of Israel. This was not an idea coming from Moses but from God Himself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It required something of Moses. He had to meet certain conditions given to Him by God. After Moses had carefully set up the Tent he dedicated it and all its equipment by anointing it with sacred oil. ‘Then the cloud covered the Tent and the dazzling light of the LORD’S presence filled it’ (Exodus 40:34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All ‘the house of Israel’ were privileged to see a miraculous sign from God. He showed His presence to them all in the form of cloud by day and fire by night hovering over the Tent. Some people today would very much like to see a miraculous sign from God which would reassure them of His manifest presence. But I wonder if they are willing to meet God’s conditions?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;George Otis tells of places in Brazil which are consecrated for prayer. Christians stand together and call out to God all night in prayer and as God draws near to them, even the foliage begins to glow, pulsating with His glory. George was taken to a place in the forest where he experienced for himself the thick presence of the LORD, as everyone fell to the ground in spontaneous worship. Time meant nothing to them. The whole place was lit up with the glory of God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Such remarkable closeness to God in communities can seem strange to us when we compare it with our own culture. Yet maybe they would think our communities are abnormal and fail to understand why we don’t want to spend as much time in fervent, passionate prayer as they do. Experiencing heaven on earth is part of their normal life. Do you desire it to be part of yours?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Heavenly Father, we praise Your holy Name. May Your heavenly Kingdom come here where we live. May Your will be done in our lives. It’s not about us but about You. Show us Your conditions and requirements. Show us how to dedicate ‘our Tent and its equipment’ to You and know Your presence day by day. In the name of Jesus, Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Liz Griffin Liz Griffin lived for 20 years as an expatriate in South Africa, Bahrain and Japan, as her husband Paul worked for an international oil company. Paul and Liz became involved with Ellel Ministries in 1991 as part of the ministry team and joined the full-time team at Ellel Grange in 1995. Paul and Liz teach and minister to those seeking healing in their lives and together have written two books, 'Anger - How Do You Handle It' and 'Hope and Healing For The Abused'.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-5560527889329748691?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/5560527889329748691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=5560527889329748691' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5560527889329748691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5560527889329748691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/09/bringing-heaven-to-earth_25.html' title='Bringing heaven to earth'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-5569535821290471585</id><published>2011-09-25T21:13:00.001+10:00</published><updated>2011-09-25T21:13:56.516+10:00</updated><title type='text'>A lesson from Pelagius</title><content type='html'>A lesson from Pelagius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Are you so foolish? After beginning with The Spirit, are you now trying to attain your goal by human effort?"&lt;br /&gt;Galatians 3:3, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul did not beat around the bush when he addressed the Galatian believers. They were making a grave mistake. Having started off right by believing in the grace of God they were starting to change their course. They were trying to maintain a good standing with God through their own efforts – an impossibility with God, which Paul called foolish!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The fact is it’s easy for us to repeat their error. It’s so tempting to rely on our own efforts - even if it’s only a little bit- for being right with God! Paul’s warnings are as relevant for us today as they were for the Christians back then. The problem with allowing any room for our own merits is the truth that ‘A little yeast works through the whole batch of dough’ (Galatians 5:9). When we start to rely just a little bit on our own efforts to stay holy or to be righteous, then this will start to work its way through the whole of our lives. The inevitable result is that we end up increasingly losing sight of God’s grace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quite recently I realised how easy it is to fall into this trap. I was reading a book which traced the developments of Christian doctrine throughout history. Around the fourth Century a man named Pelagius arose, who opposed Augustine’s teachings on free will and grace. In essence Pelagius laid a strong emphasis on our role as individuals to choose to be saved, whereas Augustine had emphasised God’s grace in choosing us and in giving us the grace to believe in Jesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadly the teachings of Pelagius gained ground in the western Church and allowed more and more room for human merit. Things got so bad one could even ‘purchase’ one’s way into heaven! But finally the Reformers came along and convinced the Church of the all-important grace of God. John Calvin said “The Gospel rules out any thing that man might add.” How true!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If we have in any way tried to add to Jesus’ work on the cross, by seeking to be righteous through our own efforts, let’s ask God for our own personal reformation! Let’s ask God to bring us back to the freedom and joy of relying only on His grace. For His grace is sufficient!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Father, I ask You to forgive me for trying to be righteous in my own strength instead of wholly depending on Jesus. Please help me to be completely dependent on Your grace. I thank You that Your grace is enough for me. In Jesus’ name I pray, Amen.&lt;br /&gt;Today's Writer : Peter Brokaar Peter Brokaar and his American wife, Liz, left the Netherlands in 2005 to join the team at Ellel Scotland. He is now Assistant Director and House Manager and finds much pleasure in teaching. He has three children, Emma, Samuel and Benjamin, all born on Scottish soil. When there is any free time he enjoys reading, cooking, surfing and hiking.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-5569535821290471585?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/5569535821290471585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=5569535821290471585' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5569535821290471585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5569535821290471585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/09/lesson-from-pelagius.html' title='A lesson from Pelagius'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-2709559472445592429</id><published>2011-09-21T16:22:00.005+10:00</published><updated>2011-09-21T16:22:38.377+10:00</updated><title type='text'>Keeping in Touch</title><content type='html'>Keeping in Touch&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rejoice always, pray continually, give thanks in all circumstances; for this is God’s will for you in Christ Jesus."&lt;br /&gt;1 Thessalonians 5:16-18, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our son lives in Australia and our daughter recently travelled to New Zealand where she is planning to stay for an extended period. They are adults and my husband and I have freely released them, but nevertheless we are so grateful for the technology that enables us to keep in touch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Though they are far away from home we hear from them often and we’re excited when they tell us how they are and what they’re doing. Because of the time difference we eagerly switch on the computer in the mornings to see if either of them have emailed overnight, and so that they can see we’re logged in if they’re waiting for us to get up so that they can call us! Of course, we’re delighted to hear their voices when they call, or to find a message sitting in our inbox waiting for us to open, especially when there are photographs attached, which more often than not have only been taken the previous day!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As parents we delight to hear from our children – whether they are telling us about a struggle they might be having or a joy they are experiencing. As I was thanking God recently for them, and telling Him how much it means to us that they choose to keep in touch, continuing to share their lives with us, He reminded me how much, as our heavenly Father, He delights to hear our from us as His children too. I remember when I first began to call God my Father, and to talk to Him as Father. There was such a joy in my heart in calling Him ‘Father’ that just for the joy of it, I kept saying, ‘Father! Father!’ over and over again, knowing He was hearing me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But there was a time before that when I found that word difficult, when I misunderstood God’s Father heart for me and I didn’t call Him Father. In fact I didn’t really talk to Him at all. As I pondered this, I thought about how my husband and I would feel if our children had gone off to the other side of the world and never contacted us, ignored us completely – like the story Jesus told of the prodigal son. Of course, we don’t expect to hear from our children every day, or even necessarily every week, but if we never ever heard from them, how painful that would be!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Like the father in that story that so vividly allegorises the father heart of God, our heavenly Father patiently waits for us to come back to Him, to talk to Him and share our lives with Him. Our human nature can be such that we only talk to God when we’re going through a difficult time and we’re desperate for an answer or a breakthrough in our struggle. Sometimes it’s the busyness of life that somehow gets in the way of us conversing with Him, or perhaps we just have a distorted view of who God is, thinking He’s distant or disinterested, or doesn’t want to speak to us or will ask impossible things of us. There can be many things that hold us back from daily sharing our lives in prayer with our Father.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nevertheless He waits to hear from us. Today is a good day to share with Him, in the reality of who He is as our Father, the one who delights in us (Zephaniah 3:17), in the reality of who we are as His children (1 John 3:1) and in the reality of whatever it is we are facing today. We will bring joy to His heart in doing so, and so often He gives back a whole new perspective on the issue we’re facing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What a Friend we have in Jesus, all our sins and griefs to bear!&lt;br /&gt;What a privilege to carry everything to God in prayer!&lt;br /&gt;O what peace we often forfeit, O what needless pain we bear,&lt;br /&gt;All because we do not carry everything to God in prayer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have we trials and temptations? Is there trouble anywhere?&lt;br /&gt;We should never be discouraged; take it to the Lord in prayer.&lt;br /&gt;Can we find a friend so faithful who will all our sorrows share?&lt;br /&gt;Jesus knows our every weakness; take it to the Lord in prayer.&lt;br /&gt;Are we weak and heavy laden, cumbered with a load of care?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Precious Savior, still our refuge, take it to the Lord in prayer.&lt;br /&gt;Do your friends despise, forsake you? Take it to the Lord in prayer!&lt;br /&gt;In His arms He’ll take and shield you; you will find a solace there.&lt;br /&gt;Blessed Savior, Thou hast promised Thou wilt all our burdens bear&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May we ever, Lord, be bringing all to Thee in earnest prayer.&lt;br /&gt;Soon in glory bright unclouded there will be no need for prayer&lt;br /&gt;Rapture, praise and endless worship will be our sweet portion there.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joseph Scriven, 1855&lt;br /&gt;Today's Writer : Julie Smith Julie Smith is married to Roger, and they have two grown up children. Having received deep healing in her own life, primarily through ministry at Ellel Grange and then attending the Modular School at Glyndley Manor, she went on to join the Glyndley associate ministry team. She now works part-time for the International Director’s Office and is an associate teacher for the ministry. She is passionate to see others restored and released into the abundant life Jesus won for us all.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-2709559472445592429?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/2709559472445592429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=2709559472445592429' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2709559472445592429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2709559472445592429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/09/keeping-in-touch_7685.html' title='Keeping in Touch'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-7691980228932736625</id><published>2011-09-19T21:21:00.003+10:00</published><updated>2011-09-19T21:23:44.733+10:00</updated><title type='text'>The Ordering Influence</title><content type='html'>19 September, 2011&lt;br /&gt;Today's Free Devotional from Ellel Ministries International &lt;br /&gt;The Ordering Influence&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"God blessed them and said to them “Be fruitful and increase in number; fill the earth and subdue it."&lt;br /&gt;Genesis 1:28, NIV &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Recently my wife Diane and I were looking together at Genesis 1 &amp; 2, and discussing the roles of men and women as seen in the original models. We believe that the understanding gained will form the core teaching of two weekend courses to be run next year at Ellel Springhill – one for men and one for women.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was impacted by the last component of the command of God to the man and woman (Genesis 1:28a), ‘to be fruitful and increase in number; fill the earth and subdue it’. The word ‘subdue’ means to tread down, conquer, subjugate, and to keep under. So right from the beginning of creation, before the Fall, the earth was wild, and in need of being subdued. Man was given the mandate by God to subdue it. In his Tyndale commentary on Genesis, Derek Kidner labels this ‘man’s ordering influence’. Man was created to lead and woman to be his helper in this process – together fulfilling the call. Sadly however, since the Fall, man’s ordering influence has been tainted and limited by the effect of sin. Men have become trapped in many and various bondages and thus the ability to bring order, and subdue the unruly, has been severely hindered.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My experience in listening to and praying with many men reveals that there are areas of bondage which men have been caught in. These include passivity, fear, rejection, addictions, sexual compulsions, workaholism, spiritual oppression, and depression. The end result is that the God-given potential for men to fulfil their destiny and have their own individual ordering influence is choked off. I have spoken with many women who lament that this is true – of their fathers or husbands or pastors. It seems that women yearn to partner with the men in the great adventure of life, and long to see the men being able to take up their calling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is my heart’s desire to see men set free through Jesus Christ – free to BE (sons, husbands, fathers, friends) and free to DO (to trust God, to worship Him, to live life to the full, to relate well, to ‘run the race’).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want to be a man who has this ordering influence. If you are a man reading this, I bet you do too. Deep inside you know what you are created to be, and you are aware of the restrictions holding you back.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Come to your Dad. Be honest with Him, and let Him set you free.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Heavenly Father, I long to make a difference in this world. I recognize that there are some hindrances in my life that I need to be set free from. I come with these to You now and ask You to heal me and set me free from bondage. Please help me to fulfil my calling to be a man (or woman) who has an ordering influence in this world. I pray this in the name of the Lord Jesus Christ. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Paul Watson Paul Watson was for 15 years an Anglican Minister in Sydney, Australia before joining Ellel Ministries full time in 2004. Together with his wife Diane he was involved in establishing the first Australian Ellel Ministries centre “Gilbulla” near Sydney. Currently they are leading the work in Western Australia, based at ‘Springhill’ near Perth. Paul, a member of the Ellel Ministries International Executive, serves as Regional Director for Australia &amp; the Pacific as well as Regional Director for the Indian sub-continent. Paul &amp; Diane have 4 adult children and 4 grandchildren.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-7691980228932736625?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/7691980228932736625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=7691980228932736625' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7691980228932736625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7691980228932736625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/09/ordering-influence.html' title='The Ordering Influence'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-2696946526721623400</id><published>2011-09-14T20:32:00.002+10:00</published><updated>2011-09-14T20:33:44.590+10:00</updated><title type='text'>A Lesson From the Spider`s Web</title><content type='html'>A Lesson From the Spider`s Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Be self controlled and alert. Your enemy the devil prowls around like a roaring lion looking for someone to devour."&lt;br /&gt;1 Peter 5:8, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sitting at my desk one day, glancing out of the window, my attention was aroused to see a spider in its web. There`s nothing unusual about a spider in its natural habitat, nor about a fly trapped in its web. But there was something more to observe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was fascinating to watch the fly as it struggled to free itself, but the spider had got it trapped, and was able to do just as it desired, just as the devil seeks to do with us all. In the web the fly was first stripped of its wings, then its legs. It was increasingly powerless to defend itself or escape.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How this reminded me of the work of the enemy of souls as he goes about seeking whom he may trap and render ineffective and powerless to overcome him. When we slip into ungodly ways we become vulnerable to his wiles and devastating schemes as he robs us of our ability to be a true witness of our Lord and Saviour Jesus. This is why Peter reminds us that we need to be self-controlled and alert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I meet a number of Christians who seem to have `lost their wings and legs`, and have been so damaged through sinful practices that they`ve become almost spiritually lifeless. We all need to have those around us to whom we are accountable, whether they`re church leaders, elders or friends. To have someone who is able to speak the truth to us in love, and warn us of approaching dangerous situations or relationships, is a healthy safeguard. For me it was a blessing to have an elder who sensed the danger of relationship developing with a secretary. There have been all too many church leaders drawn into an ungodly relationship with someone of the opposite sex, which has ruined their ministry. I didn`t wish to add to that number and thanked that elder for being so courageous in alerting me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The spider`s natural habitat is a snare for the unobservant and unsuspecting insects the spider wants to make its prey. And the subtle wiles of the devil are just like that spider making its web. Peter is aware of the devil`s tactics, so he continues, `Resist him, standing firm in the faith` (1 Peter 5:9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: O Lord, my God, I thank You for every time You`ve sent someone to make me aware of the snares of the devil, and prevented me from grieving You by falling into some sinful practice. Please develop in me a sensitivity and awareness of pitfalls, and strengthen me to honour You in every part of my life, I pray, in Jesus` name. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : David Silvester David Silvester is married and has a son, two daughters and eight grandchildren. He trained as a production engineer. He then moved on to become a lecturer of engineering craft skills before being called of God in his early fifties to become a pastor of a Baptist church. He says that,"having previously experienced an amazing healing on a day others expected me to die, it came as no surprise that God directed me and my wife, Margaret, to become involved with Ellel Ministries."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-2696946526721623400?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/2696946526721623400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=2696946526721623400' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2696946526721623400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2696946526721623400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/09/lesson-from-spiders-web.html' title='A Lesson From the Spider`s Web'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-6289660637613534939</id><published>2011-09-09T21:41:00.002+10:00</published><updated>2011-09-09T21:42:27.219+10:00</updated><title type='text'>Consecrate Yourselves 09/09/11</title><content type='html'>09 September, 2011&lt;br /&gt;Today's Free Devotional from Ellel Ministries International &lt;br /&gt;Consecrate Yourselves&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Then you will know which way to go, since you have never been this way before… Consecrate yourselves, for tomorrow the Lord will do amazing things among you."&lt;br /&gt;Joshua 3.4-5, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are bound to be some turning points in our life that we will later look back upon and say “There my life took a new direction. That choice made all the difference. But I had no idea at the moment about the importance of the step I took!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So it was with Israel at the time written about in the first chapters of the book of Joshua. Moses was dead. Joshua was new in leadership. A desert lay behind them, a swollen river ahead of them. Forty years of walking back and forth in the desert had been filled with the Lord`s miracles, but even so, to continue that way was not a prospect that made them shout “Alleluia”. But neither did the unknown land before them. They had no boats for the crossing of the river, the enemies were strong, and their cities were well fortified. And the land was unknown to all except to a couple of spies who had seen a corner of it, and escaped by the skin of their teeth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘You have never been this way before’ - True. And then the intriguing questions arise: How will we know the road, how will we know where to turn, how will we know how to fight, how will we even get across the river?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Lord’s answer was not a lengthy list of necessary preparations. Just a simple word with deep meaning: ‘Consecrate yourselves’. That simple phrase was the only directive they needed for the next few years. That was the answer to pressing needs of help when the enemies seemed to overwhelm them, the solution to feelings of inferiority, and the infallible guide to a behaviour that was worthy of the Lord.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To consecrate themselves, at least in that context, mainly seemed to involve only one thing: Obedience to the Lord. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To cross into unknown land, listen to the Lord! To conquer the mighty fortresses of strong enemies, listen to the Lord! To find the narrow path of success, listen to the Lord! To guard yourself against the besetting feeling of complacency, listen to the Lord! To overcome the temptations of sin, listen to the Lord!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not that there are no other voices, but only the Lord´s voice will lead you to possess the land God has promised you. Not that He always speaks about the most logical way of action, and the easiest solution to the problems. But He speaks about the only way to attaining His promises, the only way to overcoming all enemies and obstacles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some of you who read this may be facing a crucial situation right now. The example from the time of Joshua still holds true: Consecrate yourself, listen to His voice, and begin to walk, even if it seems impossible in the face of the circumstances. ‘The Lord will do amazing things among you’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The right action, at the critical point, will cause the most remarkable consequences, for today, and for years to come.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Goran Andersson Goran Andersson , together with his wife Roswitha, worked as missionaries in Japan from 1967 – 1985. They then pastored a church before moving to Kåfalla Herrgård, Sweden where Goran became Director. They have worked with Ellel Ministries since 2004 and are Goran is now Director of Ellel Ministries in Sweden.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-6289660637613534939?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/6289660637613534939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=6289660637613534939' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/6289660637613534939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/6289660637613534939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/09/consecrate-yourselves-090911_9087.html' title='Consecrate Yourselves 09/09/11'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-7956137517354180753</id><published>2011-08-26T19:22:00.001+10:00</published><updated>2011-08-26T19:23:52.670+10:00</updated><title type='text'>Blessing and offence</title><content type='html'>Blessing and offence&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Blessed is the one who takes no offence at me..."&lt;br /&gt;Luke 7:23, RSV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jesus offended many people. He offended both his enemies and his disciples, because He always spoke the truth and was not afraid to confront sin. He says the ones who are blessed are the ones who do not take offence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be offended means to be hurt, resentful, annoyed, repelled or made to stumble because of a circumstance. An offended person usually believes they have been treated wrongly, even if they haven’t. Taking offence is the cause of the breakdown of countless relationships and it is the opposite of intimacy and fellowship. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To take offence may seem justified. It is rarely seen for the sin that it is. People who give offence do not always do so deliberately whereas taking offence is a deliberate choice. On that basis, I believe we can say that to take offence is usually a greater sin than to give it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When Jesus said the above words a vivid picture would come to the minds of His hearers. The verb to take offence had to do with the trapping of birds. It referred to the action that depressed the bait-stick and triggered off the trap and caught the bird. When we live with offence, a part of us is trapped in the past and we are not living in freedom. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proverbs 18:19 tells us that an offended brother is more unyielding than a fortified city. Walls around a city were for protection. Offended people are usually inward focused. They build walls around their hearts to prevent further hurt. These invisible walls intended for protection are keeping other people at a distance and, consequently, God seems far away. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To move from offence into blessing can only come through forgiveness. Forgiveness from God for being offended and forgiveness to those we perceive have offended us. God desires us to live in close relationship with Him. This is indeed blessing. It is joy and peace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Heavenly Father, please forgive me for the times when I have taken offence. I ask you to search the motives of my heart today that I might see myself as you see me. I choose to forgive those who have offended me. Please help me to take down the walls I have built around my heart, In Jesus’ name, Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Margaret Silvester Margaret Silvester had a career as a teacher prior to being called into full time Christian Ministry with her husband, David, in 1986. They were involved in establishing a Healing Ministry in the local church and Margaret has a passion to see lost and wounded people found and restored. She and her husband joined the Ellel Ministries teaching and ministry team in 2000 after a clear call from God.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-7956137517354180753?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/7956137517354180753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=7956137517354180753' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7956137517354180753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7956137517354180753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/08/blessing-and-offence.html' title='Blessing and offence'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-3261724767997702439</id><published>2011-08-24T21:01:00.001+10:00</published><updated>2011-08-24T21:03:01.120+10:00</updated><title type='text'>Engage-Part 1</title><content type='html'>"For though the righteous fall seven times, they rise again, but the wicked stumble when calamity strikes."&lt;br /&gt;Proverbs 24:16, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the wake of the civil unrest in the different cities in the UK many buildings and properties were burnt or vandalised. As I saw the events on the news I couldn’t help but feel the pain of those losses. It wasn’t my loss, but I felt a glimpse of what the owners of the properties felt when they saw their livelihoods and homes going up in flames, or their shop was being broken into. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It must be what David felt when he and his men found Ziglag attacked by the Amalekites and their wives and children taken captive. The Bible says that each one of them was bitter in spirit about the losses (I Samuel 30:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loss is not pleasant. It’s very painful to lose anything. It’s more painful if there isn’t any hope that what you lost will be restored. It’s very easy for us to get entangled in the distress we face because of loss and lose focus of what’s ahead. David and his men had an option, to sit and mourn about their losses, to pursue and recover everything, or to rebuild the city and start all over again. They chose to pursue the Amalekites and recover what they had lost.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is an encouragement to us. It’s right to mourn about what we have lost, but then we need to arise and move forward into what God has placed before us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There’s a great story of how Jesus appeared to two of the disciples on the way to Emmaus. The pain of loss and distress had made them forget the promises that Jesus was to arise on the third day. They were busy focussing on what had happened, and how they had lost the one they knew as the Messiah. It must have been a difficult time. But, as soon as they heard the words of Jesus as they saw Him break bread, they remembered what He had said to them before. In our time of loss we need to remember His past promises to us and to hold on fast to Him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Father, thank You for the promises that You have for me. Please open my eyes to see and understand Your will. I give my losses to You and ask You to help me know the way forward. Thank You for Your faithfulness. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Joan Rono Joan Rono was on the young people’s team in the year 2008-2009. She is now working as a Youth Pastor at Ellel Grange, UK. She worked in full time ministry in her church in Kenya before she joined the YPT last year, in obedience to God’s call in her life. She has a passion to see the young people walk in purity and holiness.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-3261724767997702439?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/3261724767997702439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=3261724767997702439' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/3261724767997702439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/3261724767997702439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/08/engage-part-1.html' title='Engage-Part 1'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-618760724740032474</id><published>2011-08-24T20:59:00.001+10:00</published><updated>2011-08-24T21:00:54.542+10:00</updated><title type='text'>Loss</title><content type='html'>"For though the righteous fall seven times, they rise again, but the wicked stumble when calamity strikes."&lt;br /&gt;Proverbs 24:16, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the wake of the civil unrest in the different cities in the UK many buildings and properties were burnt or vandalised. As I saw the events on the news I couldn’t help but feel the pain of those losses. It wasn’t my loss, but I felt a glimpse of what the owners of the properties felt when they saw their livelihoods and homes going up in flames, or their shop was being broken into. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It must be what David felt when he and his men found Ziglag attacked by the Amalekites and their wives and children taken captive. The Bible says that each one of them was bitter in spirit about the losses (I Samuel 30:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loss is not pleasant. It’s very painful to lose anything. It’s more painful if there isn’t any hope that what you lost will be restored. It’s very easy for us to get entangled in the distress we face because of loss and lose focus of what’s ahead. David and his men had an option, to sit and mourn about their losses, to pursue and recover everything, or to rebuild the city and start all over again. They chose to pursue the Amalekites and recover what they had lost.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is an encouragement to us. It’s right to mourn about what we have lost, but then we need to arise and move forward into what God has placed before us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There’s a great story of how Jesus appeared to two of the disciples on the way to Emmaus. The pain of loss and distress had made them forget the promises that Jesus was to arise on the third day. They were busy focussing on what had happened, and how they had lost the one they knew as the Messiah. It must have been a difficult time. But, as soon as they heard the words of Jesus as they saw Him break bread, they remembered what He had said to them before. In our time of loss we need to remember His past promises to us and to hold on fast to Him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Father, thank You for the promises that You have for me. Please open my eyes to see and understand Your will. I give my losses to You and ask You to help me know the way forward. Thank You for Your faithfulness. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Joan Rono Joan Rono was on the young people’s team in the year 2008-2009. She is now working as a Youth Pastor at Ellel Grange, UK. She worked in full time ministry in her church in Kenya before she joined the YPT last year, in obedience to God’s call in her life. She has a passion to see the young people walk in purity and holiness.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-618760724740032474?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/618760724740032474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=618760724740032474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/618760724740032474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/618760724740032474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/08/loss.html' title='Loss'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-392278692201888970</id><published>2011-08-06T20:24:00.000+10:00</published><updated>2011-08-06T20:26:43.308+10:00</updated><title type='text'>You fit!</title><content type='html'>You fit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"You do not belong to yourself, for God bought you with a high price."&lt;br /&gt;I Corinthians 6: 19, NLT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is a human need to know we `fit in’. To know we have a place. To know we belong. To know someone cares.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not all of us feel or know this deep in our hearts, where it counts. Circumstances, our upbringing, and life itself has perhaps been used by the enemy to create a sense deep in our hearts that we are alone and different.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The wonderful truth is that no matter what we may feel, no matter what the enemy may tell us and no matter what has been spoken by others in our lives – we all have a wonderful place of absolute, concrete, belonging. A place we can take ownership of and enjoy once we have come to the Lord through His cross.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just like a piece of a jigsaw puzzle, all of us (whether we know it or not) are a piece of God’s puzzle. There is a place set aside within the Lord’s heart that waits for us to come and rest, to enjoy being simply a part of His picture. There’s a place in His heart and His plans that is perfectly designed and shaped for you and for me. It’s a unique place where we fit and belong and are 100% accepted, not by anything we can do, say or earn – but just because it’s the place He bought for us as His children. It’s when we come to this place that we find comfort for our loneliness, and peace for our striving. It’s the place that assures us we belong, we fit, we have a place – we’re not forgotten or overlooked. We have a purpose, a significance, and a worth that is entwined into the very heart of our Father God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Lord Jesus, thank You that I belong to You. Thank You that You have given me an eternal place where I fit. That I don’t need to be worried about where I may fit in terms of the world and the people around me, because I can rest in the amazing place of ownership that You paid for me. Lord, I ask that You will reveal more of who I am in You, as I draw close to You, in Jesus’ name, Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Cath Taylor Cath Taylor joined the Ellel Grange team back in 1992. Cath is married to Andy and they have three sons; Jake, Ben and Isaac. Together, Andy and Cath now live in Florida and lead the Ellel USA team.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-392278692201888970?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/392278692201888970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=392278692201888970' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/392278692201888970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/392278692201888970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/08/you-fit.html' title='You fit!'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-7905309357142718797</id><published>2011-07-14T19:32:00.001+10:00</published><updated>2011-07-14T19:32:31.983+10:00</updated><title type='text'>Passivity</title><content type='html'>Passivity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jesus said to him, ‘Get up! Pick up your mat and walk.’ At once the man was cured; he picked up his mat and walked."&lt;br /&gt;John 5:8-9, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was recently flying from the new Terminal 5 at Heathrow Airport and because it involved a very early start in the morning, I decided to drive to the airport myself and leave my car in the car park. On arrival I duly parked my car and looked for a bus to take me to the terminal, but I found instead a notice directing me to board a ‘pod’, which looked like a small space age cabin running along a track. I duly boarded the pod and waited for something to happen. Nothing did! So I waited a bit longer and then I noticed a screen outside the door with an instruction to touch it to activate the pod. This I did, and again I waited, and waited, but nothing happened. Finally as I was sitting wondering what to do, three more passengers arrived. They sat down, one of them pressed a button by the door (which I had failed to notice) and the pod roared into action. I felt a little sheepish!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It made me think about how often in our Christian lives we can be sitting there waiting for something to happen, when God may be wanting us to take some action ourselves. Of course there is much written in the Bible about the need to wait on the Lord, and we need to learn to do that, but often we can be too passive, expecting that God will do everything for us without any action from ourselves. We are told to seek, knock, and come. This is all active, not passive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the parable of the Prodigal Son in Luke 15, the son needed to come to his senses, arise and set out to go to his father, and it was then that the father came running to meet him. The father did not come and seek him out while he was sitting in despair amongst the pig swill; the son needed to get up and turn back himself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In order for the invalid at the Pool of Bethesda (John 5) to receive healing from Jesus, he had to obey Jesus’ command to get up, pick up his mat and walk. As he did this he was immediately healed. When we have been hurt or are facing situations that seem hopeless to us, we can often become passive, waiting for help to arrive, when God could be telling us to get up and walk. At the same time there may be steps that we need to take that are our responsibility – such as making a choice to forgive others, confession and repentance of sin. Is there anything that you need to do today to enable you to move into all that Jesus has for you?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Lord Jesus, I am sorry for times when I have been passive, waiting for something to happen, when You were wanting me to get up and walk into my healing and freedom. Please show me if there is anything specific that You want me to do now. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Jilly Lyon Taylor Jilly Lyon Taylor is part of the Leadership Team at Ellel Pierrepont. She worked in publishing and then with children in Hong Kong before concentrating on being a full-time mother and serving in the local church. Her desire to see people healed led her to the Luke Nine Eleven Training Scheme(NETS) at Pierrepont, and now she teaches and ministers there.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-7905309357142718797?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/7905309357142718797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=7905309357142718797' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7905309357142718797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7905309357142718797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/07/passivity.html' title='Passivity'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-852080827091284807</id><published>2011-07-10T20:07:00.019+10:00</published><updated>2012-01-31T17:54:21.748+11:00</updated><title type='text'>197.  Mengukur Kehidupan -  Markus 4:24-25</title><content type='html'>Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, orang senang menaruh ukuran dalam kehidupan, segala sesuatu dalam hidup ini, bagaimana kita mengukurnya? Kadangkala kita mengeluh, ah..anak saya ini menjengkelkan sekali! Tetapi sebenarnya, tergantung dari bagaimana kita menilainya, bagaimana kita mengukurnya. Apapun yg kita ukur, apapun yg kita nilai, akan sangat bergantung bagaimana kita mengambil kesimpulan, dan bagaimana kita bersikap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ambil contoh sederhana: Kalau seorang suami selalu mengambil kesimpulan bahwa istrinya selalu salah, ....oh....istri saya cerewet, oh...istri saya egois, ingin menang sendiri, maka seringkali sang suami tidak mau pulang ke rumah, sehingga ia akhirnya tertarik dengan wanita lain. Saya tahu bahwa saya salah, tetapi hal itu saya lakukan karena istri saya menjengkelkan sekali, tetapi itu kan ada alasannya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula sang istri yg seringkali mengeluh...ah...suami saya tidak pernah mengerti saya. Sehingga apa yg terjadi? Rumah tangga menjadi berat, dan menjadi tempat institusi yg sangat menakutkan. Sehingga apa yg terjadi? Kalau sudah tidak dapat dipertahankan, lalu salah 1 pihak mengambil keputusan cerai. Pedahal intinya sederhana, bagaimana salah 1 pihak menilai/mengukur sesuatu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan orang-orang muda, seringkali berpikir, ah..dosa kan wajar, kita kan engga bisa suci-suci banget. Lalu ambil kesimpulan bahwa....kita kan bukan seorang biksu/nabi/pendeta. Sehingga bila sesorang mengambil keputusan seperti itu. Maka ia anggap dosa adalah sesuatu yg normal. Sehingga ia anggap nonton film porno itu normal, masturbasi itu normal, dan semua itu dianggap sebagai suatu bagian yg tidak dapat dipisahkan dari masa muda seseorang. Tetapi kembali saya mau ingatkan bahwa ukuran kehidupan  kita adalah Firman Allah. Jadi, segala sesuatu yg kita lihat dalam hidup ini, kita ukur/nilainya dari: Bagaimana Firman Allah menilainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus pernah bilang,"apa artinya engkau memperoleh seluruh dunia ini, kalau pada akhirnya jiwamu binasa!" Yesus mau ukur hidup ini, berharga/tidak berartinya hidup ini bukan pada berapa banyak harta yg engkau miliki/fasilitas hidup yg engkau dapatkan. Tetapi, hidup ini begitu berharga kalau kita mengerti kebenaran yg sebenarnya yang ada di dalam Firman Tuhan. Markus 4:&lt;br /&gt;24Lalu Ia berkata lagi:"Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. 25Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yg Yesus maksudkan dengan ukuran kehidupan ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan sembarangan menghakimi orang lain&lt;br /&gt;Kita sebagai orang percaya, kadangkala/seringkali mengukur orang lain dengan gampangnya. Kita seringkali menghakimi orang lain, karena ia berbeda dengan kita. Ada seorang yg mengirim email kepada kami yg berada di Thailand, dan ia bercerita bahwa ia tidak diperkenankan untuk pergi ke gereja. Ia berkata bahwa betapa berharganya pelayanan web site kami. Ia berkata,"bahwa ia mendapat makanan rohani setiap pagi, ada renungan ketika ia membukanya dan ada artikel yg meguatkan iman saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata,"bahwa tadinya ia orang Kristen." Tetapi, ia menikah dengan orang Thailand yg bukan Kristen. Ia tidak diijinkan untuk ke gereja. Tetapi, saya mengemis kepada suami saya agar saya dapat pergi ke gereja. Tetapi suaminya bilang,"bila kamu pergi ke gereja, kamu pasti akan terus menghakimi orang!" Kamu salah, kamu orang berdosa, kamu tidak layak, pak pendeta...tolong doakan saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini saya tangkap bahwa banyak orang yg berada di gereja yg mencoba untuk menghakimi dan bukan untuk menjadi berkat. Kalaulah dilihat bahwa ada orang yg tidak sesuai dengan gaya/cara hidup orang Kristen, maka kita mulai senang menghakimi. Orang itu belum bertobat, orang itu nanti akan masuk neraka, orang itu engga punya kepastian keselamatan, orang itu hidupnya engga benar, orang itu hidupnya masih di bawah kutuk. Kita seringkali senang sekali menghakimi orang lain, padahal, Yesus bilang bahwa ukuran yg kamu pakai untuk mengukur seseorang, akan diukurkan kepadamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya Yesus pernah bilang dengan kalimat luar biasa,"Kerjakan kepada orang lain, seperti apa yg kamu ingin orang lain kerjakan di dalam hidupmu. Jadinya, kalau kamu tidak mau menerima itu, jangan kamu berikan itu kepada orang lain. Yesus dengan jelas bilang ukuran yg kamu pakai untuk mengukur seseorang, akan diukurkan kepadamu, disamping itu akan ditambah lagi kepadamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan kita menilai orang lain, hanya dari penampilan luar&lt;br /&gt;Saudara lihat bagaimana Samuel ditegur, pada saat ia akan mengurapi salah 1 anak dari Isai. Dengan tegas, Tuhan bilang begini kepada Samuel,"Bukan apa yg dilihat oleh manusia yg dilihat oleh Allah." Karena, manusia hanya melihat penampilan luar, tetapi Tuhan melihat hati. Tuhan melihat dalamnya dan isi hati kita. Nah, kalau isi hati kita benar, isi hati kita bersih. Maka saudaraku yg kekasih maka yg dari dalam itu akan terpancar keluar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Janganlah senang menghakimi atau mengukur seseorang hanya dari penampilan luar. Karena kadang kala persoalan keluarga, persoalan masa muda kita, pelayanan kita dan gereja kita, seringkali persoalannya adalah bagaimana kita mengukur hal ini. Kita harus belajar mengukur hidup ini dari dasar Firman Tuhan. Kita belajar mengukur kehidupan ini dari sudut kehendak Tuhan. Oh...kita seharusnya sadar, bahwa tiap orang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kala di gereja kita melihat ada orang yg senang berbicara, janganlah kita menilai "dasar cerewet." Karena, memang tipenya adalah seperti itu. Karena, Tuhan ciptakan orang-orang yg banyak bicara, agar dunia ini tidak sepi. Tetapi, Tuhan juga ciptakan orang-orang pendiam, agar ada orang-orang yg dapat mendengar orang-orang yg berbicara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Belajar mengukur sebagaimana Allah mengukur&lt;br /&gt;Biarlah Firman Allah menjadi standar dari kehidupan kita. Mengapa, orang Kristen masih banyak yg tertipu? Karena, seringkali kita mengukur orang hanya dari penampilan luar. Biarlah kita hidup dengan saling bergandengan tangan dan rebutlah yg kemenangan dari Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Kalaulah saudara sakit dan hidup di masa-masa sukar dan menantikan mujijat, marilah kita berdoa....Allah Bapa, di dalam tanganmu tidak ada perkara yg mustahil, di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, nyatakan KuasaMU, sehingga kami boleh percaya bahwa Allah itu hidup dan penuh Kuasa, di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-852080827091284807?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/852080827091284807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=852080827091284807' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/852080827091284807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/852080827091284807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/07/197-markus-424-25.html' title='197.  Mengukur Kehidupan -  Markus 4:24-25'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-9213856474607853610</id><published>2011-07-10T19:49:00.011+10:00</published><updated>2011-07-12T20:23:18.269+10:00</updated><title type='text'>196. Menjadi pelita - Markus 4:21-23</title><content type='html'>Saya percaya bahwa dunia ini adalah dunia yang sedang dikuasai oleh kegelapan. Sehingga, di tengah-tengah dunia ini, kita lihat kekacauan, kita lihat kekuatiran, kebencian ada di mana-mana. Karena saya percaya bahwa dunia ini adalah dunia yg sedang diselubungi oleh kegelapan. Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, tugas kita sebagai orang percaya itu jelas. Yesus berkata,"Kamu adalah terang dunia. Bukan berarti kita harus menangisi dunia ini, atau kecewa dengan dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kita lihat bahwa dunia ini begitu gelap, kekristenan  melalui aniaya dan tekanan. Orang-orang yg mau hidup dalam kesucian menjadi berat bebannya. Tetapi hari ini saya mau ingatkan saudara bahwa kita adalah terang dunia. Bahwa bagaimanapun gelapnya. Tugas kita sebagai orang percaya adalah memberi harapan dan semangat baru. Di tengah kekelaman yg paling kelam sekalipun, kita memancarkan sinar kedamaian, kita memancarkan ketenangan dan sinar Kemuliaan Allah, sehingga itu semua menjadi jawaban bagi dunia ini. Di dalam Markus 4:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21Lalu Yesus berkata kepada mereka:"Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. 22Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan disingkap. 23Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, ada beberapa hal yg menarik di sini yg Yesus jelaskan tentang menjadi Pelita. Di sini dijelaskan bahwa orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, bukan untuk disembunyikan, tetapi agar dapat menerangi. Tetapi agar dapat melawan kegelapan dan membawa terang yg sesungguhnya. Apa tanggung jawab kita sebagai pengikut Kristus yg dipercaya untuk menjadi pelita yg menyala itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menerangi kegelapan&lt;br /&gt;Apa maksudnya? Seperti yg sudah saya jelaskan sebelumnya, bahwa dunia ini adalah dunia yg berada di bawah kegelapan. Lalu pertanyaan kita, apakah kita sebagai orang percaya juga buat hal sama? Kalau orang dunia memaki istrinya dengan kata-kata yg kasar, apakah kita sebagai orang percaya juga bisa membuat hal yg sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang dunia memaki anak-anaknya dengan kata-kata kasar, dengan alasan mendidik, pertanyaannya? Apakah kekasaran dapat mendidik? Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, tegas dan disiplin itu perlu, tapi tidak perlu dijalankan dengan kekasaran. Karena, janganlah menanamkan kebencian kepada anak-anak saudara dari masa-masa dini sekali dalam kehidupan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah orang dunia berzinah di luar nikah, lalu apakah kita sebagai orang percaya dapat berbuat hal yg sama? Apakah alasan kita...yah..itukan hal normal, semua orang di muka bumi melakukan hal sama seperti itu! Saya mau beritahu bahwa dunia ini sedang berjalan di dalam kegelapan. Saya tegaskan bahwa dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya dan kehancurannya. Karena kegelapannya, dunia saat ini adalah dunia yg sedang terhuyung-huyung mabuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sekarang ini berjalan, tidak seharusnya kita sedang berjalan. Korupsi dianggap normal, berzinah dianggap sebagai bagian dari rekreasi. Bahkan memfitnah, melakukan hal-hal yg jahat, menghianati dianggap hal yg wajar untuk bertarung di tengah dunia yg keras ini. Saya mau beritahu bahwa dunia ini sudah tiba pada titik batas dan di ambang bahaya yg sangat menakutkan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, di sinilah panggilan kita. Panggilan kita adalah untuk menerangi kegelapan itu. Paulus berkata kepada Timotius,"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah, karena engkau muda, tetapi jadilah teladan!" Berarti, bawalah terang dan harapan baru. Sehingga engkau menunjukkan kepada dunia," ini..lho...menjadi orang Kristen itu seperti ini...,hidup yg benar itu seperti ini! Tugas kita harus jelas, yaitu menerangi kegelapan. Alkitab bilang,"kalau garam itu sudah tidak asin lagi, ia akan dibuang dan diinjak-injak orang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Kalau kita tidak memiliki fungsi lagi sebagai terang, dan mempengaruhi dunia ini. Maka hidup kita sama bejatnya seperti orang dunia, dan tidak ada artinya sama sekali. Marilah kita terangi dunia ini. Kita jangan pesimis memandang dunia ini, kita memiliki sesuatu yg dunia tidak punya. Saudaralah yg membawa terang itu dan berjalan di dalamnya. Jangan sampai terang itu padam, tetapi terus menerangi..sampai kegelapan itu menyingkir dan terang Kristuslah yg semakin menyala! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membawa kehangatan&lt;br /&gt;Pelita yg terbuat dari api ini, yg mungkin kita kenal sebagai obor, pelita ini membawa kehangatan. Artinya, dunia ini adalah dunia yg dingin. Karena, dunia tidak mau berbuat apa-apa tanpa keuntungan bagi dirinya sendiri. Dari segi pergaulan, kalau itu menguntungkan, maka saya mau bergaul dengan dia. Dari segi hubungan suami istri, kalau suami/istri tidak lagi menyenangkan, buat apa rumah tangga harus saya pertahankan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa lihat bahwa tingkat perceraian semakin tinggi, tingkat perpecahan semakin tinggi, karena orang berjalan dalam kedinginan. Menjadi hangat, kalau itu mendatangkan keuntungan pribadi. Makanya saya sebut bahwa dunia ini adalah dunia yg egois, orang hanya berpikir bagi dirinya sendiri. Waktu kita membawa pelita, artinya: kita membawa kehangatan, kehangatan di tengah keluarga kita. Bukan pada persoalan apakah dia menyenangkan/tidak menyenangkan saya. Di manapun saya ada, saya bawa kehangatan, saya bawa damai sejahtera Kristus yang terang dan berkuasa atas dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menyingkapkan segala rahasia yg tersembunyi &lt;br /&gt;Tahukah saudara bahwa di tengah kegelapan, orang senang menyimpan rahasia dan menyembunyikan segala sesuatu. Nah, ketika terang datang, otomatis yg disembunyikan, akan terbuka. Saudaraku, ada banyak dosa-dosa tersembunyi di muka bumi ini. Sebagai orang percaya, tugas kita adalah menjadi berkat, artinya: supaya orang-orang yg menyimpan sesuatu ini, dapat membuka hati mereka untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga kita tanpa disadari menjadi terang dunia dan menyingkapkan segala rahasia/selubung-selubung kemunafikan yang diciptkan dan dibentuk oleh setan untuk menghancurkan keluarga, untuk menghancurkan generasi muda, gereja Tuhan/orang-orang rohani. Tetapi, sebagai hamba Allah saya mau ingatkan bahwa kita adalah pelita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Tuhan, biarlah engkau jamah kami semua yg sedang sakit, berbeban berat. Biarlah pelitaMU terus menyala menerangi kami dan memberi kekuatan. Sehingga kamipun dapat menjadi berkat bagi orang yg membutuhkan. Di dalam Nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur, haleluya, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-9213856474607853610?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/9213856474607853610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=9213856474607853610' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/9213856474607853610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/9213856474607853610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/07/196-menjadi-pelita-markus-421-25.html' title='196. Menjadi pelita - Markus 4:21-23'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-2629799835157602581</id><published>2011-07-10T19:47:00.000+10:00</published><updated>2011-07-10T19:48:21.567+10:00</updated><title type='text'>My lost ring</title><content type='html'>My lost ring&lt;br /&gt;"Now we see things imperfectly, like puzzling reflections in a mirror, but then we will see everything with perfect clarity. All that I know now is partial and incomplete, but then I will know everything completely, just as God knows me completely."&lt;br /&gt;1 Corinthians 13:12, NLT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For 7 years, I’ve had a beautiful silver ring that Andy bought for me in Australia, and I’ve worn it every day and really treasured it. The only problem with this ring is that it never actually fitted my finger properly. Subsequently, over the years it’s been a regular family activity to search for ‘Mum’s lost ring’, often discovering it at the bottom of laundry piles, garbage cans and even a swimming pool!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A few weeks ago we were at the beach playing in the sea, tossing a ball around, when once again my ring slipped from my finger and disappeared into the Gulf of Mexico! There was a moment of panic and slight hysteria followed by ‘action stations’ from all the family! The boys grabbed their snorkel gear, Andy donned his goggles and we all prayed that the Lord would help us once again find ‘Mum’s ring’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For 2 hours we snorkelled and searched back and forth where we were in the ocean, believing at any moment we would glimpse a sparkle and discover our treasure. Unfortunately, we never did. The ring was lost, and with water-logged bodies, we had to admit defeat. I wasn’t happy about this! I felt so disappointed that despite all our best efforts, having prayed every prayer we could think of, mustered mountains full of faith between us and with great expectations of success, I was still going home without my ring! During the drive home I sat quietly in the car feeling a bit like a sulky, spoilt child as I asked the Lord why, as I knew He could have helped us, He seemingly didn’t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then I realised that hidden inside my own heart I had a false belief. If I could only pray the right prayer and have the right amount of faith, then everything would be ‘Hunky Dory’. As I brought this to the Lord I realised our picture of God and His care for us isn’t determined by how well our life is going. He isn’t only close to us when we see rainbows and life is fuzzy and warm. We go through things in life which are more earth shattering than a lost ring, but, even then, can we allow circumstances to influence how we see God, His love for us, or our love for Him? I don’t think so. There will be times when we’ve prayed all we know to pray, sorted out all we can sort out in our lives, stood in faith, and yet we still don’t get the answer we think we want or need. We don’t like what’s happening, and we don’t see the picture clearly or understand the reasons why, (as in 1 Corinthians 13:12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s at those times the Lord asks us to surrender it all to Him and hold on to the relationship we have. To trust Him even when we don’t have answers, and to draw close to Him, knowing He never changes and He’s always worthy of our praise. The words of Matt Redman’s song are true; &lt;br /&gt;‘Blessed be Your name, when the sun`s shining down on me, &lt;br /&gt;when the world’s all as it should be, blessed be Your name. &lt;br /&gt;Blessed be Your name on the road marked with suffering, &lt;br /&gt;though there`s pain in the offering blessed be Your name’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Lord Jesus, I’m sorry that I have sometimes allowed my circumstances to define who You are and Your love for me. I realise that’s wrong and robs me of Your presence and Your peace. I recognise that there’s much about You and Your ways that I still only see and understand in part. Please, Lord, teach me how to trust You and to praise You in the good times and the bad, and to never forget that who You are, and Your love for me, never changes. In Jesus’ name, Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Cath Taylor Cath Taylor joined the Ellel Grange team back in 1992. Cath is married to Andy and they have three sons; Jake, Ben and Isaac. Together, Andy and Cath now live in Florida and lead the Ellel USA team.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-2629799835157602581?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/2629799835157602581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=2629799835157602581' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2629799835157602581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2629799835157602581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/07/my-lost-ring.html' title='My lost ring'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-7541283547010819407</id><published>2011-07-10T19:43:00.001+10:00</published><updated>2011-07-10T19:43:34.402+10:00</updated><title type='text'>Children of God</title><content type='html'>09 July, 2011&lt;br /&gt;Today's Free Devotional from Ellel Ministries International &lt;br /&gt;Children of God&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"How great is the love that the Father has lavished on us, that we should be called the children of God! And that is what we are!"&lt;br /&gt;1 John 3:1, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I doubt a five year old prince or princess really appreciates being in a royal family. Perhaps they even dislike it at times, because they don’t see the good of it, and they mostly feel the constraints and limitations it places on them. But they can´t get away from it. They were born into a royal family. However, later they will probably see the privileges they have and come to appreciate them. These privileges were always there, even when they didn’t understand them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We weren’t given the privilege of having royal blood. We were ordinary people, with little to boast of. Then the unbelievable happened! God Almighty bestowed on us the standing of being His beloved children! We weren’t born into it, we didn’t deserve it, we didn’t have the qualifications for it, and yet it happened: We gained the right to call ourselves the children of God. It’s not even that we ourselves took that name for ourselves, but God Himself called us His children. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We could be regarded as presumptuous, or mistaken in using such a name, but not God! He is ‘the truth’, and what He says is true. He made a promise. ‘Yet to all who received him, to those who believed in his name, he gave the right to become the children of God’ (John 1:12). If God says you’re His beloved child, all the blessings and privileges of being a child of God are yours, even if you don’t yet fully comprehend them. They’re all there, waiting for you to find out how blessed you are.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you walk through the dark and difficult circumstances of loss and loneliness, and when it seems that nobody’s there to comfort you, your Father cares, because you’re His beloved child. When you have to go through a time of unexpected needs and adverse experiences, your Father is there with you, because you’re His beloved child. When health and strength fail, and you find it very hard to cope with life’s demands, does your Father forsake you? No, because you’re still His beloved child. As His children we all have the privilege of enjoying His presence all the time. Not because we deserve it, but because He’s lavished His love on us, and made us His very own children.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What should our response be? Certainly not childishly complaining about the limitations this relationship causes, but a trusting whisper “Abba, Father!” We walk as His children, we rest as His children, and yes, even when we sleep, we’re His children. It’s not something that’s ours because we hold on to it, but because we’ve been given the standing of being God’s children. And the greatest privilege of being a child is having a Father, a Father who cares, and he’s Your Father today!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Goran Andersson Goran Andersson , together with his wife Roswitha, worked as missionaries in Japan from 1967 – 1985. They then pastored a church before moving to Kåfalla Herrgård, Sweden where Goran became Director. They have worked with Ellel Ministries since 2004 a&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-7541283547010819407?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/7541283547010819407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=7541283547010819407' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7541283547010819407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7541283547010819407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/07/children-of-god.html' title='Children of God'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-5477919459217682939</id><published>2011-07-05T18:37:00.001+10:00</published><updated>2011-07-05T18:39:56.080+10:00</updated><title type='text'>Are You Ready?</title><content type='html'>Are You Ready?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Stay dressed for action and keep your lamps burning, and be like men who are waiting for their master to come home from the wedding feast, so that they may open the door to him at once when he comes and knocks."&lt;br /&gt;Luke 12:35-36, ESV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jesus so often challenges us and gives us responsibilities. To those who don’t yet know Him as their Lord and Master He says ‘repent, for the kingdom of heaven is near’ (Matthew 4:17), but for those who belong to Him, love Him and know Him there are further responsibilities as they live in His Kingdom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I like the simplicity of this instruction ‘Stay dressed for action and keep your lamps burning’. Do you wonder what our lamps could be? How about our passion for Jesus and the things of the Holy Spirit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jesus talks about the light in us. First of all, once we have the light of Jesus burning in our hearts, we must let others know. ‘No one after lighting a lamp puts it in a cellar or under a basket, but on a stand, so that those who enter may see the light’ (Luke 11:33).&lt;br /&gt;Then we have the responsibility to make sure the light doesn’t go out or grow dim. Jesus says we must be ‘careful’ about that. ‘Your eye is the lamp of your body. When your eye is healthy, your whole body is full of light, but when it is bad, your body is full of darkness. Therefore be careful lest the light in you be darkness. If then your whole body is full of light, having no part dark, it will be wholly bright, as when a lamp with its rays gives you light’ (Luke 11:34-36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How can we keep our lamp burning? We can fix our eyes on the glory of Jesus and focus on praise and worship to Him. Not only can we pray those prayers of intercession, however short or long, and whatever time of day or night, but we can to continually give thanks and tell Him we love Him (rather than grumbling and complaining). We can also saturate ourselves in the Word of God each day. Our eye can look upon its light and take in as much as possible. And yet even that isn’t enough. We must also put into practice what we read in the Bible. ‘But he said, “Blessed rather are those who hear the word of God and keep it!’ (Luke 11:28). Yes Jesus is coming back and we must be ready to meet Him at His return, or meet Him before then as we step into eternity. ‘This night your soul is required of you’ (Luke 12:19 – 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Jesus’ illustration the good servant is alert for the return of his master and aims to please him. The master comes back from the wedding banquet is so delighted with this servant that he gives him a huge reward. He actually waits upon him and serves him. What could be more surprising than that? But the bad servant will be punished, for ‘Everyone to whom much was given, of him much will be required, and from him to whom they entrusted much, they will demand the more’ (Luke 12:48).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Dear Lord Jesus, thank You for the light You bring to me. Please help me to keep it burning. I want to be ready when you return so I can open the door for You and welcome You back. Amen.&lt;br /&gt;Today's Writer : Liz Griffin Liz Griffin lived for 20 years as an expatriate in South Africa, Bahrain and Japan, as her husband Paul worked for an international oil company. Paul and Liz became involved with Ellel Ministries in 1991 as part of the ministry team and joined the full-time team at Ellel Grange in 1995. Paul and Liz teach and minister to those seeking healing in their lives and together have written two books, 'Anger - How Do You Handle It' and 'Hope and Healing For The Abused'.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-5477919459217682939?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/5477919459217682939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=5477919459217682939' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5477919459217682939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5477919459217682939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/07/are-you-ready.html' title='Are You Ready?'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-6406722212619114430</id><published>2011-07-04T17:47:00.002+10:00</published><updated>2011-07-04T17:51:08.997+10:00</updated><title type='text'>Leap of faith</title><content type='html'>Leap of faith&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Trust in the LORD with all your heart; do not depend on your own understanding."&lt;br /&gt;Proverbs 3:5, NLT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On a recent outing to a nearby forest theme park I was particularly taken with a certain attraction that was on offer. The ‘Skydive’ is simple enough – don a safety harness (connected to a safety rope), climb the 50 foot mast to a small platform and then step off! The safety rope is connected to a piece of equipment called a descender, which essentially controls your fall so that you won’t hit the ground too hard. Such simplicity is easy to describe but not so easy to accomplish!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I ‘did’ the Skydive a few years ago and remember it well... the climb was fine, standing on the platform was a little more nerve-racking, but then having to step off into thin air goes against all that is rational and intuitive. Fifty feet is a long way down when all there is between you and the ground is open space!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our conditioning as a person is to protect ourselves from such falls, everything that we have learned in life says, “Don’t do it!” Even having seen many people perform the ‘leap of faith’ previously, it counts for very little once you are up there; such is the strength of our intuition and knowledge that comes from past experience. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As we go through life we develop our own personal set of rules and protective measures, a way of living that keeps us safe from perceived harm. Yet, these ‘rules’ can often be distorted because of the reasons we set up such protective measures. The perceived harm can be based on a lie that then prevents us from experiencing the fullness of joy of life. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If our past experience has told us that a deep, intimate and loving relationship is unsafe then we will set up protective measures around our heart in order to keep the perceived harm away. If we view our attempts at achievement as a road to failure we will pull away from pushing forward in our talents and gifting. The list of protective measures could go on and on!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Are we willing to admit that we may need to take a leap of faith to break through our own protective measures and rely purely on God’s promises? This is what God requires of us. To trust in Him, despite our understanding that is intrinsically linked to past experiences and a well-developed sense of judgement; admitting that our personal understanding can be distorted and our self-protection can be the source of our limited living. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God may well be asking you to step away from everything that makes you feel safe so that your trust in Him can be complete and you can experience the joy and freedom of living in His safety and protection. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Father God, reveal to me any self-protection measures I have in my life that are based on a lie and that are preventing me from moving forward in my life. Help me take a leap of faith, knowing that You are my rock of safety. Amen.&lt;br /&gt;Today's Writer : Lindsey Hanekom Lindsey Hanekom has worked at all of our UK centres over the years and is now settled at Ellel Scotland with her husband, Johann and their young son, Kyle. She is part of the Ellel 365 Team as well as being responsible for the marketing and publicity for Blairmore. Alongside these roles, Lindsey is a valued teacher who has a real heart to see people move into the fullness of life and to discover their full and true identity in God.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-6406722212619114430?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/6406722212619114430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=6406722212619114430' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/6406722212619114430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/6406722212619114430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/07/leap-of-faith.html' title='Leap of faith'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-1352960634336263397</id><published>2011-07-03T19:01:00.022+10:00</published><updated>2011-07-05T18:20:37.699+10:00</updated><title type='text'>195. Menanggapi Firman Tuhan - Markus 4:3-20</title><content type='html'>Setiap kita dapat bertumbuh dari pemberitaan Firman Tuhan. Tetapi yg menjadi pertanyaan saya, kenapa ada orang yg berasal dari gereja yg sama, mendengar kotbah dari pendeta yg sama, menyanyikan lagu pujian dari lagu dan pemimpin pujian yg sama, bernyanyi dari nyanyian lagu yg sama. Tetapi, kenapa ada orang yg imannya bertumbuh, tetapi yg lain imannya stagnan/berhenti/bahkan yg lain lagi justru mundur imannya bahkan ada sebagian lagi yg murtad. Lalu kita bertanya, apa yg salah? Apa yg menghambat pertumbuhan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kala bukanlah persoalan Firman Tuhan/para pelayan gereja yg salah. Tetapi, bagaimana kita menanggapi Firman Tuhan. Karena Firman Tuhan adalah jawaban buat kita. Firman Tuhan adalah kekuatan dan kepastian bagi hidup kita. Tetapi cara kita menanggapi Firman Tuhan, sangat menentukan pertumbuhan rohani kita selanjutnya. Kita lihat di Markus 4:&lt;br /&gt;3"Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.&lt;br /&gt;4Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 5Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 6Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.7Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. 8Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat." 9Dan kata-Nya"Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"10Ketika ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. 11Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, 12supaya: Sekalipun melihat mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun."13Lalu Ia berkata kepada mereka:"Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? 14Penabur itu menaburkan firman, 15Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. 16Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, 17tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. 18Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, 19lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. 20Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratur kali lipat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dari ayat-ayat di atas, Yesus mau mengajar kita bahwa setiap Firman yg disampaikan, maka ada 4 kelompok jemaat/reaksi dalam menanggapi Firman Tuhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hati pinggir jalan&lt;br /&gt;Artinya, Firman didengar, dia masuk gereja, ia beribadah dan melakukan kegiatan-kegiatan rohani, tetapi waktu Firman ia dengar, Firman berlalu begitu saja. Dikatakan pada ayat yg ke-15Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. Jadi, Firman yg ia dengar tidak ia simpan dalam hati, tidak ia tanggapi dengan positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat sebagian orang, mereka hanya datang ke gereja, mendengarkan Firman Tuhan, ia hanya berharap agar pendeta ini berkotbah mengenai sesuatu yg lucu, yg mendatangkan semangat buat dia. Tetapi, hanya sampai di situ. Tetapi, seharusnya saat kita mendengar Firman, seharusnya seperti cermin. Bagaimana kita melihat kelemahan/kekurangan kita, dimana hal-hal yg harus diperbaiki. Kita seharusnya dapat melihat, bagaimana Tuhan begitu baiknya di dalam hidup kita. Tuhan begitu luar biasa dan tidak pernah tinggalkan kita. Tuhan selalu beserta kita dan selalu memberi kemenangan dalam hidup kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tipe seperti ini adalah: ia mendengar Firman, tetapi ia anggap sepi. Sehingga ketika setan datang, lalu setan curi Firman itu. Firman Tuhan sama sekali tidak menempel dalam hidupnya. Setan engga bisa curi Firman yg menempel dan menjadi satu dalam hidup kita. Yang seperti Yesus bilang,"Jika Aku tinggal di dalam kamu dan FirmanKU tinggal didalammu." Kapan Firman tinggal di dalam kita? Saat kita buka hati dan merenungkannya, serta membiarkan Firman itu merubah hidup kita, merubah konsep-konsep hidup kita. Sehingga ketika mendengar, kita bisa tahu:"...oh...ini yg harus saya tinggalkan, ..oh ini yg engga baik...oh...ini yg harus saya jalani. Jadi, dia bandingkan Firman dengan dirinya, seperti ia melihat cermin dan bereaksi secara penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hati yg berbatu&lt;br /&gt;Artinya: Firman ia dengar, tetapi ia engga tahan terhadap masalah. Jadi, selama Firman itu menyenangkan, memberkati. Tetapi tidak menjadi dasar dalam kehidupannya, sehingga fondasinya begitu tipis. Sehingga ketika masalah dan tantangan datang, mungkin ada yg mengejek dan menghina dia, lalu ia mundur dari gereja. Ia mundur dari pelayanan, lalu bilang,"ah..percuma saya ikut Tuhan!" Saya sudah banyak pelayanan, bayar perpuluhan, tetapi koq..saya engga lihat mujijat dan berkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yg alkitab bilang, tanahnya tipis, tipe orang ini engga tahan dengan tantangan dan godaan dunia. Tipe orang ini selalu berkata,"betul saya harus punya tekad untuk berubah." Tetapi, tipe seperti ini tidak berakar dalam. Tidak kuat menghadapi masalah. Seharusnya Firman menjadi tameng dan fondasi buat kita untuk menahan segala serangan iblis, karena "Ada tertulis.....,,,,,ada tertulis." Jadi, setiap kali setan menyerang, Firman menjadi fondasi saat kita menghadapi berbagai masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hati yg semak duri&lt;br /&gt;Atinya: Firman ia dengar, tetapi kekuatiran dan kesenangan dunia selalu menjadi masalah. Sehingga Firman yg ia dengar/dapat tidak bisa bertumbuh dengan baik. Karena, setelah Firman ia dengar, ia terima dengan suka cita, ia merasa Allah hadir. Tetapi, ketika ada masalah/kekuatiran/tawaran2 dunia yg menggoda. Ia tidak bisa mengendalikan pikirannya. Seharusnya Firman menjadi jaminan. Firman menjadi fondasi, bahwa saat kita diserang/kuatir, bahwa tawaran dunia begitu indah, sedangkan ikut Tuhan kelihatannya begitu berat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru Firman yg akan meluruskan pikiran kita dan membuat kita mengerti. Karena Yesus adalah segala-galanya buat hidup kita. Saya engga perlu kuatir dan bimbang lagi, karena Yesus adalah jaminan, pegangan dan sumber keselamatan dalam hidup kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hati yg baik&lt;br /&gt;Artinya: Firman kita dengar, kemudian kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari. Ada masalah, tetapi Firman yg menjadi kekuatan dalam hidup kita. Ada kekutatiran engga? Ada, tetapi Firman menjadi dorongan semangat kita. Ada iblis engga yg mau mencuri? Ada, tetapi Firman yg kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi Firman yg tertanam, berakar dan berbuah, sehingga ada 30 kali ganda, ada 60 kali ganda, ada 100 kali ganda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, saat kita terima Firman, iman kita semakin maju. Saat kita terima Firman, hidup kita semakin diberkati, rumah tangga kita semakin diberkati. Saat kita terima Firman, masa muda kita semakin suci di hadapan Tuhan. Firman harus menjadi dasar untuk kemenangan demi kemenangan di dalam hidup kita, haleluya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, hamba berdoa secara khusus untuk setiap kami dengan masalah, persoalan. Tetapi tetap percaya bahwa Yesus adalah sumber kemenangan. Karena Firman Allah adalah dasar berpijak kami. Tuhan jamah kami semua, sehingga kami bisa melihat perkara-perkara besar yg Tuhan telah janjikan dalam hidup kami. Dalam Nama Yesus, kami berdoa dan mengucap syukur, haleluya, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-1352960634336263397?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/1352960634336263397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=1352960634336263397' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/1352960634336263397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/1352960634336263397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/07/195-markus-44-20_1109.html' title='195. Menanggapi Firman Tuhan - Markus 4:3-20'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-3801532708509653922</id><published>2011-06-29T19:36:00.000+10:00</published><updated>2011-06-29T19:37:09.400+10:00</updated><title type='text'>Angels</title><content type='html'>Angels&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Are not all angels ministering spirits sent to serve those who will inherit salvation?"&lt;br /&gt;Hebrews 1:14, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do we believe in Angels? I was at the departure gate at Luton airport waiting for my flight to Sweden with a team from Pierrepont. I had my boarding card and my passport in my hand, when my mobile phone rang. I walked away to a glass wall of the lounge to take the call. Suddenly I managed to drop my passport down the tiny groove between two pieces of plate glass. It fell down several feet. We could see it but could not get to it! I went to a lady at the desk and told her of my predicament. She told me that it was not possible to board the plane without a passport. The flight was now being called. I looked in horror at the impossibility of the situation. The team came over and prayed. An elderly lady on the team asked Jesus to send a ministering angel to retrieve my passport supernaturally. I found it difficult to say amen!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The team now needed to board the flight and my secretary and I decided to stay behind. What else could we do? Then a lady came to us with a roll of sticky tape that is used at the check-in desk for luggage. She lowered the tape in between the two panes of glass and got hold of my passport. But suddenly it dropped again with the spine facing up! She lowered the sticky tape a second time, managed to stick it to the passport, and to my amazement retrieved the passport by lifting it up several feet and handed it to me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The flight was now closing. I went to thank the lady as we ran to the gate but she had disappeared. I said to the lady on the desk, “Would you thank your member of staff for helping me?” and she said, “Who do you mean?” Well, I explained, and she said, “We do not have such a member of staff here!” We ran to the plane just as the ladder was being taken away and the door was closing. They allowed us to board. Everyone on the plane clapped us as they had been aware of our predicament. I told the elderly lady on the team, “I think it was an angel!” “Absolutely!” she replied. God answered our prayers! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How many times do you think that angels have been involved in your life to bring you protection and help?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maybe when we get to glory and see the video tape ‘re-run’ we will be utterly amazed to realise just how much angels have intervened.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When Jesus was being arrested in the garden He said (Matthew 26:53) ”Do you think I cannot call on my Father, and He will at once put at my disposal more than twelve legions of angels?” Maybe we should ask more often for the Father to release angels to help us in times of trouble.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Jill Southern-Jones Jill Southern-Jones was a successful business woman before becoming the Director of Ellel Pierrepont, home of the Luke Nine Eleven Training Programme (NETS). People from all over the world come for 5 – 10 months and learn to teach and minister on NETS. Jill’s book on Sex: God’s Truth is an essential guide to the restoration of Godly order in sexual relationships.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-3801532708509653922?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/3801532708509653922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=3801532708509653922' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/3801532708509653922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/3801532708509653922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/06/angels.html' title='Angels'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-2925878211435755388</id><published>2011-06-27T19:17:00.001+10:00</published><updated>2011-06-27T19:17:27.021+10:00</updated><title type='text'>Not spiritual balance but God`s order!</title><content type='html'>Not spiritual balance but God`s order!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Submit yourselves therefore to God. Resist the devil, and he will flee from you."&lt;br /&gt;James 4:7, KJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was recently participating in teaching a weekend course looking at the possible dangers, from a spiritual point of view, of the many alternative or complementary treatments on offer today. A considerable number of these describe the procedures as holistic in their approach to healing. This word holistic usually means that the therapy is intended to meet the needs of the whole body, including the spiritual dimension of our being.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As we were looking at the procedures and claims of these treatments and comparing them with how the Bible describes God`s pathway to healing, we became increasingly aware of just how many of the alternative therapies frequently assert the need for restoring balance to the energy or spiritual patterns within the body, in order to bring harmony and wellbeing. It was also very noticeable that none of the therapies mentioned the problem of sin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After the course, when I returned home, I went for a walk through the town where I live and I was astonished when I noticed a new sign with the headline BODY BALANCE on the window of a shop shortly to be opened, offering a particular alternative therapy for the cure of various disorders. It seemed that the Lord was further emphasising the significance of this deception of biblical truth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The word of God does not tell us that restoration comes from finding balance in our spirit, soul and body but by establishing God`s order within our being through submission to Jesus, confessing how we have been out of line with God, and letting Him bring spiritual, emotional and physical healing as we walk under the direction of the Holy Spirit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Lord Jesus, when we`re in need of spiritual restoration You`re the only safe solution. Help us to be alert to the enemy`s enticements to put our bodies into the wrong hands in trying to find the healing that can only truly come from You. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : David Cross David Cross is now the Western Europe Director of Ellel Ministries. He trained as an engineer, built bridges in Hong Kong and ran a ski school in Scotland before he and his wife Denise joined Ellel Ministries in 1993. His recent books on Soul-Ties and Covering are already best-sellers.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-2925878211435755388?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/2925878211435755388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=2925878211435755388' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2925878211435755388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2925878211435755388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/06/not-spiritual-balance-but-gods-order.html' title='Not spiritual balance but God`s order!'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-6409582414655248700</id><published>2011-06-26T17:40:00.031+10:00</published><updated>2011-06-27T18:15:25.815+10:00</updated><title type='text'>194. Yesus mengajar - Markus 4:1-3</title><content type='html'>Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga IA naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. 2Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajarannya itu Ia berkata kepada mereka:3"Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang menarik perhatian saya adalah: di dalam pelayanan Yesus, Yesus lebih sering dipanggil guru daripada sebagai:penyembuh atau Tuhan. Yesus lebih seringkali dipanggil sebagai guru atau apapun yg lebih pantas dikenakan olehNYA. Berarti, konsekuensi tingkat pengajarannya jauh lebih luas, jauh lebih dikenal daripada sekedar mujijat dan kesembuhanNYA, meskipun Yesus sendiri tidak bisa dipisahkan dari mujijat-mujijat yg telah dilakukannya. Tetapi, karena sebutannya sebagai guru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti, murid-murid lebih sering melihat kesempatan yg ada saat Yesus mengajar, daripada saat Yesus menyembuhkan. Jadi, kesembuhan adalah bagian kelanjutan dari pemberitaan Firman Tuhan. Jadi, kita bisa bayangkan bahwa Yesus tidak melakukan penyembuhan sebelum Yesus mengajar. Dengan lain kata, dasar dari Kesembuhan adalah Firman Tuhan. Yesus tidak membangkitkan orang mati, sebelum Yesus mengajar. Dasar dari kebangkitan orang mati adalah pengajaran. Karena pengajaran adalah fondasi yg teguh dari mujijat, kemenangan dari perkara-perkara yg dahsyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat juga mengajar. Tetapi, pengajaran Yesus begitu specific. Dimanapun Yesus pergi, kemanapun Yesus berada, Yesus selalu mengajar, karena orang banyak berbondong-bondong mencari Yesus, berarti ada sesuatu yg berbeda di dalam diri Yesus yg tidak dimiliki oleh ahli-ahli Taurat. &lt;br /&gt;Ada beberapa hal-hal penting yg dapat kita lihat dari ayat-ayat di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yesus mengajar sesuai dengan kebutuhan&lt;br /&gt;Saudara lihat pada suatu kali, Yesus mulai mengajar di tepi danau. Kenapa Yesus mengajar di tepi danau, karena orang-orang di tepi danau itu yg membutuhkan Yesus. Ada saatnya Yesus berada di bait Allah dan mengajar di sana. Tetapi, ketika orang-orang yg di pinggir danau membutuhkan pengajaran Yesus, Yesus mengajar sesuai dengan kebutuhan. Yesus bukan mengajar sesuai dengan standard yg Yesus miliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saudara perhatikan, guru-guru yg ada saat ini. Bukan hanya di bidang pelayanan. Tetapi pada umumnya, mereka mengajar sesuai dengan standard yg mereka miliki. Misalnya: standard saya adalah bintang 5! Kalau kita lihat penceramah-penceramah sekuler, guru-guru sekuler, mereka mengajar sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya. Kalau kapasitasnya $$, maka dimanapun mereka mengajar, maka itulah yg menjadi standardnya. Kalaulah standardnya bintang 5, maka kemanapun mengajar, maka haruslah bintang 5. Jadi, mereka menetapkan standar sesuai dengan kemampuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, saat Yesus mengajar sama sekali berbeda dengan mereka. Karena yesus mengajar sesuai dengan kebutuhan. Kalaulah orang-orang di tempat ibadat yg membutuhkannya, Yesus ada di sana. Tetapi, ketika orang-orang di danau, para nelayan sedang membutuhkan Yesus, Yesus juga mengajar di sana. Dengan lain kata, Yesus mengajar sesuai dengan kebutuhan. Karena saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, bila kita memahami Firman, tanpa menghubungkannya dengan kebutuhan sehari-hari, maka itu adalah pengajaran yg timpang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ada banyak orang yg banyak dengar tentang Firman Tuhan, tetapi dalam pekerjaan sehari-hari males, misalnya. Banyak dengar tentang Firman Tuhan, tetapi tidak mendidik anak dengan benar, atau tidak menjadi suami yg baik. Karena, Firman Tuhan yg ia pelajari merupakan sebuah pelajaran belaka, bukan merupakan suatu kebutuhan di dalam hidupnya. Jikalau engkau sebagai Ibu, Yesus mengajar engkau sesuai dengan keperluanmu sebagai sebagai seorang ibu, serta tanggung jawabmu kepada suami, kepada lingkungan. Yesus mengajar sesuai dengan kebutuhan kita, sehingga kita dapat mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Tuhan adalah bukan sesuatu agar saya tahu. Tetapi saya harus hidup di dalamNYA. Karena hidup bukan hanya roti menurut Alkitab, tetapi berdasarkan Firman Allah. Setiap keputusan dan tindakan saya, bukan berdasarkan pada apa yg menurut dunia anggap baik, tetapi berdasarkan apa yg Tuhan mau dan tuntun dalam hidup saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Yesus mengajar dengan sederhana&lt;br /&gt;Dikatakan di sana "Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia.."Berarti, pada saat Yesus mengajar, karena sangat besar jumlahnya, berarti bukan hanya nelayan yg ada di situ. Berarti ada juga orang miskin, orang kaya, orang terpelajar, orang biasa. Yesus mengajar dengan bahasa yg sederhana, sehingga orang yg paling pintar bisa menangkap ajaranNYA, tetapi sebaliknya, orang yg bodoh sekalipun bisa memahaminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat ayat yg selanjutnya, "sehingga IA naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. 2Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kenapa Yesus mengajar dengan perumpamaan? Karena Yesus mau mengajar dengan sangat sederhana. Sementara di jaman itu, orang mau mengajar dengan kata-kata yg indah dan hebat, supaya apa? Supaya kualitasnya kelihatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah orang mengajar dengan kata-kata / terminologi yg hebat. Maka orang-orang akan berkata,"wah.., ini orang pintar, ini pasti lulusan luar negri, ini pasti orang hebat!" Tetapi, Yesus mengajar bukan untuk mendapatkan pujian bagi diriNYA sendiri, atau agar orang-orang memandang Dia. Tetapi, Yesus mengajar dengan kesederhanaan, supaya orang-orang yg Yesus ajar, dapat menjalaninya dengan sukacita dalam kehidupannya masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Yesus mengajar dengan kasih&lt;br /&gt;Yesus melihat orang banyak, sementara Yesus sangat lelah. Yesus tetap melayani. Mungkin saat Yesus mengajar, begitu banyaknya orang, sehingga Yesus harus berteriak, sampai suaraNYA mungkin tidak dapat didengar lagi, sehingga Yesus naik perahu dan dibawaNYA ke tengah danau, sehingga orang-orang dapat mendengar suara Yesus, dan semua memperoleh berkat dan kasihNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kalaulah saudara terlibat dalam pelayanan, maka 3 hal di atas adalah hal yg sangat penting: Ajarlah komunitas anda sesuai dengan kebutuhan, tidak peduli bila anda hanya ketua kelompok untuk kaum ibu, ketua remaja, atau pemuda, bersaksilah sesuai dengan kebutuhan. Kemudian ajarlah dengan menggunakan kata-kata yg sederhana. Kita perlu ngomong tentang Yesus sesuai dengan kebutuhan. Dan kita perlu ngomong tentang Yesus dengan kasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus mengajar dengan kasih dan pancaran kasih yg keluar dari diri Yesus, itulah yg mengikat orang banyak. Orang banyak bukan melihat ajaran yg Yesus berikan, tetapi orang banyak melihat kasih yg mengalir dalam hidupNYA. Dunia ini adalah dunia yg keras dan penuh dengan kepahitan. Dunia ini perlu orang tulus. Jadilah orang yg penuh dengan kasih, dimanapun engkau berada, tebarkan kasih Allah. Ketika engkau menebarkan kasih Allah, tanpa sepatah katapun, engkau boleh melihat Kemuliaan Tuhan yg luar biasa dalam hidup saudara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Biarlah Kasih Allah menjamah hidup saudara hari ini, dan orang-orang di sekitar saudara dapat merasakanNYA bahwa Yesus ada di dalam hati saudara, dan biarlah Kuasa kemenangan dan mujijat anda dapat anda raih dalam diri saudara, di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-6409582414655248700?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/6409582414655248700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=6409582414655248700' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/6409582414655248700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/6409582414655248700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/06/194-yesus-mengajar-markus-41-3_1918.html' title='194. Yesus mengajar - Markus 4:1-3'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-8262728320572856226</id><published>2011-06-26T16:47:00.001+10:00</published><updated>2011-06-26T16:47:58.662+10:00</updated><title type='text'>Foundations</title><content type='html'>Foundations &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Where were you when I laid the foundations of the earth?"&lt;br /&gt;Job 38:4, NIV &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On a recent visit to a local historical site, we were told that the foundations of the building we were in were set below sea level and the walls that surrounded us were over 1 metre thick. The building was completed over 200 years ago, and was beautifully crafted with curved brickwork and vaulted ceilings and archways. The building was constructed as a defence tower, one of almost one hundred spread along the south coast to protect the land from invaders coming by sea. The towers are called Martello Towers and there are several near us here at Glyndley Manor. The building has not moved or leaked since its initial construction, a tribute to its designers and builders.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We have been remarking recently in the Seeds of the Kingdom, just how amazing the world is, and how wonderful our Creator God is who could call such a complex world into being. Psalm 8 indeed contrasts the awesomeness of the universe with the apparent smallness of mankind, only to remind us that God considers us to be greater than all he has made. The foundations of the world are small when compared to the great foundational qualities of man.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are made in the image of God – the universe is not said to be so. We are given the capacity to love and be loved, not so the earth. We are intended for glory, not for eventual dissolution. We are personally redeemed through the precious blood of the Son of God, so different from the general restoration of the created order.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All this exists in every human being, however hidden it may be to the casual observer, and should give us hope when confronted with even the most difficult people. How often we question God’s wisdom when we deny others such foundational potential. As God challenged Job regarding his own assessment of God’s creative abilities, so maybe we are to reflect on our tendency to know better than God when it comes to our regard for others?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Thank You, Heavenly Father, for making us in such a wonderful way, with so much of Your character in our foundations. Help us to regard other people as having that amazing potential within them, rather than dismissing them through our judgements of their shortcomings. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : John Berry John Berry is Team Pastor and part of the Leadership Team at Ellel Glyndley Manor, with his wife Jennie, having previously been in Baptist church ministry for over 30 years. His heart is for the equipping of the church for its ministry, and he sees the healing and deliverance ministry of Ellel as an essential part of this. John has travelled widely in the course of his work, and enjoys being a grandfather 6 times over!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-8262728320572856226?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/8262728320572856226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=8262728320572856226' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/8262728320572856226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/8262728320572856226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/06/foundations.html' title='Foundations'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-7706006767582576003</id><published>2011-06-26T16:44:00.000+10:00</published><updated>2011-06-26T16:45:23.219+10:00</updated><title type='text'>A Dream with a Message</title><content type='html'>A Dream with a Message&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The Spirit of the Sovereign LORD is on me, because the LORD has anointed me to preach good news to the poor. He has sent me to bind up the broken-hearted, to proclaim freedom for the captives and release from darkness for the prisoners..."&lt;br /&gt;Genesis 37:10–11, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is seldom that I remember a dream the following day. But one such dream seems to have lodged in the memory with such significance that it cannot be overlooked.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the dream, a person was tightly trapped inside a large pipe, and was unable to move. After a long period of time someone recognised their predicament and was able to extricate the individual, but because they had been trapped for such a long period of time, they were unable to move any of their limbs. It was as if they were paralysed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Recognising the situation, the rescuer began to gently move their arms and legs, flexing them and helping to restore natural movement until the person was able to move them naturally, stand on their own feet and walk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This dream seemed to be showing what many people are like when they need to be brought to faith in our Lord Jesus Christ after a lifetime of sinful living. They need help to become set free from the "baggage" and "bondage" of their sinful past.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is where a ministry of healing, wisely and sensitively used, is able to be used to "set the captives free". Firstly, they need help in recognising what sin is and what it has done to trap and enslave them, rendering them powerless to overcome it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Explaining the need of repentance of sin and receiving God’s forgiveness is the first step to the freedom that is available to them through the salvation Jesus offers. Then showing them that by renouncing their former lifestyle and experiencing the power of the Holy Spirit to enable them to overcome temptation when it arises, will encourage them to develop their strength and ability to grow in their new found faith.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Also, breaking the relationships with the colleagues they were associated with in their former way of life is another important step towards that development and freedom. These steps are the "Good news to the poor and freedom for the captives" which each of us who are disciples of Jesus are called to proclaim and bring to those who have been so deeply oppressed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Dear Lord God. Thank You for sending Jesus to set the captives free, and thank You for setting me free. Enable me to bring to those who are trapped in their sinful ways the good news of freedom that can be theirs through Jesus, I pray in His Name. Amen.&lt;br /&gt;Today's Writer : David Silvester David Silvester is married and has a son, two daughters and eight grandchildren. He trained as a production engineer. He then moved on to become a lecturer of engineering craft skills before being called of God in his early fifties to become a pastor of a Baptist church. He says that,"having previously experienced an amazing healing on a day others expected me to die, it came as no surprise that God directed me and my wife, Margaret, to become involved with Ellel Ministries."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-7706006767582576003?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/7706006767582576003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=7706006767582576003' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7706006767582576003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7706006767582576003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/06/dream-with-message.html' title='A Dream with a Message'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-6000740915549409482</id><published>2011-06-20T19:34:00.000+10:00</published><updated>2011-06-20T19:35:27.868+10:00</updated><title type='text'>Job forgave his friends</title><content type='html'>Job forgave his friends&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"My ears had heard of you, but now my eyes have seen you."&lt;br /&gt;Job 42:5, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Job set out on a journey that began with the question, “Why do I suffer?” He ended that journey with a powerful confession of faith, “Now my eyes have seen you.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Three friends walked the journey with Job. Sadly, they misrepresented God and His ways to Job. When Job said to God “My ears had heard of You”, he was referring to all that his friends had said about God. Being convinced that Job was suffering because he had sinned, they judged him harshly. This condemnation caused him great confusion and added to his suffering. Eventually God said He was angry with Job’s friends; “You have not spoken of me what is right” (Job 42:7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God held Job’s friends accountable for their misrepresentation of His ways and for their judgmental attitude towards Job. Their penance was to sacrifice a burnt offering for themselves and allow Job to pray for them (Job 42:8). Job is asked to extend mercy and forgiveness to his friends. There is to be no bitterness, no getting even - simply heartfelt forgiveness. It is this, rather than his own repentance, that results in Job’s restoration and the latter part of his life being more blessed than anything he had previously known (Job 42:12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Job had a revelation of God. He then repented and experienced God’s forgiveness (Job 42:6). It was then that he was able to truly forgive those who had deeply wounded him, and was able to pray for them. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At the centre of the universe is a loving, faithful Creator. His love is unfailing, enduring and unconditional. He can be trusted - even when we don’t understand the events of our life. God the Father revealed Himself in the Person of Jesus and He’s abounding in love and forgiveness. His forgiveness to us is a gift of His grace. That grace is offered to us day by day, enabling us to forgive, and even pray for, those who have wronged us. Is there someone in your life today whom you are struggling to forgive?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Heavenly Father, thank You that You are abounding in love and forgiveness. Please give me the grace to forgive others, as I have been forgiven. Amen.&lt;br /&gt;Today's Writer : Margaret Silvester Margaret Silvester had a career as a teacher prior to being called into full time Christian Ministry with her husband, David, in 1986. They were involved in establishing a Healing Ministry in the local church and Margaret has a passion to see lost and wounded people found and restored. She and her husband joined the Ellel Ministries teaching and ministry team in 2000 after a clear call from God.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-6000740915549409482?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/6000740915549409482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=6000740915549409482' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/6000740915549409482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/6000740915549409482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/06/job-forgave-his-friends.html' title='Job forgave his friends'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-858838551041335997</id><published>2011-06-19T20:12:00.019+10:00</published><updated>2011-06-20T20:45:59.484+10:00</updated><title type='text'>193. Keluarga Yesus - Markus 3:31-35</title><content type='html'>Hari ini kita akan belajar mengenai pandangan Yesus mengenai keluarga, bagaimana Yesus berkomunikasi dan berinteraksi dengan keluargaNya sendiri. Hal ini menarik sekali untuk kita pelajari. Kita lihat di Markus 3:31-35:&lt;br /&gt;31Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. 32Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." 33Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" 34Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibuKu dan saudara-saudara-Ku! 35Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-KU laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perikop di atas tidak dapat dipisahkan dengan perikop sebelumnya, dimana orang-orang menganggap Yesus tidak waras, dan dituduh kerasukan Roh Beelzebul. Sehingga keluarga Yesus panik, mungkin jengkel, marah. Karena anaknya dibilang gila/tidak waras. Dan ketika mereka datang sendiri, mereka melihat Yesus sedang mengajar, mereka pasti ingin ketemu dengan Yesus langsung pada saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus saat itu sedang mengajar, IA hanya ingin menyampaikan pesan kepada IbuNya dan saudara-saudaraNya, tidak perlu mereka membela Yesus meskipun ia dituduh tidak waras/kerasukan setan. Karena Yesus tahu bahwa pelayananNYA jauh lebih penting daripada pembelaan. Banyak orang yg terus ribut untuk membela diriNya sendiri/menjaga martabatNya sendiri, sampai akhirnya ia sendiri jauh dari pelayanan. Karena Yesus tahu bahwa menyelesaikan tugas-tugas dari Tuhan jauh lebih penting daripada membela diri. Perdebatan-perdebatan tidak perlu kita lakukan, karena pembelaan kita sepenuhnya datang dari Allah sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yg dapat kita pelajari dari ayat-ayat di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yesus menghargai keluargaNya&lt;br /&gt;Dengan lain kata, Yesus tidak mau keluargaNya menjadi repot, panik dan bingung karena semua masalah yg terjadi. Yesus menghargai keluargaNya, dan Yesus mau keluargaNya tetap akrab dan tenang menghadapi semua perkara. Nah, saudaraKu yg kekasih dalam Tuhan, apa yg Yesus lakukan untuk keluargaNya adalah contoh yg amat sangat baik untuk kehidupan kita. Kita harus kembali menghargai keluarga. Karena, ada banyak orang yg lebih menghargai harta daripada keluarga. Ada banyak orang yg lebih menghargai uang daripada anaknya, sehingga demi uang, ia tinggalkan tanggung jawabnya sebagai papa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga seringkali sebagai papa, ia pergi pagi-pagi sekali ketika anaknya tidur, dan kembali pulang malam ketika anaknya sudah tidur kembali. Sehingga tidak ada waktu untuk anaknya. Walaupun itu ada waktu, hanya diisi dengan keributan dan amarah. Misal: anaknya minta tolong untuk menalikan sepatunya, lalu ia bentak,"masa pasang tali sepatu saja engga bisa, betulin sendiri, papa engga ada waktu!" Kadang kala anak saudara hanya butuh kasih, perhatian dan kehangatan seorang papa, ia hanya membutuhkan pelukan hangat dan kata-kata pujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak saudara menunjukkan sebuah gambar, saat ia kelas 1 sd. Itulah saatnya sebagai seorang papa menunjukkan kasih sayang dan berkata,"ini anak papa yg pinter, bagus!" Tetapi, ada sebagian orang tua yg berkata,"ah...cuman gambar ini saja, koq...bikin sibuk papa!" Kadang kala suami tidak menghargai keluarga, istri tidak menghargai suaminya. Ada orang tua yg tidak menghargai anaknya. Anak tidak menghargai orang tuanya. Tetapi Yesus menghargai keluargaNYA. Di tengah kesibukannya, Yesus mau beritahu,"hei...jangan panik, orang mau ngomong apapun, Aku tetap ada di sini, karena pelayanan bagiKU jauh lebih penting, daripada mencari perdebatan dan pertentangan yg sia-sia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Yesus menempatkan kita sebagai bagian dari keluargaNYA&lt;br /&gt;Kita lihat pada ayat yg ke-33 Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" Dengan lain kata, siapa yg menjadi bagian dari Keluarga Yesus, lihat pada ayat yg ke-34Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibuKu dan saudara-saudara-Ku! 35Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-KU laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Yesus menempatkan kita semua orang percaya sebagai bagian dari keluargaNya. Bukankah itu sebuah berita yg sangat menarik. Dengan lain kata, kalau saya melakukan kehendak Allah, kalau saya mengerjakan Firman Allah, maka saya adalah bagian dari keluarga Kristus. Di kitab Roma dikatakan bahwa Kristus adalah menjadi yg sulung di antara kita. Sehingga Kristus bukan hanya menjadi sahabat buat kita. Tetapi Kristus menjadi kakak sulung kita yg selalu menolong kita, yg memahami kita, sekaligus menjaga dan membela kita. Saudaraku yg kekasih dalamTuhan, hidup Kristen adalah hidup yg akrab dan melekat dengan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menjadi keluarga Yesus ditentukan dari ketaatan kita melakukan kehendak Allah&lt;br /&gt;Bukan persoalan berapa tahun saudara berada di gereja, bukanlah persoalan saudara lahir sebagai orang Kristen/bukan Kristen. Bukan persoalan saudara jadi majelis gereja/penatua. Tetapi ayat di atas dikatakan "Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-KU laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, menjadi Keluarga Kristus ditentukan dari ketaatan kita melakukan kehendak Allah dan perintah-perintahNya. Bisa saja kita menjadi keluarga Kristen bertahun-tahun, tetapi kita tidak taat pada kehendak Allah dan hidup dalam dosa, penuh dengan kemunafikan dan keserakahan. Kita sering kali hidup dalam keegoisan, selalu ingin menang sendiri, dan merasa benar sendiri. Tetapi saudaraku yg kekasih, Yesus mengajarkan pada kita, kembali pada kelurga. Para suami yg tidak setia dengan perkawinan, anak-anak yg mulai lari dari Tuhan, para istri yg sudah engga tahan dengan sikap suami yg kasar. Kembali saya mau ingatkan, hargai keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah ada kata cerai dalam keluarga, jangan pernah ada bentakan, caci maki, dan kata-kata kotor dalam keluarga. Berilah waktu dan kasih sayang untuk Keluargamu. Ada waktu-waktu bersama dengan keluarga, menyatakan Kasih Tuhan, menyatakan cinta. Ada saatnya di mana engkau memeluk anak-anakmu dengan hangat, berbicara tentang Tuhan bagi mereka. Sediakanlah waktu yg khusus bagi anak-anakmu, bagi istrimu. Istri juga menyediakan waktu khusus bagi suamimu. Ingatlah, bahwa Yesus juga menghargai keluargaNya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, bahwa Yesus menempatkan kita sebagai bagian dari keluargaNya! Kalaulah kita keluarga-keluarga Kristus, tidak ada alasan bagi kita untuk kecewa dan putus asa, tetapi kita bangkitkan iman kita dan berkata,"Sebagai Keluarga Kristus, Yesus bertanggung jawab buat hidup saya." Mungkin saat ini saudara sedang menghadapi tantangan dan persoalan. Tetapi, janganlah engkau kecil hati. Engkau berkata," Tuhan, saya engga tahan lagi!" Tetapi ingat, saat Yesus menghadapi tantangan yg berat sekalipun, Yesus tetap melaksanakan tugasNya, Yesus tetap melayani dan melakukan yg terbaik dan melakukan kehendak Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah hari ini kita berkata,"Tuhan, masalah tidak dapat dipisahkan dari hidupku, tetapi saya tetap akan berjalan maju dan meraih janji Allah. Saya tahu bahwa Allah akan berjalan bersama saya dan saya akan meraih kemenangan bersama Yesus, haleluya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa di dalam Nama Yesus, hamba berdoa untuk setiap dari kami sekalian, kami yg sakit, yg berbeban berat, dan yg rumah tangganya goncang, mereka yg keuangannya sedang diambang kehancuran, maupun yg usaha dan pekerjaannya sedang dalam kesulitan. Maupun mereka yg disakiti oleh keluarganya, ataupun mereka yg tidak menghargai keluarganya. Istri yg jauh dari suaminya, maupun suami yg jauh dari istrinya, orang tua yg jauh dari anak-anak. Apapun masalahnya, dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, sehingga hari ini kita belajar dari Tuhan Yesus Kristus dan taat pada kehendak Allah. Sehingga kami semua dapat melihat Kemuliaan Tuhan dinyatakan, terima kasih Bapa, di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-858838551041335997?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/858838551041335997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=858838551041335997' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/858838551041335997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/858838551041335997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/06/193-keluarga-yesus-markus-331-35_8120.html' title='193. Keluarga Yesus - Markus 3:31-35'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-2179815038316826930</id><published>2011-06-19T20:06:00.000+10:00</published><updated>2011-06-19T20:07:34.052+10:00</updated><title type='text'>Yet I will rejoice in the Lord</title><content type='html'>18 June, 2011&lt;br /&gt;Today's Free Devotional from Ellel Ministries International &lt;br /&gt;Yet I will rejoice in the Lord&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Though the fig-tree does not bud and there are no grapes on the vines, though the olive crop fails and the fields produce no food, though there are no sheep in the pen and no cattle in the stalls, yet I will rejoice in the LORD, I will be joyful in God my Saviour. The Sovereign LORD is my strength; he makes my feet like the feet of a deer, he enables me to go on the heights."&lt;br /&gt;Habbakuk 3:17-19, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are so many things that can happen to us that can make us feel sad and despair. Perhaps it’s news of a friend who has just been diagnosed with breast cancer; perhaps it’s news of an acquaintance who has been hit by a car on his way to work and is in intensive care fighting for his life. Or perhaps you have been diagnosed with a chronic disease.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then there are the natural disasters such as earthquakes, floods, tsunamis and other things that you may have been involved in. Through all these things it all boils down to ‘who do we trust?” Where do we put our hope? If we put our hope in our good health, job, home or finances all these can be taken from us in an instant. We must look to the source of all hope, who is God our Father through Jesus His Son.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We can still rejoice in all circumstances if the hope of our salvation is in the Lord. That cannot be taken from us. Perhaps we have been looking at life’s circumstances instead of looking to the One who gives us hope, who is only good and who loves us so much.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take time today to rejoice in the God of your salvation and give Him all your griefs to bear. Then your burden will be light.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Heavenly Father, help me to trust in You more. Where I have taken my eyes from You and looked at the circumstances of life, I ask forgiveness. Lord, today I choose to rejoice in You and ask You to be my strength instead of trying to carry these burdens myself. Thank You, Jesus, that You carry my burdens and enable me to be lifted up in spirit. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Diane Watson Diane Watson is the Centre Director of Ellel Springhill (Perth, Australia). Her husband, Paul, is the Regional Director for Australia Pacific and India. They have 4 adult children and 3 grandchildren. Diane had the vision for the first Australian Ellel Centre at Gilbulla and was its Centre Director for the first five years.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-2179815038316826930?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/2179815038316826930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=2179815038316826930' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2179815038316826930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2179815038316826930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/06/yet-i-will-rejoice-in-lord.html' title='Yet I will rejoice in the Lord'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-8173529099043851670</id><published>2011-06-19T19:58:00.000+10:00</published><updated>2011-06-19T20:06:15.710+10:00</updated><title type='text'>Restoring the Covering</title><content type='html'>19 June, 2011&lt;br /&gt;Today's Free Devotional from Ellel Ministries International &lt;br /&gt;Restoring the Covering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"For in the day of trouble He will hide me in His shelter; in the secret place of His tent will He hide me; He will set me high upon a rock."&lt;br /&gt;Psalm 27:5, Amp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was saddened to hear recently that the home of Elizabeth Gaskell, the Victorian novelist and social reformer, which had been patiently restored by volunteers who had spent much time raising funds and working on the restoration, had been vandalised. Apparently thieves had broken in and over a period of three or four days had removed the lead roofing, and in order to get to the roof they had trashed a great deal of the interior. Sadly the rain had also got in and the house is now in a worse state than it was when the restoration work began, and will take some millions of pounds to restore again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It reminded me of how important our covering is. God provides covering for His children and when it is properly in place, we are safe and protected, but there are times when we become uncovered and the enemy is able to get in and begin creating havoc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How is this able to happen? Mainly because of sin, either ours or the sin of those who should be providing our covering under God. So, for example, if there is sin in the leadership of a church, that church will become ‘uncovered’ and it may be that the sin in the leadership spreads among the congregation. Or perhaps in a family, where God provides our parents as covering under Him, should they sin, our covering will become full of holes, like a leaky umbrella, and problems arise in the family.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For the covering to be restored recognition of sin, confession and repentance before God is necessary, and also forgiveness of those whose sin caused the damage. Healing will need to take place in the lives of those whose covering has been broken. Where children have grown up under leaky covering, the damage can be deep, but God is able to restore. &lt;br /&gt;God has a vision for each of us, His children, whom He has known since before the time of creation. ‘Even as he chose us in him before the foundation of the world, that we should be holy and blameless before him. In love he predestined us for adoption as sons through Jesus Christ, according to the purpose of his will’ (Ephesians 1:4-5). He’s able to restore each of us to that original vision of His, patiently and over time, as we allow Him to work in us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Heavenly Father, Thank You that You have known me since before the beginning of time and that You can and will patiently restore me. Today, I reaffirm the Lord Jesus as my Saviour, Healer and Deliverer, and look to Him to bring about my restoration through the gentle ministry of the Holy Spirit. Thank You, Lord, Amen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Angela Weir Angela Weir has been associated with Ellel Ministries from the very beginning, first as an associate member of the ministry team and later as an associate teacher. She trained as an actress and after her marriage and move to Cumbria, taught drama in a girls’ school.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-8173529099043851670?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/8173529099043851670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=8173529099043851670' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/8173529099043851670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/8173529099043851670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/06/restoring-covering.html' title='Restoring the Covering'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-5809698747854966897</id><published>2011-06-14T19:23:00.002+10:00</published><updated>2011-06-14T19:39:31.127+10:00</updated><title type='text'>192. Menghadapi fitnah – Markus 3:20-30</title><content type='html'>20Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. 21Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi. 22Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: “Ia kerasukan Beelzebul,” dan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.” 23Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka  dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? 24Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan. 25dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. 26Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya. 27Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. 28Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang  mereka ucapkan. 29Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” 30Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, yang menarik perhatian saya di sini, Yesus sendiri yg adalah Tuhan di atas segala Tuhan, Raja di atas segala Raja, Yesus sendiri difitnah. Pedahal Yesus melakukan hal yg benar dan baik, Yesus menyembuhkan orang yg sakit, Yesus bebaskan orang yg terikat/terbelenggu dengan Kuasa kegelapan. Tetapi apa yg terjadi? Orang-orang Farisi, ahli-ahli taurat dan orang-orang banyak memfitnah Yesus dan berkata,”Yesus menyembuhkan orang dengan memakai Beelzebul, dengan lain kata mereka menganggap Yesus melakukan penyembuhan dengan memakai penghulu setan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yg menarik perhatian saya di sini, Yesus tidak terganggu. Alkitab berkata,”Yesus tidak marah-marah, sama sekali tidak!” Lalu, pertanyaan saya sederhana. Kalau Yesus saja difitnah, siapa kita yg meminta pengecualiaan agar kita bebas dari fitnahan?” Kalaulah kita difitnah, kita marah sama Tuhan, dan berkata,”Tuhan, hati saya luka, sakit, bayangkan bahwa saya sudah berbuat baik, bayangkan bahwa saya sudah melayani, tiba-tiba saya difitnah!” Saudaraku, kita belajar supaya kita besar hati, Kalaulah Yesus saja difitnah, apalagi kita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita siap menjadi murid Yesus, berarti kita siap berkata,” Tuhan, walaupun orang memfitnah saya, sejauh saya buat yg benar, saya tahu bahwa Allahlah yg akan membela saya, haleluya! Pelajaran apa yg dapat kita lihat, bagaimana Yesus menghadapi fitnah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yesus tetap tenang dalam menghadapi fitnah&lt;br /&gt;Meskipun keluarga Yesus dan orang-orang di sekitarNYA gelisah, dikatakan pada ayat yg ke-21Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi. Jadi, bisa kita lihat bahwa orang-orang menganggap Yesus sudah tidak waras lagi. Orang-orang menuduh Yesus kerasukan Beelzebul, dan keluargaNYA panik. Maria sebagai ibuNYA dan Yusuf sebagai ayahNYA, dan saudara yg lain merasa, lho...kenapa ini? Koq dikatakan Yesus sudah tidak waras? Koq dikatakan Yesus kerasukan Beelzebul? &lt;br /&gt;Keluarga Yesus berpikir, kita ambil saja Yesus daripada mereka. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Yesus tetap tenang, Yesus tidak marah dan tersinggung. Yesus tidak coba balas yg jahat dengan yg jahat. Atau tantang mereka,”siapa itu yg ngomong/buktikan siapa yg lebih benar daripada kita?” Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, bila kita menghadapi fitnah, hal pertama yg harus kita buat adalah: tetap tenang. Janganlah mencari dukungan yg menurut saudara dapat mendukung saudara, karena hal itu akan membuat saudara bertambah marah, membuat saudara lebih kuat, dan berusaha menyerang orang yg memfitnah saudara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus tenang, meskipun saudaranya gelisah. Karena Yesus tahu bahwa IA berjalan di jalan Kebenaran. Orang berbicara apapun, Allah yg akan menyatakan Kebenaran itu. Jadi, hal pertama saat kita menghadapi fitnah, adalah: tetap tenang seperti Yesus. Kalaulah Yesus saja menghadapi fitnah, kenapa kita harus lari dari fitnah, kenapa kita harus menangis di tengah-tengah fitnahan yg terjadi, kenapa kita mesti kecewa? Mungkin saudara sedang berada di tengah-tengah fitnahan, dan saudara berkata,”pendeta  engga ngerti perasaan saya sih?” Sedih sekali, hati saya hancur sekali, makanya air mata saya mengalir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hamba Tuhan, kembali saya mau ingatkan kehidupan Yesus, IA melayani, IA menyembuhkan, orang bilang bahwa IA kerasukan setan, Yesus engga waras. Secara manusia, hatiNYA sakit. Secara manusia ada air mata dalam hatiNYA, tetapi Yesus tetap tenang. Mengapa IA tetap tenang? Karena Kebenaran selalu dibela oleh Allah sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Yesus memakai kesempatan ini untuk mengajar dan memberitakan Kebenaran&lt;br /&gt;Kita lihat pada ayat yg ke-23Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka  dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Jadi, pada saat Yesus difitnah, Yesus tidak pakai saat itu untuk marah/berontak/lari dari kenyataan. Tetapi, Yesus memakai kesempatan itu untuk mengajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang ingin dengar, apa reaksi Yesus saat IA dituduh kerasukan iblis beelzebul. Yesus tidak menanggapinya, tetapi Yesus pakai kesempatan itu untuk mengajar, membuka pikiran mereka dan berkata,”iblis tidak dapat mengusir iblis. Ada yg membawa anaknya kepada seorang dukun, karena anaknya kerasukan setan. Dukun itu jelas-jelas memakai kuasa, anak itu bisa terbebas dari setan, berarti dukun itu pakai ilmu putih dong? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban saya sederhana, iblis dengan iblis tidak saling menyerang. Tetapi iblis memiliki tingkatan. Misalnya: iblis yg satu adalah tingkatan A (yang tertinggi), dan misalnya yg merasuk adalah tingkatan C, maka dukun ini cukup panggil setan yg tingkatannya A. Tingkatan A akan bilang pada tingkatan C, dan bilang,”kamu coba minggir sebentar, saya yg ambil alih untuk sementara waktu!” Jadi di antara iblis, mereka tidak saling memecahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus berkata,”kalau Kerajaan saling menyerang, bagaimana mereka bisa bertahan? Yesus pakai kesempatan ini untuk mengajar, bukan pakai untuk membela diri / mengungkapkan perasaan serta kejengkelanNYA. Yesus pakai kesempatan ini untuk mengajar dan memberitakan Kebenaran. Waktu saudara difitnah, pakai kesempatan ini untuk menyatakan Kasih Allah, menyatakan betapa dahsyatnya Kuasa Allah, dan betapa kita berbeda dengan orang-orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Yesus mengerti pembelaan Allah ketika Yesus difitnah&lt;br /&gt;Karena itu pada ayat yg ke-28Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang  mereka ucapkan. 29Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya....Yesus tidak membalas/melawan, karena Yesus mengerti pembelaan Allah. Orang-orang yg melawan orang yg diurapi, Allah akan membela. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hamba Allah, kembali saya mengingatkan saudara, bisa saja orang-orang memfitnah saudara, tetapi satu hal, jangan balas yg jahat dengan yg jahat. Tenang dalam menghadapi sesuatu, karena “God is in control”, Allah yg selalu mengendalikan segala sesuatunya, dan Allah akan membuktikan kemenangan bagi setiap orang yg berserah kepadaNYA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, Tuhan jamah setiap kami. Segala sakit penyakit, kami tolak dalam Nama Yesus. Mereka yg sedang difitnah, Tuhan beri kekuatan dan damai sejahtera. Dengan pertolongan Roh Kudus, kami menang menghadapi segala sesuatunya. Di dalam Nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-5809698747854966897?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/5809698747854966897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=5809698747854966897' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5809698747854966897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5809698747854966897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/06/192-menghadapi-fitnah-markus-320-30.html' title='192. Menghadapi fitnah – Markus 3:20-30'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-5227271762339277920</id><published>2011-06-05T19:09:00.012+10:00</published><updated>2011-06-06T19:33:02.715+10:00</updated><title type='text'>191. Melayani Kristus - Markus 3:13-19</title><content type='html'>Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, saya percaya bahwa kita diselamatkan dari hamba dosa untuk menjadi hamba kebenaran. Kita diselamatkan, bukan hanya untuk duduk-duduk dan menerima berkat, serta menantikan pertolongan dari Tuhan, tetapi kita diselamatkan untuk buat sesuatu. Karena ketika kita melayani Kristus, kita akan menjadi berkat buat orang lain. Dengan melayani Kristus, kita akan membawa orang lain menuju pada keselamatan di dalam kasih Allah, haleluya! Di dalam Markus 3:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. 14Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil 15dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. 16Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, 17Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberiNya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, 18selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, 19dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berdasarkan ayat di atas, Yesus memanggil ke dua belas murid. Dengan lain kata, Yesus mempercayakan tugas pelayanan kepada mereka yg telah dipilihNYA. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kita lihat bacaan di atas, sebelum Yesus memilih langsung, ada beberapa tahapan untuk kita, agar kita dapat melayani Tuhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kita perlu dipanggil dan datang kepada Yesus&lt;br /&gt;Pada ayat yg ke-13Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. Artinya bahwa panggilan Tuhan sebagai dasar untuk melayani Tuhan. Kita melayani Tuhan bukan karena suara kita bagus. Kita melayani Tuhan, bukan karena kita memiliki talenta yg banyak, bukan karena kita punya kemampuan, atau kita punya uang. Tetapi tahukah saudara bahwa kita melayani Tuhan ketika kita dipanggil oleh Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Allah panggil kita, Allah pilih kita, Allah tetapkan kita. Karena, kalau kita mau jujur, begitu banyak orang yg lebih baik dan layak dari kita. Kalau kita mau jujur, pasti kita melihat bahwa banyak dari diri kita yg penuh dengan kekurangan. Kenapa Allah panggil kita? Karena, Allah engga tahan hidup kita terjajah oleh kegelapan. Allah panggil kita, karena Allah engga tahan melihat setan rampas berkat Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan merampas damai sejahtera dan Kemuliaan Tuhan dalam diri kita, sehingga kita hidup dalam tekanan, sehingga kita hidup dalam kebinasaan dan kehancuran. Tuhan panggil kita, Tuhan pilih kita. Tapi persoalannya, apakah kita mau atau tidak mau datang? Kita mau meresponi atau mengeraskan hati? Jadi, itu sebabnya bukan kita yg memilih Tuhan, tetapi Tuhan yg memilih kita. Jadi, orang yg melakukan pelayanan adalah bukan seorang yg hanya bisa nyanyi, lalu melayani Tuhan. Saya bisa main musik, lalu melayani Tuhan. Saya punya karunia, talenta, lalu saya melayani Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, orang yg memiliki suara bagus, lalu ia berniat melayani Tuhan, maka orang yg seperti ini biasanya akan menjadi orang yg sombong. Orang yg seperti ini akan bilang, oh..kalau bukan karena saya, orang-orang seperti ini semuanya tidak bisa diberkati! Orang-orang seperti ini akan berpikir bahwa IA menolong pekerjaan Tuhan. Tetapi, pelayanan yg benar dimulai dengan: Saya adalah orang terhilang, saya dulunya berada di dalam kegelapan, saya tidak ada apa-apanya, saya dijajah oleh kegelapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memilih dan memanggil saya. Satu-satunya hal yg dapat saya buat adalah meresponi dan berkata," Tuhan, saya mau!" Orang-orang yg menyadari panggilan Tuhan, menjadi orang yg tidak gampang kecewa dan cepat putus asa. Mereka menjadi orang yg tidak mencari penghargaan untuk diri sendiri. Karena dia sadar, kalaupun dia punya karunia, talenta, semata-mata itu hanyalah anugrah Tuhan. Berarti Allah yg telah memilih dan memanggil saya, adalah Allah yg senantiasa menyertai saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu berpikir,"bahwa kalau saya bisa berbuat sesuatu untuk Tuhan, itu adalah sebuah anugrah. Orang yg menyadari bahwa saya dipilih adalah anugrah, maka orang ini akan bekerja keras untuk Tuhan, menjadi orang yg tidak gampang kecewa, tidak gampang menyerah, dan tetap setia di tengah-tengah kesulitan dan tantangan yg berat sekalipun. Jadi, kita dipilih, dipanggil, dan kita harus meresponi panggilan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kita mau menyertai Yesus dan perlu belajar langsung dari Yesus&lt;br /&gt;14Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil. Nah, setelah dipanggil, diutus, disuruhNYA ke dua belas murid menyertai Yesus. Setelah kita dipilih dan dipanggil, kita harus belajar langsung dari Yesus. Karena, Yesus bukan hanya guru yg belajar dengan kata-kata. Tetapi, murid-murid harus menyertai Yesus. Karena, Yesus mengajar bukan dengan kata-kata, tetapi Yesus melakukanNYA dengan Kuasa sesuai dengan kehidupanNYA sehari-hari. Sehingga dengan lain kata, Yesus mau bilang sama mereka,"Contohlah hidupKU, lihatlah teladanKU, lihatlah apa itu sebenarnya melakukan kehendak Allah!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, murid-murid harus belajar. Karena, kadang kala kita hanya datang pada Yesus dan langsung berbuat sesuatu. SaudaraKU yg kekasih dalam Tuhan, kegagalan dalam pelayanan adalah seringkali orang-orang lupa untuk belajar kepada Yesus, tetapi langsung ingin mengajar orang lain. Hanya baca beberapa buku, atau ia pikir bahwa ia telah belajar di sekolah pelayanan, dia tidak punya pengalaman pribadi dengan Yesus, tidak pernah menyertai Yesus secara khusus dan tidak pernah belajar dari Yesus. Bukan berarti bahwa sekolah Teologi/Alkitab tidak bagus. Tetapi yg paling penting adalah: setelah saya belajar teologi, setelah saya belajar dari sekolah pelayanan, saya harus belajar dari Yesus, bersama Yesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara saya belajar teologi, saya belajar bersama Yesus. Ada banyak orang yg belajar teologi, tetapi tidak mengenal Yesus. Itulah yg berbahaya. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kehancuran gereja hari-hari ini, adalah: bukan karena kekurangan lulusan teologia/kekurangan doktor teologia. Dimana-mana kita jumpai Master Teologia, Dokter Teologia, semuanya itu baik, tetapi yg saya mau tegaskan adalah, seringkali kita tidak belajar langsung sama Yesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, ada orang yg mengakui dirinya belajar langsung dari Yesus, tetapi ia tidak memperlengkapi dirinya dengan pelajaran-pelajaran yg benar. Saya percaya, ke-duanya harus berjalan seimbang. Yesus memilih, memanggil, Yesus mengajar mereka dengan kata-kata. Tetapi di sisi lain, Yesus mengajar dengan perbuatan. Itulah yg saya bilang harus seimbang,"Sekolah Teologi, tanpa pengenalan Firman yg dalam serta mengenal Yesus secara pribadi, saya sebut: semuanya teori belaka. Tetapi, mengenal Yesus tanpa mempelajari pelajaran yg benar, bagi saya adalah ketimpangan. Berarti setelah saya dipanggil, menyertai Yesus, saya harus belajar dan mengerti kehendakNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Siap untuk diutus dan bersedia memikul tanggung jawab&lt;br /&gt;Dikatakan pada ayat yg ke-14 "....dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil." Ketika Yesus berkata,"pergi!" Artinya mereka bertanggung jawab atas diri mereka sendiri. Orang-orang benar adalah orang-orang yg siap memikul tanggung jawab, saya harus berani berkorban buat Tuhan, berani untuk setia dengan Tuhan dan siap menghadapi tantangan. Janganlah cepat menyerah dan putus asa serta mundur. Tetapi, kita adalah orang-orang yg diutus dan diberi Kuasa oleh Tuhan untuk maju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kita dipercaya oleh Tuhan dan diberi Kuasa&lt;br /&gt;Pada ayat yg ke-15 "dan diberiNya kuasa untuk mengusir setan." Bila kita diberi Kuasa tanpa belajar akrab dengan Tuhan, dan melekat erat dengan Tuhan adalah sesuatu yg berbahaya. Karena, akhirnya kita pake kuasa tanpa pengenalan yg benar dengan Tuhan. Tetapi, Tuhan engga pernah bekerja dengan cara yg seperti itu. Lalu apa yg Tuhan buat? Ketika kita dipilih dan dipanggil, kita diajar oleh Tuhan, kita dilatih untuk bertanggung jawab, lalu kita dipercayakan Kuasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kuasa adalah bagian terakhir dari pelayanan kita. Sehingga kita dapat berfokus pada Tuhan saja. Karena, kalau kita pakai Kuasa untuk diri kita sendiri, maka kita curi kemuliaan Tuhan. Tetapi saat kita diberi Kuasa, kita hancurkan Kerajaan setan, kita perluas Kerajaan Tuhan, Muliakan Nama Tuhan di situ, sehingga kita melihat orang diberkati dan kita berjalan di dalam kemenangan dan kuasa Allah yg luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, di dalam Nama Yesus, hamba berdoa untuk setiap dari kami sekalian, mereka yg sakit, mereka yg berbeban berat dan yg menghadapi masalah, dan tantangan yg berat, hamba berdoa di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, sehingga kami semua bisa melihat mujijat, kesembuhan dan kemenangan yg luar biasa. Di dalam Nama Yesus kami berdoa dan bersyukur, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-5227271762339277920?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/5227271762339277920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=5227271762339277920' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5227271762339277920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5227271762339277920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/06/191.html' title='191. Melayani Kristus - Markus 3:13-19'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-8879191454246993482</id><published>2011-05-30T19:02:00.011+10:00</published><updated>2011-05-31T19:52:51.000+10:00</updated><title type='text'>190. Memfokuskan hidup ini - Markus 3:7-12</title><content type='html'>Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, dunia semakin modern, semakin memberikan banyak tawaran. Begitu banyaknya tawaran, seringkali  membuat manusia kehilangan fokus dalam kehidupannya. Anak muda bingung, karena begitu banyaknya pilihan sekolah. Orang-orang dewasa bingung, karena begitu banyaknya pilihan pekerjaan. Orang yg sedang berkarir bingung, karena begitu banyaknya karir yg harus dibangun. Jadi, manusia semakin modern semakin bingung akhir-akhir ini, karena begitu banyaknya pilihan di dunia modern ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga seringkali orang tidak fokus dengan apa yg sebenarnya Tuhan sedang rencanakan di dalam hidupnya. Orang hanya memilih hal-hal yg menurutnya menyenangkan saja, sehingga orang begitu mudah sekali dipermainkan dan diombang-ambingkan oleh kegelapan. Oleh karena itu, program hari ini sedang berbicara mengenai hidup yg berfokus, yg memfokuskan diri kita sesuai dengan panggilan dan pilihan Allah untuk hidup kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7Kemudian Yesus dengan murid-muridNYA menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea 8dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. 9Ia menyuruh murid-murid-NYa menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. 10Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. 11Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak:"Engkaulah Anak Allah."12Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat yg ke-7 merupakan ayat yg menarik karena Yesus dengan murid-muridNYA menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea. Setelah Yesus melakukan sukses yg cukup besar, yaitu:menyembuhkan orang yg mati sebelah tangannya ini, dan membuat malu para Farisi. Orang-orang banyak melihat ini sebagai kemenangan yg luar biasa, bahwa Yesus bukan hanya berbicara dengan kata-kata biasa, tetapi Yesus mengajar dengan Kuasa. Nah, apa yg terjadi? Saya percaya bahwa orang banyak mulai memuji-muji Yesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang banyak mencoba mengangkat Yesus sebagai Raja dan Penguasa orang Yahudi. Tetapi, apa yg terjadi? Yesus mulai menyingkir daripada mereka. Saya percaya bahwa dengan Yesus menyingkir ke danau, Yesus berdoa di sana. Yesus menyingkir ke danau, Yesus sedang memfokuskan kembali hidupNYA di sana. Yesus tidak mau hanyut di tengah gelombang puji-pujian dan penghormatan manusia. Tetapi, Yesus mempersiapkan diriNYA dan tugasNYA selama IA di muka bumi sebagai hamba yg berkenan, untuk merendahkan diri di hadapan Bapa, bahkan taat sampai mati sekalipun. Itu sebabnya, kita bisa melihat bahwa Yesus menyingkir, karena Yesus mau memfokuskan hidupNYA sesuai dengan kehendak Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kita harus memfokuskan hidup kita lebih lagi, kalau tidak kita menjadi orang-orang bingung. Karena, terlalu banyak orang-orang bingung yg hidup di muka bumi ini. Saking bingungnya, hidupnya tidak fokus. Sudah punya istri, suami masih tertarik dengan perempuan lain, begitu pula sang istri yg telah memiliki suami, masih tertarik dengan suami lain. Orang yg pacaran, juga seringkali putus- ganti, hidupnya tidak fokus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita lihat, orang-orang yg berhasil di muka bumi ini, bukanlah orang-orang yg tidak memiliki kekurangan. Tetapi, mereka adalah orang-orang yg berfokus dan hidup secara benar sesuai dengan apa yg Tuhan telah sediakan baginya. Dari sini kita dapat belajar dari beberapa point penting dari memfokuskan hidup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketika Yesus menyingkir, Yesus dapat lebih mengarahkan hidup dan pelayananNYA&lt;br /&gt;Jadi, Yesus menyingkirkan diriNYA, agar hidup dan pelayananNYA menjadi  lebih terarah serta tahu apa yg Bapa kehendaki bagiNYA sehingga Yesus dapat terus mengajar, menyembuhkan, dan menghancurkan kuasa setan-setan. Jadi, Yesus engga tertarik dengan murid-muridNYA ketika mereka berkata,"Guru, kapan Engkau akan memulihkan Kerajaan Bagi Israel. Yesus engga tertarik ketika murid-muridNYA mau mengangkat Dia menjadi Raja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, Yesus memfokuskan hidupNYA, bukan berdasarkan apa yg manusia ngomong, harapkan/butuhkan. Tetapi, Yesus memfokuskan hidupNYA berdasarkan dengan apa yg Bapa kehendaki di dalam hidupNYA. Sehingga setelah Yesus menyingkir, oh...pelayananNYA semakin fokus. Yesus mengajar banyak orang. Dan apa yg terjadi? Yesus menyembuhkan orang-orang sakit. Dan bukan hanya itu, selama Yesus melayani, ketika banyak orang yg kerasukan setan, setan itu berteriak,"Engkaulah Anak Allah!"  Jadi jelas, kenapa kita harus memfokuskan hidup kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kala kita harus menyingkir, dan mencari ketenangan, berdoa sama Tuhan. Inilah yg saya sebut "ret-ret." Duduk di bawah kaki Tuhan Yesus bersama keluarga, istri, bahkan secara pribadi. Jadi, kita tidak terseret dengan berbagai kesenangan, kesibukan dan tawaran dunia ini. Tetapi, terus bertanya,"apa yg Tuhan mau dan kehendaki dari hidup saya?" Bagaimana saya dapat mengatasi semua masalah saya sesuai dengan kehendak Allah. Ini yg saya bilang,"Kita mulai memfokuskan hidup kita, supaya hidup dan pelayanan kita lebih terarah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Yesus menyingkir, agar Yesus tidak masuk ke dalam perdebatan sia-sia&lt;br /&gt;Kita lihat pada perikop sebelumnya, ayat 1-6. Mereka sedang mau ajak Yesus ke dalam suatu perdebatan. Bolehkah kita menyembuhkan orang pada hari sabat? Tetapi, Yesus memfokuskan pada diriNYA. Yesus menyingkir, supaya apa? Supaya Yesus tidak masuk ke dalam perdebatan yg sia-sia. Karena, banyak orang yg hidup di muka bumi ini mengerjakan hal yg sia-sia, kerjanya hanya berdebat. Tetapi yg Yesus mau adalah kembali kepada hidup yg bermakna sebenarnya. Sehingga kita engga disibukkan dengan hal yg sia-sia, tetapi berjalan berdasarkan apa yg Yesus kehendaki untuk hidup kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Yesus menyingkir, agar hubungan Yesus dengan Bapa makin akrab&lt;br /&gt;Semakin akrab hidup kita dengan Tuhan, akan semakin kuatlah kita. Semakin akrab kita dengan Tuhan, kita akan semakin memahami suaraNYA. Bisa kita pahami kehendakNYA, bisa kita pahami apa yg Yesus inginkan dalam hidup kita. Semakin kita akrab dengan Tuhan, semakin kita dapat menerima kesalahan orang lain. Tahukah saudara bahwa sebenarnya orang-orang yg memiliki emosi negatif adalah orang-orang yg jauh dari Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, orang yg dekat dengan Tuhan bisa memahami orang lain. Orang-orang yg akrab dengan Tuhan dapat mengendalikan dirinya, mereka tidak dikendalikan oleh hawa nafsu, kebencian, keserakahan dan hal-hal dunia lainnya. Mungkin saat ini, saudara sedang berada dalam tahap yg sangat bingung sekali. Saya ingatkan kepada saudara, ayo..ambil waktu teduh bersama Tuhan! Kalaulah Yesus Kristus yg Tuhan Allah sendiri, Raja di atas segala Raja, Diapun mau menyingkir untuk dapat dekat dan akrab dengan BapaNYA, tidak dipermainkan dengan situasi, kondisi, keadaan dan kesibukan dunia ini. Yesus ingin terus dekat sama BapaNYA, apalagi kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti, bahwa saudara tidak perlu masuk kantor selama 3 hari. Lalu boss saudara bertanya, mengapa kamu tidak masuk? Lalu saudara jawab,"bahwa saya diingatkan oleh seorang pendeta bahwa saya harus menyingkir, agar saya tidak disibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan duniawi! Bukan itu maksud saya! Tetapi yg saya maksudkan adalah:Ada saatnya kita tenang. Mungkin kita harus bangun lebih pagi. Kita menenangkan diri di hadapan Tuhan. Ketika begitu banyak pilihan, tawaran, undangan, tanggung jawab di depan kita. Kita meminta kepada Tuhan,"Tuhan, arahkan saya, agar saya dapat tetap terarah sesuai dengan kehendak Tuhan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, 3 hal penting yg dapat kita pelajari: Hidup dan pelayanan kita harus terarah. Kita harus masuk pada Kehendak Allah bukannya pada perdebatan yg sia-sia, dan kita harus semakin akrab dengan Tuhan. Karena semakin kita akrab dengan Tuhan, kita akan semakin kuat mengerti kehendak Tuhan, kita akan semakin dapat menerima kekurangan orang lain. Kita akan lebih dapat mengendalikan diri kita di jalan yg menyenangkan hati Tuhan, haleluya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah kami semua, biarlah KuasaMU dinyatakan, dan kami dapat melihat perkara-perkara besar. Terima kasih Bapa, kami rebut kemenangan yg Tuhan telah sediakan buat kami, haleluya, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-8879191454246993482?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/8879191454246993482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=8879191454246993482' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/8879191454246993482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/8879191454246993482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/05/190-memfokuskan-hidup-ini-markus-37-12.html' title='190. Memfokuskan hidup ini - Markus 3:7-12'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-8802436799324114141</id><published>2011-05-22T17:48:00.016+10:00</published><updated>2011-05-26T17:45:30.557+10:00</updated><title type='text'>189. Mengerjakan yang baik - Markus 3:1-6</title><content type='html'>Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, seringkali kita dengar,"Kalau kamu buat yg baik, pasti kamu akan menerima yg baik!" Atau, "Kalau kamu berbuat baik pada orang lain, pasti orang lain akan berbuat baik juga buat kamu!" Tetapi, sebagai hamba Allah, saya mau ingatkan,"Bahwa bila kita berbuat baik, tidak selamanya orang akan membalas yang baik buat saudara." Dan yg membuat orang lemah, kecewa, putus asa. Saya telah berbuat baik,"kenapa, orang masih mengkritik saya, saya ditekan, difitnah, dihianati  dan mereka berbuat jahat!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Markus 3:&lt;br /&gt;Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. 2Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. 3Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!" 4Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. 5Ia berduka cita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu! Dan ia mengulurkannya , maka sembuhlah tangannya itu. 6Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat di atas, ada beberapa hal yg dapat kita pelajari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalam mengerjakan yg baik sekalipun, kadangkala kita harus melewati kritik&lt;br /&gt;Kadang kala kita sudah melayani dan berkorban. Kadang kala anda sudah menjadi istri/suami yg baik, masih juga dikritik. Nah, kadangkala kita engga tahan menghadapi ini semua. Seringkali kita marah, kita kecewa dan berteriak," Tuhan, saya engga mampu menghadapi ini semua!" Jadi, sekali lagi saya ingatkan bahwa perbuatan baik bukanlah jasa, tetapi panggilan kita sebagai orang percaya! Karena, bila saya tidak berbuat baik, maka iman saya diragukan. Karena iman tanpa perbuatan, pada hakekatnya mati. Kalau saya orang beriman, kalau saya cinta Yesus, kalau saya bilang bahwa Yesus adalah segalaNYA dalam hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, otomatis dalam kehidupan saya, saya harus berbuat baik. Kalau saya karyawan, maka saya adalah karyawan yg bekerja keras untuk keuntungan perusahaan. Kita tidak korupsi, kita tidak curi-curi waktu, dan kesempatan, tidak korupsi, tetapi betul-betul berbuat baik, karena dengan hal itu, kita memuliakan nama Kristus. Begitu pula, bila saya adalah pedagang. Maka, saya adalah pedagang yg jujur, pedagang yg mau kerja keras, saya mau bertanggung jawab pada Tuhan dan mengerjakan tanggung jawab saya dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dengan hal itu, saya berbuat baik dan memuliakan Nama Tuhan. Itu berarti, kalau ada orang yg kekurangan di sekitar saya, dan saya bisa bantu, berarti saya harus menolongnya dengan sungguh-sungguh, kenapa? Karena dengan berbuat itu, bukan berarti bahwa itu adalah jasa saya. Yang berarti, setelah saya mau tolong orang, saya minta dipuji atau dihormati, tetapi itu adalah panggilan kita. Karena sebagai orang percaya, Yesus sudah buat segala-galanya buat kita. Yesus beri kuasa dan berkat, supaya Yesus dapat mengalirkannya kepada orang yg membutuhkan. Karena Yesus berkata, "Bila kamu sudah melakukannya untuk orang-orang terkecil ini, maka engkau sudah melakukannya untuk Aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengerjakan hal baik adalah tugas/kewajiban kita sebagai orang percaya&lt;br /&gt;Jadi, tadi sudah dikatakan bahwa itu bukan sekedar jasa kita, tetapi itu adalah tugas dan panggilan kita sebagai orang percaya. Bila kita sebut diri kita sebagai orang percaya, tetapi kita tidak melakukan hal yg baik. Itu sama seperti yg Yesus bilang,"Kamu semua seperti kuburan, luar kamu terkapur putih bersih, tetapi dalammu penuh dengan tulang yg busuk. Dengan lain kata, kelihatannya kamu beribadah, dan beribadah, terlihat aktif dalam kegiatan rohani, tetapi perbuatanmu sama sekali tidak nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Alkitab jelas mengatakan hasilkanlah buah yg sesuai dengan pertobatan. Kita sungguh-sungguh bertobat kalau kita mengenal Kristus dan buahNYA. Dan buahNYA adalah buah-buah baik yg kita kenal, yg mengalir dalam hidup kita, sehingga kita dapat memberkati orang lain demi Kemuliaan Tuhan. Itu juga berarti, bila kita sebagai suami atau istri, tugas kita adalah melakukan yg terbaik. Karena itu bukanlah jasa, melainkan tugas kita. Kita engga perlu ungkit-ungkit lagi. Misalnya: saya sudah buat segala-galanya buat pasangan saya, saya sudah berikan mobil baru, rumah mewah, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, saudara tidak bisa ungkit-ungkit lagi itu semua, dan tidak memiliki hak bahwa saya sudah melakukan suatu jasa. Jadi, janganlah mengungkit-ungkit lagi. Karena itu semua adalah tugas kita. Kalau saudara dapat melakukan suatu perbuatan baik, buatlah perbuatan baik. Karena, dengan kita berbuat baik, maka itu memuliakan Nama Bapa di Sorga. Dan bukan hanya itu, Alkitab jelaskan kepada kita bahwa bila kita berbuat baik kepada anak-anakNYA. Maka, semuanya diperhitungkan, dan kita akan diberi Mahkota yg indah yg telah dipersiapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus bilang apa? Ketika Aku lapar, engkau memberi Aku makan. Ketika Aku telanjang, Engkau memberi Aku pakaian. Yesus sedang mau jelaskan bahwa setiap perbuatan kasih/baik yg benar-benar keluar dari hatimu untuk kamu kerjakan, semuanya itu sungguh berarti bagi Aku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengerjakan hal baik semata-mata hanya oleh karena KuasaNYA&lt;br /&gt;Saya percaya bahwa banyak orang yg ingin membantu orang yg tangannya stroke ini, mungkin! Tetapi orang itu engga punya Kuasa. Ada banyak orang di dunia yg kasihan melihat orang miskin/menderita/kelaparan/kawin-cerai. Tetapi, mereka engga bisa tolong, karena mereka tidak memiliki sesuatu yg bisa Yesus percayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, kita sebagai orang percaya, kita dapat mengerjakan sesuatu yg baik, karena kita telah diberikan Anugrah. Berarti, bila kita tidak mengerjakan sesuatu yg baik, itu hanyalah suatu kemalasan kita. Jangan bilang kita tidak memiliki talenta/karunia yg kita tidak dapat berikan pada orang lain. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, bila kita bilang dengan sungguh-sungguh, bahwa "Inilah hidupKU! Maka, perkataan kita, dapat menguatkan orang lain. Dengan uluran tangan kita, maka orang lain bisa tertolong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara yg memiliki kelebihan dalam keuangan, dengan uang saudara, saudara dapat menolong orang lain. Saudara yg telah memiliki fasilitas yg lebih, dengan fasilitas saudara, saudara dapat membangun orang lain. Mengerjakan yg baik, semata-mata hanyalah Kasih dan Kuasa Tuhan. Kalaulah Tuhan percayakan sesuatu bagi kita, marilah kita dengan giat buat itu untuk Tuhan. Yesus bilang apa? Hari menjelang malam, tetapi selama masih siang, bekerjalah, karena BapaKU masih bekerja sampai sekarang, haleluya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, kembali hamba berdoa untuk kami semua yg sakit, yg berbeban berat, yg berada di dalam pergumulan. Biarlah mujijat dan pertolongan datang pada setiap kami, sehingga kami dapat berkata bahwa Yesus adalah sumber kekuatan kami, di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-8802436799324114141?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/8802436799324114141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=8802436799324114141' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/8802436799324114141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/8802436799324114141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/05/189-mengerjakan-yang-baik-markus-31-6_8695.html' title='189. Mengerjakan yang baik - Markus 3:1-6'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-2107092775270176380</id><published>2011-05-22T17:37:00.000+10:00</published><updated>2011-05-22T17:38:30.470+10:00</updated><title type='text'>Jesus, My All in All</title><content type='html'>Jesus, My All in All&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"His purpose was for the nations to seek after God and perhaps feel their way toward Him and find Him – though He is not far from any one of us. For in Him we live and move and exist."&lt;br /&gt;Acts 17:27-28, NLT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Often in our walk of faith, we get side-tracked a bit without noticing it. The enemy is often so subtle in the way he works, that we don’t immediately realise that we’re just slightly off-centre. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A couple of years ago I learnt a very precious lesson in which I realised how easily we are deceived. Growing up, I was blessed to have wonderful parents who love and serve the Lord – I know, and always knew, that I’m loved and protected. My father is a very caring, dependable and consistent person. This has played a huge part in my image of God as my Rock. I know God will never change and I can always depend on Him. This is a very solid part of my foundation, and I honour my father for that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Early on in my marriage I battled with the idea that my husband wasn’t (in my opinion) as consistent as my father was. He has a different personality and is impulsive every now and then! This was actually one of the first things I liked about him, as it often brings about an aspect of fun to life. But on some occasions I found it unsettling and I would interpret it as him being inconsistent. Negative thoughts started to build up inside me and I would allow these thoughts to brood in my mind. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One particular day, an incident between us stirred these thoughts again. I was upset and asked God why my husband wasn’t the more stable personality in our home. Why did I have to fill that role? It was supposed to be the man’s job.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The next moment the Lord spoke to me and said: “That’s MY role. I’m the stability in your home. It’s not your job, and not your husband’s either.” In that moment I confessed my sin and asked God to forgive me for being so self-righteous. I realised that I was not only – grudgingly - placing this responsibility on my shoulders, but I was trying to place it on my husband’s shoulders. My focus wasn’t truly on God. Yes, I saw Him as my Rock, but I wasn’t looking to Him for EVERY aspect of my life. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I realised we can all be guilty of trying to place burdens on other people’s shoulders. We expect them to take on roles that aren’t theirs to take on. Relationships get strained when we expect people to fill certain gaps or needs in our lives. In this way many people end up feeling inadequate around us, and we feel disappointed in them. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We should not look to man first, and then to God afterwards. God is our Alpha and our Omega, the First and the Last, the Beginning and the End (Revelation 22:13). The wonderful thing is that I don’t think of my husband as inconsistent anymore. He’s a wonderful, caring man, with such a generous heart. I often experience God’s love through him. My thoughts were wrong. I was focusing on what I thought was a problem, and missing the many blessings given to me. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Dear Lord Jesus, thank You for being ALL I need. Please help me to see where I have placed burdens on other people’s shoulders by expecting them to fill needs in my life. Also where I have taken on burdens that are not mine to carry. Teach me to look unto You first and to re-align my focus to Your perfect Will. I honour You, Lord, for guiding and teaching me. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Annalene Holtzhausen Annalene Holtzhausen is on the Associate Team at Ellel, Africa. She is married to Renier, who introduced her to Ellel Ministries. She is a full-time mother to their two boys. Her passion is for the restoration of women’s hearts and for people to find their worth in the Lord.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-2107092775270176380?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/2107092775270176380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=2107092775270176380' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2107092775270176380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2107092775270176380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/05/jesus-my-all-in-all.html' title='Jesus, My All in All'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-2080109629414894721</id><published>2011-05-16T17:48:00.000+10:00</published><updated>2011-05-16T17:49:17.352+10:00</updated><title type='text'>Reflecting Jesus</title><content type='html'>Reflecting Jesus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Let your light shine before men, that they may see your good deeds and praise your Father in heaven."&lt;br /&gt;Matthew 5:16, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In England last month we saw the moon appearing larger and brighter than usual. This is because its axis was closer to Earth than normal. It was so bright one night, that I woke up thinking it was morning! As I marvelled at the beauty of the moon casting shadows in our garden, I started to think about how amazing it is that the moon can shine so brightly when it has no light of its own. All it does is reflect the light from the sun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the same way, we as Christians have no light of our own. All we can do is allow Jesus, who is the Light of the World (John 8:12), to shine His light into our lives so that we can reflect something of Him to the people around us. The light does not come from us but from Him. 2 Corinthians 4:18 says: ‘We, who with unveiled faces all reflect the Lord’s glory, are being transformed into his likeness with ever-increasing glory, which comes from the Lord, who is the Spirit’. The more we allow the transformation into His likeness to take place in our lives, the more we will reflect His glory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, it is only when the moon is full, or nearing fullness, that its light is at its brightest. In the moon’s other phases the earth comes between it and the sun in varying measure, blocking much of the sun’s light and causing it to appear as a sliver. In the same way, if we allow anything to come between us and Jesus, it will block the fullness of His light coming into our lives and prevent the brightness being reflected to others. That blockage can be the world and a focus on its pleasures; it can be sin and its effect; it can be our carnal nature, or anything else that takes our eyes off Jesus and stops us being full of His Spirit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I sometimes wonder if God created the moon to orbit the earth in order to teach us some of these lessons! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Lord, please show me anything that is coming between You and me today, which may be blocking me from the fullness of Your working in my life. Please help me to deal with these things so that I can more fully reflect Your glory to the people around me, in Jesus’ name, Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Jilly Lyon Taylor Jilly Lyon Taylor is part of the Leadership Team at Ellel Pierrepont. She worked in publishing and then with children in Hong Kong before concentrating on being a full-time mother and serving in the local church. Her desire to see people healed led her to the Luke Nine Eleven Training Scheme(NETS) at Pierrepont, and now she teaches and ministers there.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-2080109629414894721?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/2080109629414894721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=2080109629414894721' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2080109629414894721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2080109629414894721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/05/reflecting-jesus.html' title='Reflecting Jesus'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-68385722106239881</id><published>2011-05-15T19:11:00.015+10:00</published><updated>2011-05-17T19:13:39.712+10:00</updated><title type='text'>188. Melanggar Firman Tuhan - Markus 2:23-28</title><content type='html'>Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kita tahu bahwa melanggar Firman Tuhan adalah awal dari kehancuran dan kejatuhan. Tetapi, tahukah saudara bahwa setan kadangkala berbisik kepada kita. Setan kadang kala menuduh kita. Setan kadang kala mau memakai orang lain untuk menyatakan kepada kita, pada saat kita melanggar sebenarnya Yesus menatap kita dan berkata,"Kamu tetap setia!" Kita sering dengar orang berkata, "Oh..orang itu sombong dan angkuh, maunya menang sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tidak selamanya orang yg dikiranya sombong itu sombong. Tetapi, karena seringkali orang itu berdiri pada kebenaran dan taat pada Firman Tuhan. Maka banyak orang yang tidak senang dan berbicara yang buruk tentang dia. Tetapi karena tekanan iblis yg begitu kuat, dan yg terdengar hanyalah,"oh..dia sombong, oh..dia engga benar!" Sehingga, apa yg terjadi? Karena adanya intimidasi kegelapan, kita engga punya kebenaran sejati, kita jadi mudah diombang ambingkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat orang-orang Farisi yg sedang menekan murid-murid Yesus. Dan Yesus sedang bilang,"mereka hanya melanggar tradisi yg sebenarnya mereka anggap lebih penting dari Firman Tuhan." Kita lihat Markus 2:&lt;br /&gt;23Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-muridNya memetik bulir gandum. 24Maka kata orang-orang Farisi kepada-NYa: "Lihat!Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" 25Jawab-Nya kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, 26bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam besar lalu makan roti sajian itu-yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam - dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?" 27Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, 28jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, ini yg terjadi. Setan senang untuk mengintimidasi. Sehingga membuat kita berpikir bahwa kita sedang melanggar Firman Tuhan. Tetapi, sebenarnya selama kita mendasarkan kita pada Firman Allah, maka sebetulnya kita sedang berjalan dalam kebenaran. Nah, lucunya, hal ini membuat orang-orang Farisi marah. Karena, dianggap Yesus membela sesuatu yg salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yg dapat kita pelajari dari ayat-ayat di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Firman Allah harus dimengerti dalam pemahaman yg sebenarnya&lt;br /&gt;Firman Allah bukan dimengerti oleh otak dan kemampuan pikiran kita. Tetapi, Firman Allah harus dimengerti dalam pemahaman yg sebenarnya. Karena, banyak orang yg hanya mau mengerti Firman Allah sejauh hal yg menyenangkan buat dia, sejauh yg menguntungkan dan disetujui. Dan seringkali, orang memutarbalikan Firman Tuhan untuk mendukung pendapat-pendapatnya. Itu sebabnya, seringkali kita menemukan perpecahan di gereja-gereja. Itu sebabnya orang yg mengatasnamakan Alkitab, mereka menjelekan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, mereka putar semua Firman Tuhan, mendukung semua kebenarannya dan menyatakan orang lain salah. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, perbedaan sebenarnya bukan urusan benar atau salah. Kadang kala dua-duanya berbeda, tetapi mreka sebenarnya sedang melakukan yg baik. Misalnya: orang ke-1 ingin ke Surabaya, ia bilang yg paling praktis adalah naik kereta api, orang ke-2 bilang, yg paling praktis adalah naik kapal laut. Orang ke-3 berkata,"ke Surabaya yg paling praktis adalah naik mobil sendiri dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, masing-masing punya argumentasinya sendiri. Kalau ia naik mobil, ia bisa bawa semua keluarganya dengan biaya yg lebih murah. Yang naik kapal laut bilang, "ia bisa menikmati pemandangan!" Sedang yg naik kereta bilang," ia bisa lebih santai dengan biaya yg tidak terlalu mahal." Sedang yg naik pesawat bilang,"ia dapat menghemat waktu, dan sampai lebih cepat!" Jadi, masing-masing memiliki argumentasinya. Jadi siapa yg paling benar? Ini bukan soal salah atau benar, tetapi ini adalah berbeda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, persoalannya adalah sering kali kita memakai Firman Tuhan untuk membela kita, untuk membuktikan bahwa orang lain salah. Di sinilah persoalannya, banyak gereja yg saling menghancurkan, banyak hamba-hamba Tuhan yg saling menjelekkan satu sama lainnya. Banyak anak-anak Tuhan yg ngomong hal-hal yg buruk tentang orang lain. Dan, kadang kala yg lebih parahnya lagi adalah memakai Firman Tuhan, memutarbalikkan Firman Tuhan hanya untuk membenarkan pendapat-pendapatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah harus dimengerti dalam pemahaman yg sebenarnya, bukan secara hurufiah dan tradisinya. Karena, banyak orang yg lebih suka memelihara tradisi daripada memegang Firman Tuhan, misalnya:setiap tahun baru pergi ke kuburan, bukannya berdoa Bapa Kami, malah ia berbicara dengan orang mati, bahkan menyembahnya, ini adalah suatu hal yg menyesatkan. Berdoa di mana saja boleh, tetapi kalau berdoa di kuburan, itu adalah sesuatu yg keliru, karena seringkali kita memegang tradisi. Seringkali Firman Tuhan membongkar semua kesalahan kita. Seharusnya kita jujur dengan keadaan kita. Kita harus menjalani Firman Tuhan dengan mutlak oleh Kuasa Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan terikat penafsiran-penafsiran firman, tetapi bukan pada Firman sebenarnya&lt;br /&gt;Kadang kala kita terikat dengan apa yg saya pahami dengan Firman, tetapi bukan dengan Firman itu sendiri. Itu sebabnya kita harus kembali dengan "What the bible says?" Apa yg Alkitab mau ngomong, bukan saya yg ngomong didukung oleh ayat-ayat di dalam Alkitab. Kalau kita perhatikan, ajaran-ajaran sesat selalu pakai ayat. Ajaran-ajaran yg palsu dan menyimpang, kadang kala membingungkan jemaat Tuhan, kenapa? Karena dia juga pakai ayat, tetapi pertanyaannya? Betulkah dia menggunakan ayat dengan pemahaman yg sebenarnya. Atau hanya mencopot-copot ayat tertentu untuk mendukung keputusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ketaatan kita harus pada kehendak Allah yg murni&lt;br /&gt;Jadi Yesus bilang pada ayat yg ke-27Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, 28jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat." Dengan lain kata, Tuhan Yesus berkata,"Firman itu diberikan untuk kebahagiaan manusia, untuk kemajuan, suka cita dan kebenaran hidup manusia." Tetapi, apakah justru penafsiran-penafsiran menambah beban bagi manusia? &lt;br /&gt;Seringkali justru ajaran-ajaran palsu dan sesat, justru menjadikan Firman Tuhan itu berat sekali untuk dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga seringkali orang berpikir bahwa berhubungan dengan Tuhan itu adalah sesuatu yg sangat sukar untuk dilakukan. Yang sebenarnya Firman mengajarkan kepada kita semua bahwa hubungan dengan Tuhan itu indah, menyenangkan dan penuh dengan suka cita. Tetapi, setan kadang kala ingin mengintimidasi kita, kalaulah kita tertawa di tempat ibadah, jangan-jangan itu dosa. Ketika kita mulai mempraktekan Firman dalam kehidupan kita, lalu setan mulai berbisik kepada kita bahwa kita tidak layak. Sehingga kita selalu berpikir, jangan-jangan saya melanggar Firman, jangan-jangan saya melanggar tradisi-tradisi gereja yg ada. Tetapi, sekali lagi saya mau tegaskan bahwa ketaatan kita harus berdasarkan pada kehendak Allah yg murni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kita terlalu bersandar pada tradisi, karena tradisi tidak akan membawa kita pada kemenangan. Saya tidak bilang bahwa tradisi itu salah 100%, bukan itu maksudnya! Karena ada juga tradisi-tradisi yg baik, misalnya: saat natal kita memasang pohon natal, lalu semua anggota keluarga berdoa bersama. Tidak ada makna rohaninya di dalam pohon natal, tetapi dengan adanya pohon natal, kita dapat memberitahu orang dunia bahwa hidup Kristen adalah hidup yg semarak, hidup yg indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kalaulah ada di antara saudara yg tidak punya uang dan tidak bisa beli pohon natal. Itu tidak jadi persoalan, tetapi jangan sampai gara-gara ingin beli pohon natal, terus pinjem uang sana sini, lalu mengeluh sama Tuhan, "Tuhan, sampe untuk beli pohon natal saja engga bisa!" Lho,..masang pohon natal hanya tradisi. Janganlah kita terikat dengan tradisinya, tetapi kita hanya terikat dengan kehendak Allah. Karena Yesus yg lahir adalah Yesus yg memberi kemenangan, apapun yg terjadi dalam hidup saya, saya mampu / tidak mampu beli pohon natal, Yesus tetap baik dalam hidup saya! Jadi, janganlah kita mau diintimidasi oleh setan bahwa kita melanggar Firman Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sekali lagi, Firman Allah harus dimengerti dalam pemahaman yg sebenarnya, Jangan kita hanya terikat dengan penafsiran-penafsiran firman, tetapi bukan pada Firman sebenarnya. Dan akhirnya, ketaatan kita harus pada kehendak Allah yg murni, bukan pada tradisi dan ajaran-ajaran manusia. Saya percaya Kasih Allah akan mengalir dalam hidup saudara dan memberi kekuatan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, hamba berdoa untuk setiap individu, mereka yg sakit dan berbeban berat, mereka yg mungkin terintimidasi dan merasa melanggar Firman Tuhan. Tetapi, hari ini kami mau tulus melakukan kehendak Allah. Dan kami percaya bahwa mujijat turun atas kami, kami percaya dan kami rebut kemenangan itu, haleluya, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-68385722106239881?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/68385722106239881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=68385722106239881' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/68385722106239881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/68385722106239881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/05/188-melanggar-firman-allah-markus-223_3406.html' title='188. Melanggar Firman Tuhan - Markus 2:23-28'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-5519113133819607800</id><published>2011-05-08T18:37:00.012+10:00</published><updated>2011-05-11T19:34:23.455+10:00</updated><title type='text'>187. Hal berpuasa - Markus 2:18-22</title><content type='html'>Sampai hari ini ada perdebatan, apakah orang Kristen perlu berpuasa?&lt;br /&gt;Banyak pertanyaan yg selalu memperdebatkan apakah anak-anak Tuhan perlu berpuasa? Bukankah itu peraturan perjanjian lama? Tetapi, Yesus engga pernah ajarkan secara khusus mengenai berpuasa. Kalau kita lihat di Markus 2:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus:"Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak? 19Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. 20Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. 21Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. 22Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau kita lihat ayat-ayat di atas, sepertinya engga berhubungan. Yesus di sisi lain berbicara mengenai puasa. Sedang di sisi lain, Yesus berbicara mengenai secarik kain yang belum susut pada baju yang tua. Tetapi, di sisi lain berbicara mengenai anggur baru yg disimpan dalam kantong kulit yg lama. Tetapi, sebetulnya lewat pertanyaan-pertanyaan orang, Yesus sedang bilang,"hei, puasa adalah tetap sesuatu yg mutlak diperlukan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita perlu berpuasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Puasa adalah salah 1 cara agar kita dapat lebih akrab dengan Tuhan&lt;br /&gt;Yesus sedang mau jelaskan bahwa puasa bukanlah kegiatan agamawi belaka. Puasa bukanlah sekedar melakukan apa yg ditulis oleh Hukum Taurat tanpa mengerti mengenai maknanya. Tetapi, puasa adalah salah 1 cara agar kita dapat lebih akrab dengan Tuhan.&lt;br /&gt;Ada banyak orang yg menjadikan puasa sebagai aksi mogok makan di hadapan Tuhan. Dengan lain kata, kalau saya berdoa, dan saya belum mendapatkan jawaban doa, maka saya akan puasa di hadapan Tuhan, sampai saya dapat jawaban. Kita sepertinya dengan berpuasa, kita memaksa Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa bukanlah memaksa Tuhan untuk melakukan apa yg saya mau. Tetapi dengan berpuasa, itu memaksa saya untuk berjalan lebih dekat dengan Tuhan, memaksa saya agar tidak terikat dengan hal-hal duniawi. Memaksa saya agar tidak terikat dengan kesenangan-kesenangan daging. Tetapi sebaliknya kesenangan daging tunduk pada Kuasa Allah, dan mengalami kasih Allah. Itulah yg Yesus maksud dengan keakrabannya. Yesus bilang,"Kalau kamu bersama-sama dengan Aku, kamu tidak usah berpuasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Aku sendiri sudah akrab dengan kamu, Aku sendiri sudah dekat dengan kamu. Pada saat Aku pergi, ada saatnya kamu tidak mengerti dengan maksudKU. Roh Kudus berbicara dan hatimu terlalu keras untuk memahaminya. Oleh karena itu engkau perlu berpuasa, supaya Roh Kudus lebih jelas kita dengar, kita perlu berpuasa, supaya kita dapat mengerti kehendak Tuhan. Kita perlu puasa, supaya kita dapat berjalan di jalan Tuhan, sehingga kita dapat mengerti, apa maunya Tuhan di setiap jalan-jalan/langkah-langkah kehidupan kita. Berarti kalau kita mau lebih akrab dengan Tuhan, maka mutlak Kekristenan kita harus diisi dengan puasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ada orang yg memiliki penafsiran yg berbeda mengenai puasa. Ada orang yg berpendapat puasa itu dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Sebagian lagi ada yg berkata," Puasa itu mengurangi 1 kali kebiasaan makan." Misalnya: saya biasa makan pagi, siang dan malam. Maka saya hanya makan pagi saja, makan siang tidak saya jamah, lalu saya makan malam. Ada lagi yg berpuasa selama 3 hari, dan tiap hari hanya makan 1 kali, jadi total makan hanya 3 kali selama 3 hari itu. Ada juga yg berpuasa, dengan tidak makan apa yg saya sangat sukai. Misalnya, saya suka sekali makan daging. Maka, selama saya puasa, saya tidak makan daging sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, arti berpuasa sebenarnya adalah: menyalibkan daging/menyalibkan segala kesenangannya. Untuk apa? Agar kita dapat lebih akrab dengan Tuhan, karena manusia bukan hidup hanya dari roti saja, tetapi dari Firman yg keluar dari Mulut Allah. Itu berarti, saat berpuasa, kita harus baca Firman lebih sering. Kita harus selalu berkomunikasi dengan Tuhan. Kalaulah saya hanya berpuasa dan menunggu waktu buka, dan saya hanya jalan-jalan di Mall. Itu namanya bukan puasa, tetapi diet saudara-saudara sekalian. Tetapi, puasa sebenarnya adalah: saya berpuasa, bukan saya ingin kurus, dan memaksa Tuhan, tetapi agar saya dapat lebih akrab dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Puasa adalah tanda kehidupan yg senantiasa selalu diperbaharui&lt;br /&gt;Dikatakan di ayat yg ke-21 Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. Nah, Yesus berkata,"Orang berpuasa bukanlah memaksakan." Tetapi, orang berpuasa, memperbaharui segenap kehidupanNYA. Kemudian, Yesus juga berbicara di ayat yg ke-22Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, berpuasa bukanlah karena kita memiliki keinginan daging. Lalu memaksakan keinginan daging kita, agar keinginan daging kita terpenuhi. Anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula. Ini berarti, kehidupan kita senantiasa selalu diperbaharui. Hal yg engga beres dibersihkan. Kantong-kantong yg tua, hal-hal pemikiran yg tidak berkenan dengan Tuhan, hal-hal duniawai/daging dibereskan di dalam kehidupan kita, sehingga kita memperoleh kantong yg baru, anggur yg baru, kehidupan yg diperbaharui. Sehingga kita dapat berkata,"Kehidupanku bukan kehidupan aku lagi, melainkan Kristus yg hidup di dalam Aku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Puasa bukanlah sekedar tindakan rohani tanpa pengertian&lt;br /&gt;Bukan karena orang lain berpuasa, kemudian kita berpuasa. Bukan hanya sekedar menurut Alkitab kita harus berpuasa, maka kita berpuasa. Tetapi perlu adanya pemahaman yg dalam. Bahwa dalam puasa saya, saya dapat mengenal Kristus lebih dalam lagi. Dengan puasa saya, saya mau lepaskan kebiasaan-kebiasaan buruk. Dalam puasa saya, saya mau bebas dari ikatan benci, dendam, amarah. Tetapi, supaya saya dapat berkata,"Kemuliaan Kristus dapat terbit dalam hidup saya." Haleluya, amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, terima kasih bahwa Kristus adalah Tuhan yg ingin dekat dengan kami. Kami mau berpuasa, agar kami dapat hidup lebih akrab dengan Tuhan. Kami mau tanggalkan manusia lama kami, dan kami mau mengenakan manusia baru kami. Waktu kami berpuasa kami dapat masuk ke dalam pengenalan dan pemahaman Allah yg benar. Bahwa Allah kami adalah Allah yg menyatakan KemuliaanNYA. Bapa, tolong kami yg sakit, dan berbeban berat, di dalam Nama Yesus, biarlah Mujijat dan kemenangan turun atas hidup kami, di dalam Nama Yesus kami berdoa, haleluya, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-5519113133819607800?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/5519113133819607800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=5519113133819607800' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5519113133819607800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5519113133819607800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/05/187-hal-berpuasa-markus-218-22.html' title='187. Hal berpuasa - Markus 2:18-22'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-2957178201425028515</id><published>2011-05-03T17:03:00.001+10:00</published><updated>2011-05-03T17:03:38.826+10:00</updated><title type='text'>Called Home</title><content type='html'>Called Home&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"So it is stated elsewhere: "`You will not let your Holy One see decay.` "For when David had served God`s purpose in his own generation, he fell asleep; he was buried with his fathers and his body decayed. But the one whom God raised from the dead did not see decay.""&lt;br /&gt;Acts 13:36, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A few years ago I was listening to a sermon on my laptop. It was a powerful message, holding nothing back, and yet I sensed great humility in the speaker. Not having listened to this man speak before, I asked a trusted friend if my sense about this man was correct and he agreed. The name of the man was David Wilkerson, who sadly went to be with the Lord on 27 April following a car accident in Texas. I was deeply touched by the obedience, courage and perseverance of David, as, I suspect, were many of the 15 million or more who read his book, `The Cross and the Switchblade`. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David went on to found many Christian ministries including `Teen Challenge`, `World Challenge`, `Please Pass the Bread` and Times Square Church in New York. You can read more about his life and work on the various websites. Gary Wilkerson, David`s son, says in his tribute to his father, "I know that if my father were able to encourage you with his words today, he would invite you to give your all to Jesus, to love God deeply and to give yourself away to the needs of others"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As the scripture at the top reminds us, David died and his body was buried and decayed. But death could not hold Jesus, the Holy One, and God raised him from the dead that we also might enter into all that Jesus` death obtained for us, if we choose to receive Him and be obedient to His calling; neither can death hold all those who are alive in Christ before they physically die. For David Wilkerson there has been a joyful reunion with his Saviour - something we can all look forward to when we know the One who bridged, for us, the chasm of death.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Thank you Lord for the life and witness of David Wilkerson and the thousands of drug addicts and starving he reached around the world with Your love, Truth, Healing, Freedom and Feeding. We lift his family to you in this time of loss, particularly his wife recovering in hospital, and the many organisations he founded that put the Gospel into action. Help us to be inspired by David`s obedience and to give our all to Jesus, to love God deeply and give ourselves away to the needs of others. In Jesus` Name, Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Martin Knapp Martin Knapp Martin and Ginny have been married for 37 years and are blessed with 3 children and 2 grandchildren. They first met Ellel Ministries in 1990 and in April last year, after a number of years at Ellel Pierrepont, Martin became the centre director of Ellel Grange - the UK home of the 9-week Flagship programme of discipleship, equipping, healing and deliverance, Modular Schools and the 9-day `Heart to Heart` fast-track programme to encourage and equip Pastors and Leaders in the healing ministry.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-2957178201425028515?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/2957178201425028515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=2957178201425028515' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2957178201425028515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2957178201425028515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/05/called-home.html' title='Called Home'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-4512087960264215762</id><published>2011-05-01T19:09:00.019+10:00</published><updated>2011-05-03T20:31:57.012+10:00</updated><title type='text'>186. Yesus datang bukan untuk orang benar - Markus 2:13-17</title><content type='html'>Banyak orang yg seringkali membuat suatu pemisahan, kalaulah saya orang berdosa, maka Yesus tidak akan menerima saya. Dan ada banyak pemikiran, kalau saya jatuh dalam dosa, saya engga layak datang ke gereja, Tuhan engga akan terima saya, dosa saya sudah terlalu banyak. Tetapi berita baik untuk kita semua, Yesus datang bukan untuk orang benar, melainkan untuk orang berdosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah ada diantara kita yg telah jatuh dalam dosa, mungkin saudara adalah seorang homoseksual, mungkin saudara adalah seorang lesbian/pelacur atau saudara lari dan tinggal dengan sumai orang. Atau ada di antara saudara yg terlibat dengan obat terlarang/penyelundup dan hidup dalam kejahatan. Saya mau beritahu bahwa Yesus menantikan saudara. Yesus mau buka tangan untuk saudara dan berkata,"Anakku..Aku mengasihi engkau!" Yesus benci dengan dosanya. Karena dosa itu menyengsarakan dan menjajah hidup saudara, dosa itu akan membuat hidupmu tidak akan pernah bisa bahagia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Yesus selalu mengasihi kita semua. Dan oleh karena kasihNYA, Yesus mau menerima, memberkati dan membuat perkara besar dalam hidup saudara, haleluya! Di dalam Markus 2:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. 14Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. 15Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. 16Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 17Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jelas di sini bahwa Yesus datang untuk menyatakan/memproklamirkan bahwa Ia datang bukan untuk orang benar, tetapi untuk orang berdosa. Apakah itu berarti orang benar dan orang baik tidak diterima oleh Yesus? Apakah saya harus berbuat dosa terlebih dahulu supaya saya diterima Yesus. Apakah saya harus hidup dalam kebejatan dulu supaya saya terima berkat Tuhan. Saudaraku, yg kekasih itu adalah suatu pandangan yg keliru. Suatu kali setelah kebaktian ada seorang yg datang kepada saya dan berkata,"pendeta, saya ini tidak pernah buat kejahatan, tidak pernah minum alkohol, merokok,  tidak pernah nonton blue film!" Kemudian saya berkata,"apa yg bisa saya bantu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa hidup saya tidak mengalami kuasa Tuhan yg luar biasa. Sementara kalau saya dengar kesaksian-kesaksian, orang-orang yg tadinya pembunuh, penzinah, pemabuk dan terlibat dengan obat terlarang, koq sepertinya mereka gampang sekali mengalami mujijat dalam hidup mereka? Tidak seperti saya pribadi? Kemudian saya berkata,"itu kan, pandangan yg setan taruh dalam hidup saudara, sepertinya kamu terseret dengan kesenangan dunia." Ingatkah cerita tentang si sulung dan bungsu. Ketika si bungsu telah pergi jauh menghabiskan harta ayahnya dan kembali lagi. Ayahnya malah membuat pesta. Tetapi, si sulung berkata,"saya tinggal di rumah, tetapi papa engga pernah buat pesta!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, bukankah selama kamu ada di rumah ini semuanya adalah milik kamu. Dengan kata lain, tidakkah engkau sadari bahwa kita yg hidup jauh dari dosa, kita berpesta setiap hari dengan Yesus. Nah, tapi apa artinya bahwa Yesus datang bukan untuk orang benar, tetapi untuk orang berdosa? Ada beberapa hal penting yg dapat kita pelajari di sini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karena memang tidak ada orang benar&lt;br /&gt;Dikatakan di dalam Roma 3:9 "Jadi, bagaimanakah, adakah kita memiliki kelebihan dari orang lain? Sekalipun tidak, karena di atas telah kita tuduh, baik kita orang Yahudi maupun Yunani. Bahwa kita semua ada di bawah Kuasa dosa. Dan ada tertulis, tidak ada yg benar, seorangpun tidak! Tidak ada seorangpun yg berakal budi, tidak ada seorangpun yg mencari Allah, semua orang telah menyeleweng, semua orang tidak berguna, tidak ada orang yg berbuat baik, seorangpun tidak! Jadi, jelas dikatakan di dalam Alkitab bahwa tidak ada seorangpun yg benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab semua manusia kata Alkitab telah berdosa dan telah kehilangan Kemuliaan Allah. Bahkan dikatakan di kitab Yesaya, bahwa "Kebenaranmu seperti kain kotor di hadapan Allah." Jadi, di sini jelas bahwa jika kita datang dengan kebenaran kita sendiri, maka sebenarnya kita adalah orang-orang yg sombong rohani, yg hanya mau membanggakan kebenaran kita. Kristen yg benar seharusnya sadar, bahwa kita ini tidak ada apa-apanya. Mungkin engkau bukan seorang penzinah/pemabuk /homoseks/lesbian/koruptor atau penjahat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tetapi, saya mau beritahu bahwa meskipun engkau pergi ke gereja dan berbuat baik, tetapi kalau engkau tidak buka hati buat Yesus dan terima Tuhan Yesus sebagai Raja dan juru selamat. Engkau tidak akan pernah bisa dikategorikan sebagai orang benar. Karena, kita dibanding dengan Kebenaran Allah,"Kebenaran kita seperti kain kotor di hadapan Tuhan." Dengan lain kata, kita semua bukan orang benar. Tetapi, kita dibenarkan oleh darahNYA yg tercurah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh darahNYA yg tertumpah, kita disucikan, kita dimurnikan, kita dibasuh oleh darah. Sehingga kita layak disebut sebagai anak-anak Allah. Mungkin saudara berkata,"saya orang beragama, oleh karena itu saya tidak butuh Yesus dalam hidup saudara." Saya katakan bahwa agama adalah suatu tata cara dalam hidup ini. Dengan tata cara itu kita selalu berusaha agar hidup saya berkenan kepada Tuhan. Tetapi kalau mau jujur, seringkali kita gagal, seringkali kita salah. Di balik setiap perbuatan baik kita, kita selalu memiliki motivasi-motivasi egois. Saya berbuat baik, supaya saya masuk sorga. Saya berbuat baik, supaya suatu saat saya susah, maka orang itu akan berbuat baik juga buat saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti, motivasi-motivasi itu adalah motivasi-motivasi yg egois. Kembali saya mau ingatkan, tidak ada orang benar. Kebenaran kita adalah, saat kita mau buka hati, mau menerima Yesus Tuhan sebagai Raja dan Juru Selamat. Itu sebabnya, saya terlalu percaya bahwa Kekristenan bukanlah suatu agama. Tetapi, Kekristenan adalah penyerahan total kepada Allah untuk dibenarkan oleh darah Yesus, sehingga kita layak menerima Sorga. Oleh karena itu Yesus dengan tegas berkata," Tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa, jika tidak melalui Aku!" Mengapa hanya melalui Yesus saja? Karena jujur, agama hanya mengajar mengenai dosa, tetapi agama tidak bisa menyelesaikan masalah dosa. Tetapi, Yesus dengan darahNYA yg tercurah kita disucikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Karena orang benar tidak perlu ditolong&lt;br /&gt;Jadi, kalau sudah benar, tidak perlu ditolong. Kebenaran selalu yg membenarkan. Tapi, pada kenyataannya, kita perlu ditolong. Kenapa kita perlu ditolong? Karena kita tidak benar. Oleh karena itu Yesus datang untuk orang sakit, orang2 berdosa dan orang2 yg butuh pertolongan. Kalaulah saudara seorang pemabuk, penzinah, pelacur. Maka, saudaa adalah orang-orang yg perlu ditolong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin orang-orang dunia menganggap saudara bisa hidup bebas dan buat apa saja dalam hidup saudara. Tetapi, di dalam dasar hati saudara yg terdalam, ada tangisan, ada kekecewaan, bahkan ada kebencian pada diri sendiri. Yesus mau tolong, Yesus mau bebaskan, Yesus mau lepaskan, agar hidup saudara berjalan dalam kebahagiaan dan kemenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang yang tehilang hanya dapat diselamatkan oleh Yesus Tuhan dan Raja kita&lt;br /&gt;Dengan lain kata, orang yg terhilang/berdosa tidak bisa diselamatkan hanya dengan perbuatan baik. Orang terhilang hanya bisa diselamatkan oleh Karya Yesus di kayu salib. Itu sebabnya, Yesus berkata,"Aku datang bukan orang baik, tetapi Aku datang untuk orang berdosa." Orang berdosalah yg akan Kuselamatkan. Orang berdosalah yg sedang menuju pada kehancuran bila tanpa pertolongan dari Tuhan Yesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya hari ini, kalaulah engkau merasa bahwa engkau orang berdosa. Atau engkau adalah seorang yg beragama, tetapi tidak memiliki kepastian tentang pengampunan dosa. Sebagai hamba Allah, saya mau ingatkan saudara. Bahwa Yesus tetap Tuhan. Yesus bukan hanya sekedar penyebar agama. Yesus adalah Tuhan yg mencari orang berdosa. Yesus adalah Tuhan yg mengampuni orang berdosa. Yesus adalah Tuhan yg memulihkan orang berdosa. Karena, orang-orang berdosa adalah anak-anak yg dikasihiNYA, haleluya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, hamba berdoa bagi setiap kami semua, karena masalah, karena tekanan dan kebutuhan hidup yg menekan. Bapa, kami percaya bahwa tidak ada perkara yg mustahil. Hamba berdoa, di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah, Tuhan kerjakan mujijat, Tuhan pulihkan. Mereka yg terikat dalam dosa dan kegelapan/kejahatan. Hamba berdoa, di dalam Nama Yesus, biarlah mereka semua mengalami kebebasan dan kembali kepada Tuhan, karena Tuhan mencari orang berdosa. Terima kasih Tuhan, di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-4512087960264215762?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/4512087960264215762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=4512087960264215762' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4512087960264215762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4512087960264215762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/05/186-yesus-datang-bukan-untuk-orang_9563.html' title='186. Yesus datang bukan untuk orang benar - Markus 2:13-17'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-8428110665349206052</id><published>2011-04-24T21:37:00.015+10:00</published><updated>2011-04-25T15:55:09.408+10:00</updated><title type='text'>185. Yesus melihat iman mereka  -  Markus 2:1-12 (2)</title><content type='html'>Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, orang cenderung melihat seseorang melalui penampilan luar/wajahnya. Tetapi, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Yesus melihat hati dan iman. Karena, yg paling diperlukan oleh Yesus sendiri adalah iman. Makanya Alkitab berkata,"Jika Anak Manusia datang kembali, masihkah dijumpai iman?" Nah, kita mau melihat dari sisi yg lain dari Markus 2:1-12, karena minggu yg lalu kita membahas mengenai, mengapa kita perlu mujijat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, untuk melihat sebuah mujijat, diperlukan iman. Yesus tidak melihat berapa lamanya seseorang berada di gereja. Apakah seseorang majelis gereja, atau jemaat biasa. Tetapi bila orang itu tetap minum mabuk, berjudi, berzinah, percaya kepada dukun-dukun/percaya dengan kuasa-kuasa kegelapan. Orang itu mungkin bisa jadi majelis gereja selama 10-15 tahun. Tetapi ia tidak akan pernah mengalami mujijat. Rumah tangga saudara mungkin berada di ambang perceraian, mungkin anak saudara terlibat dengan obat-obatan terlarang. Mungkin saudara aktif di dalam pelayanan, tetapi hidup saudara selalu berada di dalam tekanan dan kekecewaan. Jadi, yang Yesus lihat bukanlah jabatan/banyaknya uang seseorang, tetapi Yesus melihat iman! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat kembali di Markus 2:&lt;br /&gt;1Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. 2Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, 3ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. 4Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. 5Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anakKU, dosamu sudah diampuni!" 6Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:7"Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 8Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? 9Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? 10Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa"-berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu-:11"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"12Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, dimana ada iman, di situ ada kasih kemuliaan Allah. Dimana ada iman, maka Nama Allah akan selalu dipermuliakan, haleluya! Saya pelajari ada beberapa hal penting, mengapa Yesus melihat iman mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Iman adalah tanda bahwa kita mempercayai janji Allah&lt;br /&gt;Berarti orang bisa saja mendengar tentang Firman Tuhan/janji Tuhan. Bisa saja berkata,"oh...Allah saya dahsyat dan luar biasa!" Tetapi, iman adalah kepercayaan mutlak untuk mempercayai janji Allah dengan sepenuh hati "Iya dan amin." Saya tidak dapat bayangkan, bahwa ketika 4 orang ini mendengarkan firman Tuhan, sementara mereka mendengarkan Firman. Mereka percaya bahwa Yesus dapat melakukan sesuatu bagi sahabat mereka. Sementara Yesus mengajar, ke 4 temannya berdiri dan keluar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sebagian orang berkata,"kenapa mereka keluar?" Apakah mereka bosan, engga tahan, atau adakah Roh Jahat dalam hidup mereka. Kenapa mereka keluar? Tetapi mereka keluar untuk mempraktekan Firman yg disampaikan. Banyak orang yg hanya senang duduk, senang dengar Firman, tetapi mereka engga pernah mempraktekan apa yg mereka dengar dan menjalani apa yg mereka percayai. Kenapa mereka menjemput teman mereka, karena mereka mempercayainya, dan itulah iman!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Iman adalah bukti bahwa kita meresponi janji Allah yg kita terima/dengar&lt;br /&gt;Tuhan senang kita mendengar Firman, tetapi setelah mendengar Firman, kita harus memiliki respon. Dalam Ulangan pasal 28:1"Jika Engkau baik-baik mendengarkan suara Allahmu, dan melakukan dengan setia apa yg kusampaikan padamu hari ini, maka Tuhan Allahmu akan mengangkat engkau atas segala bangsa di bumi, segala berkat ini akan datang kepadamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan lihat, bahwa untuk sekedar berkat itu sederhana. Jadi, apa yg Tuhan tuntut sangatlah sederhana. Setelah mendengar, maka harus memberikan respon. Jadi, bila hanya mendengar, tetapi tidak memiliki respon, janganlah harap mujijat/perkara-perkara yg dahsyat akan terjadi dalam kehidupan kita. Tetapi sebaliknya kutuk bisa terjadi, karena dikatakan pada ayat yg ke-15"Tetapi, bila engkau tidak mendengarkan suara Tuhan Allahmu, dan dengan tidak setia melakukan ketetapan yg Kusampaikan kepadamu hari ini, maka segala kutuk ini akan datang dan mencapai engkau." Jadi, bila kita tidak mendengar, dan bahkan mendengar serta tidak melakukannya. Maka, segala kutuk ini akan menimpa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Iman adalah tanda kita mengalahkan suara setan dalam kehidupan kita&lt;br /&gt;Tahukah saudara setiap Firman Tuhan yg disampaikan kepada kita. Roh jahat juga menyampaikan Firman. Apa maksudnya? Waktu kita mendengar/membaca Firman Tuhan. Saat Tuhan berkata,"anakku, Aku mengasihi engkau." Pada saat yg bersamaan, setan juga menyampaikan Firman,"oh...Yesus tidak mengasihi engkau lagi, engkau sudah terlalu banyak memiliki kekurangan!" Saat Firman mulai berbicara,"Oleh bilur-bilur darah Yesus, kamu sudah disembuhkan." Kembali setan mulai berbisik,"ah..orang lain kan bisa disembuhkan, tetapi penyakit kamu sudah terlalu parah, mana mungkin bisa disembuhkan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita mengalami seperti itu. Meskipun suara setan lebih besar, kita harus bertindak dan berkata,"setan, tutup mulutmu!" Apapun yg terjadi, saya tidak mau dengar suara itu, saya mau tetap percaya, saya akan tetap bersandar pada Kuasa Firman Tuhan dan Janji Allah!" Kita mengarahkan hati, mata dan telinga dan hidup kita seluruhnya hanya pada Firman Tuhan!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, di dalam Nama Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau adalah Allah yg tidak berubah, dulu sekarang dan selama-lamanya. Tuhan jamah, Tuhan kerjakan mujijat dan  bangkitkan iman kami, karena dengan iman itu, kita semua akan bangkit dan melihat perkara yg besar. Terima kasih Bapa, terima kasih Yesus, di dalam Nama Yesus kami berdoa, dan bersyukur dan kami menerima janji Tuhan, amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. 14Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. 15Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. 16Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 17Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-8428110665349206052?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/8428110665349206052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=8428110665349206052' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/8428110665349206052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/8428110665349206052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/04/185-yesus-melihat-iman-mereka-markus_24.html' title='185. Yesus melihat iman mereka  -  Markus 2:1-12 (2)'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-5783190196701388303</id><published>2011-04-22T21:06:00.001+10:00</published><updated>2011-04-22T21:06:35.694+10:00</updated><title type='text'>United we stand</title><content type='html'>United we stand&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"How good and pleasant it is when brothers live together in unity! For there the LORD bestows his blessing, even life forevermore."&lt;br /&gt;Psalm 133:1 &amp; 3, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God’s heart for us is that we dwell together in unity of love for one another. Not gossiping or whispering about one another, but speaking the truth in love to build one another up. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s so easy to let our tongues speak out negative and critical things instead of bringing words of life and encouragement to one another. But don’t let’s allow the enemy to have a foothold in our ‘camp’, either at our home, our work, or our churches. Let’s keep our hearts clean before the Lord. Let’s practice forgiveness daily, sometimes it may be necessary to do it hourly, trusting God and praying for one another. Criticism breeds criticism and this isn’t living the ‘Kingdom of God’ life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God the Father, Jesus the Son and Holy Spirit live together in perfect harmony and love. I know that we aren’t God; we’re sinful and carry hurts and wounds. But to the best we are able, with God’s help, let’s dwell together in unity and love. As God promises in his word, He will bestow a blessing!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Living in unity doesn’t mean we will always see eye to eye with everyone. God has made us all unique, with our own giftings. So the same task would be done differently by each one of us. We are meant to work through these differences in love, choosing to submit to one another in reverence to Christ. It may seem impossible at times, but if we include Jesus in it ‘all things are possible with God’ (Matthew 10:27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So when we’re tempted to complain and to criticise our fellow brother or sister let’s remember what the apostle Paul said ‘May the God who gives endurance and encouragement give you a spirit of unity among yourselves as you follow Christ Jesus, so that with one heart and mouth you may glorify the God and Father of our Lord Jesus Christ. Accept one another, then, just as Christ accepted you, in order to bring praise to God’ (Romans 15:5-7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Heavenly Father, help me not to criticise or complain against my fellow brothers and sisters. Help me to forgive them for anything they have done against me and help me to encourage and love them as You do. I pray these things through Jesus’ name. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Diane Watson Diane Watson is the Centre Director of Ellel Springhill (Perth, Australia). Her husband, Paul, is the Regional Director for Australia Pacific and India. They have 4 adult children and 3 grandchildren. Diane had the vision for the first Australian Ellel Centre at Gilbulla and was its Centre Director for the first five years.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-5783190196701388303?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/5783190196701388303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=5783190196701388303' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5783190196701388303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5783190196701388303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/04/united-we-stand.html' title='United we stand'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-3062053139300660208</id><published>2011-04-22T20:51:00.000+10:00</published><updated>2011-04-22T20:52:20.445+10:00</updated><title type='text'>He Knows my Name</title><content type='html'>He Knows my Name&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jesus said to her, “Mary”, she turned and said to him in Hebrew, “Rabboni!” Which means Master."&lt;br /&gt;John 20:16, RSV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a teenager, one Easter Sunday morning I sat listening to a sermon about the Easter Story. Jesus had risen and was in the garden. Mary didn’t recognise him, until he spoke her name, “Mary”. She immediately recognised his voice and knew it was Jesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That morning it was as if He had spoken my name. It was as if there was no one else in that church, but Jesus. Have you ever felt as if the preacher was speaking directly to you personally? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God says to His people, ‘I have called you by name, you are mine.’ It doesn’t matter whether you are rich or poor, very important and popular or a quiet, reserved sort of person or one who has been forgiven much like Mary Magdalene. To Jesus you are well known, and very special in His eyes. He will make himself known to you, sometimes through words of others, sometimes He will be close to you in prayer or through the Scriptures. You will recognise Him like Mary did.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘The Holy Spirit will take what is Mine and reveal it to you’, said Jesus (John 16:15). The risen Lord Jesus has time for us - time to listen and understand, time to receive our song and worship, and time to spend in relationship with us. He came to make our Heavenly Father known to the world and to each individual person in it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whether we live or die, He will never leave us and will sweep us up in His arms, if need be, out of the chaos of this fragile world. We are safe in his hands, for He said, ‘Heaven and earth will pass away but my words will never pass away’ (Mark 13:31). We have the faithful promise in His Word. ‘For God so loved the world, that he gave his only Begotten Son that who ever believes on him shall not perish, but have everlasting Life’ (John 3:16). He knows my name!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I have a Father, He calls me his own. &lt;br /&gt;He’ll never leave me, wherever I may go.&lt;br /&gt;He knows my name, He knows my every thought. &lt;br /&gt;He sees each tear that falls, and hears me when I call.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tommy Walker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Lord we thank You that You know us so well, yet love us unconditionally. May we trust You implicitly with our lives and with our loved ones, in Jesus’ Name. Amen.&lt;br /&gt;Today's Writer : Pam Smith Pam Smith has a background in art and nursing, has a son and two daughters and a 'ministry to grandchildren.' She has been a friend and helper of Ellel Ministries since l992, and is involved with Healing Through Creativity Courses. As writer of the Shepherd Love Series, she has a passion for the comfort and encouragement that leads people towards enjoying abundant Life in Jesus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-3062053139300660208?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/3062053139300660208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=3062053139300660208' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/3062053139300660208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/3062053139300660208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/04/he-knows-my-name.html' title='He Knows my Name'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-5854815832760830700</id><published>2011-04-17T19:11:00.020+10:00</published><updated>2011-04-19T20:21:51.207+10:00</updated><title type='text'>184. Mengapa kita perlu mujijat - Markus 2:1-12</title><content type='html'>Mujijat merupakan sesuatu yg diperdebatkan di dalam gereja. Di satu sisi orang-orang sedang merindukan mujijat, sedang di sisi lain ada para pengajar yg berpikir kita engga perlu mujijat. Kita seringkali lihat di dunia ini bahwa dukun-dukun juga melakukan mujijat, bahkan setan-setan juga melakukan mujijat. Sehingga kita menjadi orang Kristen yg mulai iri. Seringkali kita sebagai orang Kristen yg bersandar kepada mujijat, mungkin dikatakan sebagai orang-orang kerdil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saya percaya bahwa pengajaran dan Kuasa adalah 2 hal yg harus berjalan bersama-sama. Karena, pengajaran tanpa Kuasa hanyalah sebuah omong kosong belaka. Tetapi, Kuasa tanpa pengajaran yg seimbang, hanyalah merupakan suatu demonstrasi untuk diri sendiri. Tetapi, Kuasa dan pemberitaan Firman Tuhan, ketika itu berjalan bersama-sama, maka itu mendatangkan Kemuliaan Tuhan dan kedewasaan bagi setiap umat yg menerimanya. Jadi, pemberitaan kebenaran, tanpa mendatangkan Kuasa, itu hanyalah sebuah omong kosong. Alkitab jelas berkata,"Bahwa pemberitaan tentang Kristus bukan hanya disampaikan dengan kata-kata belaka, tetapi disertai dengan tanda-tanda yg heran!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus mengajar disertai dengan mujijat. Tidak perlu diperdebatkan lagi, karena Yesus mengajar disertai dengan Kuasa. Memang orang-orang Farisi seringkali iri hati. Karena saat orang-orang Farisi mengajar, mereka tidak disertai dengan Kuasa. Karena mereka melihat perbedaan itu. Maka orang-orang Farisi mulai menyerang Yesus. Kita lihat di Markus 2:&lt;br /&gt;1Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. 2Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, 3ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. 4Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. 5Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anakKU, dosamu sudah diampuni!" 6Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:7"Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 8Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? 9Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? 10Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa"-berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu-:11"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"12Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat di atas kita lihat, mengapa kita perlu mujijat? Karena ada orang-orang yg berkata bahwa orang-orang Kristen yg perlu mujijat adalah orang-orang Kristen yg masih kanak-kanak. Saya sama sekali tidak percaya, karena pengajaran dan Kuasa adalah 2 hal yg berjalan bersama-sama. Karena bila kita percaya dengan Firman Tuhan secara sungguh-sungguh, maka Alkitab berkata,"Bahwa apa yg tidak pernah kamu pikirkan, atau timbul dalam hati, apa yg tidak pernah kamu dengar, apa yg tidak pernah engkau lihat, itu yang Allah sediakan! Apa artinya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya simpulkan dengan 1 kata sederhana, yaitu: mujijat. Jadi, mengapa kita perlu mujijat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karena kemampuan manusia terbatas&lt;br /&gt;Tuhan menciptakan manusia terbatas, kita penuh dengan kekurangan, bahkan Daud sendiri berkata bahwa kita ini debu. Jadi, bila kita manusia terbatas, kita bisa melihat kemuliaan Allah dan mujijat Allah. Kalau kita terbatas, kita bisa melihat hidup yg banyak diberkati, berarti itu semua adalah karena mujijat. Kita sebagai manusia, kita lemah dan gampang putus asa. Sebagai manusia kita tidak layak untuk menerima hal-hal yg baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, mujijat Tuhan mengerjakan yg terbaik dalam hidup kita. Sehingga, waktu kita menghadapi kenyataan, apakah itu hubungan keluarga, ekonomi, maupun masa-masa muda saya. Ketika hal itu terjadi, engkau tidak perlu stress dan putus asa. Teguhkan imanmu, bilang sama Tuhan, mujijat masih berlaku, saya percaya, bahwa saya tidak akan lemah dan Tuhan akan megerjakan mujijat buat hidup saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Karena setan coba untuk menghancurkan segala-galanya dalam hidup kita&lt;br /&gt;Setan mencoba untuk merampas segala-galanya dari kita. Berarti mujijat adalah: Kita ambil kembali apa yg setan rebut dari hidup saya! Saya berjalan dengan hak saya sebagai anak Allah. Jadi, waktu setan mencoba menyerang saya dengan berbagai cara manapun, saya akan berdiri tegak tanpa kuatir sambil berkata: "Roh yg ada di dalam saya lebih besar daripada yg ada di dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Karena dosa sebenarnya menghambat berkat-berkat Allah&lt;br /&gt;Roma 3:23: Karena semua manusia telah berdosa, manusia kehilangan Kemuliaan Allah. Jadi, ketika manusia kehilangan Kemuliaan Allah, maka manusia sebenarnya terhambat untuk menerima berkat-berkat Allah. Nah, mujijat Allah mengembalikan segala sesuatu yg tadinya menghambat berkat-berkat Allah itu. Sehingga akhirnya kita yg seharusnya hidup dalam kesembuhan, tetapi tetap sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu mujijat? Mujijat mengembalikan apa yg menjadi hak kita. Sehingga, ketika kita sakit, kita engga perlu kuatir. Allah selalu memiliki rencana dalam hidup kita, agar hidup kita selalu diberkati. Karena dosa, keadaan ekonomi juga bisa hancur. Saya tidak bilang bahwa orang miskin itu karena dosa, bukan itu maksud saya. Tetapi, bisa jadi karena dosa ekonominya hancur. Misalnya: Tadinya bisnisnya berjalan dengan baik, tetapi ia pergi ke pelacuran, punya istri muda. Dan Tuhan mulai mendatangkan masalah dalam hidupnya, supaya apa? Supaya menarik perhatiannya dan datang kembali kepada Tuhan. Dan, ketika dia sudah jatuh, Allah akan kembali memulihkannya dengan mujijat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dengan adanya mujijat Nama Allah akan dipermuliakan&lt;br /&gt;Kita lihat bagian terakhir pada ayat yg ke-12 Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat." Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, ketika orang pintar berhasil, orang pasti bilang,"emang dia pintar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, ketika orang bodoh berhasil, maka orang akan bilang,"Allah memang luar biasa." Dia hanya orang biasa, tetapi ia rajin berdoa. Dia hanya orang biasa, tetapi selalu mendahulukan kepentingan Tuhan, dia berhasil, kemuliaan bagi Allah! Jadi, karena mujijat yg terjadi dalam hidup kita, kita bisa berkata,"Kalaulah bukan karena Kasih Karunia Tuhan, kita tidak ada sebagaimana kita ada!" Sehingga orang-orang yg mengalami mujijat adalah orang-orang yg rendah hati, yg selalu mendahulukan kepentingan Tuhan dan mengasihi jiwa-jiwa yg terhilang, sehingga biarlah melalui hidupku, banyak orang yg diberkati.&lt;br /&gt;Alamilah mujijat Tuhan, dan kita tidak perlu takut dengan apapun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, di dalam Nama Yesus, hari ini kami belajar bahwa mujijat itu pasti. Hari ini kami belajar bahwa melalui mujijat Nama Allah dipermuliakan. Tuhan, kami tidak mau bergantung pada kekuatan kami sendiri. Kami mau bersandar pada Kristus, dan bagi Allah tidak ada perkara yg mustahil. Tuhan, jamah kami semua, sehingga kami melihat KemuliaanMU yg besar, haleluya, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-5854815832760830700?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/5854815832760830700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=5854815832760830700' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5854815832760830700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5854815832760830700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/04/184-mengapa-kita-perlu-mujijat-markus_17.html' title='184. Mengapa kita perlu mujijat - Markus 2:1-12'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-7691062320476831751</id><published>2011-04-11T19:32:00.001+10:00</published><updated>2011-04-11T19:32:30.090+10:00</updated><title type='text'>End Times</title><content type='html'>End Times&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Concerning the coming of our Lord Jesus Christ and our being gathered to him, we ask you, brothers, not to be easily unsettled or alarmed by some prophecy, report or letter… "&lt;br /&gt;2 Thessalonians: 1-2, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The talk about the end times, and the second coming of our Lord has often made people very opinionated and caused varied reactions. There have been times when thoughts about all what is going to happen, and what is a right theology about the second coming, have divided some Christians and churches. But the Bible does give a vivid picture of the coming of Jesus, and the times preceding it: War, rumors of wars, natural disasters, famine, political upheavals, and more of the same.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It might come as a surprise that a basic Bible statement about the knowledge of the return of our Lord is: ‘This should by no means disturb you, or cause any alarm’. On the contrary, as Christians, we are supposed to know what is going to happen, so we remain in peace!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And that peace is ours, not because circumstances are beneficial to Christians, but because we know that in spite of all that happens, and obviously is going to happen, God is in control. War in many places, radioactivity leaking into air and water, earthquakes and revolutions, yes, but God is in control! He’s not taken by surprise, and He doesn’t want His people to be taken by surprise either.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That’s the point where He gives a word of revelation, and of strong warning to us: There will be people, who not only will be in turmoil themselves, but who want to unsettle others by painting frightening pictures of what will come. They will call what they produce ‘revelation’ or ‘prophecy’. Paul is very clear: ‘Do not be deceived by such words`, God is not in the business of scaring people to heaven, not even in the Church. He’s always calling, never frightening, us to action.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But amidst the darkness all around us the peace of God is all the more wonderful, and the unshaking peace of those who trust in Him a strong witness that our God is real.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul wanted the Thessalonians to have a healthy respect for what was going to happen, and a deep knowledge of the plans of God for days to come. That would keep them in peace, and the same will also make us stand firm and overcome all the evil powers that now rise up against the Lord and His people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remember, news of what happens in the world comes from TV, papers and other media, but peace and assurance comes from the Lord! Your Lord! Your Father God!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Goran Andersson Goran Andersson , together with his wife Roswitha, worked as missionaries in Japan from 1967 – 1985. They then pastored a church before moving to Kåfalla Herrgård, Sweden where Goran became Director. They have worked with Ellel Ministries since 2004 and are Goran is now Director of Ellel Ministries in Sweden&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-7691062320476831751?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/7691062320476831751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=7691062320476831751' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7691062320476831751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7691062320476831751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/04/end-times.html' title='End Times'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-2169237310197986093</id><published>2011-04-10T18:38:00.010+10:00</published><updated>2011-04-12T20:49:20.459+10:00</updated><title type='text'>183. Meraih Mujijat - Markus 1:40-45</title><content type='html'>Saya mengerti bahwa masalah mujijat adalah masalah yg banyak sekali diperdebatkan oleh banyak orang. Di satu sisi mujijat adalah merupakan sesuatu yg tidak bisa ditawar lagi, karena setiap orang pada dasarnya membutuhkan mujijat. Tetapi pada kenyataannya ada sebagian orang yg mulai mengkritik bahwa mujijat sudah tidak terjadi lagi. Tetapi, ada sebagian lagi yg berkata, jangan singgung soal mujijat lagi di gereja. Karena, di luar gereja banyak sekali terjadi mujijat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hanya gereja yg menyatakan mujijat demi mujijat, maka itu tidak mendidik jemaat untuk menjadi dewasa. Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, saya percaya bahwa iman, kebenaran dan mujijat adalah 3 hal yg tidak dapat dipisahkan. Karena, bila saya hidup dalam kebenaran, maka saya berjalan dalam iman. Dan bila saya hidup dalam kebenaran dan berjalan dalam iman, otomatis saya meraih mujijat. Iman timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan, dan dari iman mendatangkan mujijat dalam hidup kita. Jadi, 3 hal itu adalah sesuatu yg tidak dapat dipisahkan. Apapun yg terjadi dalam hidup saudara, mujijat masih berlangsung. Ada orang bilang bahwa setan juga dapat melakukan mujijat. Tetapi, saya mau ingatkan bahwa mujijat yg setan buat adalah palsunya dari yg Yesus buat. Karena, ingat! Bahwa setan tidak punya sesuatu yg baik. Apapun yg setan buat, sebenarnya setan sedang memalsukan. Karena, di dalam Alkitab dikatakan,"Iblis menyamar sebagai malaikat terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Allah kita sebenarnya adalah sumber dari segala mujijat. Berarti, bila kita sebagai orang percaya, kita harus bersandar, bergantung dan berharap sepenuhnya kepada Tuhan Yesus bahwa mujijat masih terjadi, itulah sebabnya kita tidak menyerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markus 1:&lt;br /&gt;40Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuanNya, katanya:"Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." 41Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya menjamah orang itu dan berkata kepadanya:"Aku mau, jadilah engkau tahir." 42Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. 43Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: 44"Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka." 45Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat bahwa Yesus mengadakan pengajaran yg sangat berbeda. Karena, orang-orang Farisi mengajarkannya dengan kata-kata yg indah. Yesus mengajar dengan kuasa dan membuktikannya apa yg Yesus ajar dengan Firman dan mendemonstrasikan Kuasa Allah. Mujijat itu memeteraikan iman, dan memeteraikan kebenaran yg kita terima dari Firman Tuhan. Orang Kusta adalah orang yg menderita, kenapa?&lt;br /&gt;Karena, di satu sisi, orang kusta adalah orang yg sakit. Tetapi, di sisi lain, yaitu secara kejiwaan, orang kusta adalah juga orang yg tertekan. Orang kusta tidak boleh tinggal dengan banyak orang. Karena, pada jaman itu penyakit kusta dianggap sebagai penyakit kutukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak diperbolehkan memotong rambut, mereka tidak boleh memakai baju yg baik, tetapi mereka harus memakai baju yg compang-camping. Dan, kemanapun mereka pergi mereka harus menutupi mukanya sambil berteriak,"najis, najis, najis!" Sehingga orang kusta adalah orang yg sangat menderita, karena selain tubuhnya sakit, jiwanyapun tertekan. Orang kusta tidak boleh mendatangi orang biasa. Karena, bila ada orang kusta yg ketahuan mendatangi orang biasa, maka ia akan ditarik ke luar kota dan dilempari batu sampai mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, kita lihat pada ayat yg ke-4o,Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuanNya, katanya:"Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." Yesus bukan hanya menerima kehadirannnya, tetapi Yesus juga menyembuhkannya. Karena, Yesus tahu bahwa bila ada orang lain yg tahu bahwa orang kusta ini menghampirinya, maka ia pasti akan diseret ke luar kota dan dilempari batu sampai mati, taruhannya adalah nyawa. Dari sini kita bisa melihat, apa sebenarnya sumber segala mujijat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan batasi Kuasa Allah&lt;br /&gt;Karena Tuhan, sejauh apa yg kita percaya. Bagaimana bila orang kusta itu banyak berpikir: "Bagaimana yah, kalau Yesus tidak menyembuhkannya?" "Bagaimana yah..kalau Yesus tidak menerimanya?" Inilah yg selalu setan mau bawa, yg selalu mau melemahkan pikiran-pikiran kita. Dan berkata," saya tidak akan disembuhkan, dosa-dosa saya terlalu banyak, keadaan saya terlalu parah. Tetapi Yesus KuasaNYA luar biasa, sehingga waktu kita tidak membatasi Kuasa Allah dan kita beriman dengan iman yg teguh, maka saat itulah kita meraih janji yg teguh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, yg menarik perhatian saya, biasanya kalau orang sakit datang ke dokter, biasanya dokter bertanya dengan 2 pertanyaan:&lt;br /&gt;1. Seberapa parah sakit/penyakitnya?&lt;br /&gt;2. Sudah berapa lama sakitnya? &lt;br /&gt;Karena, sakit yg baru terjadi tadi siang, kemaren malam dan 3 bulan yg lalu, cara pengobatannya berbeda. Tetapi, Yesus tidak dibatasi 2 pertanyaan di atas. Yesus tidak tertarik dengan seberapa parah penyakitmu dan sudah berapa lama sakitmu?Yang Yesus tekankan adalah bila engkau percaya, maka engkau akan melihat kemuliaan Allah, jadi kita perlu imani dan percaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah terlalu percaya dengan keadaan,.."Oh..suami saya terlalu keras!" Atau..."Oh..kata dokter sudah tidak bisa disembuhkan!"...atau.."oh..penyakit saya sudah terlalu parah!" Atau "oh..masa silam saya terlalu gelap!" Atau.."dokter bilang bahwa saya mandul!" Tetapi sekali lagi saya tekankan, jangan batasi Kuasa Allah, keadaan boleh seburuk apapun, tetapi percaya bahwa Allah saya akan mengerjakan mujijatNYA dengan luar biasa, meskipun keadaan kita sesukar apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Merendahkan diri dan sungguh-sungguh memohon kepada Tuhan&lt;br /&gt;Kita lihat di ayat yg ke-40 "....dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuanNya, katanya:"Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, orang yg berlutut dan memohon, pada jaman itu sebenarnya ia merendahkan diri lebih daripada seorang hamba. Kadang kala pada saat kita berdoa dan memohon, sering kali kita memaksa Tuhan, sehingga seringkali doa kita tidak terkabul, sering kali kita marah,"kenapa Tuhan tidak buat mujijat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, inilah seringkali kita tidak merendahkan diri kita. Merendahkan diri adalah berlutut dan memohon, meletakkan segala keegoan kita, meletakkan segala kepantasan kita. Kita berkata,"Tuhan, saya mau hanya bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, tanpa Tuhan saya tidak bisa buat apa-apa, jadi sekali lagi, kita datang dengan merendahkan diri dan memohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mempraktekan apa yg kita mengerti&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, orang Kusta ini mengerti bahwa Tuhan Yesus bisa mengerjakan mujijat. Ia mulai praktekan apa yg ia mengerti, dengan berkata,"Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." Tetapi, seringkali apa yg kita mengerti, kita tidak praktekan. Iman tanpa perbuatan, pada hakekatnya mati. Jadi, apa yg kita sudah dengar dan mengerti mengenai Firman Tuhan, kita mulai praktekan. Kita berjalan dengan teguh dan bersandar pada janji Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Di dalam Nama Yesus, apapun mujijat yg kita butuhkan, dengan iman dan keteguhan akan janji Allah, kita boleh meraihnya. Karena hari ini adalah mujijat dan kemenangan. Terima kasih Bapa, di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-2169237310197986093?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/2169237310197986093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=2169237310197986093' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2169237310197986093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2169237310197986093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/04/183.html' title='183. Meraih Mujijat - Markus 1:40-45'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-4636249234998222079</id><published>2011-04-10T18:17:00.000+10:00</published><updated>2011-04-10T18:18:30.743+10:00</updated><title type='text'>In your hearts set apart Christ as Lord</title><content type='html'>In your hearts set apart Christ as Lord&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"But even if you should suffer for what is right, you are blessed. Do not fear what they fear; do not be frightened. In your hearts set apart Christ as Lord. Always be prepared to give an answer to everyone who asks you to give the reason for the hope that you have."&lt;br /&gt;1 Peter 3:14-15, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Jesus is Lord’ is the earliest Christian confession of faith. For those first century believers the saying was used as a contrast to the greeting among Roman citizens, ‘Caesar is Lord’. Despite threat to their lives they refused to swear allegiance to Caesar and the Roman Empire. In calling Jesus ‘Lord’ they were saying that He, and not Caesar, deserves honour. It was a public insult to Caesar that held the threat of death.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter exhorts his readers to make Jesus Christ Lord in their hearts. He is saying that when Jesus is truly Lord of the heart there will be no reason for fear, even in face of suffering. Lordship means obedience and to live in obedience is to trust Jesus every step of the way. Trust in Jesus is the antidote to fear, independent of circumstances.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jesus has to be Lord in our hearts because in Scripture the heart is the centre of our being and from it spring emotions, thoughts, motives, courage, actions, attitudes, longings and character. The Bible warns us to guard our hearts – ‘Above all else guard your heart for it is the wellspring of life’ (Proverbs 4:23). If Jesus reigns in our heart our words and actions will portray Him to the world. Jesus Himself said, ‘Out of the overflow of the heart the mouth speaks’ (Matthew 12:34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the human heart there is a throne. The big question is who sits on the throne. It could be said that there are three different kinds of heart. Firstly there is the heart of the unbeliever, where self sits on the throne. Secondly there is the heart of the double-minded Christian who wants to be in control of his, or her, own life and wants to share the throne of their heart with Jesus. But it’s true that ‘If Jesus Christ is not Lord of all, He is not Lord at all’. Thirdly there is the heart of the believer who truly loves Jesus and who owns Jesus as Lord, not simply in words, but in loving obedience to Him day by day. Not partial obedience – full obedience - the whole of one’s life surrendered to Him. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identification with Jesus involves more than simply saying, ‘Lord, Lord’ (Matthew 7:21). ‘But even if you should suffer for what is right, you are blessed. Do not fear what they fear; do not be frightened. In your hearts set apart Christ as Lord. Always be prepared to give an answer to everyone who asks you to give the reason for the hope that you have’. The meaning of these words from 1 Peter 3:14-15 hasn’t changed with the centuries. To truly own Jesus as Lord is to be loyal to Him whatever the cost. ‘Jesus is Lord’ is an oath of obedience to Him. To truly mean what we say involves living for Him alone, dedicated to walking in His will and abandoned to Him so that our lives speak that confession to a lost world desperately in need of knowing Him. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At our last Church service in Lancaster (before we moved south) the final hymn was by Bishop Dudley Smith. The finishing verse was – ‘Lord, for ourselves, in living power re-make us, self on the cross and Christ upon the throne; Past put behind us, for the future take us, Lord of our lives to live for Christ alone’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Dear Father, search my heart and know me. By Your Holy Spirit bring to light the things hidden from me that keep me from abandonment to the Lordship of Jesus in my life. May the words of my lips and the reality of my heart be pleasing to You so that I am the same on the inside as the outside. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Margaret Silvester Margaret Silvester had a career as a teacher prior to being called into full time Christian Ministry with her husband, David, in 1986. They were involved in establishing a Healing Ministry in the local church and Margaret has a passion to see lost and wounded people found and restored. She and her husband joined the Ellel Ministries teaching and ministry team in 2000 after a clear call from God.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-4636249234998222079?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/4636249234998222079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=4636249234998222079' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4636249234998222079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4636249234998222079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/04/in-your-hearts-set-apart-christ-as-lord.html' title='In your hearts set apart Christ as Lord'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-956320444702906159</id><published>2011-04-02T16:40:00.014+11:00</published><updated>2011-04-04T19:39:30.733+10:00</updated><title type='text'>182.Yesus memberitakan injil - Markus 1:35-39</title><content type='html'>Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Yesus bisa mengajar dengan perbuatan-perbuatannya secara langsung. Yesus bisa mengajar dengan kuasa dimana orang sakit disembuhkan, orang-orang yg terikat dengan setan-setan dilepaskan. Yesus adalah Tuhan sendiri dan Ia tidak bisa dipisahkan dengan pemberitaan Injil. Kemanapun Ia pergi, Yesus selalu membawa kabar sukacita bagi setiap orang. Di dalam Markus 1:&lt;br /&gt;35Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. 36Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; 37waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." 38Jawab-Nya:"Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil karena untuk itu Aku telah datang." 39Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat di atas kita bisa melihat beberapa hal yg penting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemberitaan Injil dan persekutuan pribadi tidak boleh dipisahkan&lt;br /&gt;Kemanapun Yesus pergi, betul Yesus mengajar. Betul Yesus memberitakan Injil. Tetapi ada 1 hal yg tidak boleh dipisahkan. Ayat ke-35 dikatakan,"Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana." Di sini kita bisa lihat bahwa sebelum Yesus memberitakan Injil, sebelum Yesus menyampaikan kabar sukacita, sebelum Yesus menyampaikan maksud-maksud Allah kepada setiap murid-muridNYA dan kepada setiap orang, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Yesus bergumul terlebih dahulu bersama BapaNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, saya tekankan bahwa pemberitaan Injil dan persekutuan pribadi tidak dapat dipisahkan. Saya kuatir, bahwa di tengah dunia yg penuh dengan kesibukan ini, dan banyak orang yg menyebut dirinya sebagai hamba Tuhan, dan hal tersebut juga melanda orang-orang yg terlibat dalam kegiatan rohani. Saya kuatir bahwa banyak orang yg menyebut diriNYA hamba Tuhan dan terlibat banyak dengan kegiatan rohani, tetapi mereka kekurangan waktu untuk bersekutu secara pribadi dengan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mau beritahu, bahwa bahaya terbesar dalam gereja, bukanlah saat gereja diancam, bukan pula saat gereja dibom atau ditutup. Karena, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, gerejanya bisa dibom, gedung gerejanya bisa ditutup, tetapi Kuasa Tuhan, pekerjaan Tuhan, akan tetap berjalan terus, haleluya! Karena itu saudara tidak perlu kuatir, saudara engga perlu membalas yg jahat dengan yg jahat, karena Allah tahu bagaimana mengerjakan mujijat bagi anak-anakNYA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu saya bersyukur, karena Alkitab tidak pernah mencatat belalah agamamu. Alkitab tidak pernah mencatat belalah TuhanMU. Karena bukanlah agama / Tuhan kita yg perlu kita bela, karena kita sendiri yg perlu dibela oleh Tuhan Yesus Raja kita. Karena, selalu saya bilang,"bila agama saya harus saya bela, berarti agama saya lemah." Kalau Tuhan saya bela, berarti Tuhan saya lemah. Bahkan Tuhan sendiri menjelaskan bahwa oleh NamaKU, engkau akan dihujat. Oleh karena namaKU, engkau akan dicaci maki. Tetapi, Tuhan ingatkan bahwa kita harus tegar, jangan balaskan yg jahat dengan yg jahat, karena,"Aku akan menyertai engkau sampai kesudahan alam, haleluya!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, menjadi murid Kristus adalah suatu kebanggaan dan sukacita. Kembali saya ingatkan bahwa bahaya yg paling menakutkan dalam gereja adalah, ketika orang-orang yg terlibat dalam pelayanan, mereka kehilangan waktu pribadi bersama dengan Tuhan. Jika ada orang-orang yg disebut aktivis/hamba-hamba Tuhan, lalu dengan alasan kesibukan, mereka kehilangan waktu pribadiNYA bersama dengan Tuhan, saudaraku, bila kita kehilangan waktu pribadi kita dengan Tuhan, apa yg akan kita sampaikan kepada orang lain. Apakah kita akan melayani dengan kemampuan dan kekuatan kita sendiri? Mungkin saudara adalah guru sekolah minggu, mungkin saudara adalah anggota koor di gereja, atau saudara adalah pelatih koor di gereja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau saudara terlibat dengan kegiatan-kegiatan lain di gereja saudara. Tetapi, jika saudara telah kehilangan waktu saudara dengan Tuhan, apalagi yg akan saudara bagikan. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, orang tidak butuhkan kata-kata yg hebat/luar biasa. Yang orang butuhkan adalah urapan Allah yg mengalir dari kita, karena kita memiliki hubungan yg akrab dengan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemberitaan Injil harus disertai dengan belas Kasihan&lt;br /&gt;Kita lihat pada ayat yg ke-36 Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia. Jadi, Yesus sedang berdoa sendiri, kemudian Yesus disusul oleh Simon dan teman-temanNYA. Kemudian ayat yg ke-37 dikatakan waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Dengan lain kata, Simon berkata,"Guru, aku tahu Engkau letih, aku tahu Engkau sudah bangun pagi-pagi, tetapi ada banyak orang yg sedang mencari Engkau." Tetapi, Yesus tidak bilang,"aduh,...saya lelah, tunggulah sampai 2 jam lagi, sampai saya merasa siap. Tetapi di ayat yg ke-38 dikatakan,Jawab-Nya:"Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil karena untuk itu Aku telah datang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lain kata, Yesus mau berkata kepada Petrus, "Petrus, sesibuk apapun, Aku akan tetap memiliki waktu dengan Bapa, Aku akan tetap memiliki waktu bagi setiap orang yg membutuhkan Aku, karena untuk itulah Aku disini. Bahkan bukan hanya di sini, tetapi kota-kota/desa-desa, Aku juga akan memberitakan injil di sana. Kenapa Yesus mau melayani mereka? Kenapa dari waktu hari masih gelap, dan sampai saat fajar menyingsing, Yesus masih harus terlibat dengan pelayanan. Jawaban saya sederhana, karena adanya belas kasihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, saya kuatir ada banyak keributan di gereja hari-hari ini, atau perpecahan terjadi, karena apa? Karena mereka terlalu lelah di gereja. Banyak orang yg kehilangan istirahatnya bersama dengan Tuhan, sehingga mereka mudah kecewa, mudah marah. Baru kata-kata tidak enak sedikit, lalu pecah, lalu mereka bikin gereja sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemberitaan injil harus disertai dengan pengusiran setan-setan&lt;br /&gt;Ayat ke-39 dikatakan,"Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan."SaudaraKU yg kekasih dalam Tuhan, dimanapun Injil diberitakan, Roh jahat coba menyerang. Saya tidak bilang bahwa kita harus selalu berteriak,"di dalam Nama Yesus, setan harus keluar!". Tetapi, kita harus ikat setiap kerja setan, sehingga setan tidak memiliki Kuasa lagi. Pemberitaan Injil adalah penghancuran kerajaan kegelapan. Biarlah kita memiliki kerinduan untuk memberitakan injil dimanapun kita berada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, hamba berdoa untuk setiap dari kami, agar kami semua dapat melihat mujijat Tuhan. Orang sakit boleh disembuhkan, orang boleh melihat kemuliaanMU, yg lemah Engkau kuatkan, yg rumah tangganya diambang perpecahan, Tuhan pulihkan, di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-956320444702906159?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/956320444702906159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=956320444702906159' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/956320444702906159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/956320444702906159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/04/182yesus-memberitakan-injil-markus-135_4161.html' title='182.Yesus memberitakan injil - Markus 1:35-39'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-7768718054844914884</id><published>2011-04-02T16:14:00.001+11:00</published><updated>2011-04-02T16:15:58.203+11:00</updated><title type='text'>A Sweet Fragrance</title><content type='html'>A Sweet Fragrance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Then Mary took about a pint of pure nard, an expensive perfume; she poured it on Jesus feet and wiped His feet with her hair. And the house was filled with the fragrance of the perfume."&lt;br /&gt;John 12:3, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mary gave – not just any perfume, but an ‘expensive perfume’ – the best she had as it was worth a whole year’s wages. She also didn’t just give it to Jesus; she emptied it out on His feet and then wiped His feet with her hair. What she did was no secret – it could be smelt throughout the whole house and the fragrance of what she had done remained with her even after she had left, as it clung to her hair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As we come and give to Jesus our very best and are not hesitant to be poured out for Him, may it not only be a sweet fragrance to those closest to us – those in the house – but also to those we come in contact with in our daily walk – those at work, the one behind the till in the supermarket, the one in the queue at the bank, the petrol attendant, the child next door, the post man, the bus driver, the train conductor, the garbage collector, the street sweeper, the pastor, the leader, the business man, the manager, and our employer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As we sit at Jesus’ feet and pour out everything we have, may the fragrance of His presence linger with us and be a constant reminder to us of His closeness – a very present help with those difficult situations that need to be resolved – those decisions that need to made – those people that need to faced.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As we come and spend time with Jesus, experiencing His love, forgiveness, acceptance (He accepted what Mary did for Him when others criticised and judged); as we experience His mercy and kindness, may we always be a sweet aroma of His love, care and compassion to those we pour out our lives for, and to those whom our lives touch on a daily basis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Lord, as I come each day and sit at Your feet, may the sweet aroma of Your presence so permeate my life that others may get hungry to get to know You too. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Lindsay O’Reilly Lindsay O’Reilly has been married to Pat for 36 years and has 5 children and 5 grandchildren. She loves the Lord and has a deep desire to see people healed and restored and walking in their God-ordained destiny. Lindsay is part of the Ellel SA volunteer team where she assists in the ministry office.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-7768718054844914884?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/7768718054844914884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=7768718054844914884' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7768718054844914884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7768718054844914884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/04/sweet-fragrance.html' title='A Sweet Fragrance'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-3736780780748499744</id><published>2011-04-02T16:05:00.001+11:00</published><updated>2011-04-02T16:05:44.010+11:00</updated><title type='text'>Believe and be Baptised</title><content type='html'>Believe and be Baptised&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I have been crucified with Christ and I no longer live, but Christ lives in me. The life I live in the body, I live by faith in the Son of God, who loved me and gave himself for me."&lt;br /&gt;Galatians 2:20, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At Ellel Grange last week we had the privilege of conducting a baptism in our indoor swimming pool. David Silvester, our team pastor, an ex Baptist pastor, explained the significance and symbolism of full immersion water baptism. We were all touched as the baptismal candidate gave her personal testimony, answered some basic questions and, on the profession of her faith in Jesus Christ, was submerged in the pool and raised up out of the water. She was, as it were, buried with Christ and rose to new life in Him as it says in the Bible - ‘buried with him in baptism and raised with him through your faith in the power of God, who raised him from the dead’ (Colossians 2:12). We then returned to the Meeting Room to celebrate Communion and a new life in Christ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The occasion reminded me that for a number of years when I was working in London I used to meet with a friend who was a Messianic Jew. Each time we met for lunch he would challenge me and ask if I had been water baptised, reminding me that it was a command in the Bible. It took me a while to make the decision, but eventually I was baptised in the pool at Ellel Pierrepont in 2000. It was a very special moment for me, but I think the spiritual significance took time to sink in. If I have died with Christ and risen to new life in Him then who I am doesn’t really matter any more. The question is am I living in the resurrection power of Christ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some years ago I read the story of a missionary lady in Africa who walked every day along a stretch of road where people were often attacked and robbed, some had been killed. “Aren’t you afraid?”, asked a concerned friend, to which the missionary replied, “I have only a Bible that someone could steal and I have already ‘died’ so I have nothing to fear as they can do nothing to me” She had clearly ‘died to herself and her own desires’ and continued to walk that road unharmed for many years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romans 6:4 says ‘We were therefore buried with him through baptism into death in order that, just as Christ was raised from the dead through the glory of the Father, we too may live a new life’. And the Apostle Paul says, ‘I have been crucified with Christ and I no longer live, but Christ lives in me. The life I live in the body, I live by faith in the Son of God, who loved me and gave himself for me’.(Galatians 2:20) For me water baptism was an important start to dying to self and living a new life in Jesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Thank You, Lord, for the meaning of water baptism. Thank You that I can surrender my life to You and be re-born into everlasting life in You. May my life be hidden in You, Jesus, that day by day I should grow less and You become more. Help me to walk into the fullness of life that You purchased for me. Amen. &lt;br /&gt;Today's Writer : Martin Knapp Martin Knapp Martin and Ginny have been married for 37 years and are blessed with 3 children and 2 grandchildren all living in London. They first met Ellel Ministries in 1990 and in April last year, after a number of years at Ellel Pierrepont, Martin became the centre director of Ellel Grange - the UK home of the 9-week Flagship programme of discipleship, equipping, healing and deliverance, held once a year starting at the end of April.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-3736780780748499744?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/3736780780748499744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=3736780780748499744' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/3736780780748499744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/3736780780748499744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/04/believe-and-be-baptised.html' title='Believe and be Baptised'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-4582437838478183718</id><published>2011-04-02T15:42:00.000+11:00</published><updated>2011-04-02T15:43:29.072+11:00</updated><title type='text'>Lost in the Dirt</title><content type='html'>Lost in the Dirt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Or suppose a woman has ten silver coins and loses one. Doesn’t she light a lamp, sweep the house and search carefully until she finds it?’” &lt;br /&gt;Luke 15:8, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As I was recently cleaning my kitchen floor I moved a piece of furniture that, I must admit, I normally clean around. As I moved the furniture and the light poured into the darkness, I was amazed at the amount of dust and dirt that had collected under there, as well as an inordinate amount of small objects that had been lost for some time and almost forgotten about. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was instantly reminded of the story in Luke 15, where a woman had lost a coin and had to search her house to find it. The coin obviously meant a lot to her, hence the reason she set about a cleaning spree to find it. I was intrigued by the difference in our reasons to clean the darker areas of our respective homes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whilst this lady was searching for something precious, I was cleaning because I had came to the point where I finally admitted to myself that there was a place in my kitchen that I had ignored for too long. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It seems as though it is similar as to how we approach the healing needs in our lives. Some of us know that there is a treasured part of our real self that has been lost in the dirt and grime and we long to find it again. For others of us, we acknowledge there is a place that has long been ignored and is in desperate need of cleaning; yet there is lost treasure there too!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whilst we can work hard at keeping the visible areas of our lives neat and tidy, there are often areas that we ignore, thinking that since they are hidden, they are unimportant. One thing is clear – the lost treasure is in the dirt and the mess and it is through shining light into those areas and setting about cleaning the mess that the treasure is found once again. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is a process, it takes time and it takes the courage to face what has been ignored for so long. All that said, you never know what you will find when you start cleaning – there may be more there than you expect!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Father God, I recognise that there are areas of my life that are ignored and forgotten about but it is there that I hope to find some lost treasure. Please shine Your light into the ignored places so that Your cleansing may go deeper than I have allowed it before. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Lindsey Hanekom Lindsey Hanekom has worked at all of our UK centres over the years and is now settled at Ellel Scotland with her husband, Johann and their young son, Kyle. She is part of the Ellel 365 Team as well as being responsible for the marketing and publicity for Blairmore. Alongside these roles, Lindsey is a valued teacher who has a real heart to see people move into the fullness of life and to discover their full and true identity in God.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-4582437838478183718?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/4582437838478183718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=4582437838478183718' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4582437838478183718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4582437838478183718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/04/lost-in-dirt.html' title='Lost in the Dirt'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-5385826446835731508</id><published>2011-03-27T15:56:00.028+11:00</published><updated>2011-03-27T17:02:05.902+11:00</updated><title type='text'>181. Kesembuhan - Markus 1:29-34</title><content type='html'>Saya percaya bahwa kesembuhan adalah kerinduan setiap orang. Saya percaya bahwa setiap orang yg sakit mengharapkan kesembuhan. Saya percaya bahwa kesembuhan tidak selamanya harus kesembuhan fisik. Ada juga rumah tangga-rumah tangga yang sakit, ada juga yg ekonominya sakit, ada pula yg masa mudanya sakit. Tetapi, apapun persoalannya, kesembuhan adalah harapan setiap orang. Kita tahu bahwa kesembuhan adalah harapan dari setiap kita. Kita sering dengar ayat bahwa,"oleh bilur-bilur Yesus kita disembuhkan."Kita pernah dengar bahwa Yehova Rafa adalah Allah yg menyembuhkan. Kita tahu semua itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi persoalannya seringkali mengenai kesembuhan, adalah bagaimana kita merebut / meraih kesembuhan dari Tuhan yg sebenarnya sudah disediakan bagi kita, kita lihat di Markus 1:29Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. 30Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. 31Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. 32Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. 33Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. 34Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, di sini kita lihat bahwa Ibu mertua Simon tidak datang ke rumah ibadat, karena ia terbaring sakit/sakit demam. Kita lihat di ayat yg ke-32 Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. 33Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. 34Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan. Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, dari sini kita lihat bahwa Yesus memiliki belas kasihan kepada banyak orang bagi mereka yg sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus tidak datang dan berkata, "Simon, itu kan hanya sakit demam, sebentar lagi juga pasti sembuh." Tetapi, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Yesus datang ke sana dan menyembuhkannya. Berarti, penyakit tidak pernah dipakai untuk mengerjakan kehendak Allah. Tuhan tidak pernah menggunakan penyakit untuk maksud Ilahi. Dengan lain kata, di sini kita bisa lihat bahwa kehendak Allah adalah kesembuhan. Beberapa hal yg dapat kita pelajari di sini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kesembuhan adalah hak mutlak kita sebagai anak Allah &lt;br /&gt;Mungkin saudara sedang sakit yg sangat mengganggu hidup saudara/saudara makan obat seumur hidup saudara. Tetapi, sekali lagi saya ingatkan bahwa Kesembuhan adalah hak mutlak kita sebagai anak Allah. Karena Alkitab berkata,"Oleh bilur-bilur Yesus, kamu yg percaya sudah disembuhkan." Berarti, Yesus sudah bayar harganya buat kita. Bilur yg ada di tubuh Yesus saat Ia dicambuk, itu adalah harga yg sudah dibayar Yesus untuk kita. Jadi, bila harganya sudah dibayar Yesus, kenapa kita engga rebut hak kita sebagai anak Allah, karena kita memiliki hak untuk itu, karena oleh bilur-bilurNYA, kita sembuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sesuai dengan imanmu, jadi padamu&lt;br /&gt;Berarti bila saya beriman, saya imani kesembuhan saya, maka saya harus mendapat mujijat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penyakit tidak pernah diciptakan Allah untuk mengerjakan mujijat di hidup kita&lt;br /&gt;Berarti, bila saya beriman/melakukan kehendak Allah, maka saya akan merebut kesembuhan yg Tuhan telah sediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kesembuhan adalah roti yg Yesus sediakan di meja bagi setiap anak-anak&lt;br /&gt;Yesus pernah berkata,"Jangan mengambil roti yg sudah dilemparkannya kepada anjing. Ada orang yg berkata bahwa kesembuhan bukan untuk setiap orang, tetapi saya mau berkata bahwa,"Yesus Tuhan tetap sama dulu, sekarang sampai selama-lamanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kesembuhan terjadi, ketika dosa kita diampuni dan setan diusir&lt;br /&gt;Saya tidak bilang bahwa setiap penyakit selalu berhubungan dengan dosa dan setan. Tetapi, yg saya tahu bahwa ketika dosa dikalahkan, ketika dosa diampuni, saat setan diusir, maka kita merebut kesembuhan itu. Apa maksudnya?&lt;br /&gt;Saat dosa kita diampuni, maka kita memiliki iman. Ketika dosa saya diampuni, maka saya berjalan dalam kesucian. Ketika dosa saya diampuni, maka saya menjadi pribadi yg layak buat Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika setan diusir, berarti saya bebas dari ikatan-ikatan. Maka, saya dapat memuji Allah, saya dapat beriman kepadaNYA. Saya dapat mengarahkan sepenuhNYA kehidupan saya kepada Tuhan. Maka pada saat itulah mujijat, kemenangan dan kesembuhan terjadi dalam hidup saya. Sekali lagi saya bilang,"bahwa tidak setiap sakit berhubungan dengan dosa dan setan." Tetapi, saya mau bilang bahwa ketika hidup saudara ada/penuh dengan dosa, maka saudara harus cepat-cepat bereskan. Bila saudara merasa terus ada Roh jahat, maka roh-roh jahat itu harus saudara tolak. Saat saudara diampuni dan roh-roh jahat ditolak dalam hidup saudara, maka saat itulah kemuliaan dan kuasa Tuhan dapat terjadi dalam hidup saudara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kesembuhan adalah rencana Allah bagi setiap dari kita&lt;br /&gt;Bila kita sakit, apakah Tuhan mau sembuhkan saya? Jawabannya sederhana, "Tuhan Yesus sangat mau." Karena Kesembuhan adalah rencana Allah bagi setiap dari kita. Mungkin saudara berkata,"Bahwa anak kita sedang sakit." Apakah Tuhan mau sembuhkan penyakit anak saya? Berarti, kalau saya mau, kalau saya menerima, kalau saya percaya, maka saya berhak menerima kesembuhan itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang kusta yg datang kepada Yesus dan berkata,"Tuhan, jika Tuhan mau, Tuhan dapat mentahirkan aku." Yesus tidak pikir panjang lagi dan bertanya,"Apa sakit kamu?" Tetapi Yesus bilang,"Aku mau!" Berarti, bila kita sakit, kita tidak perlu kuatir, kita hanya berharap kepada Tuhan, kita hanya perlu berpikir positif dan menunggu pertolongan Tuhan yg datang tepat pada waktunya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, hari ini kembali Firman Tuhan berbicara bahwa kesembuhan adalah hak mutlak kami sebagai orang percaya. Tuhan jamah setiap kami yg sakit, yakinkan iman mereka untuk merebut setiap kesembuhan. Di dalam Nama Yesus, orang tua dapat berdoa untuk anakNYA yg sakit, Suami yg berdoa untuk istrinya yg sakit, istri yg berdoa untuk suaminya yg sakit, anak-anak yg berdoa untuk orang tuanya yg sakit, di dalam Nama Yesus kesembuhan terjadi, mereka yg berbeban berat, yg menghadapi masa-masa sukar, di dalam Nama Yesus, Tuhan jamah kami semua, haleluya, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-5385826446835731508?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/5385826446835731508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=5385826446835731508' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5385826446835731508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5385826446835731508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/03/181-kesembuhan-markus-129-34_3962.html' title='181. Kesembuhan - Markus 1:29-34'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-588697418895695382</id><published>2011-03-27T15:21:00.001+11:00</published><updated>2011-03-27T15:21:48.759+11:00</updated><title type='text'>Hope from the Wreckage</title><content type='html'>Hope from the Wreckage&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“How shall we escape if we ignore such a great salvation? This salvation, which was first announced by the Lord, was confirmed to us by those who heard him. God also testified to it by signs, wonders and various miracles, and gifts of the Holy Spirit distributed according to his will.” &lt;br /&gt;Hebrews 2:3-4, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I watched as two exhausted survivors were plucked from the wreckage of the Japanese earthquake and lifted into a rescue helicopter, nine days after the Japanese tsunami had hit and destroyed their town. For them, it was an absolute miracle. For the rescue workers it was a pin-prick of joy in the midst of their gruesome work of extracting the dead from the wreckage of their community. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As I watched joy being expressed, as these two people were lifted to safety, I suddenly realised that this was a picture of the great joy the Father must experience, when one of His precious children comes to Him and is lifted to safety from the morass of human rebellion and rejection of Him and His love, through what His Son did for them on the cross.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Headline after headline this past week has only confirmed the picture of a world that is suffering the consequences of tsunami-like rebellion and devastation. For close on two thousand years the warnings that God has sounded have been largely ignored. The pride of man continues to tell Creator God that he has a better way and ignores the truth of God’s Word! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In a news report on the Libyan situation, one senior general referred to the Security Council of the United Nations as the highest authority there is in this world! This is both a very true and an arrogantly false statement at the same time. Humanly speaking, when the United Nations act together, they are declaring themselves as the ultimate world authority. But they conveniently forget what Jesus said at the end of His time on Earth, “All authority in heaven and on earth has been given to me.” (Matthew 28:18). I’m so relieved that ultimate authority really is in His hands and not the hands of man!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Most of the people who were fortunate enough to hear the tsunami warnings in Japan, and flee for their lives without turning back for anything, reached the safety of higher ground. But tragically the majority of those who, for whatever reason, chose to ignore the warnings or couldn’t escape from their particular situation, perished as the giant wave annihilated so many communities. It’s dangerous to ignore such warnings.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am reminded of those poignant words from the Scripture for today, which ask the question, “How shall we escape if we ignore such a great salvation?” (Hebrews 2:3). The good news is that there is always hope for those who look to Him – no matter how terrible anyone’s personal situation may be. We don’t need a helicopter to lift us out of the wreckage of life, but we do need to humble ourselves before Him and, as the Scripture says, “He will lift us up” (James 4:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Thank you, Lord, that You have already provided a means of escape, for all who come to You, from the sin and rebellion of mankind. Help me, Lord, to always to be aware of the needs of others to also know the truth, and be willing to point them to the only One who can rescue them from the mess of this fallen world. In Jesus Name, Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Peter Horrobin Peter Horrobin is the Founding and International Director of Ellel Ministries. He has now written and is currently developing Ellel 365 – a completely new online training school. This is specifically designed to help people understand and apply the practical truths of God’s Word into their lives. Already there have been many remarkable testimonies of what God is doing in people’s lives. The Ellel 365 website has now been completely updated. To take a look for yourself click on the Ellel 365 link on this page.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-588697418895695382?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/588697418895695382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=588697418895695382' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/588697418895695382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/588697418895695382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/03/hope-from-wreckage.html' title='Hope from the Wreckage'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-7574448211931034309</id><published>2011-03-21T19:37:00.000+11:00</published><updated>2011-03-21T19:38:28.311+11:00</updated><title type='text'>God is for You</title><content type='html'>God is for You&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TODAY’S SCRIPTURE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“What shall we say about such wonderful things as these? If God is for us, who can ever be against us?”&lt;br /&gt;(Romans 8:31, NLT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TODAY’S WORD from Joel and Victoria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are many misconceptions about God in the world today. Some people think He’s mad at them, and other’s think He’s keeping a list of all their wrongs. But that isn’t what scripture tells us. Scripture tells us that God is gracious, patient and loving; that He is forgiving and doesn’t treat us as our sins deserve. Scripture tells us that God is for us, and if God is for us, who can be against us?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Think about that for a moment. The same God who created the heavens and earth, the one who spoke the universe into existence and knows everything about you, He is on your side and wants the best for you. I love today’s verse because it is a great reminder that when God is for you, no one can win against you. Not the pain of your past. Not any mistake you’ve made. Not the forces of hell, your worst enemy, a bad economy, a difficult housing market or anything else on this earth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today, instead of dwelling on what you’re not, dwell on what He is — He is faithful, He is loving, He is with you and He is for you! And with God on your side, you are headed for victory all the days of your life!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A PRAYER FOR TODAY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heavenly Father, You are good! Thank You for choosing me and equipping me with everything I need in this life. Thank You for being my Defender, my Hope and my Victory. I bless You and glorify You in all that I do. In Jesus’ Name. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;— Joel &amp; Victoria Osteen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-7574448211931034309?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/7574448211931034309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=7574448211931034309' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7574448211931034309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7574448211931034309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/03/god-is-for-you.html' title='God is for You'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-5923450916868371266</id><published>2011-03-12T19:39:00.014+11:00</published><updated>2011-03-22T18:32:41.210+11:00</updated><title type='text'>180. Mengajar dengan Kuasa - Markus 1:21-28</title><content type='html'>Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, ketika Yesus mengajar, bukan Yesus yg hanya satu-satunya yg menyampaikan Firman Tuhan, karena pada saat itu ada banyak ahli-ahli Taurat, ada banyak orang-orang Farisi dan imam-imam kepala. Dan mereka semua terlibat dalam pengajaran-pengajaran Rohani. Tetapi murid-murid mereka mulai meninggalkan mereka dan datang kepada Yesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sebetulnya, kenapa mereka mencari Yesus? Tetapi, ada ucapan sederhana yg terlontar dari mulut mereka bahwa Yesus mengajar dengan Kuasa. Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kita lihat di Markus 1:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. 22Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka  sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. 23Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: 24"Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." 25Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" 26Roh Jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari daripadanya. 27Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya:"Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya." 28Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa artinya Yesus mengajar dengan Kuasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang yg berpikir bahwa ketika Yesus mengajar dengan Kuasa, berarti Yesus menggunakan pola yang aneh-aneh. Yesus tidak mengajar dengan pola yg aneh-aneh. Saya kuatir bahwa banyak di gereja, mengidentifikasikan suatu kuasa dengan ajaran aneh. Kalaulah kebaktian yg berlangsung hanya biasa-biasa saja, berarti tidak ada kuasanya. Tetapi, bila saat berlangsung, ada orang yg menjerit-jerit/teriak dan lompat-lompat, berarti ada kuasa sedang bekerja di tempat itu. Itu sebabnya, banyak orang yg saat-saat ini tidak sedang mencari Allah, tetapi mencari yg aneh-aneh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, seluruh dunia saat ini sedang menggandrungi ajaran-ajaran aneh. Karena, setan sedang menipu pikiran banyak orang, bahwa aneh berarti tanda bahwa setan sedang bekerja. Justru Kuasa tidak bekerja dengan cara yg aneh-aneh, tetapi dengan cara yg berbeda. Tetapi saya mau beritahu bahwa Kuasa Allah selalu didahului dengan damai sejahtera. Kuasa Allah selalu dinyatakan dengan buah-buah pertobatannya. Makanya Alkitab berkata,"dari buahnyalah dapat dikenal." Nah, sekarang apa artinya mengajar dengan Kuasa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengajar sesuai dengan kehidupan&lt;br /&gt;Artinya, dia melakukan sesuatu sesuai dengan yang dia ajar. Saya khawatir hari-hari ini bahwa banyak orang melakukan sesuatu tidak sesuai dengan yang dia ajar. Inilah yg Alkitab sebut dengan munafik. Yesus bilang,"Kamu seperti kuburan, luarmu terlabur seperti kapur yg putih bersih, tetapi dalammu penuh dengan tulang belulang yg busuk." Hidup Kristen adalah hidup yg tegas, kalaulah kita tidak bisa melakukan apa yg kita ajarkan, maka tidaklah pantas berdiri sebagai seorang pengajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa mengajar dengan kata-kata kosong dan indah, tetapi kehilangan Kuasa. Inilah yg terjadi dengan orang-orang Farisi dan ahli-ahli taurat. Yesus bilang apa? Yesus dengan tegas bilang kepada mereka,"mereka mengajar dengan kata-kata yg indah, ikuti pengajarannya, tetapi jangan ikuti perbuatannya." Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, mengajar dengan Kuasa tidak selalu disertai dengan kuasa dan tanda-tanda heran. Tetapi, mengajar dengan Kuasa berarti kita hidup dengan apa yg kita ajarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yg saya bilang pelayanan yg seimbang. Dunia ini penuh dengan orang-orang yang mengajar, tetapi tidak hidup dengan apa yg diajarkan. Orang-orang sekitarnya bisa bilang, perkataannya indah, tetapi ia sendiri tidak hidup dengan apa yg dikatakan. Tetapi, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, bila kita ikuti dan praktekan apa yg kita ajarkan. Saudara tidak bisa bayangkan, betapa dahsyatnya pengajaran saudara. Mungkin saudara hanya seorang pegawai/pengusaha di tempat kerja saudara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara ngomong tentang Tuhan, tetapi saudara buat apa yg saudara ajarkan, maka dampaknya akan luar biasa sekali. Maka orang-orang di sekitar akan berkata,"orang ini, apapun yg dia katakan, semuanya memiliki kehidupan." Saudaraku, ada banyak orang hari-hari ini, Kekristenan menjadi bahan tertawaan. Karena, ada banyak orang bilang,"Orang ini ngomong tentang Tuhan." Tetapi, perbuatannya sama sekali berbeda dengan apa yg dilakukan, janganlah hati saudara seperti iblis. Janganlah hati saudara penuh dengan dendam, kebencian, memikirkan yg buruk bahkan merancangkan yg jahat buat orang-orang sekitar anda. Inilah yg saya bilang, bermulut manis tetapi berhati setan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengajar dengan memiliki keakraban dengan Allah&lt;br /&gt;Dalam pengajaran Kristus, kita dapat melihat betapa akrabnya Yesus dengan Allah. Apapun yg terjadi? Yesus mengajar dengan keintiman dengan Tuhan. Di sinilah letak persoalannya bahwa orang mengajar Firman Allah, karena mereka duduk di sekolah Teologi/pelayanan. Itu semuanya baik, dan itu semuanya adalah sangat-sangat perlu, tetapi saya mau ingatkan,bahwa mengajar dengan Kuasa, bukan berarti saya tahu/saya baca buku. Saya pelajari bahwa semuanya baik/semuanya sesat. Tetapi, yg saya mau beritahu bahwa pengetahuan yg kita miliki, tidak akan membawah Kuasa dalam pelayanan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, sebaliknya, Kuasa datang karena keakraban kita dengan Allah. Saudara bisa mengajar hal-hal yg baik, melalui buku-buku dan pengetahuan-pengetahuan yg saudara terima. Tetapi, bila saudara tidak memiliki keintiman dengan Tuhan, maka pengajaran saudara menjadi pengajaran yg kosong. Orang-orang Farisi mengajar dengan dahsyat dan luar biasa, tetapi bila tidak memiliki keakraban dengan Tuhan, maka menjadi pengajaran yg kosong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengajar dengan bukti yg jelas&lt;br /&gt;Orang Farisi dapat berkata,"bahwa setan dapat dikalahkan." Tetapi Yesus mengajar dengan bukti bahwa setan dikalahkan. Yesus mengajar dengan bukti yg jelas,"Dia hardik setan dan berkata,"Keluar! Dan setan gemetar ketakutan, dan akhirnya keluar. Orang-orang yg Tuhan pakai adalah orang-orang yg dapat membuktikan imannya. Makanya iman bukanlah suatu kepercayaan di dalam hati. Iman bukanlah suatu yg dapat kita lihat, tetapi iman adalah bukti/sesuatu yg terpancar dalam hati. Karena, orang-orang yg hidup dalam iman, mereka hidup akrab dengan Tuhan. Pelayanannya memiliki hidup yg jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah saudara pelajari, Yusuf walaupun ia difitnah, tetapi apa yg terjadi? Ia tetap membuktikan kebesaran Allah di dalam hidupnya. Inilah bukti kebesaran dan kekuasaan Allah yg jelas. Alkitab bicara tentang Sadrak, Mesakh, Abidnego. Alkitab bicara tentang Daniel. Orang-orang yg menghadapi tekanan dan masa-masa yg sukar, tetapi mereka punya bukti yg jelas. Alkitab bicara tentang seorang yg berhadapan dengan Goliat, yg secara akal manusia sudah tidak mungkin. Tetapi, dengan tegar boleh berkata,"Engkau boleh mendatangi aku dengan tombak dan tebing, tetapi aku mendatangi engkau dengan Allah semesta Alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lain kata, Daud berdiri dengan tegar dan berkata," Allah yg aku sembah adalah Allah yg membuktikan segala KuasaNYA dalam kehidupanku. Alkitab berkata bahwa pengajaran Allah bukan hanya dengan perkataan, tetapi dengan Kuasa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, di dalam Nama Yesus, kami berdoa untuk setiap dari kami, dengan semua beban dan masalahNYA. TuhanKU, mereka rindu dengan Kuasa, perubahan, mujijat dan pemulihan. Hamba berdoa, di dalam Nama Yesus, berkat, mujijat, kuasa dan pemulihan terjadi, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-5923450916868371266?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/5923450916868371266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=5923450916868371266' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5923450916868371266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5923450916868371266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/03/180-mengajar-dengan-kuasa-markus-121-28.html' title='180. Mengajar dengan Kuasa - Markus 1:21-28'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-9144468311462833829</id><published>2011-03-12T18:40:00.000+11:00</published><updated>2011-03-12T18:41:49.157+11:00</updated><title type='text'>Yet Another Earthquake</title><content type='html'>Yet Another Earthquake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“O Lord, we acknowledge our wickedness and the guilt of our fathers; we have indeed sinned against you.” &lt;br /&gt;Jeremiah 14:25, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Throughout Scripture there is a constant pattern - forgiveness, restoration and healing always begin with confession and repentance. Isaiah said it as it is when he wrote to God’s people, “Come now, let us reason together,” says the Lord. “Though your sins are like scarlet, they shall be as white as snow” (Isaiah 1:18). And how do we get to that place of being cleansed so we can be white as snow? The first step is always to follow Jeremiah’s teaching and acknowledge our sin - or “our wickedness and the guilt of our fathers” as he expressed the condition of the people of Judah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But how do people get to that place of acknowledging their sin if, as has happened in most nations of the world, respect for the Word of God is no longer part of the structure of either society or government? For once people’s consciences are so seared that they feel they can ignore the Word of God, and even be scornful of those who still respect it - as has happened in some recent legal judgments in the United Kingdom - it is only when their very lives are under threat that people may once again consider that there is a God in heaven and start to think about what their first encounter with the Almighty could be like.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are living in days that truly are like the days of Noah - when the world has rejected both the love and authority of the living God and has gone into great apostasy. God still loves every single one of us, but how can He get our attention in days when the world’s noise has drowned out the voice of faith. You cannot trust in a God whose existence you don’t recognise, you don’t know or you can no longer hear! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you are in a noisy place you need to speak louder in order to be heard. It seems as though this is what God is doing. He is speaking louder than He has ever done. I am actually writing these words as I watch the terrible news of another massive earthquake and tsunami that has devastated regions of Japan. The rest of the Pacific region is waiting to see what will happen next as the tsunami speeds on across the Pacific ocean. It’s too early to tell what the cost will be in loss of human life, but it cannot be small. New Zealand is only just beginning to recover from the massive earthquake at Christchurch which claimed the lives of hundreds - at the same time as the memories of thousands dying in Haiti are still fresh, and the Haitians are still experiencing daily the consequences of what happened to them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The prophecies of Matthew 24 are being fulfilled at every turn and we know Jesus said that when these things happen they “are the beginnings of the birth pangs” (Matthew 24:8) of the coming days when the Earth groans under the strain of man’s rebellion and we know that the days are hastening on towards that glorious day when Jesus comes again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What shall we do? Our heart goes out in deep compassion for the people caught up in the disaster and we need to be in intercessory prayer for all involved. But in the midst of it all the Word of God once again speaks through the earthquakes, tsunamis and all the storms of life to say, “Seek the Lord while He may be found. Call on Him while he is near” (Isaiah 55:6). When God speaks it’s our responsibility to listen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Lord, we pray today for everyone who is caught up in the disasters the world is facing. May you be the comfort that the bereaved and the suffering need. And in the midst of it all may there be those who hear your voice above the world’s noise and turn to you in repentance to receive forgiveness and eternal life. In Jesus’ name, Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Peter Horrobin Peter Horrobin is the Founding and International Director of Ellel Ministries. He has now written and is currently developing Ellel 365 – a completely new online training school. This is specifically designed to help people understand and apply the practical truths of God’s Word into their lives. Already there have been many remarkable testimonies of what God is doing in people’s lives. The Ellel 365 website has now been completely updated. To take a look for yourself click on the Ellel 365 link on this page.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-9144468311462833829?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/9144468311462833829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=9144468311462833829' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/9144468311462833829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/9144468311462833829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/03/yet-another-earthquake.html' title='Yet Another Earthquake'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-1165345118766053420</id><published>2011-03-12T16:39:00.013+11:00</published><updated>2011-03-13T20:03:35.978+11:00</updated><title type='text'>179. Yesus dan murid-muridNYA - Markus 1:14-20</title><content type='html'>Markus 1:&lt;br /&gt;14Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan injil Allah, 15kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" 16Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. 17Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." 18Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. 19Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. 20Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, di sini kita perhatikan Yohanes sebagai jalan pembuka bagi Tuhan Yesus. Meskipun Yohanes ditangkap, injil tetap jalan terus. Karena itu, meskipun seluruh Alkitab di muka bumi dibakar, meskipun seluruh gereja di muka bumi dihancurkan, meskipun semua pendeta yg ada di muka bumi dibunuh. Tetapi pekerjaan Tuhan akan jalan terus. Karena, Yesus adalah tetap Tuhan di atas segala Tuhan dan Raja di atas segala Raja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang saat itu mungkin berpikir bahwa bila Yohanes ditangkap, maka pemberitaan injil terhenti.Kita lihat bahwa setelah Yohanes ditangkap, Alkitab berkata,"Datanglah Yesus ke Galilea, dan berkata "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat,  Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Bukan hanya itu, Yesus mulai memilih murid-muridNYA. Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kita akan bahas, bagaimana kita dapat menjadi murid Yesus Kristus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menjadi murid Yesus adalah Anugrah&lt;br /&gt;Kita pelajari di sini, ada dari mereka yg sebagai penjala ikan. Kita pelajari di sini, ada dari mereka yg sedang berkumpul dengan ayahnya. Yesus tidak menyelidiki mereka terlebih dahulu, siapa itu mereka, apa latar belakang mereka, apa kemampuan-kemampuan mereka, apa talenta-talenta yg ada di dalam mereka. Mereka tidak ditanya,"apa kemampuan rohani mereka, mereka tidak disuruh mengisi berbagai pertanyaan di dalam suatu formulir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus tidak tanya mereka secara khusus, urapan apa yg mereka miliki sebetulnya, dan berbagai hal seperti masa lalu mereka buruk/tidak? Yesus tidak melakukan interview/ wawancara terlebih dahulu. Karena, menjadi murid Yesus adalah anugrah, dan Yesus dengan tegas berkata,"bukan kamu yg memilih Aku, tetapi Akulah yg memilih kamu. Berarti, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, dalam hidup ini tidak ada suatupun yg dapat dibanggakan. Di sisi lain, kita juga engga perlu minder/kecil hati, kenapa? Karena kita menjadi murid Yesus adalah anugrah. Kalau kita menyadari bahwa menjadi murid Yesus adalah anugrah, sudah seharusnya kita bersyukur, sudah seharusnya kita bersorak, bersuka cita dan memberikan yg terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bukan karena saya hebat, bukan karena saya memiliki karunia yg lebih. Atau karena Tuhan ingin saya masuk neraka dan kesengsaraan. Tetapi Tuhan selalu bermaksud untuk menyelamatkan saya dan mengangkat saya, dan melalui saya Tuhan dapat melakukan perkara-perkara besar bagi Dia. Berarti, bila kita telah menerima anugrah itu, janganlah menjadi orang yg diam/bisu. Tetapi, berani untuk mengabarkan injil, bersaksi akan apa yg Tuhan telah kerjakan dalam hidup saudara. Bisa saja engkau ditolak orang/engkau dimarahi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, bila kita menyadari bahwa ini adalah Anugrah dan Kasih yg besar dari Allah, maka saya tidak akan main-main. Tetapi, saya akan kerja keras sebagai respon dari cinta dan anugrah Allah yg telah saya terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjadi murid Yesus harus berani meninggalkan segalanya&lt;br /&gt;Ada banyak orang yg ingin menjadi murid Yesus, tetapi tetap merokok. Mau menjadi murid Yesus, tetapi hidup berzinah, pulang pergi diskotek. Mau jadi murid Yesus, tetapi tidak mau tinggalkan judi dan kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Tetapi saya ingatkan buat saudara bahwa orang-orang yg dipilih untuk menjadi murid Yesus adalah orang-orang yg berani untuk meninggalkan segala-galanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa bayangkan, seandainya Petrus dan Andreas dipanggil Yesus. Dan, apa yg terjadi, bila respon mereka,"tunggu yah, ...3 hari lagi saya baru selesai!" Saya percaya bahwa Yesus tidak akan tunggu. Tetapi, apa yg terjadi? Petrus dan Andreas tinggalkan segala sesuatunya. Mereka tinggalkan perahu dan jalanya dan mereka pergi mengikuti Yesus. Kita tidak akan menjadi murid Yesus yg setia, kalau kita engga berani meninggalkan segalanya. Apakah itu berarti bahwa kita perlu untuk jual rumah saya, mobil saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan itu maksudnya, tetapi kita harus berani meninggalkan segala sesuatunya bila itu melebihi Tuhan. Kita harus berani meninggalkan segalanya selama pikiran dan hati kita terus menerus tertuju kepada itu. Segala sesuatu yg telah melebihi cinta kita kepada Tuhan, itu berarti telah menjadi berhala di dalam hidup kita. Waktu kita menjadi murid Yesus, hati &amp; pikiran kita hanya tertuju kepadaNYA, sehingga kemuliaan Allah dapat bekerja di dalam hidup kita, haleluya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menjadi murid Yesus harus setia&lt;br /&gt;Menjadi murid Yesus, kita selalu dihadapkan dengan banyak tantangan. Tetapi, di sisi yg lain, kita banyak melihat berkat dan kuasa Allah. Nah, kunci untuk dapat meraih berkat Allah di tengah tantangan-tantangan yg besar, kunci itu adalah kesetiaan. Kesetiaan dapat membuat kita bersuka cita di masa-masa yg sukar. Yesus tidak janjikan berkat, Yesus tidak janjikan kemana Ia pergi, tetapi Yesus bilang,"Ikutlah Aku!" Dalam bagian lain, ada seorang yg bertanya kepada Yesus, engkau mau kemana,"Yesus jawab, serigala punya liang, burung di udara punya sarang, tetapi Anak Manusia tidak punya tempat untuk meletakkan kepalaNYA." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, bisa saudara bayangkan bahwa seseorang mengajak anda, dan itu untuk seumur hidup mereka. Petrus dan Yohanes diajak Yesus,"Ikutlah Aku!" Dalam hal ini dibutuhkan orang-orang yg setia. Saya tahu bahwa saya berjalan dengan Tuhan. Oleh karena itu saya selalu ingatkan, kita perlu tahu dengan siapa kita berjalan, karena berjalan dengan Yesus Kristus, jalan kita adalah jalan yg pasti penuh dengan kemenangan, haleluya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, dalam Nama Yesus, Anugrah dan KasihMU luar biasa, itu sebabnya hamba berdoa, di dalam Nama Yesus, biarlah mujijat dan KuasaMU terjadi, kemenangan besar dapat mereka raih, sehingga melalui program ini, kami diteguhkan dan kami melihat Kemuliaan Allah dalam hidup kami, dalam Nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur, haleluya, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-1165345118766053420?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/1165345118766053420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=1165345118766053420' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/1165345118766053420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/1165345118766053420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/03/179-yesus-dan-murid-muridnya-markus-114.html' title='179. Yesus dan murid-muridNYA - Markus 1:14-20'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-5288169208123019256</id><published>2011-03-11T21:38:00.000+11:00</published><updated>2011-03-11T21:39:03.084+11:00</updated><title type='text'>Don’t Fret</title><content type='html'>Don’t Fret&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Do not fret or have any anxiety about anything, but in every circumstance and in everything, by prayer and petition (definite requests), with thanksgiving, continue to make your wants known to God."&lt;br /&gt;Philippians 4: 6, Amp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I can almost hear the sighs! It’s all right for you, Paul, telling us not to fret or be anxious, you have no idea what it is like trying to live in the 21st century. This is true, but we have to remember that Paul was writing this from his prison cell in Rome, chained to a Roman soldier, and never knowing from one day to the next when he might be put to death. Amazingly, the whole letter to the Philippians is full of joy and Paul’s positive attitude to life. Despite the fact that he knew he might die at any moment – or perhaps because of that – he was filled with rejoicing and praise for his beloved Saviour and he never allowed worry to come between them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One of the biggest hindrances to our relationship with God is that we worry about our day-to-day problems – the many different things which crop up at work, or at home, or at Church. It is said about some people that they are never happy unless they have something to worry about! But in today’s verse, Paul tells the Philippians not to be worried about anything, but to focus on Jesus. I was interested to discover that the Greek word for worry is merimnao which comes from another Greek word: merizo, meaning “to divide in parts”. We want to focus on God but are unable to, because all our daily concerns divide our minds and cause us to be distracted.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Luke’s Gospel (chapter 10: 38 – 42), we read of Jesus’ first visit to the house in Bethany. Martha is ‘anxious and distracted by much serving’ and Mary, instead of helping her sister, is sitting quietly at Jesus’ feet building her relationship with Him. When Martha protests to Jesus, He tells her she is worried and troubled about many things, but that Mary has got the right idea. I can imagine Martha getting inwardly furious “How can He say she is right? Here am I slaving away, trying to prepare a meal for Him and all those others who came with Him. I need help!” But Jesus is saying, “Focus on Me first, get your priorities right, and then the other things will seem less complicated and less challenging.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So often we stumble off into a new day without finding time to spend with Jesus and allowing Him to calm our minds. It may mean getting up a little bit earlier, but just being quiet with our Friend and putting ourselves into His hands, helps to get things into perspective, our priorities sorted, and even a really busy day then seems to run more smoothly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Dearest Father, Thank You that You are concerned about even the trivialities of my life, such is Your love for me. Please help me to place the concerns of each day in Your loving hands, knowing that You care about each one of my concerns and that You will guide me through them. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Angela Weir Angela Weir has been associated with Ellel Ministries from the very beginning, first as an associate member of the ministry team and later as an associate teacher. She trained as an actress and after her marriage and move to Cumbria, taught drama in a girls’ school.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-5288169208123019256?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/5288169208123019256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=5288169208123019256' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5288169208123019256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5288169208123019256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/03/dont-fret.html' title='Don’t Fret'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-7381405466906030420</id><published>2011-03-07T20:09:00.000+11:00</published><updated>2011-03-07T20:10:36.193+11:00</updated><title type='text'>How will I cope?</title><content type='html'>How will I cope?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...being confident of this, that he who began a good work in you will carry it on to completion until the day of Christ Jesus. "&lt;br /&gt;Philippians 1: 6, NIV &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My son, Isaac, was 5 years old when he suddenly declared to me that he wouldn’t be going to Middle School! When I asked why, he informed me that the days were too long, there was too much homework and he was never ever going to remember where all the classes were! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isaac had watched his older brother adjust to the change in school and had decided, from his 5 year old perspective, that this was not something that he could cope with. He didn’t seem to understand that there were another 6 years of maturing, growing, developing and preparation that would happen before he would ever have to cope with such a big change.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometimes I think we can be just like this. How many times do we look ahead at something and wonder how we will cope? For some there can be fear and anxiety of the future as we look at the real (and enemy-created) mountains that lie ahead… and the same cry comes from our hearts “But how will I cope?”. We sit down on the inside at the prospect of what lies ahead and simply decide in our hearts we can’t do it. It is just too much!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Others look at the future with a confidence and strength, not truly in the Lord, but rather in themselves. They have become their own protector and so anything laid in their path is simply a challenge that they can conquer. They know they will cope… because they have to! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neither way is the Lord’s way. He sets a path ahead for us that is perfect for our lives. He knows all the struggles and ‘mountains’ we will face and if we yield our hearts to Him, He will prepare us and strengthen us for each task. We don’t need to look ahead with fear or with ‘soulish’ determination, we can simply know that God will mature us and prepare us for all that we have to walk through, if only we allow Him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Lord Jesus, thank You that as I offer my life to You, You take my life and You work in Your timing and in Your way to bring maturity and growth. It isn’t my job to do this, Lord. I can trust all of my future into Your hands and know that as I draw close to You and Your heart, You will work Your transformation and growth in my life. You alone will prepare me for all that lies ahead and I don’t need to have my ‘cope’ plan in place. Lord, thank You for the peace and rest that this brings to my heart – to simply know You are in charge. In Jesus’ name, Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Cath Taylor Cath Taylor joined the Ellel Grange team back in 1992. Cath is married to Andy and they have three sons; Jake, Ben and Isaac. Together, Andy and Cath now live&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-7381405466906030420?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/7381405466906030420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=7381405466906030420' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7381405466906030420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7381405466906030420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/03/how-will-i-cope.html' title='How will I cope?'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-4585369430431664044</id><published>2011-03-06T19:26:00.024+11:00</published><updated>2011-03-07T19:53:18.227+11:00</updated><title type='text'>178. Percobaan di padang gurun - Markus 1:12-13</title><content type='html'>Markus 1:&lt;br /&gt;12Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. 13Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, buat orang yg tidak begitu mengerti, ia akan melihat ayat ini sebagai suatu kontroversi, mengapa? Karena di satu sisi dikatakan Roh yg memimpin Yesus. Kita terbiasa dengan satu pengertian bahwa Roh yg memimpin Yesus, biasanya adalah Roh yg membawa pada suatu kemenangan, Roh yg memimpin Yesus pada suatu mujijat dan perkara besar, berkat-berkat dan Kemuliaan yg luar biasa. Tetapi ayat di atas adalah suatu perbedaan yg jelas, karena dikatakan,"Roh memimpin Yesus ke padang gurun." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bukan hanya padang gurun biasa, tetapi ada iblis yg mencobai. Dan bukan hanya ada iblis, tetapi juga ada binatang-binatang liar yg berkeliaran di sana, itu kata Alkitab. Berarti pertanyaan kita, Roh apa sebenarnya yg memimpin Yesus? Kalaulah Roh Kudus, masa sih Roh kudus pimpin Yesus ke padang gurun dan pencobaan, masa sih Roh Kudus pimpin Yesus dan menempatkan Yesus di antara binatang liar, masa sih Roh Kudus sedemikian keras dan sadisnya. Persoalannya adalah sebenarnya dengan diri kita sendiri yg mempunyai asumsi bahwa Roh Kudus tidak akan membawa kita pada pencobaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hamba Allah saya mau ingatkan bahwa pencobaan itu baik untuk kedewasaan iman kita, pencobaan itu baik agar kita selalu rendah hati dan bergantung terus sepenuhnya kepada Tuhan. SaudaraKU yg kekasih dalam Tuhan, Roh Kudus memimpin Yesus ke padang gurun untuk dicobai. Kalau kita menyadari bahwa Yesus sendiri yg adalah Tuhan di atas segala Tuhan dan Raja di atas segala raja, pemegang segala kuasa di bumi dan di sorga dicobai. Maka siapakah kita yg ingin mendapatkan pengecualiaan? Yang Yesus sendiri menghadapi pencobaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang saat menghadapi pencobaan, dia ingin cepat-cepat lari. Tapi, pencobaan dari Allah selalu memiliki maksud dan rencana Tuhan di dalamnya. Ada beberapa pengertian, mengapa orang benar/kudus saat dicobai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Roh Kudus selalu memimpin&lt;br /&gt;Ada banyak orang saat dicobai, dia selalu berdoa,"Tuhan, kenapa Engkau selalu meninggalkan aku, kenapa Engkau selalu membiarkan Aku?" Ada banyak orang yg berpikir bahwa awal dari pencobaan adalah akhir dari penyertaan Kristus. Dan itu adalah pandangan yg sangat keliru, karena Kristus selalu menyertai kita di tengah-tengah pencobaan. Pencobaan bukan tanda bahwa Roh Kudus tidak menyertai dan memimpin kita. Tetapi Roh Kudus yg selalu memimpin kita ke dalam pencobaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, adalah apakah perhatian kita tertuju pada pencobaan, masalah/kesulitan. Atau sebaliknya, apakah kita selalu menanti dan menunggu Suara dan Kasih Tuhan yg selalu menuntun dan membimbing kita. Tetapi saat kita dicobai, bila kita tetap berhubungan akrab dengan Tuhan, kita bisa dengar suara Tuhan dan merasakan tuntunan Tuhan dan mengalami kehangatan Tuhan yg selalu menyertai kita. Maka, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kita engga pernah perlu untuk takut lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila setan berbisik pada kita,"kamu engga akan bisa menang, kamu engga akan bisa keluar dari masalah ini, dan Tuhan sudah tinggalkan kamu!" Tetapi, hari ini saya mau beritahu meskipun rumah tanggamu di ambang perceraian, atau keadaan ekonomi mu sedang jatuh sama sekali, atau engkau sedang difitnah orang, dan engkau sedang terancam di phk di kantormu, atau mungkin engkau sedang ada perkara di dalam pengadilan. Sebagai hamba Allah saya mau ingatkan, meskipun engkau sedang di dalam pencobaan seperti itu, janganlah engkau lemah/patah semangat, karena Roh Kudus yg akan selalu pimpin hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Seringkali saat kita mengalami pencobaan, kita tidak melihat waktu yg singkat&lt;br /&gt;Mungkin kita sudah berdoa karena anak anda sakit, kemudian ada masalah lagi datang, terus menerus dan bertumpuk-tumpuk. Sekali lagi saya mau tegaskan bahwa saat kita mengalami pencobaan, kita tidak melihat waktu yg singkat, karena Yesus sendiri dicobai selama 40 hari lamanya. Tetapi saya mau ingatkan bahwa pencobaan-pencobaan yg datang itu tidak akan melebihi kemampuan kita. Tetapi, setiap pencobaan yg datang dapat kita selesaikan melalui KuasaNYA yg besar. &lt;br /&gt;Karena itu, tetaplah sabar. Meskipun tidak semuanya masalah kita selesai. Selalu mengucap syukur pada Tuhan, karena Tuhan sedang mendidik kita menjadi lebih dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Saat pencobaan datang, seluruh Malaikat Sorga menyertai kita&lt;br /&gt;Karena itu, dengan tegar kita dapat berkata,"bahwa yg menyertai kita lebih banyak daripada yg melawan kita." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, terima kasih buat saat ini, terima kasih untuk AnugrahMU. Saat ini hamba berdoa untuk mereka yg sakit, berbeban berat, di dalam Nama Yesus Tuhan jamah, sehingga kesembuhan terjadi, pemulihan terjadi, berkat dan kebangkitan iman boleh berlaku di dalam UmatMU. Di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-4585369430431664044?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/4585369430431664044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=4585369430431664044' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4585369430431664044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4585369430431664044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/03/178-percobaan-di-padang-gurun-markus_2808.html' title='178. Percobaan di padang gurun - Markus 1:12-13'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-2409196809082201648</id><published>2011-02-28T20:17:00.000+11:00</published><updated>2011-02-28T20:18:13.272+11:00</updated><title type='text'>Run into His Arms</title><content type='html'>Run into His Arms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“So he got up and went to his father. But while he was still a long way off, his father saw him and was filled with compassion for him; he ran to his son, threw his arms around him and kissed him.”&lt;br /&gt;Luke 15:20, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our son, Kyle, attends a group called ‘Messy 2s’ for two hours every Wednesday, where he is left with some brave and capable workers who care for sixteen two-year olds in a melee of paint, water, sand and other fun things. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although I enjoy some peace and quiet at home during this time, the biggest joy for me is the special moment when I return to take him home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At 3pm the children are let out and my view of the room blurs into only one face. My son, running, arms wide-open, straight towards me with a look of pure delight on his face. I bend down and receive him into my open arms as though we have been separated for days not hours. I lift him up and hug him long and hard as he starts to tell me of all the fun that he has had, including any trouble he may have got into.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As I was waiting this week, I found myself considering how I would feel if Kyle didn’t run to me but hid away or held back, reluctant to come and receive my love. As I pondered this, my heart began to ache. What a sadness that would be to me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It reminded me of this wonderful story of a Father who is awaiting our response to His unconditional love – arms outstretched, ready to receive us. Why then, do so many of us respond to Him with reservations, holding back from receiving the fullness of his love? Is it because of our guilt and shame? Is it because we don’t think we have done enough to earn it?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We should not let out past mistakes, wrong behaviours or messy lives prevent us from receiving the fullness of God’s love. We need to come to him with an open and honest heart, ready to confess and repent but doing it from a place of a loving embrace of a Father that has waited ever so patiently for us. Not doing so only hurts the heart of God. Just as my heart ached at the very thought of Kyle not running to me, God’s heart aches for each and every one of us who hold back from receiving His love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you really want to please God, this is the way to do it. Just run, arms open wide, vulnerable and totally honest, into His loving arms and receive all that He has for you. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Father God, help me to open my heart completely to You and accept Your love. I’m sorry that I’ve saddened You by holding back in areas of my life because I thought they were too dirty or messy for You. I want to open my whole heart to You and know Your love in the very depths of my heart. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Lindsey Hanekom Lindsey Hanekom has worked at all of our UK centres over the years and is now settled at Ellel Scotland with her husband, Johann and their young son, Kyle. She is part of the Ellel 365 Team as well as being responsible for the marketing and publicity for Blairmore. Alongside these roles, Lindsey is a valued teacher who has a real heart to see people move into the fullness of life and to discover their full and true identity in God.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-2409196809082201648?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/2409196809082201648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=2409196809082201648' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2409196809082201648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2409196809082201648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/02/run-into-his-arms.html' title='Run into His Arms'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-8354022366629001210</id><published>2011-02-27T13:26:00.001+11:00</published><updated>2011-02-27T13:26:42.587+11:00</updated><title type='text'>Check out your inheritance</title><content type='html'>Check out your inheritance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"For you know what was paid to set you free from the worthless manner of life handed down by your ancestors. It was not something that can be destroyed, such as silver or gold; it was the costly sacrifice of Christ, who was like a lamb without defect or flaw."&lt;br /&gt;1 Peter 1:18-19, GNB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everyone likes the idea of a big inheritance. Suddenly finding that we are the principle beneficiary in the will of some distant and forgotten relative is the stuff of dreams. Who knows what treasure might be waiting to be handed down to us at some unexpected moment in the future?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But the Bible reminds us of another sort of inheritance, which could be having a serious consequence in our lives, one that is not necessarily good for us. Many passages of Scripture tell us that there is a spiritual legacy that is handed down from our ancestors and this can have a powerfully negative effect on us if the lives of our forbears were not in line with God. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God’s plan for us was to pour spiritual blessing down the family line as our forebears walked in covenant with Him, through their surrender to Jesus Christ. This was intended to give us a sound foundation to our lives from which we could also walk in obedience to the commands of God. Unfortunately, for many of us, that flow of godly inheritance got distorted and defiled by the sinfulness of those that have come before us and also, of course, through our own sin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But there’s good news! Jesus has cleaned up our inheritance, not by some financial deal, but through His being both a sacrifice and a scapegoat on the cross. We can appropriate that cleansing today by acknowledging the sin of our forbears, forgiving them for the effect of the defiled inheritance on our lives and by choosing to receive the new inheritance that has been declared for all those who are part of God’s family, through receiving Jesus. This really is worth having!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Father God, I forgive my forbears for defiling the spiritual inheritance of blessing that You have wanted me to receive. I confess that I have also added my own sinfulness. Thank You that, through Jesus Christ, I can be cleansed from all that has been spiritually harmful to me and I can lay claim to a new family legacy. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : David Cross David Cross is now the Western Europe Director of Ellel Ministries. He trained as an engineer, built bridges in Hong Kong and ran a ski school in Scotland before he and his wife Denise joined Ellel Ministries in 1993. His recent books on Soul-Ties and Covering are already best-sellers.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-8354022366629001210?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/8354022366629001210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=8354022366629001210' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/8354022366629001210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/8354022366629001210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/02/check-out-your-inheritance.html' title='Check out your inheritance'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-9077064677762659116</id><published>2011-02-26T08:42:00.020+11:00</published><updated>2011-02-26T17:33:40.852+11:00</updated><title type='text'>177. Yesus dibaptis Yohanes - Markus 1:9-11</title><content type='html'>Bagi banyak orang, ini merupakan suatu pertanyaan? Bukankah biasanya orang dibaptis untuk pengampunan dosa. Lalu pertanyaannya? Kenapa Yesus dibaptis. Kalaulah Yesus dibaptis, berarti Yesus hidup juga di dalam dosa, dan termasuk orang berdosa. Nah, kenapa Yesus dibaptis? Akhirnya ada orang yg berkata,"itu merupakan tanda bahwa Yesus hanyalah manusia biasa, Yesus hanyalah nabi, oleh karena itu Yesus juga harus dibaptis. Mari kita lihat Markus 1:&lt;br /&gt;9Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. 10Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. 11Lalu terdengarlah suara dari sorga:"Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, justru di sinilah kita melihat Kuasa Tuhan Yesus, justru di sinilah kita melihat keAllahan Yesus. Ketika Ia dibaptis, maka suara itu Yesus dengar,  "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, berarti pelajaran apa yg bisa kita pelajari dari peristiwa pembaptisan Kristus ini, dimana Allah sendiri berkata,"Anak yg Kukasihi dan kepadaMulah Aku berkenan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melalui BaptisanNYA, Yesus menyatakan kerendahan hatiNYA&lt;br /&gt;Kalau kita membaca dari injil yg lain, Yohanes berkata,"Jangan Engkau yg dibaptis, karena akulah yg seharusNYA dibaptis oleh Engkau. Tetapi, Yesus justru menegaskan kepada Yohanes dan berkata,"biarlah kita melakukannya untuk menggenapkan Firman Allah." Karena Yesus juga berkata,"bahwa Anak Manusia datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat, tetapi untuk menggenapiNYA." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sebenarnya Yesus tidak perlu dibaptis, yg lagipula Yohanes itu hanya sepupuNYA dan hanya seorang Nabi. Yesus mau merendahkan diriNYA untuk dibaptis, berarti baptisan Yesus bukan berarti bahwa ini adalah pengampunan dosa, karena Yesus adalah Allah sendiri, Yesus tidak pernah berbuat dosa. Tetapi, keputusanNYA dibaptis untuk merendahkan diri, merendahkan kehidupan dan hatiNYA, Yesus membuktikan kepada dunia bahwa tidak ada yg perlu dibanggakan oleh manusia di dunia ini. Yesus sendiri yg adalah Tuhan di atas segala Tuhan dan Raja di atas segala Raja, mau merendahkan hati, mau merendahkan diri dan hidupNYA, apalagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat bahwa dunia ini dipenuhi dengan banyak kesombongan. Dimana-mana kita jumpai orang hidup di dalam kesombongan. Masing-masing merasa bahwa dirinyalah yg terbaik dan paling hebat. Masing-masing merasa bahwa dirinyalah yg paling mampu, kuat dan yg paling segala-galanya. Karena itulah kita lihat tingkat perceraian semakin tinggi, tingkat perkelahian pelajar menjadi begitu tinggi. Kenapa? Karena itulah masing2 merasa yg paling baik dan benar. Di mana-mana selalu ada tekanan dan rekayasa, tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa sayalah yg paling penting dan punya kuasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai damai, yg dibutuhkan adalah sikap kerendahan hati. Karena, bila seorang mau merendahkan hati, merendahkan diri dan mengakui kelemahan dan kekurangannya. Maka, di situlah mulai terjalin cinta, kasih, persamaan dan kekuatan. Kenapa? Karena, masing-masing kita mau merendahkan diri. Saudaraku yg kekasih di dalam Tuhan, Yesus yg adalah Tuhan di atas segala Tuhan dan Raja di atas segala Raja, menunjukkan kepada setiap orang bahwa hidup Kristen yg sebenarnya bukanlah hidup kesombongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, Alkitab dengan jelas berkata,"Allah benci orang-orang sombong." Orang sombong engga bisa bahagia dengan hidupNYA. Orang sombong bisa sukses, orang sombong bisa punya kekayaan dan perusahaan. Orang sombong bisa menikah dan rumah yg hebat. Tetapi saya mau beritahu, Ia tidak akan pernah bahagia dalam hidupnya. Kalaupun ia menikah, pernikahannya akan penuh dengan air mata. Kalaupun ia memiliki perusahaan, perusahaannya akan memiliki banyak keributan, kekacauan. Karena orang sombong dalam hidupnya tidak akan memilik damai sejahtera. Oleh karena itu saya tekankan pada hari ini. Orang percaya harus terus berjalan dalam kerendahan hati, karena kita ingat bahwa sesuatu yg kita miliki semuanya adalah anugrah Tuhan, semuanya adalah karena belas kasihan Tuhan dan sayangnya Tuhan atas hidup kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Karena melalu baptisan Yesus menunjukkan ketaatan&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, ketaatan tidak menunjukkan suatu logika. Kenapa?&lt;br /&gt;Karena bila kita tahu bahwa ini adalah perintah Tuhan, kita engga perlu lagi berpikir saya mampu/tidak mampu, bisa/tidak bisa. Kalau saya tahu bahwa ini adalah perintah Tuhan, berarti ini hukumNYA wajib. Alkitab berkata,"Kuduslah kamu, sebab kamu kudus." Kemudian ada yg berkata,"lho saya kan masih muda, kalo saya melakukan hubungan suami istri di luar nikah, itu normal...karena kita memakai logika kita di tengah kehidupan yg modern ini. Perintah-perintah Tuhan harus kita masak/olah/pikirkan lagi, apakah itu bisa dilaksanakan atau engga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, Perintah Allah bukanlah sesuatu yg harus kita tawar dan pikirkan lagi. Semua perintah Tuhan harus kita taati, karena semua yg diperintahkan Tuhan. Tuhan buktikan lewat Kuasa Roh KudusNYA, bahwa selama kita taat. Kalau saja kita mau setia, Roh Kuduslah yg akan memberikan kemampuan buat kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Karena dalam BaptisanNYA, itu menunjukkan kesiapan Yesus untuk bekerja sama&lt;br /&gt;Seringkali kita berpandangan, kalau saya bukan dia, kalau dia bukan saya. Maka kita engga bisa bekerja sama. Tetapi kita bisa lihat bahwa Yesus adalah Allah sendiri, sedangkan Yohanes adalah nabi. Tetapi, mereka bisa bekerja sama. Hari ini saya mau ingatkan, bila kita mau bergandengan tangan dan bekerja sama, maka pelayanan Yesus akan tetap kuat senantiasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa kami berdoa untuk kami semua yg rindu untuk menjadi Anak Allah yg berkenan dan dikasihi oleh Tuhan, tolong kami, sehingga kami selalu memiliki kerendahan hati dan hidup di dalam ketaatan. Kami berdoa, agar tidak lagi ada perpecahan, tetapi selalu ada kerukunan, kami mau bekerja sama agar pekerjaan Tuhan terus berjalan sesuai dengan kehendakNYA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-9077064677762659116?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/9077064677762659116/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=9077064677762659116' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/9077064677762659116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/9077064677762659116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/02/177-yesus-dibaptis-yohanes-markus-19-11_6653.html' title='177. Yesus dibaptis Yohanes - Markus 1:9-11'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-2213513535695190360</id><published>2011-02-23T20:37:00.000+11:00</published><updated>2011-02-23T20:50:33.277+11:00</updated><title type='text'>Jesus our helper</title><content type='html'>Jesus our helper&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"And He said to them, ‘Cast the net on the right side of the boat and you will find some.’ Therefore they cast the net and now they no longer had the strength to draw it in because of the large number of fish."&lt;br /&gt;John 21:6, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The disciples had been fishing all night long. Tired, exhausted, frustrated, disappointed and discouraged, and, I guess, with an empty stomach and hungry, they came back to the shore. And there Jesus, whom they didn’t recognise at the time, asks them the ‘inspiring and encouraging’ question: ‘Friends haven’t you any fish?’ And He told them to throw out the net once more on the right side. In the end they caught 153 fish; the number of varieties of fish said to be in the Sea of Galilee at that time. After this miracle they finally recognised Jesus and when they came ashore He had already prepared their breakfast.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You remember that Peter had such an experience once before, at the time when Jesus commissioned him in Luke 5:1-11. Peter was an experienced fisherman and yet they hadn’t caught a single fish all night. And there came this ‘inexperienced stranger’ telling them what to do. I believe it was due to the powerful message of Jesus Peter had just listened to that he was willing to cast the net once more on the right side upon Jesus’ word. And then it was Jesus who added the miracle to Peter’s obedience. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometimes we feel discouraged and weighed down like the disciples when nothing seems to work properly and when the fruit of our labour is missing or doesn’t seem to be visible. In such times we can so well identify with the prophet in Isaiah 49:4 who said: ‘I have laboured to no purpose; I have spent my strength in vain and for nothing. Yet what is due to me is in the Lord’s hand and my reward is with my God.’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is in those times when it looks most bleak that God is just about to come through on our behalf. When we feel most weak and inadequate for the task ahead He will come through to be our strength and provider, performing miracles way beyond our ability or expectation. What a privilege that we can ask our Heavenly Father for His provision and His perspective of things. And He will provide and answer time and time again, and give us His strategy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s not always easy to trust, especially if God seems to ask us the impossible. But as we dare to step out and experience His faithfulness our trust will grow step by step. Like the first time when they had fished all night in vain the disciples dared this time to step out once more upon Jesus’ word. They cast the net on the right side, and the rest was Jesus’ doing. When they came ashore Jesus ministered His food and love to them. May this be an experience we can have time and time again with our Lord. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Dear Heavenly Father, thank You that You have never ever let me down. Thank You that You always came through on my behalf at the right time and in the right way. I want to trust You for the way ahead and the task You’ve set before me. Upon Your word I want to move and be obedient in the things You’ve asked me to do. Thank You that You have provided me with everything I need to walk the walk. When I am at the end of myself You are just about to begin. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Andreas Hefti Andreas Hefti leads the work of Ellel Ministries in Germany. Andreas grew up in Switzerland, where he studied geography and classical archaeology and afterwards worked as a town planner. In 1998 he attended the the 9 week Flagship Programme with Ellel Ministries in England and joined Ellel to work in their headquarters at Ellel Grange for eight years. From 2003 he has been setting up the Modular School for Healing, Deliverance and Discipleship in Altensteig (South Germany). It is his desire to prepare the Body of Jesus for the days to come and to see believers being set free into a deeper intimacy with Jesus and the Father and into a deeper fulfilment in life as well as growing into their calling and destiny.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-2213513535695190360?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/2213513535695190360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=2213513535695190360' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2213513535695190360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2213513535695190360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/02/jesus-our-helper.html' title='Jesus our helper'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-1794649850899991202</id><published>2011-02-21T20:06:00.012+11:00</published><updated>2011-02-22T20:30:45.872+11:00</updated><title type='text'>176. Bertobatlah - Markus 1:1-8</title><content type='html'>Saudara-saudari yg terkasih dalam Tuhan, hari ini kita memulai injil Markus. Pembahasan oleh Pendeta Gilbert L. Saya pribadi berharap kita semua dapat bertumbuh dan mengenal secara pribadi siapa Tuhan kita lebih jauh lagi. 14 tahun yg lalu saya anggap alkitab adalah buku kuno yg ketinggalan jaman. Ternyata saya salah besar, kehidupan saya kacau balau tanpa Tuhan,...."Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu.."(Hosea 4:6). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kerinduan terdalam untuk setiap dari kita termasuk saya untuk mau merenungkan Firman Tuhan, dan melaksanakannya, kita memiliki Allah Bapa yg begitu sayang dengan kita, hingga mau merelakan anakNYA yg tunggal untuk mati di kayu salib bagi dosa-dosa kita, kita engga layak, sungguh! Tapi Tuhan luar biasa dan Maha Pengasih, Tuhan selalu menetapi janjinya, dan kita diangkat jadi anakNYA, asal kita mau buka hati dan rela menerimaNYA..(Yohanes 1:12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia yg serba sulit ini, hanya ada 2 kuasa:&lt;br /&gt;Kuasa Ilahi dan Kuasa kegelapan. Dulu saya percaya banyak hal, mencoba banyak hal dan hidup dalam dosa.. Namun tanpa Tuhan Yesus, saya sungguh engga bisa berbuat apa-apa, "...sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa...Yohanes 15:5. Yesus mati dengan misi dan tujuan, dan ia mati bukan karena dicabut oleh malaikat pencabut nyawa. Tapi Yesus sendiri yg menyerahkan jiwa dan ragaNYA ke tangan Allah Bapa. Yesus adalah Tuhan sendiri yg bangkit dan duduk di sebelah kanan Bapa. Segala Kuasa di Sorga dan di bumi Yesus pegang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Yesus mau beri semua kuasa itu untuk kita semua yg percaya. Semoga anda mendapatkan berkat dari renungan yg singkat ini (setiap minggu), tolong sebarkan juga ke teman/saudara yg lain bila sungguh merasa diberkati. Karena pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Yesus datang agar kita memiliki hidup yg berkelimpahan.&lt;br /&gt;"Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah." - Matius 4:4&lt;br /&gt;"Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut..." - Amsal 16:25&lt;br /&gt;"Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." - Yohanes 14:6  (Jimmy Sugiharto)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah 2Seperti ada tertulis dalama kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagiMu; 3ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun:Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", 4demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan:"Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu. 5Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan. 6Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. 7Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. 8Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Markus pasal 1 ini adalah awal dari cerita Tuhan Yesus dan KuasaNYA. Yang menarik di sini adalah bahwa injil Markus adalah injil yg menyatakan Yesus sebagai hamba. Injil Markus tidak mencatat mengenai kelahiran Yesus. Kalau kita lihat di injil Matius, di situ dicatat kelahiran Yesus mulai dari silsilahNYA, begitu pula dengan injil Lukas yg begitu lengkap mencatat mengenai kelahiran Yesus. Sedangkan injil Yohanes mencatat kelahiran Yesus dari sudut firmanNYA. Injil Yohanes menggambarkan Tuhan Yesus yg dipresentasikan sebagai anak Allah. Oleh karena itu di injil Yohanes dimulai dengan kata-kata pada mulanya firman, firman itu bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dalam injil Markus, saudara tidak menjumpai tentang kelahiran Tuhan Yesus, kenapa? Karena, sebagai seorang hamba, cerita tentang kelahiranNYA tidak begitu penting, tetapi pekerjaanNYA, apa yg IA kerjakan itu jauh lebih penting. Berita mengenai Yohanes pembaptis adalah berita yg sederhana sekali. Yohanes pembaptis dengan tegas berkata,"Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah sangat dekat!" Ia dengan tegas berkata,"Bertobatlah, berilah dirimu dibaptis!" Berarti kata bertobat adalah kata inti dari pelayanan Yohanes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan. Berita itu pada saat itu adalah berita yg rancu/tidak dimengerti. Karena mereka selalu berpikir, lho, kami kan anak cucu Abraham, kami kan orang-orang benar, bahkan bangsa pilihan. Tetapi, siapa orang ini, yang tiba-tiba di padang gurun berteriak,"bertobat..bertobat..bertobat!" Kami kan bangsa pilihan, apalagi yg mesti bertobat? Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, ini adalah sesuatu yg sangat penting, karena ada banyak orang yg berpikir bahwa orang bertobat adalah orang jahat, kita mesti jadi orang jahat, baru kemudian bertobat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, saya tidak pernah buat kejahatan, kenapa saya perlu bertobat. Saya lahir dari keluarga baik-baik dan Kristen lagi. Saya tidak pernah mencuri, maupun membunuh, berarti saya tidak perlu bertobat. Karena orang selalu hubungkan pertobatan dengan kejahatan. Tetapi, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, justru yg dimaksud oleh Yohanes pembaptis di sini adalah dari sisi yg sangat berbeda sekali:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertobatan berarti hidup saya bukan untuk kepentingan diri sendiri saja&lt;br /&gt;Mungkin saya orang baik, betul saya tidak berzinah, betul saya beragama dan tidak membunuh. Tetapi hidup saya hanya untuk kepentingan saya sendiri. Saya engga peduli dengan kehidupan orang lain, saya engga mengarahkan kehidupan saya pada Tuhan. Saya engga jadikan Tuhan sebagai sandaran hidup saya. Saya hanya beribadah agar saya diberkati. Saya sering melakukan kegiatan-kegiatan Rohani, agar Kuasa Tuhan terlihat dalam hidup saya, tetapi tidak terarah sepenuhnya kepada Tuhan itu sendiri.&lt;br /&gt;Jadi, seringkali kehidupan itu hanya mengarahkan pada diri sendiri. &lt;br /&gt;Seharusnya kita berkata, "Tuhan, apakah saya susah, senang, diberkati maupun menghadapi tantangan, bagi saya AllahKU adalah segala-galanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, pertobatan seperti itu yg sedang dikotbahkan oleh Yohanes pembaptis. Makanya Yohanes Pembaptis berkata,"Bertobatlah, berilah dirimu dibaptis." Meskipun engkau orang Kristen/beragama, tetapi bila engkau hanya mencari kepentingan/keuntunganmu sendiri, serakah, maka sungguh engkau harus bertobat!&lt;br /&gt;Pertobatan adalah awal dari pelayanan Yohanes pembaptis, karena pertobatan adalah awal dari pengakuan dosa. Dengan lain kata, bila saya tidak bertobat, saya tidak pernah merasa bahwa saya salah. Dengan lain kata pertobatan adalah awal dimana saya menyadari bahwa saya salah. Selama ini saya hanya mengarahkan pada kepentingan-kepentingan saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul saya pergi ke gereja, betul saya banyak melakukan kegiatan-kegiatan Rohani. Tetapi, kalau mau jujur, saya seringkali merasa bahwa diri saya benar, saya merasa bahwa saya layak di hadapan Tuhan, merasa bahwa saya sangat pantas diberkati dan tidak merasa pantas untuk tidak diberkati. Tetapi yg Tuhan Yesus mau jelaskan adalah, Hei...kamu harus bertobat, kamu harus ingat bahwa tanpa anugrah Allah, kamu tidak ada apa-apanya. Akuilah dosamu, kesalahanmu, hal-hal yg engga benar meskipun itu hanya ada di dalam pikiranmu. Semuanya itu harus diubahkan oleh Allah, karena pertobatan adalah awal dari pengakuan dosa. Nah saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, dunia ini tambah keras, dunia ini tambah sombong, sehingga jarang orang yg mau mengakui kesalahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sedang berputar-putar, merekayasa, yg tujuannya hanya untuk membuktikan bahwa saya lho..yg paling benar. Suami selalu merasa bahwa dirinya yg paling benar. Istri selalu merasa bahwa dirinyalah yg paling benar. Tiap orang selalu merasa bahwa dirinyalah yg paling benar, tidak mau mengakui kesalahannya. Tetapi, jika seseorang bertobat, Kuasa Allah mulai menjamah hidupNYA, mata rohaninya mulai dibukakan, pikiran rohaninya mulai dibukakan, dia mulai memandang pada kemuliaan Tuhan, sehingga ia mampu berkata,"Tuhan, sekarang saya hidup hanya untuk Tuhan saja." Pertobatan seperti ini adalah awal dari pengakuan dosa. Kita mulai minta ampun atas dosa kita. Dan Allah itu adalah Allah yg adil, Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yohanes 1:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pertobatan adalah awal dari hidup dalam Kristus&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, hidup dalam Kristus bukan sekedar kita hanya memiliki agama. Hidup dalam Kristus bukan sekedar kita dilahirkan sebagai orang Kristen. Itu sebabnya saya bilang bahwa tidak semua orang Kristen hidup di dalam Kristus, kenapa? Karena, banyak kita jumpai bahwa orang yg mengaku beragama Kristen, tetapi ia hidup berzinah, ia hidup minum mabuk, hidup dalam dosa. Ini adalah buktinya, bahwa kita bisa saja hidup beragama Kristen, tetapi tidak hidup dalam Kristus. Nah, Pertobatan adalah awal bahwa saya mau hidup dalam Kristus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pertobatan adalah awal berjalan dalam Kuasa Roh Kudus&lt;br /&gt;Karena, bila kita bertobat, kita memandang kepada Kristus dan kita berjalan di dalam Kuasa Roh Kudus, maka Kuasa Roh Kuduslah yg akan menuntun dan menyempurnakan kita, haleluya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, di dalam Nama Yesus, lihat setiap kami yg saat ini berbeban berat, mengalami masa-masa yg sukar bahkan yg terbaring sakit, jamahlah kami semua, sehingga mujijat dan Kuasa Allah terjadi di dalam hidup kami. Di dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-1794649850899991202?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/1794649850899991202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=1794649850899991202' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/1794649850899991202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/1794649850899991202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/02/176.html' title='176. Bertobatlah - Markus 1:1-8'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-729430507999861987</id><published>2011-02-13T19:54:00.008+11:00</published><updated>2011-02-14T20:01:28.238+11:00</updated><title type='text'>175. Perintah yang Agung- Matius 28:16-20</title><content type='html'>Hari ini adalah hari yg spesial, karena kita akan membahas perikop yg terakhir dari injil Matius. Matius 28:&lt;br /&gt;16Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. 17Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 18Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-KU telah diberikan segala kuasa di Sorga dan di bumi. 19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-KU dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, ada beberapa pelajaran yg menarik yg dapat kita pelajari dari the Great Commandments/Perintah yg Agung dari ayat-ayat di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kita harus menyadari Kuasa yg Tuhan Yesus miliki&lt;br /&gt;Ayat ke-18 dikatakan "Kepada-KU telah diberikan segala kuasa di Sorga dan di bumi. Kenapa sering kali kita takut, kita kuatir? Keadaan ekonomi sesulit ini, bisa engga ya Yesus Kristus cukupi keperluan saya. Dengan lain kata, kita sedang membandingkan Yesus dengan persoalan ekonomi yg terjadi. Atau, suami saya kasar sekali &amp; keras kepala, bisa engga yah dia berubah? Dengan lain kata, kita sedang membandingkan Yesus dengan kekasaran/kekerasan suami. Atau kita berkata,"Rumah tangga saya goncang, bisa engga yah Yesus pulihkan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti dengan lain kata, kita sedang membandingkan Yesus dengan persoalan hidup yg kiranya begitu berat. Yesus bilang,"hai,...bagi kamu yg menyembah Aku, maupun bagi kamu yg ragu-ragu. Ingat 1 kepastian ini, engkau boleh ragu atau tidak percaya atau sebaliknya tidak mengakui Aku. Tetapi yang pasti, segala Kuasa di bumi telah diserahkan kepadaku. Dengan lain kata, ini tidak perlu suatu pengakuan. Saudara mau percaya/tidak percaya. Saudara mau kutuk/menghujat atau memuji Tuhan, Yesus tetap Tuhan, kenapa? Karena segala Kuasa di bumi maupun di Sorga, telah diserahkan Bapa ke dalam tanganNYA. Berarti, selama kita berjalan dengan Yesus, kita engga perlu kuatir dengan apapun juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yg mau Tuhan tegaskan buat kita, bahwa kehidupan Kristen kita harus didasari dengan kepastian yg penting. Kita harus menyadari Kuasa yg Tuhan Yesus miliki. Kalau kita tidak menyadari Kuasa yg Tuhan Yesus miliki, kita engga akan menjadi orang yg setia, teguh dan tangguh. Baru kena masalah/persoalan, kita mulai kecewa, kita mulai mundur, kita mulai complain/bersungut-sungut kepada Tuhan. Kita mungkin akan berkata,"Tuhan, saya engga sanggup, Tuhan..saya engga mampu, percuma saya berdoa, percuma saya pelayanan. Nah, ini yg saya bilang bahwa sering kali kita tidak menyadari Kuasa yg Tuhan Yesus miliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita sudah menyadari Kuasa yg Tuhan Yesus miliki, di hadapan kita boleh ada batu karang yg besar, di hadapan kita boleh ada tantangan yg besar. Tetapi kita akan berjalan terus dan berkata bahwa Yesus yg memiliki kuasa, Yesuslah yg memberikan kemenangan yg luar biasa buat hidupku, haleluya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kabarkanlah Injil dimanapun kita berada&lt;br /&gt;Yesus memproklamirkan Kuasa yg telah diberikan kepadaNYA, ayat19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-KU dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."&lt;br /&gt;Tuhan tidak bilang hanya kepada pendeta ataupun gembala-gembala sidang, ataupun para nabi, para rasul maupun aktivis-aktivis gereja untuk mengabarkan injil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pengabaran injil harus dilakukan bagi orang-orang biasa, bagi orang-orang awam. Bukan berarti, seseorang yg telah pergi ke gereja 1 minggu sekali, itu sudah cukup. Tetapi, Yesus bilang,"siapapun kamu, pergilah, kabarkanlah injil, jadikan semua bangas muridKU, bukan hanya membaptis, tetapi ajarkanlah mereka untuk melakukan segala sesuatu yg terlah Kuperintahkan kepadamu!" Berarti, dari sini kita tertantang sebagai orang percaya untuk mengabarkan injil. Apakah itu berarti, bahwa,"kemana-mana saya harus membawa Alkitab, berdiri di depan kantor dan berkotbah untuk mereka?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengabarkan injil bukan berarti saya harus berkotbah &amp; memamerkan alkitab kemana-mana, tetapi kita adalah surat Kristus yg terbuka. Bagi kita yg percaya, surat Kristus adalah Alkitab. Tetapi, bagi dunia yg tidak percaya, surat Kristus adalah kita. Berarti saya dapat mempresentasikan Kristus dalam kehidupan ini. Berarti, kemanapaun saya pergi, saya harus membawa kabar sukacita. Karena Injil di dalam bahasa aslinya adalah Eu angeleon. Eu angeleon, artinya pengharapan. Alkitab adalah kabar sukacita, kabar kemenangan. Jadi, biarlah kita menjadi saksi Tuhan, beri pengharapan, beri kekuatan, bawa orang lain agar mereka mengikuti jalan yg lurus. Kemanapun kita pergi, kita membawa kabar sejahtera dan kekuatan bagi orang lain. Kemanapun kita pergi, kita membawa orang lain lebih maju dan lebih dekat kepada Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kita harus mengingat penyertaanNYA bagi kita&lt;br /&gt;Ayat yg ke-20Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."Berarti kita harus ingat penyertaan Tuhan atas kita. Kalaulah kita sadar bahwa Tuhan selalu menyertai kita, berarti kita tidak akan mudah untuk miring ke kiri maupun miring ke kanan. Seringkali sebagai orang Kristen kita merasa,"aduh kayanya hidup ini berat banget,....serba susah, sehingga akhirnya kita mudah terpengaruh dengan hal-hal dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bila kita sadar bahwa Tuhan selalu menyertai kita, kita akan memiliki rasa takut akan Tuhan. Kemanapun saya pergi, Tuhan akan lihat. Dimanapun saya berada Tuhan akan selalu memperhatikan apa yg saya buat/kerjakan. Oleh karena itulah saya tidak akan buat sesuatu yg bertentangan dengan Tuhan. Tuhan akan selalu membela dan menjaga saya, Tuhan akan selalu memperhatikan segala sesuatu yg saya buat. Tuhan Yesus selalu mempunyai kerinduan memuliakan Allah Bapa melalui kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, di dalam Nama Yesus, kami berdoa bagi kami yg sakit, bagi kami yg berbeban berat dan mengalami masa-masa yg sukar. Kami berdoa secara khusus, di dalam Nama Yesus, biarlah mereka boleh mengalami Kuasa Tuhan yg luar biasa, bangkitkan iman kami, sehingga kami dapat berjalan di dalam kemenangan, terima Kasih Bapa, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-729430507999861987?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/729430507999861987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=729430507999861987' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/729430507999861987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/729430507999861987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/02/175-perintah-untuk-memberitakan-injil.html' title='175. Perintah yang Agung- Matius 28:16-20'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-7914845439468583595</id><published>2011-02-10T22:01:00.018+11:00</published><updated>2011-02-10T23:46:59.402+11:00</updated><title type='text'>174. Dusta Mahkamah Agama - Matius 28:11-15</title><content type='html'>Saudara bisa bayangkan, orang beragama, pemimpin-pemimpin beragama, mereka yg mengatur mahkamah-mahkamah agama, mereka yg mengadili orang-orang yg bersalah secara agama, tetapi mereka berdusta. Kadang kala orang yg menyebut diri mereka beragama, tetapi mereka lebih munafik dari orang-orang dunia. Inilah yg akan kita bahas hari ini. Kita lihat di dalam Matius 28:&lt;br /&gt;11Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi di situ kepada imam-imam kepala. 12Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu 13dan berkata:"Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. 14Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa." 15Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan cerita ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mereka sebagai Mahkamah agama berunding dengan tua-tua dan orang-orang Farisi. 2 kesalahan yg mereka buat: mereka menyogok para penjaga dengan sejumlah uang dan meminta mereka berdusta agar bila ada orang yg bertanya mengenai hilangnya Yesus, murid-murid Yesuslah yg mencurinya ketika mereka sedang tidur. Pedahal para penjaga ini tahu persis bahwa tidak ada seorangpun dari murid Yesus yg datang lalu mencuri. Mereka tahu persis ketika Allah datang. Mereka tahu persis ketika Kemuliaan Allah datang. Mereka ketakutan dan mereka rebah seperti orang mati. Tetapi ada beberapa hal yg dapat kita pelajari dari cerita di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bahwa agama seringkali dipakai sebagai kedok kemunafikan&lt;br /&gt;Agama seringkali dipakai sebagai topeng-topeng kepalsuan. Seringkali orang bersembunyi di balik jubah agama, sebetulnya mereka berhati iblis. Oleh karena itu tidak heran, orang seringkali mengatasnamakan agama, tetapi menghancurkan rumah ibadah. Orang mengatasnamakan agama, tetapi menyerang agama lain. Orang mengatasnamakan agama, tetapi menghancurkan karya orang lain, merampas dan menghalalkan segala cara, dan mengatakan kami orang beragama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, orang tidak bisa memakai agama sebagai topeng-topeng kepalsuan. Tetapi haruslah menjadi citra suci yg merupakan bentuk terbangun di dalam hati manusia untuk menghasilkan pribadi yg kudus, melahirkan suatu tindakan yg berisi mengenai norma-norma kebenaran, menciptkan langkah-langkah kudus. Kita lihat di negara kita sendiri, agama dipakai sebagai kendaraan politik dan dipakai untuk kepentingan sendiri dan dipakai untuk menghancurkan kubu orang lain. Agama dipakai untuk menarik simpati dari masyarakat dan permainan politik. Sebagai hamba Allah, dengan tegas saya mau ingatkan. Setiap dari kita yg mempermainkan agama sebagai kendaraan politik dan topeng-topeng kepalsuan. Engkau akan mendapatkan hukuman yg setimpal dari Allah, karena engkau telah memakai Nama Allah dan format-format/atribut-atribut keagamaan untuk menghancurkan/menyiksa orang lain bahkan untuk mengangkat derajat dan kepentingan diri anda sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, itu bukan barang/peristiwa baru. Karena iblis selalu bekerja dengan cara yg sama. Iblis melakukan dengan cara yg licik dan memakai dusta mahkamah agama, iblis merekayasa orang-orang beragama dan memakai agama sebagai topeng-topeng kepalsuan. Justru semakin teguh kita beragama, semakin kita menghargai orang lain. Semakin dalam kita beragama, semakin dapat kita menerima perbedaan. Semakin kita mencintai Tuhan Yesus, semakin dapat kita menerima orang lain sebagai saudara meskipun kita berbeda. Sebagai hamba Tuhan saya mau ingatkan, jangan pakai agama untuk memenuhi ambisimu sendiri, jangan pakai agama untuk kepentingan sekelompok orang saja. Tetapi biarlah hari ini kita pakai agama sebagai norma-norma suci dalam hati, yg mengubahkan karakter, hidup dan pola pikir kita. Sehingga kita dapat berkata,"Aku hidup, tetapi bukan Aku lagi yg hidup, tetapi Kristus yg hidup di dalam aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang yg bersembunyi diri di dalam gereja dan menyebut dirinya orang beragama, tetapi berzinah jalan terus. Menyebut dirinya kristen, tetapi punya istri piaraan, hidup dengan judi. Menyebut dirinya orang beragama, tetapi percaya kepada para normal-para normal dan kuasa gelap. Saya mau beritahu bahwa hukuman setimpal akan menimpa hidup saudara. Tetapi sebagai hamba Allah, saya mau ingatkan, bukalah hati saudara dan jadikan Yesus sebagai Tuhan di dalam hidup saudara dan jadikan agama sebagai sesuatu yg mempunyai nilai-nilai luhur suci, ubah karakter saudara sehingga selalu berjalan di dalam terang kasih Kristus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang beragama bukanlah sebuah jaminan&lt;br /&gt;Kadang mungkin kita melihat,"orang itu menyebut nama Tuhan, pasti ia orang baik." Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, saya tidak mengajarkan saudara untuk curiga dengan semua orang. Tetapi, yg saya mau ajarkan adalah untuk berjaga-jaga. Karena orang semakin jahat dan tidak peduli, seringkali orang memakai nama agama untuk menipu/mengelabui orang lain. Orang memakai nama agama agar kelihatan lebih suci. Tetapi, saya kembali mau ingatkan bahwa orang beragama bukanlah jaminan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka mata saudara baik-baik, dan berdoa minta hikmat, agar saudara tidak tertipu. Ada yg cerita,"saya punya kekasih, ia aktivis gereja, pemain musik pa Pendeta!" Tetapi ia yg mengajak saya untuk berhubungan sebelum menikah." Untung saya masih bisa menolaknya dan mencegahnya, tetapi saya begitu kecewa dan hancur, koq saya pacaran dengan orang yg rohani/beragama, pasti saya akan lebih baik dan iman saya lebih teguh, tapi koq iman saya digoncang. Kembali saya mau ingatkan bahwa orang beragama bukanlah jaminan. Engkau harus tetap berdoa, agama tidak dapat mengubah manusia. Tetapi, Yesus Kristus dengan kematianNYA di kayu salib mengubah hidup kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kuasa Yesus Kristus akan tetap dinyatakan&lt;br /&gt;Orang mau buat dusta apapun, maupun memakai topeng agama untuk menekan dan menyerang, tetapi sekali lagi saya mau ingatkan bahwa Kuasa Kristulah yg akan tetap dinyatakan. Tidak perlu engkau takut. Teguhkan iman saudara. Bila engkau memiliki hati yg bersih, engkau akan melihat Kemuliaan Allah dinyatakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Hamba berdoa di dalam Nama Yesus, Engkau jamah dari setiap kami yg sakit, yg berbeban berat. Biarlah kasih Allah yg mengalir di dalam diri kami, sehingga mujijat yg terjadi saat ini juga, haleluya, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-7914845439468583595?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/7914845439468583595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=7914845439468583595' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7914845439468583595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7914845439468583595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/02/174-dusta-mahkamah-agama-matius-2811-15_9734.html' title='174. Dusta Mahkamah Agama - Matius 28:11-15'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-2986554974027588111</id><published>2011-01-17T20:44:00.000+11:00</published><updated>2011-01-17T20:45:38.258+11:00</updated><title type='text'>Press through</title><content type='html'>TODAY’S SCRIPTURE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keep on asking and it will be given you; keep on seeking and you will find; keep on knocking [reverently] and [the door] will be opened to you”&lt;br /&gt;(Matthew 7:7, AMP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TODAY’S WORD from Joel and Victoria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Mark chapter five, there was a woman who had been sick for twelve years. The doctors gave her no hope. But she heard that Jesus was passing through her town. Something deep down on the inside was saying, “This is your season. This is your time to get well.” In the natural, when she saw all the people around Him, she thought, “I’ll never get to Him. It’s so crowded and I’m weak.” She almost missed her season. But instead of dwelling on those negative thoughts, instead of looking at her situation, she started reminding herself, “If I can just get to Jesus, I will be whole.” She made the choice to turn her thoughts in the right direction and was empowered to take a leap of faith. She pressed through the crowd until she got just close enough to touch the edge of Jesus’ robe. Instantly, she was made whole.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jesus said in Mark 5:34, “Daughter, your faith has made you well.” Notice it’s our faith that activates God’s power. We have to press through our thoughts, press through our circumstances, press through the crowd and obstacles until we touch Him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today, with every step you take, God is drawing closer to you. He’ll meet your faith with His miraculous power so you can embrace the victory He has waiting for you!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A PRAYER FOR TODAY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heavenly Father, I come to You today with an open and humble heart. I ask You to fill me with Your strength, peace and joy so that I can press through to victory today. Show me the good plan You have for me. In Jesus’ Name. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;— Joel &amp; Victoria Osteen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-2986554974027588111?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/2986554974027588111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=2986554974027588111' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2986554974027588111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/2986554974027588111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/01/press-through.html' title='Press through'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-6700048551759806890</id><published>2011-01-17T20:23:00.001+11:00</published><updated>2011-01-17T20:23:48.821+11:00</updated><title type='text'>Whose Load Are You Carrying?</title><content type='html'>Whose Load Are You Carrying?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Take my yoke upon you and learn from me, for I am gentle and humble in heart, and you will find rest for your souls. For my yoke is easy and my burden is light."&lt;br /&gt;Matt 11: 29-30, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While we were in Canada in 2007 I believe the Lord gave me a picture of a `typical` Canadian pick-up truck. This truck was packed high with boxes with no room for any more. The Lord spoke to the driver and said, "I want you to pick up a box for me." The driver remonstrated with the Lord and said, "Lord, you can see that my truck is already full and there`s no room". The Lord gently replied, "How many of those boxes have I asked you to carry? If you unload those I have not asked you to carry, you will have plenty of room for the box I want you to pick up." Are you carrying `boxes` that the Lord has not asked you to carry?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When we read that Jesus said, `For my yoke is easy and my burden is light` (Matt 11:30), is this what He was talking about? A yoke is easy when it fits the animal for which it was designed well, is comfortable and does not rub or chafe. Jesus can say that His yoke for us is easy because He has made it to fit us. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometimes we can be burdened with `boxes` that we have put on ourselves, or that other people have put on us. Jesus has given us His yoke to carry the load that He wants for us, so that we can be walking in what God is calling us to do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Lord, help me to lay down anything You are not calling me to do so I can be more available to do what You are calling me to do. Please give me wisdom and discernment to do this, knowing that Your yoke is easy and your burden light, Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Martin Knapp Martin Knapp Martin and Ginny have been married for 37 years and have 3 children and 1½ grandchildren (number 2 due mid Feb!) living in London. They have been involved with Ellel Ministries since 1990. Martin directs the work at Ellel Grange.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-6700048551759806890?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/6700048551759806890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=6700048551759806890' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/6700048551759806890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/6700048551759806890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/01/whose-load-are-you-carrying.html' title='Whose Load Are You Carrying?'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-4517949337517773939</id><published>2011-01-16T19:13:00.009+11:00</published><updated>2011-01-17T20:39:17.901+11:00</updated><title type='text'>173. Kebangkitan Yesus - Matius 28:1-10</title><content type='html'>Allah kita bukan hanya Yesus yang lahir dan mati, tetapi dengar baik, Yesus adalah Allah yg bangkit. Kalaulah ada orang yg menyebut bahwa Yesus adalah nabi, itu adalah sebuah kebohongan besar, kenapa? Karena nabi itu hanya memiliki waktu/moment dalam hidupnya, yaitu: kelahiran dan kematian, dan mungkin ada saatnya bahwa ia menerima wahyu dari Tuhan. Tetapi, hari ini saya mau beritahu bahwa Yesus bukan hanya nabi, karena Yesus bukan hanya lahir, menerima wahyu, mati, tetapi Yesus adalah Tuhan, karena setelah kematianNYA, pada hari yg ketiga, Yesus bangkit, haleluya! Kita lihat pada Matius 28:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. 2Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 3Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 4Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. 5Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut, sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. 6Ia tidak ada di sini, sebab IA telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat ia berbaring. 7Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu. 8Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 9Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembahNYa. 10Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, di sini kita bisa melihat bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya momentum sejarah bahwa Yesus pernah bangkit. Tetapi kebangkitan Yesus, juga adalah kuasa yg sanggup mengubahkan. Karena saudara harus ingat, bahwa sebelum kebangkitan Yesus, murid-murid Yesus dalam keadaan yg begitu takut. Kenapa mereka dalam keadaan yg begitu takut? Jawaban saya sederhana, karena mereka takut kepada orang banyak, mereka takut terhadap orang Yahudi dan orang Romawi. Mereka takut bahwa mereka akan mengalami seperti apa yg Yesus alami. Kita bisa melihat bahwa kebangkitan Yesus bukan hanya mengubah sejarah, tetapi adalah suatu momentum yg memiliki Kuasa merubah sikap orang percaya terhadap kuasa kebangkitan Yesus, artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kita akan mengalami suka cita yg besar&lt;br /&gt;Ayat yg ke-8Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tahukah saudara bahwa yg merampas suka cita kita adalah dosa dan kesenangan dunia. Ada banyak orang yg berpikir bahwa dosa dan kesenangan dunia, justru inilah yg membawa kesenangan. Tetapi, saya mau beritahu bahwa dosa dan kesenangan dunia, sifatnya hanyalah sementara. Tetapi akhirnya, itu semua akan mendatangkan penyesalan dan kekecewaan dan kebencian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yg paling parah, itu akan mendatangkan kehancuran. Tetapi karena kebangkitan Yesus dan KuasaNYA, dan bila kita menyadari bahwa Yesus sudah bangkit buat kita. Kita yakin bahwa setelah Yesus bangkit, Yesus naik ke Sorga dan menyediakan tempat buat kita. Tetapi, bukan hanya menyediakan tempat buat kita. Tetapi Yesus juga berkata,"Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu, tetapi Aku akan menyediakan seorang penolong lain yg akan menyertai kamu sampai selama-lamanya. Jadi, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, berarti engga ada alasan buat kita untuk bersungut-sungut, kecewa, berontak dan marah sama Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, bila kita menyadari bahwa Yesus sudah bangkit, berarti kita selalu memiliki alasan untuk bersuka cita. Meskipun apa yg saya lihat menyedihkan dan mengecewakan, tetapi saya memiliki alasan untuk bersuka cita, karena Yesus saya sudah bangkit. Itu sebabnya, saat saudara memiliki masa-masa yg sukar dalam hidup saudara, jangan pikirkan yg negatif-negatif, wah...saya sebentar lagi mati nih...wah..penyakit saya tambah parah...wah...masa muda saya hancur,....wah..rumah tangga saya hancur. Akhirnya kita mulai mengutuk-ngutuk diri kita sendiri, dan lain-lain. Tetapi, saat kita menghadapi situasi yg terberat sekalipun, mulai ingat, Yesus saya sudah bangkit!&lt;br /&gt;Karena Yesus sudah bangkit, berarti Dia sudah menyiapkan segala sesuatuNYA buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mereka ingin memberitahukan kepada semua orang&lt;br /&gt;Ayat yang ke-8Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Lihat kembali pada ayat yg ke-8 ...bahwa mereka berlari cepat-cepat untuk memberitahu murid-murid Yesus. Jadi, bila kita memiliki Kuasa kebangkitan Yesus, kita akan memiliki beban untuk memberitakan kuasaNYA kepada semua orang. Kita akan memiliki beban untuk memberitakan injil kepada semua orang. Paulus berkata,"Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan injil, kenapa? Karena bebanNYA begitu besar. Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, saya kuatir bahwa ada banyak orang Kristen/anak-anak Tuhan pada hari ini dan tahu bahwa Yesus sudah mati dan bangkit baginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka telah tahu bahwa Yesus akan menyediakan yg terbaik baginya. Tetapi, apa yg terjadi, mereka tidak pernah memiliki beban untuk memberitakan injil. Mereka tidak memiliki beban untuk bersaksi akan pengalaman yg sudah ia terima. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, para wanita ini, ketika mereka menyaksikan peristiwa besar itu, mereka lari mencari murid-murid Yesus, dan mereka mau memberitahukan. Dan saya percaya bahwa mereka bukan hanya mau beritahukan kepada murid-murid Yesus. Tetapi saya percaya bahwa mereka ingin beritahukan itu kepada semua orang, bahwa Yesus sudah bangkit, bahwa Yesus sudah bangkit! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kita menjadi orang-orang yg mendekat kepada Yesus dan menyembahNYA&lt;br /&gt;Ayat yg ke-9Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembahNYa. Sehingga lewat hidup kita, biarlah Nama Tuhan yg selalu ditinggikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, hamba berdoa untuk mereka yg hari-hari ini jauh dari Tuhan. Mereka yg kehilangan sukacita dan semangat untuk memberitakan injil, mereka yg jauh dari Tuhan dan tidak hidup dalam penyembahan, di dalam Nama Yesus Tuhan jamah, biarlah kasih, sukacita dan Kuasa Allah mengalir dalam hidup mereka, dalam Nama Yesus kami berdoa, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-4517949337517773939?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/4517949337517773939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=4517949337517773939' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4517949337517773939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4517949337517773939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/01/173-kebangkitan-yesus-matius-281-10.html' title='173. Kebangkitan Yesus - Matius 28:1-10'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-1151241207534641741</id><published>2011-01-16T19:04:00.001+11:00</published><updated>2011-01-16T19:04:53.105+11:00</updated><title type='text'>Streams in the Desert</title><content type='html'>Streams in the Desert&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I am making a way in the desert and streams in the wasteland."&lt;br /&gt;Isaiah 43:19, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Looking at the news recently I was amazed to see pictures of vast areas of Australia under water. It was said that an area the size of France and Germany together was struggling with major flooding. The last thing people in that region want at the moment is the promise of streams of water, yet actually one of the needs is for fresh water as so much is now contaminated.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It made me think of the passage in Isaiah where God promises His people streams in the desert, yet they were living in a very lush and well-watered part of Mesopotamia at the time. The problem was that the spiritual supply of water was contaminated, and God was promising a new refreshing from Himself – one that would result in blessing and fruitfulness and a release of praise from His people. In place of the desperate thirst for true refreshing, God would bring His people into a new relationship with Him, which would bring a deep satisfaction and fulfilment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many years ago I remember seeing a film called ‘The Living Desert’. I was very young at the time, and was quite disappointed as I had misread the title as ‘the Living Dessert’ and was hoping for a film about puddings! However it was a wonderful film showing how an apparent barren wasteland comes to vibrant life when the rain falls, as it did every few years in that place. Truly the streams in the desert produce a dramatic change.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All around us are areas of spiritual desert, even if under physical water. God’s promise to bring streams into wastelands encourages us to see that what is hidden may be ready to spring into life. Let’s have the eyes of faith which look for what God is about to do rather than being dismayed at what we actually see.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Father thank You for the promises in Your word of times of refreshing and new life. We acknowledge our own need of Your living water in our lives and look with eager anticipation for those streams to break out in the lives of the thirsty people around us. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : John Berry John Berry is Team Pastor and part of the Leadership Team at Ellel Glyndley Manor, with his wife Jennie, having previously been in Baptist church ministry for over 30 years. His heart is for the equipping of the church for its ministry, and he sees the healing and deliverance ministry of Ellel as an essential part of this. John has travelled widely in the course of his work, and enjoys being a grandfather 6 times over!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-1151241207534641741?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/1151241207534641741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=1151241207534641741' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/1151241207534641741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/1151241207534641741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/01/streams-in-desert.html' title='Streams in the Desert'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-4103883729246973561</id><published>2011-01-16T17:10:00.015+11:00</published><updated>2011-01-16T18:50:04.420+11:00</updated><title type='text'>172. Kubur Yesus dijaga - Matius 27:62-66</title><content type='html'>Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kalau kita bicara rumah dijaga itu biasa. Kalau kita bicara orang penting dijaga, itu biasa. Tetapi, kalau kita bicara bahwa kubur dijaga, itu adalah sesuatu yg kita tidak mengerti, kenapa? Karena, kubur adalah tempat orang mati. Dan kalau orang sudah mati, apanya lagi yg perlu dijaga, kecuali orang yg mati itu membawa berlian, atau matinya dengan kasus-kasus tertentu. Tetapi, kubur Yesus dijaga, karena sebelumnya sudah dikatakan bahwa IA akan bangkit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, kalaulah Yesus tidak bangkit, jangan-jangan murid-murid Yesus yg disuruhnya untuk mencuri mayat Yesus. Dan untuk mencegah semuanya itu, lalu apa yg mereka perbuat? Mereka membuatnya dengan 2 penjagaan. Penjagaan yg pertama: mereka taruh batu yg besar, tujuannya apa? Kalaupun Yesus bangkit, maka Yesus tidak dapat keluar, karena ditutup oleh batu tersebut. Yang kedua, mereka tempatkan para penjaga. Tujuannya apa? Supaya apabila murid-murid Yesus datang untuk mengambil mayat Yesus, maka mereka tidak akan berani, karena adanya para penjaga. Sehingga bila kubur Yesus dijaga, maka mereka dapat dengan tenang berkata,"oh...Yesus tidak dapat menampakkan diri lagi." Karena mereka sudah buat kepastian bahwa apapun alasannya, Yesus tidak dapat keluar dari kuburnya. Itulah yg akan kita pelajari hari ini, Matius 27: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, 63dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata:Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. 64Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama." 65Kata Pilatus kepada mereka: "Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya." 66Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, orang menjaga kubur Yesus, agar Yesus tidak bangkit. Ada bebeapa pelajaran penting dari ayat-ayat di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karena kubur Yesus dijaga, ini justru membuat mujijat menjadi lebih besar lagi&lt;br /&gt;Justru ketika kubur Yesus tidak dijaga, ini akan menghasilkan cerita yg aneh-aneh, oh...karena kuburnya tidak dijaga, maka murid-murid Yesuslah yg mengambil mayatNYA. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, kalaulah ada orang yg merancangkan sesuatu yg jahat bagi saudara dengan tujuan untuk menekan saudara, hanya untuk membuat saudara makin terpuruk, dan tidak bisa bangkit, hanya membuat saudara tidak bisa meraih kemenangan dan kesuksesan. Saya mau beritahu saudara, berarti Allah sedang mempersiapkan mujijat yg lebih besar lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, dimana ada tekanan, di situ ada mujijat yg lebih besar lagi. Nah, inilah yg terjadi dengan Yesus, mereka merancangkan rencana yg jahat dengan rencana yg begitu rapi. Dengan berpikir, seandainya betul Yesus bangkit, Ia tidak dapat keluar, karena ada batu. Mereka mungkin akan tertawa karena ada orang yg mengetuk-ngetuk dari dalam dan berkata,"tolong,..tolong,....saya bangkit! Dan mereka pasti akan membiarkan Yesus mati di dalamnya. Dan, kalaupun murid-muridNYA datang, maka mereka pasti juga tidak akan bisa, karena adanya para penjaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kadang kala itulah yg terjadi dengan kita, kita dipojokkan dengan sebegitu rupa, sehingga kita engga bisa berbuat apa-apa lagi. Secara akal kita berpikir, lho...bagaimana kita bisa keluar dari masalah ini, bagaimana kita bisa keluar menghadapi tantangan seperti ini. Orang dunia bisa saja merekayasa, sampai saudara berada di sudut sehingga saudara sampai engga bisa buat apa-apa lagi dan engga bisa lari kemana-mana. Tetapi saya mau beritahu bahwa ketika kita tidak memiliki jalan keluar lagi justru Allah sedang mempersiapkan mujijat yg lebih besar lagi buat kita. Berarti Allah sedang mempersiapkan KuasaNYA yg besar dan dahsyat untuk kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apapun yg orang perbuat untuk melawan Allah pasti akan dipermalukan&lt;br /&gt;Tahukah saudara bahwa serapi apapun orang merancang, tetapi tujuannya untuk menyerang Kristus dan orang percaya/anak-anak Tuhan. Maka, apapun yg dikerjakannya akan dipermalukan. Saudara bisa bayangkan, betapa malunya tentara-tentara Romawi, Imam-imam Kepala dan orang-orang Farisi ketika mereka mengetahui semuanya ini. Bahwa sebetulnya Yesus benar bangkit. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, orang-orang pasti akan berkata,"katanya udah dijaga...." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah saudaraku bahwa seringkali orang Kristen ditekan di dunia kerja, sehingga ia engga bisa sukses dalam karirnya, gereja-gereja Tuhan dibakar. Tetapi, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, apapun yg dikerjakan manusia untuk menyerang Kristus dan anak-anak Tuhan, pasti suatu saat akan dipermalukan. Oleh karena itulah saya bilang,"janganlah balas sesuatu yg jahat dengan yg jahat." Sebagai orang percaya, janganlah bingung dan panik, dan berontak serta mengeluh,"kapan semuanya ini akan selesai Tuhan?" Apapun tekanan yg saudara hadapi,tetaplah teguh dalam iman! Janganlah engkau goyah, tetaplah engkau setia di dalam Yesus. Karena orang yg mencoba menyerang Yesus, maka ia pasti akan dipermalukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3, Tidak ada seorangpun yg dapat menghalangi rencana Allah&lt;br /&gt;Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Pilatus dengan segala kuasaNYA, orang-orang Yahudi dengan segala rencananya bersatu padu dengan 1 tujuan, yaitu bagaimana caranya agar yesus tidak bangkit dan tidak dapat keluar dari kubur. Mereka ingin melihat, bagaimana kematian Yesus merupakan akhir dari pelayanan Yesus. Hari ini, saya mau ingatkan bahwa tidak ada yg dapat menghalangi rencana Allah. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, saya kembali ingatkan bahwa orang percaya harus tetap dekat dan bergantung kepada Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, rencana Allah tidak dapat digagalkan oleh siapapun. Rencana Allah tidak dapat dihalangi oleh siapapun. Allah tetap mengerjakan rencananya. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, orang-orang tidak percaya mungkin mencoba menahan laju perkabaran injil. Orang-orang dunia boleh memanfaatkan kedudukan politik dan kekayaan yg mereka miliki untuk menghambat perkabaran injil, dan menghambat pendirian rumah Allah. Tetapi sekali lagi saya ingatkan, berjalanlah dengan iman sebagai orang percaya. Berjalanlah dengan tenang dan syukur sebagai orang percaya, karena kenapa? Karena, tidak ada yg dapat menghalangi rencana Allah. Kita tetap perlu maju, karena Allah yg tetap mengasihi kita, haleluya, amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, kami berdoa di dalam Nama Yesus. Setiap kami yg menghadapi tekanan dan tantangan, dan ada orang-orang yg merasa kehidupannya ditekan dan ditindas. Saya berdoa, di dalam Nama Yesus orang benar tidak akan dipermalukan, tidak ada yg dapat menghalangi rencana Allah. Apapun yg Allah kerjakan pasti akan terjadi. Kami perlu setia dan sepenuhnya bergantung dan bersandar sama Tuhan, haleluya, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-4103883729246973561?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/4103883729246973561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=4103883729246973561' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4103883729246973561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4103883729246973561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/01/172-kubur-yesus-dijaga-matius-2762-66_1532.html' title='172. Kubur Yesus dijaga - Matius 27:62-66'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-5136891360673511885</id><published>2011-01-09T20:32:00.000+11:00</published><updated>2011-01-09T20:33:34.239+11:00</updated><title type='text'>Impulse Buys!</title><content type='html'>Impulse Buys!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I listen carefully to what God the Lord is saying, for He speaks peace to His faithful people."&lt;br /&gt;Psalm 85:8, NLT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With all the sales that shops have this time of year it’s the perfect time to find a bargain. It’s also the worst time of year to overstock your wardrobe with impulse buys! My wardrobe and drawers can tell stories of at least a few impulse, bargain buys that I have lived to regret over the years!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For many of us, it isn’t just physical impulse buys that affect our lives. Perhaps you have become good at ‘buying’, impulsively, many of the lies that the enemy tells you. Sadly it’s too easy for us all to hear those whispers of insecurity, and declarations of doom and despair that the enemy loves to speak over our lives. How quick and easy it can then be for us to ‘buy’ these whispers and accept them as truth. Before we know it they are sat in the wardrobes of our heart, crowding out the truth of God’s love, His trustworthiness and His plans for our lives.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’ve decided this year that I’m going to be much less impulsive in what I listen to and ‘buy’. My desire is to listen to the Lord’s heart and to hear only His truth. To make sure what I ‘buy’ is only the truth that comes from the One who holds my life in His hands, and who can truly be trusted. If we learn to listen only to the Lord, then the temptation and impulse to buy the words of darkness, despair, hopelessness, fear, insecurity and doubt, and allow them to creep into our hearts, will lose its power. So, let’s draw close to the One who has words of life, hope, blessing, security and love – the One to whom we belong, and whose words and thoughts are the only ones that matter – Jesus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Lord Jesus, I’m sorry for listening to other people’s opinions, my own insecurities and the enemy’s lies when I should have been listening only to You. Lord, help me to know You more, so that I can hear Your voice above the temptations of lies that are sometimes easier to hear. Draw me closer to You, Lord, and teach me more of Your ways and Your heart, in Jesus’ name, Amen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Cath Taylor Cath Taylor joined the Ellel Grange team back in 1992. Cath is married to Andy and they have three sons; Jake, Ben and Isaac. Together, Andy and Cath now live in Florida and lead the Ellel USA team.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-5136891360673511885?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/5136891360673511885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=5136891360673511885' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5136891360673511885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5136891360673511885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/01/impulse-buys.html' title='Impulse Buys!'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-4215667836458882118</id><published>2011-01-09T00:20:00.006+11:00</published><updated>2011-01-09T20:23:57.074+11:00</updated><title type='text'>171. Meminjam kuburan - Matius 27:57-61</title><content type='html'>Kita melihat cerita yg menarik, mengapa? Karena Yesus meminjam kuburan. Matius 27:&lt;br /&gt;57Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga. 58Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. 59Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, 60lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia. 61Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf Arimatea adalah pengikut Yesus, tetapi tidak full time, tetapi hanya part time. Karena, ia adalah seorang pengusaha kaya yg memiliki kebun anggur yg besar. Kalau akhir-akhir ini, ia adalah seorang business man/pengusaha. Tetapi, Yesus tetap didahulukan dalam kehidupannya. Ia juga cukup peduli dengan keberadaan Yesus yg digantung di atas kayu salib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Yusuf adalah seorang yg kaya, di ladangnya itu, yaitu:ladang anggur. Yusuf membuat sebuah kuburan. Jaman dulu konsepnya berbeda dengan sekarang. Jaman dulu kuburan dibuat dan ditanam di dalam bukit-bukit/lubang-lubang. Yusuf sebenarnya menyediakan kuburan itu bagi dia. Karena, memang orang-orang kaya pada jaman itu selalu menyediakan kuburan bagi dirinya sendiri. Tetapi, karena yusuf itu begitu percaya bahwa Yesus akan bangkit, sehingga kuburnya sendiri ia pinjamkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, menarik sekali, bahwa sebenarnya Yesus meminjam kuburan seseorang. Karena, kuburan itu sebenarnya bukan ditujukan untuk Yesus. Tetapi kuburan itu milik Yusuf dari Arimatea. Jadi, ada beberapa hal yg bisa kita pelajari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yesus adalah satu-satunya orang yg bisa pinjam kuburan&lt;br /&gt;Kenapa? Karena Yesus tidak membutuhkan kubur untuk jangka waktu yg lama. Karena, kematian dan maut tidak dapat menahan Dia lebih lama lagi. Karena Yesus mati bukan karena maut yg menjemputnya, tetapi Yesus mati karena Ia menyerahkan nyawaNYA. Maut tidak bisa tahan dan telah dikalahkan Yesus. Maut mungkin berusaha menahan, agar Yesus tidak bangkit. Karena, bila Yesus tidak bangkit, berarti Yesus dikalahkan, tetapi Alkitab berkata bahwa Maut telah dikalahkannya, berarti: Yesus bukan hanya menebus manusia, tetapi Yesus mengalahkan maut, sehingga maut tidak bisa membelenggu kita lagi sebagai orang percaya, karena maut telah dikalahkanNYA lewat kuasaNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabanya, saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, Yesus tidak membutuhkan kuburan untuk jangka waktu yg lama. Bearti hidup Kristen adalah hidup yg tidak perlu dibayang-bayangi dengan ketakutan. Tahukah saudaraku, bahwa ada banyak kepercayaan yg mendasari imannya pada orang mati. Banyak orang yg senang pergi ke kuburan dan bertanya pada orang-orang yg sudah mati. Ada orang yg minta penyembuhan ke kuburan-kuburan/minta wangsit-wangsit dari orang-orang yg sudah mati. Kenapa? Karena imannya digantungkan pada orang-orang yg sudah mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian orang yg menganut kepercayaan tertentu yg mengeluarkan uang yg banyak dan pesta besar-besaran, justru pada saat upacara kematian, kenapa? Karena kematian dianggap sebagai dasar imannya. Karena kematian itu, orang buat pesta, orang kemudian memanggil arwahnya, dan bertanya kepada orang yg sudah mati dan segala sesuatunya. Tetapi hidup Kristen menyatakan kepada kita bahwa kematian telah dikalahkan. Saya percaya bahwa kematian bukanlah dasar dari iman, jadi orang percaya tidak boleh pergi ke kuburan-kuburan, bertanya dan berdoa di kuburan-kuburan. Itu adalah sesuatu yg sangat keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya orang Kristen percaya bahwa di dalam Kristus, kita tidak akan mengalami kematian. Perpisahan dengan tubuh bisa terjadi, tubuh kita bisa mati. Tetapi, Roh kita kekal sampai selama-lamanya. Manusia kita sebenarnya bukanlah tubuh ini. Karena, tubuh ini adalah akibat manusia yg jatuh dalam dosa. Tetapi, Roh kita adalah Roh yg dikendalikan oleh Roh Kudus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Yesus telah mengalahkan kematian&lt;br /&gt;Bila kematian telah Yesus kalahkan, berarti tidak ada hal yg lebih besar lagi yg oleh Yesus tidak dapat kalahkan. Berarti, apa lagi yg harus kita takutkan? Bukankah musuh terbesar bagi manusia adalah maut/kematian. Orang bisa memiliki segala-galanya. Tetapi, bila waktunya sudah untuk mati. Saudaraku, uang tidak dapat memperpanjang umur manusia. Ada banyak orang kaya, tetapi juga mati. Ada banyak orang yg berpangkat, memiliki kedudukan dan segala-galanya, seringkali mereka berpikir bahwa mereka tidak akan mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga orang-orang seperti ini, hidupnya serakah, hidupnya engga pernah peduli dengan orang lain, hidupnya hanya menindas yg lemah, hidupnya hanya berpikir tentang kekayaan dan masa bodoh dengan yang lain. Mereka engga peduli akan norma-norma agama, dan mereka berpikir bahwa mereka tidak akan mati. Sebagai hamba Allah, saya mau ingatkan bahwa tidak ada seorangpun yg dapat menahan kematian. Berarti, bila kematian menjemput, tidak ada kuasa untuk menahannya. Jangankan menang, menahannya saja tidak ada kuasa! Hari ini, saya bawa kabar sukacita bahwa Yesus telah mengalahkan kematian. Bila kematian telah Yesus kalahkan, berarti di dalam Yesus kita beroleh kemenangan, haleluya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Yesus tidak berasal dari debu dan tanah&lt;br /&gt;Alkitab berkata bahwa apa yg berasal dari debu akan kembali menjadi debu. Daud berkata bahwa kita diciptakan dari debu dan tanah, maka kita akan kembali menjadi debu dan tanah. Tetapi Yesus berasal dari Roh, Yesus adalah Firman dan Yesus adalah Allah sendiri. Jadi, ketika Yesus mati, Yesus tidak butuh kuburan. Karena rumahNYA di Sorga adalah rumah Bapa yg kekal. Inilah saatnya kita bersorak, karena Yesus kita adalah Tuhan, Raja yg Besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, kami yg selama ini terpengaruh dengan ramalan-ramalan nasib, terpengaruh dengan dunia orang mati, bertanya pada orang mati dan percaya pada Kuasa kematian. Di dalam Nama Yesus, jamah kami semua, sehingga kami percaya bahwa kematian bukanlah akhir dari segala-galanya. Tetapi, kematian justru membawa kami ke dalam Roh, bersama dengan Yesus Kristus sampai selama-lamanya. Untuk itu hamba berdoa, jamah kami semua yg sakit, yg berbeban berat, sehingga kami dapat melihat KuasaMU yg luar biasa, dalam Nama Yesus, kami berdoa, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-4215667836458882118?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/4215667836458882118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=4215667836458882118' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4215667836458882118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4215667836458882118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/01/171.html' title='171. Meminjam kuburan - Matius 27:57-61'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-5351907228080405503</id><published>2011-01-08T19:18:00.000+11:00</published><updated>2011-01-08T19:19:03.581+11:00</updated><title type='text'>Surrendering to the Lord</title><content type='html'>Surrendering to the Lord&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He must become greater; I must become less".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John 3: 30, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John the Baptist realised that, as Jesus’ ministry began, his was coming to its end and he was content to know that he’d played his part and would now take a secondary role as Jesus became pre-eminent, though I doubt he knew that he would have an early death at the hands of Herod.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In a similar way, when Jesus comes into our lives, we need to learn to take a back seat, allowing Him to guide and lead us, putting Him first in all things. This is a process, as we often struggle with the ‘selfish self’ which would rather do things ‘my way’. There are also occasions when we long for God’s clear guidance and He seems to be silent. Many times I have heard people say, “If only God would tell me what He wants me to do life would be so much easier.” Yes, it probably would be easier, but God allows us to make our own choices because He has given us free will.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What I have written in that last paragraph may seem contradictory, but I believe that as we allow Jesus to fill our hearts, everything we do can be a service for Him. I’m not all that keen on housework for example, but I often remember a line from Teach me my God and King by George Herbert: ‘Who sweeps a room as for Thy laws, makes that and the action fine’. If we do the simple jobs with the love of Jesus in our hearts we can make them special. We can remember that even as we go shopping, or cooking, or cleaning, or whatever it is we are doing, Jesus is with us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Heavenly Father, I am no longer my own but yours. Put me to what you will, rank me with whom you will; put me to doing, put me to suffering; let me be employed for you, or laid aside for you, exalted for you, or brought low for you; let me be full, let me be empty, let me have all things, let me have nothing: I freely and wholeheartedly yield all things to your pleasure and disposal. And now, glorious and blessed God, Father, Son and Holy Spirit, you are mine and I am yours. (Prayer from the Methodist Church Covenant Service.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Angela Weir Angela Weir has been associated with Ellel Ministries from the very beginning, first as an associate member of the ministry team and later as an associate teacher. She trained as an actress and after her marriage and move to Cumbria, taught drama in a girls’ school.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-5351907228080405503?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/5351907228080405503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=5351907228080405503' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5351907228080405503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5351907228080405503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/01/surrendering-to-lord.html' title='Surrendering to the Lord'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-4916052028522078884</id><published>2011-01-07T20:42:00.000+11:00</published><updated>2011-01-07T20:43:24.430+11:00</updated><title type='text'>Idolatry? What, me?</title><content type='html'>Idolatry? What, me?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"You shall have no other gods before Me"&lt;br /&gt;Exodus 20:3, NKJV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Two days before Christmas, my netbook got a severe software problem and wouldn’t boot up. (Apologies to those who are already baffled by the vocabulary.) For those who really want to know, an Ubuntu update had managed to corrupt the boot manager, and I didn’t know how to fix it. Suggestions from knowledgeable friends didn’t work either.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then I noticed something strange and rather disturbing. I was starting to show some classic symptoms of addiction withdrawal - not just moodiness and irritability (because I had caused the problem myself when installing the update), but a feeling of disorientation and something rather akin to grief. I really needed my computer to work, even though this was the Christmas holiday! In other words, I had made an idol of this cheap little netbook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At church on 26th December I went to the prayer team after the service and confessed the sin of idolatry – I had broken the very first of God’s commandments, and had been looking for comfort in a computer instead of in the God of all comfort. Then through prayer I was released from the hold that Satan had got on me through this sin. I was free.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idolatry comes in many different disguises. We may find comfort or significance in many things that are not bad in themselves but which can become idols. Maybe this is a good time to take stock: which of my possessions or activities would really cause me grief if I could no longer have it or do it? Have I allowed it to become an idol?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The dearest idol I have known,&lt;br /&gt;Whate’er that idol be&lt;br /&gt;Help me to tear it from Thy throne,&lt;br /&gt;And worship only Thee.&lt;br /&gt;(William Cowper, “O for a closer walk with God”, 1772)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Dear Father, please show me if I have allowed something other than You to occupy the throne of my life. I don’t want it to take Your place. Help me to search my heart and make William Cowper’s words real in my life. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Roger Pook Roger Pook joined the full-time staff of Ellel East in Hungary in January 1996 after a career in language teaching and financial services. He and his wife Christine are Directors of the Ellel East Regional Nations Centre, and they teach and minister throughout the former communist world.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-4916052028522078884?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/4916052028522078884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=4916052028522078884' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4916052028522078884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4916052028522078884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/01/idolatry-what-me.html' title='Idolatry? What, me?'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-7234326294864076117</id><published>2011-01-04T19:25:00.000+11:00</published><updated>2011-01-04T19:26:16.942+11:00</updated><title type='text'>A Sling and a Stone</title><content type='html'>A Sling and a Stone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"So David prevailed over the Philistine with a sling and a stone, and struck the Philistine and killed him. But there was no sword in the hand of David."&lt;br /&gt;1 Samuel 17:50, NKJV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The answer to a huge problem may be quite simple, if it’s in the Lord’s hands, for He knows what’s effective. David knew how to use the sling and the stone, but he was relying on the name of the Lord for the victory and he openly declared it to the enemy (1 Samuel 17:45). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elisha sent Naaman , the leper, to bathe seven times in the river Jordan, for his healing. This was such a simple thing to do. God has His reasons, which are often hidden from us, yet obedience with humility is required, which often results in a miracle (2 Kings 5:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God worked a miracle through Elisha for a woman with a great debt, by using a simple jar of oil, the only thing she had in the house. She poured it out in obedience and her debt problem was solved (2 Kings 4:2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jesus fed the five thousand through the simple offering of some loaves and fishes, by a small boy who was willing to share his lunch (Matthew 14:19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Lord, in His great wisdom, often uses very simple things. A simple hug, directed by the Holy Spirit, could be just the answer to someone needing comfort or acceptance. A faltering word of testimony from a sincere and humble heart can be more powerful than an eloquent oratory by a prominent or well-known speaker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mixed with obedience on our part, and the presence of His Spirit, simple things can become wonderful, powerful experiences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Lord, may we never think that anything You ask is too small for us to do. Help us to be obedient, even though we don’t always understand Your reason. May we trust in Your wisdom, love and power, in Jesus’ mighty Name. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Pam Smith Pam Smith has a background in art and nursing, has a son and two daughters and a 'ministry to grandchildren.' She has been a friend and helper of Ellel Ministries since l992, and is involved with Healing Through Creativity Courses. As writer of the Shepherd Love Series, she has a passion for the comfort and encouragement that leads people towards enjoying abundant Life in Jesus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-7234326294864076117?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/7234326294864076117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=7234326294864076117' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7234326294864076117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/7234326294864076117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/01/sling-and-stone.html' title='A Sling and a Stone'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-5574819362015546483</id><published>2011-01-04T19:23:00.001+11:00</published><updated>2011-01-04T19:23:56.432+11:00</updated><title type='text'>The New has Come</title><content type='html'>The New has Come&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TODAY’S SCRIPTURE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Therefore, if anyone is in Christ, the new creation has come: The old has gone, the new is here!”&lt;br /&gt;(2 Corinthians 5:17, NIV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TODAY’S WORD from Joel and Victoria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a believer in Jesus, you are a new creation! You have a new spirit, a new walk, a new life! There may be “old” things in your life that you are trying to get rid of. Maybe you have old habits or addictions that you want to change. Remember today that the new has come. It’s a new year with new opportunities, and it’s time for you to be the new you. Let this be the year that you break old habits and addictions. Let this be the year that you move forward into a new life of victory. Let this be the year that you take hold of all the spiritual blessings the Lord has promised — peace, health, protection and victory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be encouraged today because no matter what is happening in your life right now, you have a chance for a new beginning. Choose today to leave the old behind — leave behind old behaviors, old thinking, and old words and embrace the new by faith because this is your year to experience the new life that He has prepared for you!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A PRAYER FOR TODAY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heavenly Father, thank You for making me new. I choose today to leave behind the old life and ask that You empower me by Your spirit. Help me to understand Your plan and know the truth of Your Word that sets me free. In Jesus’ Name. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;— Joel &amp; Victoria Osteen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-5574819362015546483?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/5574819362015546483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=5574819362015546483' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5574819362015546483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5574819362015546483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/01/new-has-come.html' title='The New has Come'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-5076349393120263139</id><published>2011-01-04T19:21:00.001+11:00</published><updated>2011-01-04T19:21:42.410+11:00</updated><title type='text'>Larger than Life</title><content type='html'>Larger than Life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...let us run with patient endurance and steady and active persistence the appointed course of the race that is set before us."&lt;br /&gt;Hebrews 12:1(b), Amplified &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We recently undertook a long car journey from Scotland to England, which ordinarily is not a problem. However, this journey was different as the UK was, as the TV would report it, in the grip of ‘the Big Freeze’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before our journey we had been led to believe that the roads were treacherous and that all travel would be dangerous. Yet the truth was the roads weren’t that bad, although certain sections needed careful navigation and driving through them was hard work. As we approached the more difficult sections of roads we found ourselves asking, “What are we doing? We should have stayed at home.” Yet only a short time later we were back to the clear roads that allowed us to travel safely at reasonable speeds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We often refer to our Christian lives as a journey, which it is. It’s a journey that many would advise us not to embark upon; citing all the reasons why it could be difficult. I firmly believe one of the enemy’s most successful strategies is to make himself seem bigger than he really is and to make things seem harder than they are.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes, there will be difficult times in our lives. Yes, we will have to slow our journey down incredibly to navigate a safe course through it. Yet if we want to get to the end of our journey we’ll have to keep moving. The enemy would love to concern us with the dangers ahead and try to put us off moving on. Even along the way it may feel as though we’ll never see a clear road again and we may ask the question, “What am I doing?” But there’s a clear road ahead and patient perseverance is what’s needed to push through.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s true that some people get genuinely stuck on their life journeys – just as many in the UK got stuck on snowy and icy roads. They need to seek God and ask for His timing and perspective – maybe even wait for Him to clear the road ahead of them so that they can keep going. If we’d believed the media hype we’d still be at home, missing Christmas with our families. Equally, if we believe the exaggeration of the enemy about the difficulties on our life journeys then we’ll never move into the destiny God has for each one of us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When we consider the hindrances to our life journey let’s not allow the enemy to become larger than life, and let’s ask God for His perspective on our situation. Then, as the Scripture says, “let us run with patient endurance and steady and active persistence the appointed course of the race that is set before us”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Father God, I recognise that You alone can see my life’s pathway and I pray that You’ll encourage me on my journey with You. I pray You’ll clear the paths ahead of me and that I won’t be discouraged by the whispers of the enemy. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Lindsey Hanekom Lindsey Hanekom has, over the years, worked at all our UK centres! In 2003 Lindsey and her husband, Johann, joined the Blairmore team where she worked as the Centre Administrator as well as ministering and teaching on retreats and courses. She is currently a full-time mum to her baby son, Kyle and enjoys country sports in her spare time.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-5076349393120263139?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/5076349393120263139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=5076349393120263139' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5076349393120263139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/5076349393120263139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/01/larger-than-life.html' title='Larger than Life'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-4388928138446787454</id><published>2011-01-04T19:13:00.001+11:00</published><updated>2011-01-04T19:13:30.420+11:00</updated><title type='text'>My Life in His Hands</title><content type='html'>My Life in His Hands&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“This is the day the Lord has made; let us rejoice and be glad in it.”&lt;br /&gt;Psalm 118:24, NIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is fundamentally no difference between the first day of the year and any other day of the year! The sun will rise and the sun will set and the world’s history will move forward by another twenty four hours. But the fact that we call the first of January New Year’s day forcibly reminds us of the passing of time and provides us with a means of recording and remembering history. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The weather in the UK has been especially cold these past few weeks and those of us old enough to remember such things have been talking about what it was like in 1947 or 1963 – years when the snow and ice stayed on the ground for exceptionally long periods of time. I will never forget walking up the frozen river in Oxford and skating on the ice! We put the memories of our own lives in place by remembering the date and we measure the events of history by what happened in, say, 1066, 1776 or, closer to home, 1914-18 and 1939-45.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So as we move from one year to another, and wave goodbye to 2010 as we welcome 2011, is anything going to change for you personally in the year ahead? Undoubtedly for every single one of us things are going to happen that will surprise us, maybe, even, shock us, possibly disappoint us as well as excite us. There may be traumas we have to face, unscheduled events that take place or blessings that we could never have dreamt of coming into our lives. None of us know what the year ahead will have in store – and those who think they can foretell the future with every form of astrology or divination are simply telling the world how deceived they are! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is only One who knows the end from the beginning. There is only One who can be trusted to help us through whatever events and circumstances that we may be looking back on in twelve months time. There is only One who has your very best interest at heart and whose love for you is beyond measure or comprehension.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, at the beginning of this New Year, my own resolution is one that everyone of us can share in, if we really want to - to trust Him with today, every day of the next three hundred and sixty five days. It is a fact that as we trust Him in the present, He determines our future. I don’t want anyone else to try and forecast what 2011 holds in store for me – I only want to trust the one who truly holds the future in His hands. I don’t need to know what will happen ‘tomorrow’ – for as long as I am trusting Him for ‘today’, I know my tomorrows are safe in His hands. So let’s rejoice in both this first day of the New Year, but let us not forget to rejoice in every day He makes and gives us to enjoy. Each one is a precious gift from our loving Creator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prayer: Thank you, Lord, for this new day and this New Year. Help me to live each and every day of the year, knowing that You have made it and that, whatever happens, my times are utterly safe when they are committed into Your hands. In Jesus’ Name, Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's Writer : Peter Horrobin Peter Horrobin is currently writing an online training school called Ellel 365. This is specifically designed to help people ‘get the message’ and apply the practical truths of God’s Word into their lives. To take a look for yourself go to www.em365.org or click the link under the "links" section of this page.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6594228430449525434-4388928138446787454?l=mannafromabove.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mannafromabove.blogspot.com/feeds/4388928138446787454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6594228430449525434&amp;postID=4388928138446787454' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4388928138446787454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6594228430449525434/posts/default/4388928138446787454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mannafromabove.blogspot.com/2011/01/my-life-in-his-hands.html' title='My Life in His Hands'/><author><name>JimLuv</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6594228430449525434.post-3618539308095165492</id><published>2011-01-01T12:59:00.023+11:00</published><updated>2011-01-01T14:39:36.437+11:00</updated><title type='text'>170. Yesus mati - Matius 27:45-56</title><content type='html'>Kematian Yesus menimbulkan banyak kontroversi, karena banyak orang yg berkata,"Kalau Dia Tuhan, kenapa Yesus bisa mati?" Karena Tuhan adalah Allah yg kekal, berarti kalau Yesus adalah Allah, Yesus tidak mungkin mengalami kematian. Dan kalau Yesus mengalami kematian, maka Yesus bukanlah Allah. Oleh karena itu banyak orang yg berpikir bahwa Yesus adalah nabi, karena kalau menyebut Yesus sebagai Tuhan, maka itu adalah suatu penghujatan atas nama Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, ingatlah bahwa Nabi akan mengalami pelayanannya ketika ia dilahirkan dan mendapat wahyu dari Allah. Jadi ada 2 hal yg terjadi: saat ia lahir atau saat ia mendapat wahyu dari Allah. Tetapi, Yesus sangat berbeda, karena sebelum IA lahir, nubuatan-nubuatan tentang Yesus sudah terjadi. Bahkan ketika di dalam kandungan sudah dijelaskan oleh malaikat bahwa Maria mengandung  oleh Roh Kudus, bukan dari has
